merupakan gadis cantik dan baik hati namun semuanya berubah ketika terjadi pembantaian terhadap keluarganya siapakah dia
ikuti alur ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anti Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perhatian Albert
Saat matahari terbit dari sebelah timur di situlah semua umat manusia mulai melakukan aktivitasnya,sama seperti Mita yang saat ini sedang terbangun yang dikarena alarm di samping tempat tidurnya.
Hari ini adalah hari Selasa yang menandakan ia masih sekolah menggunakan pakaian putih abu-abu.
"Hua"sambil merentangkan tangannya supaya otot-otot di badannya tidak terlalu kaku saat bangun.
Setalah itu Mita menoleh ke arah kiri melihat jam di alarm yang menunjukkan pukul 05:45,saat menyadari Angga belum pulang kemudian Mita bergumam dalam hati"kemana tuan kenapa belum pulang" dengan bingung.
"Ah untuk apa aku memikirkan nya dia sendiri belum tentu memikirkan ku,lebih baik aku mandi dan siap-siap untuk ke sekolah"ucap Mita kemudian berenjak dari tempat tidur menuju ke arah kamar mandi setelah beberapa menit Mita keluar dari kamar mandi.
Seperti biasa Mita selalu menggunakan handuk kecil setelah selesai dengan ritual mandinya,entah mengapa Angga tidak mengganti nya hanya Angga yng tau jawabannya.
"Aduh aku lupa lagi ganti buku"ucap Mita dengan cemas.
Tanpa banyak pikir Mita segera mengganti bukunya yang ada di meja belajar tanpa mengganti handuknya menggunakan seragam sekolah dulu.
"Huft harus cepat ni kalau nggak bisa telambat mana hari ini yang masuk Bu Fera lagi sama-sama guru kiler"ucap Mita dengan ngedumbel.
Setelah selesai ia mengganti bukunya dengan cepat, ia dengan segera mengganti handuknya menggunakan seragam sekolah, setelah selesai ia menuju ke meja rias kemudian memakai sun protection spf 30 +++ yang dimana berfungsi supaya kulit tidak terkena langsung oleh sianar matahari,sesudah memakai itu Mita memakai krim pagi nya dan jangan lupa hembodi agar kulit tidak kering.
Mita hanya suka memakai skincare ke sekolah dari pada haru berdandan karena menurut nya itu sangat tidak bagus untuk kesehatan kulit apalagi jika ke sekolah berdandan setiap hari justru kulit akan menimbulkan banyak komedo akibat bedak yang banyak menumpuk di kulit.
Tiba-tiba Mita di kejutkan oleh ketukan oleh kepala pelayan.
"Nona saatnya makan tuan besar Albert sedang menunggu nona di meja makan"ucap kepala pelayan dengan sopan.
"Iya sebentar lagi"ucap Mita dengan teriak.
"Baik nona kalau begitu saya tinggal dulu"setelah mengatakan itu kepala pelayan segera turun.
"Aduh gimana ni ayo Mita cepat jangan panik jika kamu panik maka semuanya akan berantakan kamu si bisa lupa ganti buku seharusnya semalam itu habis makan ganti buku dulu"ucap Mita dengan mengomel dirinya sendiri sambil memandang ke arah cermin.
"Eh ini jam berapa"dengan tergesa-gesa.
Saat Mita menoleh jam menunjukkan pukul 06:20 WIB.
"Masih awal hahah Mita Mita"menertawakan dirinya sendiri.
Setelah melihat jam Mita segera turun menuju ruang makan, saat tiba di ruang makan Mita sudah di sambut oleh Albert dengan hangat.
"Maaf membuat kakek menunggu"ucap Mita merasa bersalah.
"Tidak apa-apa mari makan nanti kamu akan di antar oleh siapa?"tanya Albert.
"Mita juga nggak tau mungkin kak wiliem"jawab Mita.
"Tapi tuan tidak ada jadi kak wiliem mungkin juga tidak langsung ke sini"ucap Mita asal.
"Ya sudah kalau begitu kamu biar dengan saya saja nanti kita pakai sopir pribadi saya"menawarkan Mita
"Tapi apa kakek tidak keberatan?"tanya Mita.
"Tidak saya sudah menganggap kamu seperti cucu saya sendiri jadi jangan sungkan"ucap Albert kepada Mita.
Mendengar itu hati Mita seolah menjadi hangat.
"Ya sudah kek mari kita lanjutkan makanya"ucap Mita.
"Iya"setelah itu mereka makan dengan hikmat dan diam seperti biasa tanpa banyak bicara yang berbunyi hanya suara sendok dan garpu.
Setelah selesai makan Mita mengambilkan Albert air minum.
"Ini kek minuman nya"menyerahkan kepada Albert.
"Iya terimakasih"menerima sambil tersenyum.
"Hey kamu"ucap Albert memanggil kepala pelayan.
"Iya tuan ada yang bisa saya bantu"tanya kepala pelayan dengan sopan.
"Tolong siapkan saya mobil untuk mengantar anak itu ke sekolah nya"ucap Albert sambil tersenyum memandang ke arah Mita.
"Baik tuan"dengan cepat kepala pelayan itu langsung melakukan tugasnya.
"Mita apa kamu ada uang untuk jajan?"tanya Albert.
"Ada kek uang sisa kak wiliem kasi kemarin 40 ribu"ucap Mita menjelaskan.
"Apa Angga tidak pernah memberikan mu uang jajan?"tanya Albert sambil menaikkan satu alisnya.
"Tidak pernah"Jawa Mita karena memang benar Angga jarang memberikan Mita uang saku untuk jajan.
"Dasar anak itu keterlaluan"ucap Albert dengan kesal.
"Ini uang jajan mu"ucap Albert mengulurkan uang pecahan seratus ribu sebanyak sepuluh lembar.
Sontak saja membuat Mita terkejut biar pun dulunya Mita orang kaya tetapi orang tua Mita tidak pernah memberinya uang jajan sebanyak itu.
"Ha! segini kek?"tanya Mita dengan terkejut.
"Iya segitu cukupkan untuk hari ini saja, apa masih kurang?"tanya Albert.
"Tidak kek terimakasih ini sudah sangat banyak"jawab Mita dengan semangat.
"Permisi tuan mobilnya kini sudah siap"ucapa kepala pelayan memberitahu kan kepada Albert.
"Ayo"ajak Albert.
"Iya "jawab Mita.
Setelah itu Mita mengikuti Albert dari belakang.
"Silahkan masuk tuan"ucap sang sopir sambil membukakan pintu untuk Albert.
Tanpa menjawab Albert langsung masuk ke dalam mobil sport tersebut tanpa tersenyum kepada sopir pribadi sendiri
"Silahkan nona"ucap sopir kepada Mita dengan tersenyum.
"Terimakasih"ucap Mita sontak saja sopir tersebut terkejut karena selama ia bekerja di sini tidak ada yang pernah berterimakasih kepada para pelayan termasuk sopir pribadi tersebut.
"Nona tidak perlu berterimakasih kepada saya karena itu memang sudah tugas saya"jawab sang sopir dengan agak canggung.
"Tidak apa-apa dulu Mita di ajarkan oleh orang tua Mita jika kita di beri bantuan kita harus berterimakasih dengan orang tersebut dan tidak boleh merasa sombong walaupun kita mempunyai segalanya karena bumi itu selalu berputar begitu pula dengan nasib seseorang"jawaban Mita.
Mendengar itu Albert tersenyum karena Mita sangat berbeda dari kebanyakan orang yang di jumpainya dan juga Albert merasa tertampar dengan ucapan Mita tadi.
Seolah sadar sopir itu langsung meminta maaf kepada Albert kemudian dia segera menghidupkan mobilnya untuk menuju ke sekolah Mita.
Setelah tiga puluh menit tibalah mereka di sekolah Bangsa.
"Terimakasih kek" ucap Mita kemudian menyalami Albert.
"Belajar yang rajin dan benar"pesan Albert.
"Iya pasti kek"jawab Mita.
Setelah itu Mita masuk menuju ke kelas,saat Mita sudah menjauh tiba-tiba Albert teringat akan anaknya dulu di mana masa-masa seperti ini yang ia dambakan mengantarkan anaknya.
Sekarang malah dia mengantarkan anak seseorang yang di tuduh membunuh anaknya yaitu orang tua Angga.
klo bisi jngan dkit thor
sory thor di tunggu up nya lgi
di tunggu up thor