NovelToon NovelToon
Belenggu Hasrat Tuan Muda

Belenggu Hasrat Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: trias wardani

Warning!!
Cerita ini bukan untuk anak di bawah umur, berisi adegan baper dan kebucinan yang hakiki.
***
"Lepaskan aku, Bangs*t! Aku tidak tahu apa yang kamu maksud!"
"Lepaskan? Jangan harap! Kamu harus bertanggung jawab atas kematian adikku!"
Lyla tidak mengerti dengan apa yang terjadi, dia diculik tanpa tahu sebab yang sebenarnya. Dituduh menjadi penyebab kematian adik seorang laki-laki asing yang bahkan baru saja dia lihat.
Apa yang akan terjadi kepada Lyla. Dapatkan dia meyakinkan penculik dan bebas? Atau ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon trias wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Dua Orang Keras Kepala

“Lepaskan aku! Turunkan aku. Biarkan aku pergi,” teriak Lyla sambil menggerakkan tangan dan kakinya. Morgan tidak peduli dengan teriakan wanita itu. Dada dan punggungnya sakit akibat pukulan dari Lyla, tapi dia juga tidak menghentikan langkah kakinya . Dia telah membuatnya kesal, dan jangan harap untuk bisa lepas lagi darinya.

“Tidak! Aku tidak akan melepaskanmu,” ucap Morgan dingin dan terus melangkahkan kakinya ke arah mobilnya berada.

“Apa maksudmu? Bukankah kau sendiri yang telah mengusirku? Apa kau lupa dengan yang tadi kau katakan?” tanya Lyla Dengan kesal.

“Tidak.” Morgan menjawab dengan singkat.

“Lalu kenapa kau tidak melepaskanku?”

“Karena kita masih punya urusan.”

“Urusan apa? Kita tidak punya urusan lagi semenjak kau mengusirku!” teriak Lyla tidak terima.

Morgan mengabaikan semua ucapan Lyla.

Lelah karena diabaikan seperti itu, akhirnya Lyla menghentikan gerakan tangannya. Dia juga lelah setelah beberapa jam berjalan kaki. Apalagi sekarang tangan dan kakinya sangat sakit.

Morgan sampai di mobil dan membuka pintunya, melemparkan gadis itu ke dalam sana dengan cukup keras dan tidak berperasaan.

“Aww! Kenapa kau kasar sekali?” tanya Lyla yang merasakan sakit pada punggungnya.

Morgan masih tidak mendengarkan, dia menutup pintunya dengan cepat dan kemudian berlari ke pintu yang lain.

“Duduk dan diamlah,” ucap laki-laki itu saat melihat Lyla akan membuka pintu mobil.

“Untuk apa aku duduk dan diam. Kau telah mengusirku dan aku tidak mau berada di dalam mobilmu.”

“Pakai sabuk pengamanmu.” 

Tanpa menunggu jawaban dari Lyla, Morgan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi hingga membuat Lyla hampir terjengkang dengan kepala yang membentur sandaran kursi. Sedikit membuatnya pusing akibat apa yang dilakukan Morgan barusan.

“Hei, apa yang kau lakukan? Setelah tadi kau memaksaku sekarang kau membuatku jatuh? Kau ini laki-laki atau bukan?”

"Salahmu. Tadi aku sudah bilang untuk memakai sabuk pengaman.”

Morgan tidak peduli dengan apa yang Lyla katakan setelah itu. Dia terus saja melajukan mobil itu dengan kecepatan yang tinggi. Pada jalanan tikungan pun, dia tidak memperlambat laju mobilnya sehingga tercipta garis hitam yang bergesekan dari ban dengan aspal. Lyla tentu saja takut berada di dalam mobil ini. Bagaimana jika dia mati sekarang? Ibu panti pasti akan mencarinya.

“Kau gila. Turunkan aku sekarang juga!” teriak Lyla lagi.

“Tidak mau. Sudah kubilang urusan kita belum selesai.” Morgan menjawab dengan dingin.

“Sudah”

“Belum!”

“Kenapa kau ini? Apa maksudmu dengan belum? Semenjak kau mengusirku, aku sudah tidak ada hubungannya lagi denganmu!”

“Kau ada di mana sekarang ini?”

“Hah?”

“Aku tanya, kau sekarang berada di mana sekarang ini?” tanya Morgan sekali lagi. Baru lah Lyla mengerti apa yang laki-laki itu katakan kepadanya.

“Mobilmu, tapi ….”

“Berarti kau harus diam. Suaramu jelek sekali sampai sakit telingaku,” ujar Morgan.

Lyla berdecak kesal karena mendapati ucapan laki-laki yang tidak tahu aturan itu.

Begitulah keduanya berdebat seperti anjing dan kucing saja.

Hingga pada akhirnya mereka telah sampai di rumah. Morgan menghentikan laju mobilnya dengan tiba-tiba membuat Lyla tersentak dan hampir saja mencium dashboard dengan keningnya. Dadanya bergemuruh kencang akibat apa yang dilakukan oleh laki-laki itu.

“Apa kau tidak bisa menghentikan mobil ini dengan perlahan?”

“Salahmu karena tidak mau memakai sabuk pengaman,” ucap Morgan sekali lagi.

“Turun.”

Morgan langsung membuka sabuk pengamannya dan turun dari mobil itu, sedangkan Lyla masih bertahan di sana.

Dia hendak melangkah masuk, tapi melihat Lyla tidak juga keluar dari sana akhirnya dia berputar untuk membukakan pintu.

“Turun dari mobilku,” perintahnya.

“Tidak mau,” ucap Lyla bertahan sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Apa perlu aku bopong lagi kau ke dalam rumah?”

“Kau tidak akan berani melakukannya!” Lyla menatap Morgan dengan tajam.

“Kata siapa aku tidak berani?” Morgan menarik dengan Lyla dan kembali mengangkatnya di bahu. Tentu saja hal itu membuat Lyla terkejut lagi. Dia kira Morgan tidak akan berani melakukannya karena ini di rumahnya.

Bersamaan dengan itu sebuah mobil masuk ke dalam pekarangan dan berhenti tepat di samping mobil Morgan.

“Hei lepaskan aku, bodoh! Kau tidak bisa melakukan ini kepadaku.” Teriakan Lyla terdengar hingga beberapa orang pelayan yang ada di rumah itu berlari keluar. Mereka membuka mulutnya saat melihat pemandangan yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

“Kenapa aku tidak bisa? Aku bisa melakukan apapun yang aku mau.” Morgan membawa Lyla ke dalam rumahnya. Langkah kaki laki-laki itu sangat santai sekali meski banyak mata yang melihat mereka.

“Kau tidak berhak melakukannya. Kau penjahat! Turunkan aku, aku bisa jalan sendiri.”

Mendengar penolakan dari Lyla, Morgan melemparkannya begitu saja ke lantai, membuat Lyla terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang laki-laki itu lakukan terhadapnya. Lagi-lagi dilemparkan, tadi di mobil, dan sekarang ini di lantai yang keras dan dingin. Pun dengan beberapa orang yang ada di sana, tidak menyangka jika Morgan akan benar-benar menurunkan wanita itu tanpa aba-aba.

“Aww! Kau laki-laki yang sangat kasar sekali,” ucap Lyla kesakitan saat bagian tubuh belakangnya menyentuh lantai.

Morgan hanya menatap gadis itu dengan tatapan yang tidak peduli. Dia hanya berdiri dan menatap Lyla itu yang tengah kesakitan.

“Kau tahu aku kasar kenapa? Kau tidak menurut padaku.”

Lyla menatap Morgan dengan kesal sambil berusaha untuk berdiri. “Haruskah aku menurut pada laki-laki jahat sepertimu?”

“Aku bukan orang yang jahat.”

“Bukan? Lalu kau apa? Laki-laki yang baik tidak akan memaksa seorang wanita, apa lagi melemparkannya,”

“Kau memang pantas diperlakukan seperti itu, karena kau keras kepala.”

Lyla marah mendengar ucapan laki-laki itu, dia berteriak keras saat Morgan berlalu dari sana.

“Kau yang keras kepala!” Akan tetapi, Morgan tidak mau mendengarkan. Dia malah berjalan dengan langkah yang lebar menuju ke arah kamarnya berada.

“Enak saja kau bilang aku keras kepala. Dasar kepala batu!” seru Lyla. Morgan masih bisa mendengarnya, tapi dia tidak peduli dan masuk ke dalam kamarnya.

“Dasar gadis tidak tahu terima kasih. Aku sudah menyelamatkanmu dari orang jahat!” gumam laki-laki itu dengan kesal.

“Huh, aku jadi tidak bisa pergi karenamu!” kesalnya lalu membuka pakaiannya hingga memperlihatkan tubuhnya yang kotak-kotak bak roti sobek.

Gerald yang melihat Lyla diperlakukan seperti itu lantas berlari dengan cepat ke dalam rumah.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Gerald saat Lyla sedang menyapu debu di pakaiannya.

“Tidak apa-apa.”

“Syukurlah, aku takut kau ada masalah di luar. Kenapa kau pergi? kau benar tidak apa-apa?” tanya Gerald dengan nada khawatir bercampur marah.

Lyla menggelengkan kepalanya. Sadar dengan laki-laki ini yang terlihat khawatir kepadanya, dia hanya menunduk saja.

“Aku ….”

“Sudah. Jangan banyak bicara lagi. Istirahatlah. Besok kita bicara,” ucap Gerald.

1
Muna Junaidi
Hadirrr thor
Patmi Deseda
udh baca sampai 15 bab, tapi liat endingnya gk jls.gk ada kelanjutannya.
Cahaya Pasaribu
Luar biasa
Cahaya Pasaribu
Lumayan
Nadiyah
Kecewa
Nadiyah
Buruk
Melly Mariam
cantik pake banget hehe
Nonni TayangAe
Kpn kelanjutanya????
Athallah Linggar
Kasihan uncle Alex,🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Athallah Linggar
kamu fokus sm u pamanmu jd lupa sm morgan😏😏😏😏😏😏😏😏
Athallah Linggar
Thor,ktne gerald ada hati sm eve,trs sm reene Gimn yg bner?
Athallah Linggar
ya tp situ malah ngusir lyla😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
Athallah Linggar
Sebenarnya apa tujuan dr.selvi sm gerald menjauhkan morgan dr lyla? Bukankah klo morgan jatuh vinta sm lyla kalian tak kan rugi,kr lyla bkn wanita seperti reene? sepertinya kalian jg ada maksud tertentu,ga mgkin tanpa alasan mengorbankan lyla apa pg lyla jg korban bkn hanya morgan. Kalian orang kya egois,. Ku yakin jika morga sadar dan au kalian menjauhkannya dr lyla,kalian akan menghadapi kemarahan yg lebih dr morgan saat itu tiba nanti
Athallah Linggar
gua bejeg2x jg loh dasar penjahat kelamin. 😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
Athallah Linggar
Bos mu sinting bin edaaaaaannn tuan gerald
Athallah Linggar
Jgn2 yg bkin adenya morga bunuh dri itu si renne masa lalu abangnya seendiri
Bastard_🗡️
kita sama Morgan suka gigit kuku 😂
joong
Morgan menyebalkan 😖😖😖
Kusmia Mia
sebel bcnya....cuma itu2 terus ceritane...
jlan ceritane diulang2
Kusmia Mia
sudah sejauh ini msh monoton....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!