Sebelum baca ini di anjurkan baca dulu novel "Dia lelakiku dan Mengejar cintamu.Sejak putus dari Abian, Mira sangat terluka. Dia baru tau bahwa mereka adalah saudara tiri. Abian mengetahui hal itu saat akan melamar Mira. Namun Abian tidak memberi tahu Mira. Untuk melupakan Mira, Abian menerima perjodohan rekan bisnisnya.
Mira sangat marah saat tau bahwa dia dan Abian ternyata adalah saudara tiri melalui ibu tirinya. Hatinya memberontak sekali. Namun setelah Mira mencoba melupakan Abian. Ia tidak bisa sepenuhnya melupakan. Ada sedikit dendam yang tersisa di hatinya. Mira ingin menjadi wanita kaya dalam waktu cepat. Agar ia bisa menunjuk kepada Abian bahwa hidupnya lebih baik tanpa Abian.
Namun cara instannya malah membuat dia terjebak cinta sendiri. Dia jatuh hati kepada suami kontraknya. Namun suaminya sangat mencintai pacarnya. Mira sangat terluka ketika cintanya bertepuk sebelah tangan. Ketika rumah tangganya hampir kandas dia bertemu dengan Amar adiknya Galuh cinta keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Sikumbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
Mira dan Zaki sudah sampai di rumah kedua orang tuanya. Mereka makan malam dengan sedikit pembicaraan. Mira merasa ada yang aneh dengan undangan papanya kali ini. Papa mertuanya nampak agak berbeda.
Sedangkan mama mertuanya masih nampak jutek. Tidak ada perubahan sikap yang bisa di liat oleh Mira. Mira merasa miris duduk di tengah keluarga ini. Keluarga yang jauh dari kata harmonis.
"Zaki kamu bisa masuk ke ruang kerja papa." ucap papanya sambil berdiri .
"Baik pa."
Zaki berjalan menuju ruang kerja papanya. Sedangkan Mira lansung berjalan ke kamar karena merasa aneh berduaan dengan mama mertuanya.
"Eh ada Mira dirumah, kok udah mau ke atas aja." ucap Andin yang baru datang ke rumah.
Mira berhenti dan mengangguk sambil tersenyum kepada Andin.
"Sini dulu, kita udah lama nggak ngobrol." Andin menarik tangan Mira ke ruang tengah.
Mama mertuanya masih bersikap dingin dan tidak peduli dengan keberadaan Mira.Mira agak menunduk melihat sikap ketus dari mama mertuanya.
"Kata orang jika mau anaknya maka dekati dulu orang tuanya, jika mamanya seperti ini bagaimana caranya mau dekat." ucap Mira dalam hatinya.
"Gimana Mir? tinggal berapa lama lagi kontrak kamu dengan Zaki?"tanya Andin tersenyum.
Namun senyum Andin bagaikan silet bagi Mira. Sangat menyakitkan melihat senyum Andin.
"Kamu nggak usah sungkan, toh kamu udah tau semuanya kok." kata Andin nampak makin mengejek.
"Udahlah Din, ngapain kamu ngomong sama orang miskin begini." ucap mamanya.
"Ah nggak apa-apa ma, kan nggak lama juga dia di sini, biar aja dia menikmati jadi orang kaya." ucap Andin.
"Kakak ngomong apa sih? kenapa selalu curiga dengan pernikahan kami, dapat info darimana kakak berita tidak jelas itu."
"Huh kamu masih mau menutupinya? sampai kapan kamu mau menyangkal hal tersebut." ucap Andin masih tersenyum.
"Ma jika Eliza tau bahwa dia istri Zaki gimana ya?" tanya Andin.
"Zaki itu sangat mencintai Eliza, Eliza memang sangat cocok untuk Zaki, Wajarlah dia cantik dan statusnya tinggi jadi sangat wajar Zaki tergila-gila dengannya." jawab mamanya membuat Mira agak sakit hati.
"Mama jangan ngomong kayak gitulah, kasihan Mira loh ma, Mira juga cantik kok." ucap Andin berpura-pura baik kepada Mira.
"Siapalah aku sampai aku di olok - olok begini." ucap Mira dalam hati.
"Sejauh mana kamu bisa bertahan wanita rendahan." ucap Andin dalam hatinya.
Kring kring
"Ya hallo Eliza." jawab mamanya menerima telpon dari Eliza.
"Tante aku baru pulang, ada kado untuk Tante dan kak Andin, kapan kita ketemuan?" tanya Eliza.
"Oh terima kasih Eliza, besok aja gimana?"
"Boleh Tan, ketemu di tempat biasa aja ya tan besok siang."
"Baik Eliza, besok Tante kabari lagi ya."
"Baik Tan,Tan Zaki ada di rumah ya?" tanya Eliza.
"Iya ada, kenapa?"
"Nggak ada Tante, kapan - kapan aku kerumah Tante boleh nggak?"
"Boleh aja, tapi pas papa Zaki nggak di rumah aja ya, biar kita bebas ngerumpi."
"Baik Tan, aku tunggu infonya."
"Baik Eliza Tante tutup dulu ya." ucap mama Zaki.
"Ya Tante, selamat malam."
"Malam juga Eliza."
"Eliza ma?" tanya Andin ketika mamanya menutup sambungan telponnya.
"Iya, dia ada kado untuk kita, besok ajak ketemuan di tempat biasa."
"Asik, pasti barang - barang branded deh."
"Iyalah, mana pernah dia kasih barang murahan untuk kita."
"Eliza itu emang hebat loh ma, dia sekarang namanya sedang naik daun di negara kita." ucap Andin membanggakan Eliza di hadapan Mira.
"Di situlah nampak perbedaan antara orang terhormat dengan orang rendahan." ucap mamanya berdiri lalu berjalan meninggalkan Mira.
"Kemana ma?" tanya Andin.
"Ke kamar mama, kamu nggak pulang?"
"Aku mau tidur sama mama aja, lagi malas aku ketemu sama yang dirumah."
"Ya udah ayok masuk, nanti ketauan papa bisa bahaya."
padahal udah di ancam papa Zaki, klo tetap jahat seperti itu di suruh pergi...
ngenes amat😢😢