NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Showbiz
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: velvetsky

Ellara Dawson adalah gadis desa yang bekerja sebagai perawat kuda di Blackwood Ranch, peternakan kuda terbesar dan paling bergengsi di negara bagian itu. Hidupnya sederhana hingga kedatangan Noah Blackwood, pewaris tunggal kerajaan ranch bernilai miliaran dolar.

Noah sudah memiliki kekasih resmi, Bianca Laurent, seorang sosialita cantik yang dipersiapkan menjadi nyonya Blackwood. Namun takdir terus mempertemukan Noah dan Ellara. Dari jalur berkuda di hutan pinus, danau pribadi ranch, hingga malam-malam panjang di arena latihan kuda, keduanya perlahan menjadi semakin dekat.

Ketika cinta mulai tumbuh, Ellara sadar satu hal dia hanyalah pekerja biasa. Sedangkan Noah adalah pria yang sudah menjadi milik wanita lain.

Di balik kisah cinta mereka, tersimpan rahasia keluarga Blackwood yang bisa menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon velvetsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Garis Keturunan Blackwood

Sejak diajak Noah ke area pembiakan, pandangan Ellara terhadap Blackwood Ranch berubah sepenuhnya. Selama ini ia mengira ranch itu hanyalah kumpulan kandang besar dengan puluhan pekerja yang mengurus kuda setiap hari. Tempat yang hidup dari penjualan kuda dan hasil kerja keras para pekerjanya. Sebuah peternakan mewah milik keluarga kaya, tidak lebih. Namun ternyata, Blackwood Ranch jauh lebih besar dari itu.

Tempat ini bukan sekadar peternakan. Ini adalah sebuah kerajaan yang dibangun selama beberapa generasi. Sebuah kerajaan yang hidup dari reputasi, darah juara, dan bisnis bernilai jutaan dolar. Semakin jauh Noah mengajaknya berjalan, semakin Ellara menyadari betapa luasnya dunia yang selama ini tersembunyi di balik gerbang besi hitam ranch itu. Di sebelah timur berdiri arena dressage yang megah, tempat kuda-kuda elit dilatih bergerak anggun dan disiplin seperti penari profesional. Di sisi lain terdapat arena show jumping dengan berbagai rintangan yang digunakan untuk mempersiapkan kuda mengikuti kompetisi nasional maupun internasional.

Mereka melewati deretan kandang eksklusif yang dihuni kuda-kuda dengan garis keturunan juara. Setiap kandang dilengkapi ruang perawatan, sistem pendingin udara, hingga area latihan pribadi. Para dokter hewan, pelatih profesional, dan staf pembiakan hilir mudik dengan jadwal yang teratur. Tak jauh dari sana terbentang padang rumput luas tempat para indukan dan anak-anak kuda dilepas. Beberapa anak kuda tampak berlari riang mengejar induknya, sementara para pekerja mencatat pertumbuhan mereka dengan teliti.

Ellara memperhatikan semuanya dengan mata membulat. Selama ini ia berpikir seekor kuda hanya perlu diberi makan, dimandikan, lalu dijual. Ternyata tidak sesederhana itu. Di Blackwood Ranch, setiap kuda dipilih pasangannya dengan sangat hati-hati. Garis keturunannya dipelajari. Kesehatannya dicatat sejak lahir. Temperamennya diamati bertahun-tahun. Bahkan cara mereka berlari, bentuk tubuh, hingga kecepatan pemulihan setelah latihan menjadi bahan pertimbangan sebelum seekor kuda dianggap layak untuk melanjutkan garis keturunan Blackwood.

Semuanya begitu rumit, begitu terorganisir, dan menghasilkan uang dalam jumlah yang sulit dibayangkan Ellara. Ia menoleh pada Noah yang berjalan santai di sampingnya. Pria itu tampak sangat memahami semua hal di tempat ini. Ia mengenal hampir setiap kuda yang mereka lewati. Mengingat nama para pelatih, dokter hewan, bahkan mengetahui induk mana yang akan melahirkan dalam beberapa minggu ke depan.

Untuk pertama kalinya, Ellara melihat Noah bukan hanya sebagai pemilik ranch yang kaya dan berkuasa. Tetapi sebagai seseorang yang benar-benar membangun, menjaga, dan mencintai tempat ini. Dan untuk pertama kalinya pula, Ellara menyadari satu hal. Dunia Noah Blackwood begitu besar. Jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan. Dan entah mengapa...Noah perlahan mulai membukakan pintu dunia itu untuknya seorang.

Tempat itu adalah sebuah kerajaan kecil yang dibangun dari reputasi, darah juara, dan bisnis bernilai jutaan dolar. Jalan setapak yang mereka lalui membentang di tengah hamparan padang rumput hijau. Di kejauhan tampak puluhan kandang eksklusif berdiri berjajar rapi dengan desain yang berbeda dari kandang utama. Lebih besar, lebih bersih, dan dijaga dengan sistem keamanan yang ketat. Beberapa pekerja sedang memandikan seekor kuda betina berwarna putih keperakan. Di sisi lain, seorang dokter hewan memeriksa kondisi seekor induk yang sedang bunting. Ellara menatap semuanya tanpa berkedip.

"Tempat ini..." gumamnya.

"Noah."

Pria itu menoleh.

"Saya tidak pernah membayangkan ada bagian seperti ini di ranch."

Noah tersenyum kecil. "Kebanyakan orang juga tidak."

Ia berjalan santai di samping Ellara sambil menjelaskan. "Blackwood Ranch tidak hanya menjual kuda, kami membangun garis keturunan."

Mereka berhenti di depan sebuah gedung kecil yang dindingnya dipenuhi bingkai foto. Ellara mengangkat kepalanya. Puluhan foto kuda tergantung di sana.

Di bawah setiap foto terdapat nama, tahun kelahiran, silsilah keluarga, serta deretan kemenangan yang pernah mereka raih. Ayah, Kakek, Buyut. Hampir semuanya pernah memenangkan kompetisi.

Ellara mendekat. Matanya bergerak dari satu foto ke foto lain. "Jadi seekor anak kuda bisa mahal karena orang tuanya?"

"Bukan hanya orang tua." Noah berdiri di sebelahnya. Ia menunjuk salah satu silsilah.

"Kakeknya, gaya larinya, temperamennya, kesehatan genetiknya, bahkan cara ia bergerak ketika masih kecil."

Ellara menggeleng takjub. "Astaga.Kuda-kuda ini bahkan punya riwayat keluarga yang lebih jelas daripada saya."

Noah tertawa. Suara tawanya terdengar rendah dan tulus. Dan Ellara menyadari sesuatu. Belakangan ini Noah lebih sering tertawa saat bersamanya. Dulu pria itu terlihat dingin, pendiam, sulit ditebak. Namun sekarang...ia mulai melihat sisi lain Noah Blackwood.

Sisi yang tidak banyak orang ketahui.

Mereka berjalan lagi. Kali ini menuju kandang paling besar di area pembiakan. Papan nama hitam berlapis emas tergantung di atas pintu.

STAR BLACKWOOD

Ellara tersenyum. "Jadi ini rumah Star."

"No." Noah menggeleng.

"Ini istananya."

Ellara tertawa kecil.

Tetapi begitu pintu kandang dibuka...ia langsung mengerti maksud Noah. Ruangan itu sangat luas, lantainya dilapisi karet khusus. Terdapat sistem pendingin udara, bak mandi besar, ruang pemeriksaan kesehatan, bahkan ada area bermain pribadi. Ellara berputar perlahan. Lalu menatap Noah tidak percaya.

"Anda benar-benar memanjakan dia."

Noah mengangkat bahu. "Dia menghasilkan uang lebih banyak daripada sebagian besar orang."

Ellara langsung menoleh ke Star yang sedang mengunyah jerami dengan santai. "Kau ternyata konglomerat."

Star mendengus, seolah menyetujui.

Noah memutar bola mata. "Dia juga sombong."

Ellara tertawa lagi.

Dan Noah terdiam. Ia menyukai suara itu.

Tidak. Ia terlalu menyukai suara itu. Suara tawa Ellara selalu terdengar jujur, tidak dibuat-buat, tidak berusaha menyenangkan siapa pun. Dan anehnya... Noah selalu ingin mendengarnya lagi.

"Star adalah salah satu aset terbesar ranch." Noah mulai menjelaskan. "Dia juara nasional tiga tahun berturut-turut."

Ellara mengangguk. "Saya tahu dia hebat. Tapi saya tidak tahu dia sehebat ini."

Noah tersenyum.

"Ranch lain membayar mahal hanya untuk mendapatkan keturunannya."

"Berapa?"

Noah menyebut angka.

Ellara terdiam. Lalu menoleh perlahan. "Anda bercanda."

"Tidak."

"Sebanyak itu hanya untuk..." Ia menunjuk Star.

"...berkencan?"

Noah tertawa keras.

Beberapa pekerja di dekat sana sampai menoleh.

Star mendengus kesal. Noah mengusap leher kudanya.

"Jangan tersinggung. Kau memang mahal."

Ellara masih tampak syok.

"Saya harus bekerja berapa tahun untuk menghasilkan uang sebanyak itu?"

Noah berpikir sejenak. "Lima puluh tahun."

Ellara memejamkan mata. "Saya benci tempat ini."

Noah kembali tertawa.

Mereka keluar dari kandang Star dan berjalan menuju area padang rumput. Di sana beberapa anak kuda sedang berlari bebas. Ada yang mengejar induknya, ada yang saling bermain, ada pula yang baru belajar berlari dan berkali-kali kehilangan keseimbangan.

Ellara tersenyum. Matanya mengikuti seekor anak kuda cokelat yang terus berusaha melompati genangan air. Meski gagal berkali-kali. Ia tetap mencoba.

"Noah."

"Hm?"

"Kenapa Anda mengajak saya ke sini?"

Pertanyaan itu membuat Noah diam sejenak. Karena jawabannya sebenarnya sangat sederhana. Karena aku ingin bersamamu, karena aku ingin kau mengenal duniaku, karena aku ingin melihat ekspresi kagummu seperti sekarang. Tetapi Noah tidak bisa mengatakannya. Belum. Jadi ia hanya menjawab,

"Kau berbakat."

Ellara menoleh. "Saya serius."

Noah melanjutkan. "Kau punya kemampuan memahami kuda, itu tidak bisa dipelajari. Banyak orang menghabiskan bertahun-tahun untuk mendapatkannya." Tapi kau...Ia menatap Ellara. "Kau melakukannya secara alami."

Ellara terdiam.

"Ayah saya dulu bilang..." Ellara berkata pelan.

"Kalau saya lebih mudah memahami hewan daripada manusia."

Noah tersenyum tipis. "Mungkin itu benar."

Ellara melotot. "Saya sedang bercerita serius."

"Aku juga serius."

Mereka saling menatap. Lalu tertawa bersamaan.

Sore mulai turun. Langit berubah jingga. Matahari perlahan tenggelam di balik perbukitan. Ellara berdiri di tepi pagar kayu sambil memandangi padang rumput. Angin sore mengibaskan beberapa helai rambutnya. Noah berdiri di sampingnya. Tidak berbicara, hanya menemani. Dan anehnya... keheningan itu tidak terasa canggung. Justru nyaman, sangat nyaman.

Noah melirik Ellara. Gadis itu sedang tersenyum kecil melihat anak-anak kuda berlari. Ia tampak bahagia, sederhana, tanpa dibuat-buat. Dan dada Noah tiba-tiba terasa sesak. Karena ia sadar. Belakangan ini...kebahagiaannya mulai bergantung pada Ellara. Jika Ellara tertawa, suasana hatinya membaik. Jika Ellara tidak terlihat seharian, ia menjadi gelisah. Jika Ellara tersenyum padanya...ia diam-diam memikirkannya sampai malam.

"Sial." gumamnya pelan.

Ellara menoleh. "Apa?"

"Tidak ada."

Tetapi Noah tahu. Ia benar-benar mulai semakin kecanduan keberadaan Ellara. Ia ingin terus melihatnya, mendengar suaranya membawanya ke tempat-tempat baru. Mengenalkan seluruh dunia yang selama ini hanya ia jalani sendirian. Dan yang paling mengganggunya...semua itu terjadi begitu saja. Tanpa ia sadari, tanpa ia izinkan. Perasaan itu tumbuh diam-diam. Namun semakin hari...semakin sulit ia abaikan.

1
chiara azmi fauziah
wow gila noah
Mila Sari
up nya bnyakin thor🤭🤭 jgn nanggung², g enak bet penasaran🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Titik Ristiana
mn lanjutannya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!