NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / CEO / Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: lala_syalala

S1~ BAB 1- BAB 66
.
Karena sebuah perjodohan menyatukan dua manusia yang tidak saling kenal, sang wanita yang cantik dan ceria harus di pasangkan dengan pria tampan namun sangat dingin dan cuek dan juga seorang dokter sekaligus direktur rumah sakit milik keluarganya.

Dengan merahasiakan pernikahan mereka apakah semuanya akan baik-baik saja?

🥕🥕🥕

S2 ~ BAB 67 - BAB 117
.
Mencintai pria dengan perbedaan kasta yang tinggi membuat Thea harus memendamnya dan tak boleh membiarkan perasaannya menghancurkannya tetapi pria tersebut terus terbayang di benaknya, bagaimanakah perasaan mereka berdua apakah saling mencintai atau tidak.

Yukkk kepoinnnn ceritanya!!

🥕🥕🥕

Follow Instagram @lala_syalala13
Follow TikTok @Lala_Syalalaa13
Follow Facebook @Lala Syalala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PR S1 BAB 34_Menuruti

Tak terasa pernikahan Raka dan Vania sudah memasuki bulan ke tiga dan keadaan rumah tangga mereka jauh dari kata perpecahan meskipun sama sama sibuk tetapi Raka dan Vania membuat kesepakatan bahwa mereka harus selalu bersama setelah bekerja.

Hari ini semuanya berjalan seperti biasanya dengan Raka yang menuju ke ruangan akhir dan Vania hang pergi untuk ke kantor.

Saat Vania sudah berada di kantor Bu Eli selaku ketua tim nya mengatakan bahwa tim mereka akan ada wawancara dengan salah satu orang hebat di negeri ini tetapi baik Vania dan yang lainnya sama sama tidak tahu siapa itu.

"Oke, jadi tim kita di perintahkan sama atasan untuk mewawancarai pebisnis terkenal sekaligus dokter saraf nomor satu di negeri ini yaitu Raka Tanaka Rasendriya," ucap Bu Eli membuat Vania tersedak karena dia baru saja minum air putih di mejanya.

Uhkkk uhkkk

"Kamu kenapa Van?" raya Bu Eli.

"Ehh, enggak bi cuma tersedak aja tadi." jawab Vania menghilangkan kegugupannya.

"Oh ya udah hati-hati, jadi saya mau melanjutkan tadi bahwa tiga Minggu dari sekarang kita akan melakukan wawancara tetapi sebelum itu kita harus bertemu dengan dokter Raka terlebih dahulu karena harus merancang pertanyaan yang boleh dan tidak boleh!" ucap Bu Eli panjang lebar.

"Bu, ke.. kenapa tim kita yang mewawancarai bukankah kita berhubungan dengan para artis seharusnya bukankah ada tim khusus untuk para pengusaha Bu?" tanya Vania sebisa mungkin agar bukan timnya yang mewawancarai Raka.

"Pak Bayu mempercayakan kita Van, awalnya ibu juga bertanya kenapa bukan tim sana aja tapi kata pak Bayu dan juga Bu lani ketua tim mengatakan bahwa mereka selama satu bulan ini sudah sangat sibuk makanya mereka meminta kita membantu mereka karena permintaan wawancara dokter Raka baru di ACC kemarin." ucap Bu Eli.

"Jadi ibu sudah memilih siapa yang bakalan melakukan wawancara dengan dokter Raka," sahut Bu Eli membuat Vania mencoba menghindari kontak mata dengannya karena Vania sama sekali tidak ingin bertemu dengan sang suami kalau soal pekerjaan.

"Vania kamu saja yang akan mewawancarai dengan dokter Raka karena saya Raka cara bicara kamu cukup bagus," ucap Bu Eli.

Sedangkan Vania yang mendengar hal tersebut pun langsung kaget hingga membesarkan bola matanya.

"Kok saya Bu," ucap Vania ingin protes.

"Iya karena saya rasa kamu bisa Van," ucap Bu Eli.

Mau tak mau Vania pun hanya menghela nafasnya pelan dan mengiyakan saja keinginan Bu Eli.

"Baik, Bu."

"Nomor sekertaris nya akan saya kirim ke wa kamu jadi kalau bisa sekarang kamu sudah menyiapkan pertanyaan pertanyaan setelah itu mulai bertemu dengan dokter Raka melalui sekertaris nya," ucap Bu Eli.

"Baik, Bu."

"Bagus kalau begitu segera bekerja," seru Bu Eli sambil memberikan tepukan semangat untuk anggota timnya.

"Wah Van elo beruntung banget bisa wawancarai dokter Raka!" seru Dewi.

"Beruntung apanya, gimana kalau elo aja dew, nov," ucap Vania menawarkannya.

"Hehehe, sorry ya Van bukannya kita gak mau tapi gw pasti bakalan gugup kalau berhadapan sama dokter Raka dan nanti malah mengacaukannya ya kan nov!" ucap Dewi.

"Bener banget dew, mending elo aja deh Van."

"Dasar kalian ya."

Setelah itu Vania pun segera mengerjakan pekerjaan yang di tugaskan untuk nya.

🥕🥕🥕

Sedangkan di sisi lain Raka sudah berada di rumah sakit dengan Rizky sang sekertaris yang juga mengikutinya karena dia ingin memberitahukan tentang wawancara hang akan di lakukan.

"Tuan, proposal dari SSB media yang ingin mewawancarai anda sudah di terima dan mulai besok ada perwakilan dari sana untuk merancang pertanyaan dan melatihnya sebelum wawancara sesungguhnya satu bulan lagi,"sahut Rizky.

"Okey, kamu atur saja bagaimana enaknya." tutur Raka.

"Baik, tuan." jawab Rizky.

Raka memang menjadwalkan wawancara untuk rekan rekan media namun yang terpilih adalah SSB media yang notabennya adalah kantor sang istri bekerja, dia tidak memilih agar dia wawancara dengan SSB media namun memang kebetulan saja karena yang memilih semua itu adalah asistennya yaitu Rizky beserta dengan anggota inti lainnya.

Merasa pekerjaan nya sudah selesai Raka pun berniat untuk menjemput sang istri karena sekarang sudah waktunya untuk Vania pulang kerja.

Raka menyambar tas kerjanya setelah itu keluar dari ruang kerjanya dan menuju ke mobil dan melajukan mobilnya untuk menjemput sang istri.

Di perjalanan Raka menghubungi mang Udin agar tidak menjemput Vania karena dia sendiri yang akan menjemputnya sekalian juga ingin berduaan dengan istri tercintanya.

Sekarang ini raka rasa dia sudah sangat sangat mencintai sang istri sehingga ia ingin tahu terus bagaimana kondisi dan juga keadaan sang istri.

[Halo.]

[Halo, sayang ada apa?] tanya wanita di sebrang sana siapa lagi kalau bukan Vania yang akan pulang namun mendapatkan telepon dari sang suami.

[Kamu udah pulang sayang?]

[Ini mau pulang, mungkin mang Udin juga sebentar lagi juga dateng,] tutur Vania yang sudah akan beranjak dari mejanya.

"Van kita duluan ya!" ucap Dewi rekan Vania saat Vania sedang menelepon.

"Iya, hati hati ya dew, nov, do." tutur Vania.

[Kamu tunggu di bawah aja aku bakalan jemput kamu.]

[Loh kok kamu, mang Udin bentar lagi juga bakalan dateng kok!]

[Aku tadi udah bilang sama mang Udin buat gak jemput kamu biar aku aja yang jemput, bentar lagi aku sampek.]

[Apa! Ya udah kamu tunggu di tempat tadi aja ya aku bakalan ke sana!] ucap Vania kemudian menutup teleponnya bahkan Raka belum membalas ucapan Vania tadi.

Vania pun segera menuju ke bawah tempat di mana Raka biasanya menurunkan nya saat mengantarnya berangkat kerja.

Bahkan karena takut sang suami sudah sampai Vania hingga tidak melihat Dewi, Nova dan juga Aldo yang masih menunggu di depan halte bis di depan kantor.

"Eh itu bukannya Vania ya?" sahut Nova melihat Vania yang sepertinya sensasi terburu-buru menuju ke trotoar tempat tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang ini.

"Iya, itu Vania kok dia ke sana gak ke halte ya," sahut Dewi.

Mereka terus saja melihat ke arah Vania yang berdiri di samping trotoar dan tak lama datang sebuah mobil mewah keluaran terbaru berhenti tepat di sampingnya entah siapa di dalamnya karena mereka melihat seorang yang menggunakan topi dan juga masker di sana tapi mereka yakin kalau itu seorang pria.

"Eh itu pria wah jangan jangan suaminya Vania! Wah kalau sampek itu suaminya sih pasti kaya raya banget lihat tuh mobilnya aja cuma beberapa orang aja yang punya karena mahal banget!" tutur Aldo yang fokus dengan mobil yang membawa Vania melaju ke jalanan ibu kota.

Sedangkan di sisi lain Raka sudah melihat sang istri yang juga baru saja sampai namun di halte bis sana dia juga melihat rekan rekan kerja sang istri segera Raka memakai perlengkapannya agar tidak di ketahui oleh mereka.

Sebenarnya Raka sudah tidak mempermasalahkan tentang pernikahan mereka dia bisa saja langsung memberitahukan semua orang bahwa Vania adalah istrinya dan dia sudah menikah namun Vania terus saja melarangnya, pernah satu ketika Raka hampir saja membeberkan tentang hubungan mereka ke teman kantor Raka namun langsung mendapat tatapan tajam dari Vania yang memang kebetulan banyak awak media yang meliputi begitu pun dengan Vania.

Sehingga sekarang ini Raka hanya bisa menuruti saja keinginan sang istri dari pada nantinya dia kena marah dari sang istri bisa gawat kalau dia tidak mendapatkan jatah malam bukan.

.

.

.

TBC

🥕🥕🥕

Mohon dukungannya ya readers sekalian siapa cerita ini bisa berlanjut dan bisa masuk ke dalam ranking cerita baru😊

Yuk vote, like, dan share cerita ini biar tambah berkembang lagi cerita ini dan aku lebih semangat buat upload bab barunya setiap hari😊

1
selvysurya inten
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ahn Mo Ne
kenapa gak tegas sihh dokter Raka kan jadinya ulat bulu ngambil kesempatan
theresia05
kok permisi? harusnya halo ada orang????
nana supriyatna
Luar biasa
falea sezi
raka egois bgt tau jd bapak bodoh
Monica Dhea Amanda
Luar biasa
Susilawaty Rubba
Lumayan
Susilawaty Rubba
Kecewa
Erna Sudiastuti
Luar biasa
Anonim
Maksut kata hang itu ap ya
sri afrilinda
Kereen ceritanya thour... smngat buat cerita baru lg...😍😍😍💪💪💪
sri afrilinda
suka...😍
sri afrilinda
sampai disini suka sama ceritanya...😍
sri afrilinda
Awal yg bagus...🤗🤗
RithaMartinE
luar biasa
Inarairlan 0811
loh kan sblmnya vania crta m tmn2ny biar anjar g bcra mcem2... cz dewi liat cincin yg vania pake.. lah ini. gmn sii.. kgk jls niii.... mohon d perbaiki... pdhl dh seru tiap judulny
Babo Saram: aneh kan 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Hasra Ajalah
kisah melati dan kevin judul ny ap thor?
Ahza Ahza
Biasa
Ahza Ahza
Buruk
Ida Erwanti
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!