NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Terpaksa

Pernikahan Yang Terpaksa

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Romansa / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:528.4k
Nilai: 5
Nama Author: Alif Irma

Kesepakatan antara keluarga Matteo dan keluarga Da Vichi di masa lalu berujung pada perjodohan cucu-cucu mereka. Anna terpaksa menerima perjodohan tersebut hingga berakhir menikah dengan pria pilihan kakeknya.

Diawal pernikahan Anna ingin memanfaatkan keadaan untuk balas dendam kepada bibinya yang terus mengincar posisinya sebagai pewaris tunggal di keluarga Matteo. Namun, berbanding terbalik karena dirinyalah yang menjadi sasaran balas dendam suaminya sendiri.

Perlahan rahasia besar yang tersembunyi di keluarganya mulai terbongkar satu persatu. Begitupun rahasia besar suaminya yang merupakan seorang mafia dan sekaligus musuh lama keluarganya.

Pernikahan tanpa dasar cinta itu membuat kehidupan Anna semakin terpuruk layaknya berada di belahan dunia lain yang gelap gulita tanpa adanya secercah cahaya penerang.

Mampukah Anna bertahan dengan kehidupan rumah tangga bagaikan neraka itu? Ataukah Anna memilih jalan lain untuk balas dendam kepada suaminya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PYT 35

Leo berdengus kesal turun dari tempat tidur, dengan cepat Anna membantunya lalu merangkul pinggangnya. Leo mengerutkan keningnya melihat tingkah Anna, namun dia tidak melakukan penolakan sama sekali dan membiarkan Anna membantunya ke kamar mandi.

"Apa aku perlu memandikanmu?" tanya Anna bersandar di dinding memperhatikan Leo berdiri di bawah shower sambil membasuh dada bidangnya dengan handuk basah.

"Tak perlu, aku tidak suka dikasihani oleh wanita sepertimu. Keluarlah." ketus Leo yang sibuk dengan urusannya.

Anna mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Leo. Wanita cantik yang berstatus istrinya itu memilih berjalan keluar dari kamar mandi, memang dia juga masih ragu dan bingung jika harus memandikan suaminya segala.

Anna memilih keluar dari kamar mandi dan melangkah ke ruang ganti untuk menyiapkan pakaian Leo. Anna membuka lemari pakaian Leo, kedua matanya membulat sempurna melihat seluruh pakaian Leo yang hanya ada satu warna yaitu warna hitam.

“Dasar pria aneh, pecinta warna hitam, sampai-sampai seluruh pakaiannya serba hitam. Apakah dia tidak bosan dengan satu warna.” Gumam Anna dengan tangan cekatan memilih satu persatu pakaian Leo.

Selesai menyiapkan pakaian Leo, Anna kembali mengedarkan pandangannya mengamati suasana ruangan itu. Anna lalu melangkah mendekati laci kecil berwarna hitam dengan ukiran kaligrafi berwarna perak.

Anna berjongkok lalu membuka satu persatu laci itu. Laci pertama berisi Jam tangan koleksi Leo, laci kedua berisi beberapa kancing kecil dan beberapa secarik surat berpita beraneka warna tersusun rapi. Anna mengambil salah satu surat itu, saat akan membukanya terdengar langkah seseorang mendekat kearahnya.

“Kau sedang apa disini” ucap Leo dingin dan berhasil mengagetkan Anna.

“Aku habis menyiapkan pakaian untukmu.” Ucap Anna tersenyum lalu meletakkan kembali surat itu dan menutup cepat lacinya.

Leo tak menggubris ucapannya, dia memilih membuka lemari pakaiannya untuk memilih sendiri pakaian yang ingin dia pakai. Anna langsung menghentikannya dengan cara menutup kembali lemari itu.

“Apa yang kau lakukan” kesal Leo dengan tingkah Anna dan begitu risih dengan kehadiran Anna di kamarnya.

“Menurutlah, selama kau sakit, aku akan bertanggung jawab untuk merawatmu dan menyiapkan segala keperluanmu. Setelah kau sembuh, aku tidak akan lagi mendekatimu atau mengganggumu” ucap Anna sambil bersikadap menatap Leo yang berdiri di hadapannya.

Leo hanya diam dan sama sekali tak melakukan penolakan saat Anna membantunya berpakaian. Setelah itu, mereka berjalan bersama keluar dari ruang ganti.

Leo memilih duduk selonjoran di sofa sambil memainkan ponselnya. Sementara Anna mengamati kamar Leo lalu mendekat melihat jelas bingkai foto anak remaja dan anak kecil yang terpajang di dinding.

"Aku yakin ini foto Amira waktu kecil. Dia sangat imut dan manis." ucapnya terkekeh kecil. Anna kembali menatap foto yang lainnya.

"Ini pasti foto Leo waktu remaja. Masih remaja, wajahnya sudah terlihat dingin dan menyeramkan." gumam Anna tersenyum tipis.

Anna mengambil salah satu buku di rak buku, lalu duduk di atas karpet bulu dengan punggung bersandar di sofa singel dengan posisi menghadap ke arah Leo.

Diam-diam Leo tersenyum tipis melirik Anna yang tampak fokus membaca buku. Lama kelamaan sudut bibir Leo terangkat membentuk seringai licik.

Kita lihat sampai mana batas kemampuanmu bertahan di dalam kamarku. Aku tertarik untuk mengerjainya. Batinnya menyeringai licik.

Seharian ini, Anna berada di dalam kamar Leo dan mengurus segala keperluan pria yang dibencinya itu. Terkadang dia kesal mendapatkan umpatan kasar dari Leo. Bahkan Leo begitu leluasanya menyuruhnya ini itu, namun Anna berusaha bersabar dan tidak menghiraukannya.

Kini Anna berada di dalam kamarnya dan terlihat segar yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya. Dengan berbalut handuk di tubuhnya, Anna melangkah ke ruang ganti untuk memakai pakaiannya. Setelah itu, dia akan turun ke bawah untuk makan malam bersama dengan Amira.

Penampilan Anna selalu saja terlihat cantik dan mempesona, walaupun penampilannya begitu sederhana yang hanya mengenakan baju bermotif bunga-bunga kecil di bawah lutut dengan rambut di kuncir membuat empat pasang mata yang berada di meja makan tak berkedip menatapnya.

“Ehemm.” Anna berdehem untuk membuyarkan lamunan kakak beradik itu.

Amira tersenyum manis menatapnya sambil melontarkan pujian atas kecantikan yang dimiliki kakak iparnya.

Sementara Leo terlihat gelagapan dan kembali memasang wajah datarnya.

Sial, dia sangat cantik.

Anna sempat terkejut melihat keberadaan Leo di meja makan. Namun, dia bersikap biasa-biasa saja lalu duduk di kursi.

“Aku sangat senang akhirnya kita bisa makan malam bersama.” Ucap Amira tersenyum yang begitu bahagia malam ini.

Anna ikut tersenyum manis dan tak sengaja bertemu pandang dengan Leo yang masih saja curi-curi pandang menatapnya. Leo yang tertangkap basah dengan cepat mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.

"Selamat makan." ucap Amira yang mempersilahkan mereka menikmati makan malam nya.

Mereka lalu menikmati makan malamnya dengan diam dan pastinya penuh kehangatan. Selesai makan malam bersama, lalu mereka kembali mengobrol di ruang keluarga.

Anna duduk berdampingan dengan Leo, sedangkan Amira seperti biasa menempati kursi rodanya tepat di samping Leo. Tak berselang kemudian, Cencen datang membawah sebuah box hitam lalu meletakkannya di atas meja. Lalu Cencen undur diri dari hadapan mereka.

“Kak Leo, ayo buka box nya." ucap Amira antusias.

Leo yang tengah bersandar di sandaran sofa mengerutkan keningnya melihat box hitam itu.

Anna meliriknya lalu menyentuh dada bidangnya. Leo menjadi gugup melihat dekat wajah Anna di hadapannya.

"Ayo buka box nya, Amira begitu menantikannya." ucap Anna tersenyum dengan suara lembutnya lalu mengambil box hitam itu dan menyerahkannya kepada Leo.

Leo mengambilnya dan segera membukanya. Leo sedikit kesal membuka box hitam itu yang selalu saja membuatnya penasaran dan tak kunjung melihat isinya karena box itu semakin lama semakin mengecil hingga Leo terkejut melihat isi dari box hitam itu berupa kotak beludru berwarna merah.

Leo memegangi kotak beludru itu sambil menatap ke arah adiknya untuk meminta penjelasan darinya.

"Ayo buka kotaknya kak....Buka.... buka." Amira begitu antusias meminta Leo membuka kotak beludru itu.

Dengan cepat Leo membukanya hingga matanya membulat sempurna melihat sepasang cincin kawin yang sangat indah, begitu halnya Anna yang juga terkejut melihat isi dari box yang tadi.

"Selamat ulang tahun kak Leo, itu hadiah istimewa untuk kakak di tahun ini." ucap Amira tersenyum dengan mata berkaca-kaca lalu mengulurkan tangannya untuk memeluk kakaknya. Leo langsung memeluknya, ada-ada saja hadiah yang diberikan oleh adiknya itu. Tapi, dia selalu menghargainya.

"Terima kasih sayang." ucap Leo sambil mengelus puncak kepalanya dan Amira hanya mengangguk senang.

Anna ikut tersenyum melihat keakraban kakak beradik itu. Dia bahkan tidak sempat membantu Amira untuk menyiapkan hadiah untuk Leo.

Amira melepaskan pelukannya dengan senyuman lebar menghiasi bibirnya.

"Sekarang kakak harus bertukar cincin dengan kakak ipar." ucap Amira tak ingin dibantah.

Mau tak mau Leo terpaksa melakukannya. Leo menyematkan cincin di jari manis Anna, begitu pula yang dilakukan Anna.

Amira begitu senang melihat mereka memakai cincin kawin, pasalnya mereka tak pernah memakai cincin kawin padahal status mereka sebagai suami istri. Sehingga Amira memberikan kado istimewa itu untuk kakaknya di hari ulang tahunnya.

"Ayo dong kakak ipar berikan selamat untuk kak Leo." ucap Amira manja di hadapan mereka.

Anna tersenyum kikuk dan sedikit gugup mendekatkan wajahnya ke wajah Leo hingga tatapan mata mereka bertemu.

Cup

Anna begitu malu dan mengumpat dalam hati mencium pipi kanan Leo. Sedangkan Leo hanya mampu diam membisu menatap wajah cantik Anna dengan jarak dekat.

"Selamat ulang tahun suamiku." ucap Anna tersenyum manis sambil mengusap wajah Leo, membuat Leo tersihir melihat senyuman manis istrinya.

"Cieee...cieee romantisnya." goda Amira melihat kedekatan mereka.

Leo segera memalingkan wajahnya dan merasakan perasaan aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya selama berdekatan dengan seorang wanita.

Ada apa denganku. Batin Leo menerka-nerka.

Bersambung.....

1
Febby fadila
aseeeekkk Jack Amira 🥰🥰🥰
Febby fadila
syukurlah kalau Amira sdah sembuh
Febby fadila
iya jatuh cinta sama istri sendiri 🤣🤣🥰🥰
Febby fadila
sebaikx Anna pergi aja yg jauh,, jauh dari semua orang dan membesarkan anaknya sendirian
Febby fadila
aku nangis saat Amira sama Leo berpelukan 😭😭😭😭😭
Febby fadila
mantap Leo jangan hiraukan si Anna itu, ya mau gimana lagi karena dari awal juga kamu yg salah leo
Febby fadila
bodoh kali kau Anna ngapain kamu bilang lagi hamil sama keynand bisa² dia akan membunuh anak yg ada dalam rahimmu
Febby fadila
Memeng keegoisan akan menghancurkan segala nya,
Febby fadila
sedih aku Thor 😭😭
Febby fadila
hmmm makin tegang aja, pas Anna kabur ee taunya di lagi hamil
Febby fadila
nah loh anna gimana mau kabur klw kamu udah hamil
Febby fadila
jangan bilang obatx udah di ganti sama Leo 🤣🤣
Febby fadila
sakit hati karena kamu tu blom baik Leo sembuhkan dulu luka yg kamu buat
Febby fadila
ingat pesan kakek kamu Anna jangan mudah percaya sama org lain
Febby fadila
sama² punya tujuan bakalan saling menyakiti
Febby fadila
awas kecanduan Leo 🤣
Febby fadila
ciiieee yg mulai ada perasaan sama istrinya 🤣
Febby fadila
apakah cintax Amira akan terbalaskan
Febby fadila
ciiieee yg mulai kwatir tp bawah² nama Amira 🤣
Febby fadila
Laras yg masukin racunnya yg jadi kambing hitamnya adalah Maria kepala pelayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!