"Nama ku Cleo, nama ini memiliki arti wanita cantik tetapi penampilanku tidak sebagus namaku, aku selalu dirundung orang-orang karena wajahku yang penuh jerawat ini, tapi sudah saatnya aku berhenti membiarkan hidupku hancur karena mereka! " Ini adalah kisahku dimana aku akan mengubah hidup ku dari nasib ini dan akan membalaskan dendamku kepada mereka yang telah menghancurkan hidup ku..."
Btw ini karya pertamaku, jadi maaf jika ada kesalahan😭🙏Oleh karena itu Mari bantu aku dengan memeberikan saran-saran. Terimakasih banyak🥰😍
Instagram
Author : cell_elestria
Artist : Yumeika_
Editor :
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellestria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perlawanan
Suasana yang indah dan merdu penuh dengan musik. Terdengar tawa dan bisikan serta pembicaraan-pembicaraan yang khusus dan penting tentang bisnis.
Sejauh ini keadaan sedang baik. Tapi tanpa mereka sadari akan terjadi penyerangan yang besar di tempat tersebut.
Di sisi ruangan terdapat seorang pelayan pria yang sedang membawa makanan. Setelah selesai meletakkan makanan. Ia mulai berbicara secara diam-diam. Orang itu tidak lain adalah Derrick.
"Sepertinya keadaan aman, bos!" Bisik Derrick sambil memegang suatu alat headset di telinganya.
"Mulailah operasinya!" Perintah Simon. Yaitu ayah Lisa.
Dengan memeberikan kode pada teman-temannya, Derrick dan seluruh pembunuh bayaran langsung mulai menyerang.
"KYAAAAAA!!!" Teriak para tamu.
"Jangan bergerak atau kalian semua akan mati!!" Ancam Derrick sambil mengulurkan pistol.
Terdapat total 300 tamu yang hadir dari seluruh penjuru dunia. Mereka adalah tokoh-tokoh penting baik di negara mereka sendiri maupun di seluruh dunia.
Dan sekarang seluruh tamu masing-masing sedang dijadikan tawanan. Pisau para pembunuh bayaran, diarahkan dekat leher para tamu yang hadir di acara ini. Tidak ada yang berani melawan maupun bersuara.
Para bodyguard Diaz mulai berkumpul untuk menyerang tapi tak ada yang berani bertingkah sembarangan.
"Hmm...sejauh ini sepertinya aku lebih unggul dari mereka," ujar ayah Lisa.
Ayah Lisa pun mulai menghubungi pembunuh bayaran yang sudah ia pasangkan kepada Cleo dan ibunya. Tapi sepertinya tidak terjadi perubahan apapun. Jumlah bodyguard Cleo dan ibunya masih tetap sama seperti biasanya.
"Kalau gitu ayo kita buat situasi lebih menyenangkan lagi!" Seru ayah Lisa dengan senyuman.
Ia pun mulai memerintah Derrick untuk melanjutkan ke plan B. Dan Derrick pun menganggukkan kepalanya.
"PERHATIAN SEMUANYA!!" Seru Derrick.
"Kami telah memasang bom pada gedung ini! Dalam waktu 5 menit, gedung ini akan meledak!!!" Seru Derrick.
Semua tamu mulai panik.
"Apa yang kalian mau!? Uang!?" Ujar salah seorang tamu.
"Saya masih punya keluarga! Tolong lepaskan saya!" Mohon salah seorang tamu lagi.
Semua tamu mulai panik dan meminta pertolongan.
****************
Sementara itu di lantai paling atas, tepatnya di ruangan kerja. Ayah Marco sudah mengetahui tentang situasi sekarang ini dan ia sekarang sedang memikirkan cara untuk menghentikan penyerangan ini dan mencari dalang di balik semuanya.
"Br*ngsek! Siapa yang berani menghancurkan pesta ku!? Akan aku cari dia!!" Seru ayah Marco.
"Mereka beraninya memasuki gedung ku dan meletakkan bom di dalamnya!!" Marah ayah Marco.
"Tenangkan dirimu tuan! Ayo kita berpikir logis dan tenang!" Sambung sekertaris Diaz.
"Kamu benar...." Ujar ayah Marco sambil menghirup dan membuang nafasnya.
"Kalau dipikir-pikir, apakah mereka memang sudah memasang bom di dalam gedung ini atau itu cuma sebuah tipuan?" Pikirnya sambil menatap CCTV yang sudah ia pasang di aula pesta.
Tiba-tiba Derrick mulai menujukan foto bom yang sudah ia pasang tapi bukan foto lokasinya.
"Jika kalian pikir aku bohong, ini buktinya!" Ujar Derrick.
"Brakk...!" Suara pukulan pada meja dengan keras.
"Panggil seluruh bodyguard Diaz dan suruh mereka cari keberadaan bom dalam gedung ini sekarang juga!!" Perintah ayah Marco.
"Baik!" Jawab sekertarisnya.
Seluruh bodyguard Diaz pun dipanggil kembali karena keadaan darurat. Sehingga salah satu dari Cleo atau ibunya harus sendiri tanpa ada perlindungan dari bodyguard.
"Apa yang akan kita lakukan, tuan? Apakah sebaiknya kita ambil bodyguard dari nona Cleo atau dari ibunya?" Tanya sekertarisnya.
"Bukankah sudah jelas, lindungi Cleo saja! Karena cuma Cleo saja yang bisa membuat Marco nurut kepada kemauanku!" Jawab ayah Marco.
Dengan begitu, seluruh bodyguard Diaz mulai berjalan ke acara pestanya, sedangkan cuma tertinggal 3 bodyguard yang masih melindungi Cleo.
****************
"Hmm? Aneh... Kenapa 3 orang yang tadi mengikuti ku sudah pergi ya? Aku tidak dapat merasakan keberadaan mereka lagi. Apakah mereka dipanggil balik oleh perusahaan Diaz?" Pikir ibunya Cleo.
Tiba-tiba tepat 2 menit setelah ia berpikir seperti itu. Ibu Cleo merasa kehadiran orang lain, dan orang itu sepertinya sedang mengikutinya.
"Swisshh...." Suara tebasan pisau.
Dengan gesitnya ibu Cleo langsung menghindar dari tebasan tersebut.
"Serangan dari atas!" Gumamnya sambil mulai berlari dengan cepat.
"Apa!? Dia berhasil menghindar!?" Seru salah seorang pembunuh bayaran.
"Siapa sebenarnya wanita itu!?" Balas pembunuh bayaran yang lainnya.
"Ayo kita kejar dia!!" Ujar salah seorang pembunuh bayaran.
"Swosshh!..." Para pembunuh bayaran mulai bergerak mengejar ibu Cleo. Mereka yang awalnya menyerang dari atas, langsung mulai mengejarnya sambil berlari di atas atap rumah.
"Set!..."
"Set!..."
Bunyi lompatan dari atap ke atap.
"Itu dia!" Ujar salah seorang pembunuh bayaran setelah melihat ibu Cleo berlari kedalam sebuah gedung.
Terdapat sekitar 3 orang pembunuh bayaran. Mereka mengangguk kepada satu sama lain untuk memberikan kode.
Cuma hanya ada satu orang saja yang akan masuk lewat pintu depan, sedangkan yang lain akan mulai menyerang dari sisi lain untuk penyerangan mendadak.
Rencananya sudah sempurna, mereka mungkin bisa menang. Jika, target mereka hanyalah wanita biasa ataupun wanita yang cuma hebat bela diri. Tapi tidak mereka ketahui bahwa target mereka adalah mantan spy atau mata-mata yang paling terkuat di negara. Mona Mayfis.
"Tap... tap...." Suara langkah kaki yang mulai mendekat.
"Bang...!" Suara tembakan pistol yang langsung mengarah ke wajah pembunuh bayaran tersebut. Tapi untungnya pembunuh bayaran tersebut berhasil menghindar.
"Hah!? Pistol!!?" Seru ketiga pembunuh bayaran tersebut.
"Dasar wanita gila! Dia dapat pistol itu dari mana!?" Seru pembunuh bayaran yang tadi hampir terkena tembakannya.
"Berani sekali kau!!" Ujarnya yang mulai berlari ke arah ibu Cleo.
"Bang...!" Bunyi tembakan pistol.
"Huh? B-bagaimana bisa dia ada di situ?" Seru pembunuh bayaran tersebut yang langsung terjatuh sambil memegang perutnya, sambil memuntahkan darah.
"Jonny kalah!!?" Seru salah seorang pembunuh bayaran.
"Apa yang barusan terjadi!?" Balas pembunuh bayaran yang satunya.
"Wanita itu... awalnya jaraknya jauh tapi dalam sekejap dia langsung berada di depan wajah Jonny dan langsung menembak perut Jonny dengan pistol!! Apakah wanita itu merupakan pro!!?" Seru pembunuh bayaran tersebut.
"A-aku sudah tidak peduli uang lagi! Lebih baik aku kabur dari sini!!" Seru pembunuh bayaran tersebut yang mulai bangun dan langsung berlari. Kemudian diikuti lagi oleh pembunuh bayaran yang satu lagi.
"Huff... huff...." Nafas mereka mulai terengah-engah.
"Kayaknya kita sudah am-" Perkataan mereka terpotong karena tembakan pistol.
"Duarr!!" Mereka berdua pun langsung muntah darah dan terjatuh ke tanah.
"Malah mau kabur lagi! Ish... ish...ish...!" Seru Melinda.
"Aku akan bawa mereka ke Mona!" Seru Tom.
Narator: Apa kalian masih ingat Tom dan Melinda? Yup, benar! Mereka adalah mata-mata yang dipasang oleh Mona, ibunya Cleo. Untuk memantau perusahaan Haybill dan Diaz.
Emangnya bagaimana bisa mereka ada disini? Penasaran? Stay toon 🤭
Keren keren. Jatuhnya nyaris kayak mafia
Felix kalo baik kadang suka ada aja tanda kena masalahnya
Shipping ye dalihnya
Dirimu benar-benar lagi dapet Ilham pas nulis ini ya wak
Aku syok ada Bintang