NovelToon NovelToon
Jembatan Dosa

Jembatan Dosa

Status: tamat
Genre:Roman-Angst Mafia / Mafia / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:171.7k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Ketika target Pelenyapan nya, adalah cinta nya sendiri! Apakah ia mampu melenyapkan nya?
Keduanya cerdas namun memiliki cerita hidup yang menyimpang, tapi bagaimana jika persimpangan itu sendiri menyatukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konspirasi Kecil #2

...Tidak ada tempat aman ...

...Dalam semesta ini...

...Itulah mengapa, Tuhan merentangkan kuasanya...

...Pada jiwa-jiwa yang pasrah...

...Tuhan adalah, pelindung terkuat seluruh jiwa...

Masih sangat petang untuk tetap terjaga, jarum jam menunjukkan pukul tiga pagi. Namun disini, Brian dengan berkas yang dikumpulkan kekasihnya masih ingin menguak, siapakah dalang dibalik penembakan yang di tujukan padanya. Semalam, Bella menyebutkan tentang Akashi disana Brian mulai mencari tau siapakah manusia bernama Akashi ini. Yang melakukan reservasi di hotel miliknya, bersamaan dengan waktu dia melamar kekasihnya.

Brian mencoba memotret nama itu, lalu mengirimnya pada temannya di Bandara. Namun, hal aneh itu terjadi ponselnya tak berfungsi. Bahkan ketika ia menekan tombol kirim, seakan tombol lain juga ikut terpencet. Brian yang seorang mafia, tau apa yang terjadi pada ponselnya. Ada kemungkinan seluruh sistem Kaneki Corps ini sudah di retas. Brian berfikir sejenak kali ini, diantara remang kamar ini, Brian hanya menggunakan pencayahaan dari Flashlight ponselnya, karena tak ingin mengusik tidur kekasihnya.

"Jika pria ini berasal dari Jepang, itu artinya paspor atas nama Akashi itu ada di bandara. Begitupun jika dia menggunakan jalur laut, maka dermaga pun juga memiliki datanya." Lirihnya, ia melipat kedua tangannya, mencoba berfikir pada segala kemungkinan yang akan terjadi setelah ini.

"Tapi, bagaimana dia mengenaliku? Sedangkan malam itu, aku dan Bella berada di atas gedung yang tinggi. Kaneki Corps tidak bisa di masuki sembarang orang. Jika memang ada orang luar masuk kedalam, dia harus melewati bagian keamanan juga reservasi. Kemungkinan untuk menembus masuk Kaneki Corps itu mustahil. Tapi, menembus keamanan hotel ini, itulah yang mungkin terjadi. Masalahnya, jika dia ada disini, sedangkan malam itu aku disana. Lalu, bagaimana dia bisa mengenali rupaku?" Pikir Brian, segala argumen dan pemikiran sedang beradu dalam kepalanya. Ia berusaha memecahkan teka-teki yang belum terangkai itu.

"Siapa manusia ini, kenapa dia mengincarku? Aku yakin, dia bukan anggota militer Amerika." Gumam Brian.

"Ngghhh!" Suara lenguhan dari wanitanya mengejutkannya, bola matanya berputar melirik Bella yang masih terlelap disana.

Samar Bella berbalik ke arahnya, masih dengan mata yang terlelap dan Surai yang terurai. Brian tersenyum melihat itu, wanita itu terlihat polos saat tidur.

Brian membereskan berkas-berkas itu, meletakkan kembali berkas itu diatas meja samping tempat tidur. Tepat ketika ia berada disamping Bella, ia bersimpuh, memperhatikan paras cantik itu dengan seksama. Sesekali, tangannya mencoba menyingkirkan helaian rambut yang menutupi parasnya.

"Sayang, aku bahagia memilikimu, sungguh." Lirihnya, di iringi dengan kecupan lembut.

Brian berdiri, ia berjalan ke arah balkon sekarang. Jalanan sudah cukup sepi memang, mengingat ini masihlah sangat pagi bahkan matahari belum terbit.

"Tuhan, tolong jangan pisahkan kami lagi." Pintanya, seraya menatap langit malam kosong itu. Taburan bintang sama sekali tak ada disana.

Brian mengingat sesuatu disana, tentang Bella. Mungkin dia memang sangat cerdas memecahkan teka-teki, namun pertahanan bela dirinya masih sangatlah kurang. Brian berniat memberi Bella latihan besok, karena kekasihnya itu akan sering keluar untuk mencari informasi, dan itu tentan dengan segala serangan.

_______

Di lain tempat, sepasang mata sedang mengawasi Brian dari sana. Mereka berada di gedung yang berbeda, dia adalah Nami. Nama Akashi itu adalah nama marganya, dimana dia sengaja melakukan reservasi di hotel itu untuk mengecoh Brian. Nami ingin, pria berjas hitam dengan segala nasib malang dalam dirinya itu, menghancurkan Brian. Dia yang notabennya seorang gadis Jepang, juga geram atas segala tindakan Brian dan Shawn yang merusak negaranya.

"Kucing sembilan nyawa, kali ini aku yakin. Bahkan segala kecerdasanmu pun, tak akan mampu menemukan kami. Sebelum, keinginan kami atas nyawamu terwujud." Lirih Nami, ia mengepalkan tangannya.

Kebencian dan amarahnya menyatu, melengkapi ambisinya.

"Sniper gagal membunuhmu, tapi peluruku pasti tidak akan meleset. Mari kita lihat, kubu mana yang akan memenangkan pertarungan ini nanti." Ucapnya, ia menutup lensa terpongnya lalu pergi dari sana.

Nami pergi ke dalam sebuah ruangan, ia ada di sebuah apartemen sekarang. Disana ia mengambil satu gulungan kertas, yang sudah ia siapkan beberapa hari lalu. Nami membukanya, itu adalah rancangan strategi penyerangan. Penyerangan itu akan dimulai besok, dimana Nami mengincar dua sayap kepercayaan Brian, yaitu Eddie adiknya dan Bella kekasihnya.

"Kau akan tau rasanya kehilangan setelah ini." Ucapnya, ia meletakkan kedua tangannya di atas meja, seraya memperlajari strateginya. Ia akan menjalankan misi ini, bersama dengan rekannya yang lain.

Seorang pria berjas hitam masuk kedalam ruangan itu, pengaruh minuman itu masih sedikit ada dalam dirinya. Pria itu menghampiri lemari es, membukanya, lalu mencari sebotol susu.

"Kau sedang apa?" Tanyanya menyipitkan matanya.

"Ini adalah strategi penghancuran." Jawab Nami.

"Kau harus tau satu hal, hancurkan nyawa sialan itu. Tapi jangan sentuh Bella!" Ucap Pria berjas hitam itu, seraya meneguk habis sebotol susu di tangannya.

"Kau tau, kadang kita butuh mengorbankan satu nyawa. Untuk menghancurkan nyawa lain yang berdosa." Ucap Nami.

"Kau tidak berhak merenggut nyawa tak berdosa." Protes pria berjas hitam.

"Begitupun denganmu, yang ingin mengakhiri nyawa buronan itu." Jawab Nami, pria itu geram rasanya. Ada ikatan memang antara dirinya dan Bella, itulah mengapa pria berjas hitam ini tak ingin Bella terluka.

"Akan ku bunuh kau, jika terjadi sesuatu padanya!" Tegas Pria berjas hitam itu, Nami menepis cengkraman itu, lalu menendangnya. Pria itu tersungkur, Nami menendang alat vitalnya kali ini.

"Jika ku tolak inginmu, kau akan apa? Menghabisi ku?" Tantang Nami, Pria itu mengepalkan tangannya. Ia mencoba memukul Nami, namun kesadaran belum sepenuhnya milik pria itu. Separuh dari tubuhnya masih di pengaruhi alkohol. Disana Nami meluapkan kekesalannya, menghajar pria itu sampai babak belur.

"Sudahlah, aku tidak ingin berdebat konyol denganmu. Dari awal, kau sudah menyetujui kerja sama kita." Ucap Nami, seraya membelakanginya.

Pria itu masih disana, bernafas dan menahan sakit. Cukup parah memang Nami menghajarnya, namun pria itu bangun lalu pergi dari sana. Kekesalan Nami, juga balas dendam pria ini beralasan. Bukan tanpa sebab mereka mengincar nyawa Brian, tapi karena suatu sebab yang kuat. Mereka sudah lama mengawasi Brian dan Eddie, bahkan ketika mereka berada di Amerika. Namun, Nami sempat kehilangan jejak mereka ketika Eddie memilih kabur ke Perancis.

Berbekal dengan segala ilmu peretasan, Nami menggunakan IT untuk mencari tau. Dimanakah keberadaan anak didik Shawn itu. Menghabiskan banyak waktu untuk meretas segala info tentangnya. Karena Eddie juga memiliki ahli IT, untuk melindungi informasinya dan segala hal tentang siapakah pemilik Kaneki Corps.

Sudah bertahun-tahun Nami mencarinya, pada akhirnya pencariannya membuahkan hasil. Itulah yang membawanya kemari sekarang, berbekal dengan ambisi dan dendam yang sangat kuat.

"Hidupmu, tidak akan pernah tenang, Brian!" Ucap Nami, seraya memakai jaket Hoodie hitamnya. Ada satu rencana dalam kepalanya sekarang, yang akan segera ia kerjakan.

________

1
Andriani
baca dulu
Andriani
hadir kk
⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀ ⠀⠀ ⠀📴
apa bryan punya dendam kesumat atau aga kurang anu sehingga menganggap di dunia hanya ilusi
⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀ ⠀⠀ ⠀📴
bryan manusia apa jelmaan ya🤔
🗿
knp jdi dikurang sih si bryan? emm penasaran gwe jadinya,

wiihh ngomong² nm nya sama gwe thor hahahaa...

kaget gwe pas pertama bca..
🟢💜⃞⃟𝓛 ѕнα
bersyukur edie dan Brian membawa mereka semua ke jalan yg benar yaa..tak lagi berada di dunia hitam
🟢💜⃞⃟𝓛 ѕнα
bellaaa apakah kau tidak mengenali yg menjemput itu Brian 😔
🟢💜⃞⃟𝓛 ѕнα
dan suprise akan segera menunggumu di sana bella..kejutaaaaaannnn
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
kok perasaan ku gak enak sama pelayan yg ngasih minuman itu jangan jangan ramuan peluruh kandungan dari Nami, selamat ya Bella dan Brian pasti kamu senang Stevan dpt ponakan
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
Nami bener bener sangat licik,Stevan kamu harus extra hari hati menyelidiki reiner
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
Stevan Janagn mudah goyah ma rayuan Nami,Janagn buat kakakmu kecewa
Doͥctͣoͫr•ន𝑎𝗻𝐝ī🦅
Bau² nya bakal berjodoh ni Brian dan Bella 🚴🏻‍♂️🚴🏻‍♂️
@Ani Nur Meilan
Brian tenyata masih hidup namun Bella tidak mengetahui nya...
@Ani Nur Meilan
Bagaimana nasib Brian loloskah dari hukuman itu🤔🤔🤔
Doͥctͣoͫr•ន𝑎𝗻𝐝ī🦅
Si tajam dan si teduh, cie uda saling melengkapi ni🤭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𓆈
ya itu benar, dan setiap pertemuan pasti ada perpisahan
Doͥctͣoͫr•ន𝑎𝗻𝐝ī🦅
Sudah jelas itu pasti target keturunan nya si Bella, haduh ini parah ini, sgala jenis buntut dan ekor mw di habiskan pdahal gk punya salah kejam sekali si tua bangka itu 🙄🗿
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𓆈
dunia ini panggung sandiwara kata nike
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𓆈
hadehh sekuat kuatnya wanita pasti pingsan juga,, krn mereka hanya berusaha untuk tetap kuat, namun mereka tidak tau, wanita diciptakan dengan kelembutan 🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𓆈
sayang banget berlian cuma buat diduduki🚶‍♂️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!