NovelToon NovelToon
Dewi Untuk Dewa

Dewi Untuk Dewa

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Romansa / Tamat
Popularitas:142.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Tyatul

"Kamu milikku mulai dari sekarang bahkan saat kakiku sudah 3," ucap seorang laki laki di depan perempuan yang selalu ia claim sebagai miliknya.

"Dih apaan, aku juga perempuan butuh yang namanya kepastian bukan seperti ini."

"Oke kamu butuh kepastian yang seperti apa? Mau aku lari lari di lapangan cuma buat kamu?"

"Ish gak boleh, nanti kamu banyak yang suka."

"I Love You."

Dua anak manusia yang memiliki sifat dan kepribadian yang beda kini disatukan dengan yang namanya status perjodohan yang akhirnya malah membuat mereka lengket tak mau pisah.

Dewi Arabella gadis berusia 18 tahun yang sangat blak blakan, ceria dan apa adanya, dia tak akan mau berbohong hanya untuk membuat orang bahagia.

Dewa Sanjaya Putra pria berusia 18 tahun yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Dewi. Dewa sangat tertutup dan dingin tapi jika sudah dengan Dewi sifat itu hilang entah kemana. Bahkan Dewa sangat manja dengan Dewi sejak perjodohan dilakukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tyatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alasan Dewa ngerokok

Happy reading

Setelah menghilangkan bekas merah dengan cara memberikan pondation di kiss mark itu. Kini Dewi sedang mencari keberadaan Dewa. Ia ingin memberi sedikit pelajaran dengan Dewa.

Hingga ia bertemu dengan Satya yang entah keluar dari mana. Ia langsung menghampiri sahabat kekasihnya itu.

"Sat, cowok gue mana?" tanya Dewi dengan tegas. Kemudian ia mencium aroma rokok dari tubuh Satya jangan bilang Dewa juga ikut merokok.

"Ada di balkon atas," jawabnya dengan jujur. Melihat raut wajah Dewi yang sudah seperti monster ingin melahap mangsanya itu membuat ia jadi takut.

"Ngapain?"

"Ngapain ya, gak tahu gue. Dah dulu ya Dew, gue udah di chat ayang gue disuruh makan," ucap Satya menghindari tatapan singa Dewi yang seperti ingin memakannya hidup hidup.

Dengan cepat Satya langsung berlari menghindari Dewi yang sudah mode singa.

Setelah sekiranya jauh dari Dewi, akhirnya Satya bisa bernafas lega. Tapi entahlah gimana nasib bosnya nanti.

***

Sedangkan Dewi yang sudah sampai balkon itu melihat kekasihnya sedang mengisap rokok itu. Terlihat asap putih itu mengepul di udara itu.

Dewi yang melihat itu langsung berjalan menuju Dewa yang asik menghisap rokok itu.

Dengan cepat tangan Dewi mengambil rokok yang sudah habis setengah itu kemudian membuangnya begitu saja ke bawah.

Dewa yang merasakan kenikmatan itu dirampas itu langsung menatap ke samping ternyata itu adalah Dewi.

Dewa jadi berpikir yang tidak tidak jika seperti ini. Ia sudah melanggar ucapan Dewi, pasti kekasihnya itu akan marah lagi.

"Sayang."

"Ngerokok terus? Siapa yang nyuruh kamu ngerokok hah?" tanya Dewi mencewer telinga Dewa hingga membuat Dewa meringis sakit. Gak mamanya gak Dewi sama saja.

"Gak ada sayang, aku gak disuruh siapa siapa."

"Terus kenapa kamu ngerokok? Berapa kali aku bilang kalau ngerokok itu gak baik buat kesehatan kamu. Paru paru kamu gak kasihan?" tanya Dewi dengan kesal bahkan suaranya nyaris membuat Dewa jantungan.

"Enggak sayang, gak gitu."

"Gak gitu gimana? Kamu itu seneng banget ngelanggar omongan aku. Aku tuh ngelarang kamu bukan tanpa sebab tapi karena aku sayang sama kamu aku gak mau kamu sakit gara gara sebatang rokok. Aku gak mau," ucap Dewi dengan suara yang sudah naik 1 oktaf.

Dewa yang melihat kemarahan Dewi itu hanya bisa menunduk ingin rasanya ia mengatakan alasan kenapa dirinya merokok. Tapi ia tak bisa, ia tak bisa bilang itu pada Dewi.

Sedangkan Dewi, bahkan ia sudah lupa tujuan apa ia tadi menemui Dewa.

"Kamu mau buat aku sedih? Kamu buat aku terus merasa bersalah karena gak bisa menjaga kamu?"

"Kamu senang hah? Kamu mau kalau sampai kita gak sampai menikah, ayolah Dewa kamu bukan anak kecil lagi."

Dewi tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Dewa. Kenapa pria ini selalu diam jika ditanya kenapa merokok.

Dewi sudah mendapati Dewa merokok itu sudah ke enam kalinya. Padahal Dewi tak pernah tahu jika Dewa punya rokok. Atau rokok tadi itu adalah milik Satya.

"Maaf sayang, aku hanya ingin menikmatinya sedikit saja."

"Hufftt sabar, sabar. Sekarang aku tanya kenapa kamu ngerokok lagi? Bukannya kemarin kemarin udah janji gak akan merokok lagi?" tanya Dewi pada Dewa kini suaranya sudah tak sekeras tadi. Bahkan cenderung lebih lemah dan putus asa.

Dewi tak menyukai rokok, entah itu bentuknya yang gimana. Dewi selalu di didik untuk menjadi gadis yang selalu berpegang teguh pada pendiriannya. Ia tak akan goyah walau banyak yang menentangnya.

Rokok? Salah satunya, Dewa tak suka cowok perokok. Oleh sebab itu Dewi selalu melarang Dewa merokok. Bahkan jika nanti Dewa memilih rokok daripada dia, ia akan mencoba mengikhlaskannya.

Bagi segelintir orang rokok adalah hal biasa yang sudah biasa dinikmati dengan segelas kopi panas. Bahkan mereka tak akan segan membakar uang berapapun demi rokok. Dan Dewi tak menyukai itu.

"Maaf karena aku sudah mengingkari janjiku sendiri, aku sedang stress sayang. Aku butuh pelampiasan dengan rokok. Lagipula aku gak sering kok ngerokoknya. Aku cuma ingin menghilangkan stress ini."

Dewa menatap Dewi yang mendekat ke arahnya. Tatapan merdeka saling beradu.

"Stress kenapa sih? Aku capek bilangin kamu terus. Aku cuma gak mau kamu sakit dan kecanduan rokok," ucap Dewi mengusap bibir Dewa yang sedikit cokelat.

"Dan ini aku gak suka warnanya berubah, aku mau yang natural," ucap Dewi lagi.

"Jawab kenapa stres?"

Dewa menatap Dewi yang sedang mengusap bibirnya itu. Apakah ia bisa berkata jujur sekarang. Dewa rasanya ingin mengatakan semuanya, jika ia juga laki laki normal.

"Kenapa? Jangan sekali kali kamu bohongi aku ya Dew."

"Lagian apa sih yang kamu stressin? Ujian juga masih lama, masih muda udah stress apa yang kamu pikirin?"

"Kamu," jawab Dewa menatap lembut Dewi.

"Hah? Aku? Kenapa kamu mikirin aku sampai stress sih? Memangnya aku mau kemana? Jangan bilang kamu mau pergi?" tanya Dewi dengan syok. Ia tak percaya jika yang membuat Dewa stress adalah dirinya.

"Enggak sayang, aku cuma bingung aja."

Dewi sepertinya tahu jika Dewa bingung ingin menjelaskan padanya. Tapi ia juga penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh Dewa.

"Aku mau itu? Tapi aku tahu kamu tak akan mengizinkannya," ucap Dewa dengan pelan.

Dewi yang sedikit bingung itu langsung menatap lebih dekat Dewa.

"Coba jawab dengan benar. Gimana sih aku gak paham," ucap Dewi.

Dewa yang ikut kesal itu mendekat ke arah Dewi kemudian menarik tubuh kekasihnya untuk mendekat kearahnya.

Dan

Cups

Bibir tebal Dewa menempel pada bibir pink milik Dewi. Lembut bahkan sangat lembut, Dewa menghisap pelan bibir itu.

Kemudian tangan kanannya berlayar menuju dada Dewi yang selalu ingin ia sentuh. Dewa laki laki normal yang akan tergida dengan semua ini. Bahkan tanpa Dewi tahu, Dewa pernah menuntaskan semuanya di kamar mandi. Apakah Dewa akan bersolo karir? Tentu saja tidak, pria itu hanya berendam di air dingin saja untuk membuang semua has*** yang ada dalam dirinya.

"Eughh."

Kemudian Dewa melepaskan ciuman dan rem**an itu. Kemudian menatap mata Dewi yang juga sedang menatapnya.

"Aku selalu ingin menyentuhmu sayang, setidaknya jika tidak yang itu aku bisa memainkan yang ini. Tapi aku tahu kamu pasti melarangnya. Aku tahu, tapi hal itu yang membuat aku akhirnya mencari pelampiasan."

Untung bukan cari cewek lain buat cari pelampiasan ya Dewa.

Degh

Mendengar ucapan Dewa membuat Dewi bungkam. Oh jadi ini yang membuat Dewa merokok. Hanya karena naf** sesaat saja.

"Tapi gak gini caranya kamu gak harus ngerokok. Kamu harusnya bicara sama aku dari hati ke hati. Kalau begini terus kan aku juga gak tahu apa yang terjadi sama kamu."

"Aku takut kamu jauhi aku," ucap Dewa memeluk tubuh Dewi.

"Hais bisa janji buat aku, dan hal ini untuk selamanya."

"Apa?"

"Kamu boleh minum susu tapi kamu gak boleh ngerokok lagi sampai kapanpun."

"Kamu serius?"

"2x dalam 1 minggu aku rasa itu sudah pas. Tapi jika kita sudah menikah lmnanti kamu bisa sepuasnya melakukan apa yang kamu mau."

Dewa yang mendengar itu seperti mendapat angin segar. Ia tak akan menyia nyiakan hal ini. 2 kali seminggu pun tak apa untuknya. Yang penting ia bisa merasakan buah itu dengan nyata. Bukan hanya omongan dari Satya yang selalu mempengaruhi Dewa.

"Deal."

Bersambung

Follow Ig author yuk

@_tyatul.author

1
Qaisaa Nazarudin
Ini yg aku gak suka baca kisah PERCINTAAN ANAK SMA,PASTI SALAH SATUNYA AKAN KULIAH KE LUAR NEGERI,untung pulangnya masih setia,Yg udah nikah aja bisa cerai karena pasangan ada yg kecantol ama oran lain,Apalagi hanya pacaran dan tunangan..Aku lebih suka baca kisah pernikahan Cewek SMA sama Pria dewasa,Jadi mereka gak akan ditinggalin,Kalo kuliah juga,Sang istr kuliahnya masih di situ2 juga..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Dewi yg mengajarkan Orang baru dlm islam,Dewi yg notabene nya emang Islam,Tapi ini malah kebalik..😁😁
mika
bile sambungan nye ye
Andi Fitri
kelakuan anak SMA jaman sekarang mengerikan meskipun hanya segelintir tpi di dunia nyata sdh seperti cerita2 dlm novel apa lgi kurang kasih sayang dan perhatian dri ortunya...berhubungan tak selayaknya sblm sah di mata agama..
Neneng Hasanah
cukup menarik
Febry Abi
lanjut
manda_
otw
Merry Merr
Kelanjutannya ditunggu ya
manda_
ya tamat kirain mau nikah kl udah pacaran jarak jauh kayaknya kesetian dipertanyakan ya bisa gak ya mereka bersama
Eka ELissa
lah...lah....ko tamat mak....
kirain mo lngsung nikah..
Eka ELissa
dewa dewi..sweet bgt..😘😘
Rahma Inayah
kirain bakl nikah muda ...tau nya ldr ran..semoga sling bs jga kesetian
Merry Merr
Kpn sessasion 2nya
Merry Merr
Bgs ceritanya
TriAileen
kirain GK bakal LDR. kirain bklan nikah muda
Lusi Sasmita
kayak ya iya ni...kasihan ldr lagi
TriAileen
kuliah. pisah
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu thor apa ya yg mau diomongin dewa kok kayaknya sedih
manda_
lanjut thor
Mommy QieS
terimakasih kak, aku like n favorit dulu karya kakak😇😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!