Sedang dalam tahap revisi...
Cerita perjalanan cinta Serlin Marliana, wanita yang tidak sengaja melakukan hubungan terlarang dengan tuan muda yang bernama Marcelino Jason hingga hamil dan terpaksa menikah.
Dia menikah tanpa adanya cinta diantara mereka, apakah kehidupan pernikahannya akan berjalan mulus atau dia hanya akan menjadi orang ketiga diantara Marcel dan kekasihnya, karna Marcel sudah mempunyai kekasih yang sangat dicintainya. Dia seorang model yang rela menukar kisah cintanya demi sebuah kontrak kerja.
Saat pernikahan Serlin dan Marcel terungkap siapa yang akan dipilih Marcel, kekasihnya atau Serlin istrinya yang sedang hamil..
Kebimbangan hati Marcel serta kecemburuannya, akan menjadi kisah romantis mereka berdua, serta bagaimana Marcel ketika benih-benih cinta untuk Serlin muncul.
bagaimana kehidupan mereka, selalu bahagia atau akan banyak kerikil tajam yang akan menghadangnya.
Karya pertamaku...semoga suka..
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon denike, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MERASA KASIHAN
Terimakasih atas dukungannya selama ini...
Jangan lupa Like, komen, vote dan favouritenya😃 biar author lebih semangat nulisnya...
Selamat membaca....
🌸
🌸
Dirumah yang cukup mewah tapi jauh dari keramaian, Serlin perlahan membuka matanya. Menyadarkan penglihatan dan mencoba mengingat kejadian sebelumnya.
" Dimana aku, ahh...kepalaku sakit sekali. "
Serlin memijit kepalanya yang masih berdenyut karena pengaruh bius dari seseorang, setelah lama dia diam akhirnya tersadar. Rentetan kejadian di cafe tadi terputar jelas di ingatannya, ada sesorang yang membius dan mungkin membawanya kesini.
Dia turun dari ranjang berjalan sekuat tenaga karena kepalanya masih saja terasa nyeri, terlihat dari jendela ada sebuah danau buatan yang terlihat masih alami. Rumah yang cukup nyaman udaranya pun juga bersih mungkin karena jarang terjamah kendaraan manusia.
" klek " pintu terbuka menyadarkan Serlin ada seseorang yang sedang memasuki kamar yang dia tempati.
Nampak pria tua mungkin seumuran dengan kakeknya kalau beliau masih hidup. Tapi pria didepannya itu masih terlihat tampan dan gagah, dia perlahan mendekat kearah Serlin. Reflek saja kakinya berjalan mundur karena merasakan aura jahat dengan manusia asing yang sama sekali belum pernah dia lihat. Tubuhnya mulai bergetar, dengan keberanian penuh dia balas menatap pria yang wajahnya sudah dipenuhi dengan garis-garis penuaan.
" Siapa anda, dan untuk apa membawaku kesini? " Serlin sungguh ingin menjauh dari orang didepannya itu.
" Tenanglah nak, saya bukan orang jahat. Duduklah dulu, aku hanya ingin berbincang-bincang denganmu. Sebelumnya mari kita berkenalan, aku Sebastian Jason. Tentu kau sangat tahu siapa itu kelluarga Jason, iya aku kakek dari Marcelino Jason yaitu suamimu. Maaf perkenalan kita dengan cara seperti ini, karena ini satu-satunya cara Marcel akan menemuiku. Keluargaku sedang menghukumku, meninggalkanku dalam kesendirian. "
Seketika tersirat kesedihan dalam wajah kakek itu, Serlin menelisik wajah orang yang mengaku kakek dari suaminya, memang garis keturunan yang sama karena wajah mereka benar-benar mirip.
Serlin melihat kematanya tidak ada kebohongan disana. Benar mungkin selama ini dia kesepian, tapi Serlin belum percaya sesungguhnya. bagaimanapun dia baru saja mengenalnya. Selama ini tidak pernah ada yang membahasnya, sudah pasti ada alasan tersendiri mereka menyembunyikan semua ini.
Serlin terdiam, mencerna ucapan seorang kakek yang saat ini sedang merindukan keluarganya. Banyak sekali pertanyaan yang terlintas di benaknya, dan jiwa keponya sedang meronta-ronta ingin mencari jawaban.
" Tapi kenapa selama ini Marcel tidak pernah membicarakan tentang anda? " Tanya Serlin sedikit ragu, pasalnya dia masih saja ketakutan dengan kakek itu. Bagaimana tidak, bicaranya terlihat santai tapi aura disekelilingnya mendadak jadi horor.
" Aku sudah bilang, mereka sedang menghukumku. Menantu serta cucuku marah dan salah paham atas kematian William ayahnya Marcel. Peristiwa dua puluh tahun yang lalu itu membuatku kehilangan hangatnya sebuah keluarga. Selama ini mereka tidak mau tahu kabar tentang diriku, apa benar aku kakek yang jahat sehingga cucuku sendiri tidak mengakui keberadaanku."
Sebastian terdiam sejenak
" Selama ini aku tidak punya teman berbagi cerita, hidupku berjalan seorang diri. Apa kau mau mendengar ceritaku? " Sambungnya lagi sambil menarik kursi dan duduk bersebelahan dengan Serlin.
Serlin menganggukkan kepala, entah kenapa dia pun penasaran tentang masalalu di keluarga suaminya. Wanita itu begitu yakin dengan orang yang baru dikenalnya, mungkin karena dia punya hati yang bersih sehingga tidak ada fikiran buruk tentang orang lain.
Sebastian mulai menceritakan kejadian dua puluh tahun yang lalu, air matanya mengalir di sela ceritanya. Tapi sayang, dengan sengaja dia melewatkan cerita yang membuat kemarahan Kinanti dan Marcel memuncak. Entah dengan tujuan apa, sungguh kakek tua ini pintar sekali aktingnya, sampai Serlin mudah dibuat iba dengan ceritanya.
" Setelah mendengarkan ceritaku, apa aku boleh meminta sesuatu darimu? " Tanya Sebastian yang spontan membuat Serlin manaikkan alis karena heran.
🌿bersambung.....
apa gak ada lanjutannya ?
jng lama" dong thor makin lama makin banyak uban Oma nungguin kelanjutan ceritanya 😁😁😁