Ku tahu semuanya telah salah dari awal...
Tak seharusnya aku memaksakan kaki ku untuk terus melangkah masuk ke sebuah tempat yang aku sendiri tahu tidak akan pernah ada tempat untuk ku di dalamnya..
Air mata setitik demi setitik mulai akrab menyapa hati yang sunyi..
Sanggup kah aku bertahan hidup seperti ini?
Atau haruskah ku patah balik dan coba membawa diri lari jauh dari keinginan hati...
#hanya diarylah teman ku mengarungi hati, mencoba menjangkau mimpi hingga semua serpihan hati berlahan pergi ...
(sebuah karya goresan tangan sahabat kak Upe, kak UPe diminta membantu mengembangkan ceritanya karna yang bersangkutan sudah tidak menulis lagi, sebuah karya untuk para penggemar kalung senja)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#35
“Jangan bilang kau pria yang bersama pria itu adalah suami nya Ruby.” Ujar Kurama dalam hati, yang langsung feeling kalau pria yang sedang akan berciuman dengan wanita itu adalah suami nya Ruby.
Sebab kalau bukan suami Ruby untuk apa Ruby mengejar nya sampai disini. Lalu untuk apa ruby sampai semarah itu, sampai-sampai seperti nya kuku-kuku Ruby terbenam saat Ruby mengepal kedua tangan nya.
Naluri Kurama berkata dia harus segera membawa Ruby pergi dari tempat itu. Karena kalau sampai pria itu benar adalah suami Ruby maka saat ini dapat di bayangkan betapa hancur nya hati Ruby ketika melihat suami nya akan mencium seorang wanita di depan nya. “Tidak! Aku tidak boleh membiarkan nya melihat ini. Aku harus segera membawa nya pergi.”
Kurama pun mendekati Ruby dan auto menutup mata Ruby dengan telapak tangan nya yang hampir sebesar wajah Ruby. Lalu Kurama menarik Ruby ke dalam pelukan nya. “Aku tidak akan membiarkan kau merasa kan rasa sakit seperti ini lagi Ruby.” Janji Kurama dalam hati.
“Kau tidak harus melihat nya jika kau memang tidak ingin melihat nya Ruby.” Bisik Kurama pelan pada Ruby sambil mengelus rambut panjang Ruby.
Entah mengapa, Kurama saat ini juga turut merasakan pedih hati yang Ruby rasakan.
“Siapa pria ini sebenar nya.” Lalu Kurama mengangkat wajah nya dan melihat pada Putra yang saat ini sama sekali tidak terlihat bersalah, padahal jelas – jelas saat dia mencium wanita itu tadi Ruby sempat melihat nya sebelum akhir nya Kurama menutup mata Ruby.
Putra malah terlihat santai memperbaiki baju wanita yang baru saja dia cium tadi. Ingin rasa nya Kurama menonjok wajah Putra yang menjengkel kan itu.
“Kita pulang.” Ujar Kurama dengan suara berat nya. Tidak ada hal yang lebih baik dari pada membawa Ruby pulang saat ini. Pulang ke rumah Kurama tentu nya.Tidak mungkin pulang ke rumah nya Putra.
Ruby menggeleng. “ Aku tidak akan pulang begitu saja! Aku tidak akan menyerahkan suami ku pada wanita lain.” Ruby menghapus air mata yang sudah sempat turun di pipi nya lalu dengan emosi yang dia tahan-tahan di dada nya.
“Kau mau kemana?” tanya Kurama pelan saat Ruby ternyata malah berjalan menuju ke arah Putra dan wanita itu.
“Menyelesaikan masalah rumah tangga ku.” Jawab Ruby saat dia tadi melepaskan pelukan Kurama.
Tanpa di duga-duga Ruby menarik kasar tangan wanita itu dan langsung melayang tamparan nya ke wajah wanita itu.
PLAAAKKKKKKK !!
Bunyi tamparan itu terdengar sangat keras.
“Aaaaahk!!” Teriak wanita yang bernama Maya itu.
“Ruby apa yang kau lakukan??” Putra menyentak kuat tangan Ruby yang baru saja akan menampar Maya sekali lagi.
Ruby yang sedang di tutupi emosi kini malah menyentak tangan Putra dan PLLLLLLLLAaaaaaaaak!” Sebuah tamparan juga mendarat di wajah tampan Putra.
Putra memegang wajah nya yang terasa panas setelah mendapatkan stempel lima jari dari Ruby.
“Kau tanya apa yang akan aku lakukan mas? Apa kau buta?? Aku sedang memberi pelajaran pada wanita ****** ini!” Tunjuk Ruby dengan sangat kasar pada Maya.
“Aku peringatkan kau J-A-L-A-N-G. “Ruby sengaja mengeja kata ******* itu di depan muka Maya dengan penuh penekanan.
“Pria brengSe*k ini masih memiliki istri yang sah! Yaitu aku! Jadi jangan coba mendekati nya selama dia masih ada ikatan pernikahan dengan ku.” Bentak Ruby dengan sorot mata yang benar-benar tidak seperti Ruby yang biasan nya.
“Dan kau Dino Saputra!! CUMA SATU KALIMAT UNTUK MU! AKU JIJIK PADA MU!” Ujar Ruby sambil menunjuk dada Putra dengan jari telunjuk nya.
Setelah itu Ruby pergi. Tidak lupa saat Ruby melewati Kurama, Ruby menarik tangan Kurama untuk pergi bersama nya.
☘️☘️☘️
Selamat kang Putra! misi mu berhasil! ayoo rayakan lah! raya kan hari2 penyesalan mu yang sebentar lagi akan tibaaa..😈😈😈😈