NovelToon NovelToon
Binar Di Langit Senja

Binar Di Langit Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:438.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Verra Vidia

Langit Agam Perkasa, seorang laki laki yang cerdas serta berprestasi terpaksa menjadi badboy karena keadaan yang memaksanya, Langit tidak pernah memiliki hasrat untuk hidup setelah seseorang di hidupnya dan penyemangatnya pergi meninggalkannya hal itu membuat Langit jauh dari Allah dan dari agama ia berfikir bahwa masalah yang ada di hidupnya karena takdir yang Allah berikan padanya. Namun Langit sadar setelah ia bertemu dengan seorang gadis yang Langit sendiri tidak tau namanya tapi dia menyebutnya Bidadari Syurga. Langit tidak tau bahwa dari pertemuan itu lah kehidupannya akan berubah dan Langit juga tidak tau bahwa itu adalah awal dari sebuah perjuangan panjang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Verra Vidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 35

"Argg di mana lagi ya bukunya?" Langit panik saat ia tidak menemukan buku diary milik Laila di tas nya,ia sudah mencari nya ke setiap sudut di rumah nya namun nihil ia tidak menemukannya.

"Ca..ja..ca..ja.." celoteh Nata yang menjulurkan tangannya pada Langit minta di gendong.

"Bentar ya nak,abi lagi cari buku umi kamu dulu." Nata yang merasa di cueki oleh Langit pun kini sudah mulai menangis membuat Langit menghela nafas dan langsung mengangkat Nata ke dalam gendongannya.

"Duh semakin berat aja ya anak abi nih." Langit menciumi pipi gembul Nata membuat Nata tertawa dan tawa nya selalu menular pada Langit.

"Kenapa? Nata mau lihat foto umi?" Tanya Langit pada Nata yang sedang menunjuk ke arah bingkai foto yang berisikan foto almarhumah Laila.

"Ini umi kamu,cantik ya." Ujar Langit yang mengelus foto Laila,Nata menatap Langit dan Langit pun tersenyum melihat Nata tersenyum. Langit menatap Nata dan sesekali terkekeh mendengar celotehan Nata beserta tangan mungil nya yang menunjuk-nunjuk foto Laila.

"Kamu rindu umi ya nak? Oke nanti kita pergi lagi ke makam umi ya." Langit kembali mencium pipi Nata karna ia merasa sangat gemas pada pipi Nata.

[]

"Akhirnya sampai juga di rumah" ujar Senja yang sedang meluruskan kaki nya di atas sofa,mata Senja mulai terpejam namum kembali terbuka saat suara ponsel nya berbunyi nyaring dan dengan sigap Senja pun segera mencari ponsel nya yang ia taruh di dalam tas namun saat ia menemukan ponsel nya justru sudah tidak berbunyi lagi membuat Senja menghela nafas gusar,ia kembali meletakkan ponsel nya di dalam tas namun ada sesuatu yang aneh di dalam tas nya.

"Buku? Ini buku siapa ya? Perasaan gue gk pernah punya buku bersampul biru kaya gini deh?" Senja kembali bertanya-tanya pada diri nya sendiri,sejak kapan buku ini berada di dalam tas nya dan ingatan Senja kembali pada saat ia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang laki-laki di koridor kampus.

"Apa jangan-jangan ini buku milik cowok itu? Kalau iya berarti gue ada kesempatan buat ketemu dia lagi? Aaa Ya Ampun emang ya kalau udah jodoh mah gk kemana!" Pekik Senja senang ia pun sampai melompat lompat di atas sofa karna begitu senang nya.

"Astagfiruallah Senja,lo ngapain hah? Mau ngerusakin sofa? Heh turun gk malu ya lo loncat-loncat begitu,gk sadar umur sih lo." Bukannya tersingung dengan ucapan Afsya justru Senja malah memeluk Afsya dengan erat.

"Jangan tanya kenapa,karna hari ini gue lagi seneng banget." Afsya pun terkekeh melihat tingkah konyol Senja.

"Emang lo kenapa hah?" Senja hanya tersenyum saja tanpa menjawab pertanyaan Afsya.

"Nih liat." Afsya mengerenyit bingung melihat buku bersampul biru yang ada di tangan Senja.

"Lah cuma gara-gara buku doang? Dih aneh lo mah." Senja berdecak mendengar respon Afsya.

"Ini tuh bukan sembarang buku ya,ini buku jodoh gue." Afsya yang sedang menyeruput minumannya tiba-tiba saja menyemburkannya lalu tertawa terbahak bahak.

"Gini nih kalau kelamaan ngejomblo suka miris." Senja mengerucutkan bibir nya mendengar ucapan Afsya.

"Bodo,jadi ini tuh buku milik cowok yang kemarin gk sengaja gue tabrak di koridor kampus." Afsya menaruh cangkir coklat panas nya lalu menatap ke arah Senja dengan tatapan serius.

"Oh ya? Jadi itu artinya lo punya kesempatan buat ketemu sama dia lagi?" Dan Senja pun menganguk dengan senyuman nya yang semakin lebar.

"Iya ah Ya Ampun gue seneng pake banget udah,rezeki mah emang gk kemana ya Sya." Afsya menganguk-anggukkan kepalanya ia juga ikut senang jika sahabat nya merasa senang.

"Terus lo mau nemuin dia di mana? Emang lo tau dia jurusan fakultas apa?" Senja terdiam di dalam benak nya dia membenarkan ucapan Afsya.

"Terus gue harus balikin buku ini gimana? Ah kenapa gue gk mikir ke situ ya." Afsya mengeleng melihat tingkah Senja yang selalu saja begitu terkadang saking bahagia nya hingga dia tidak memikirkan kemungkinan yang akan terjadi nanti nya.

"Yah kalau kaya gini sih pupus sudah harapan gue buat ketemu tuh cowok." Senja berucap lirih sedangkan Afsya hanya dapat mengelengkan kepala dan menepuk-nepuk punggu Senja agar tetap tabah.

Sementara itu di lain tempat,Langit dan Nata sedang berziarah ke makam almarhumah Laila,di tangan Langit ada keranjang yang berisikan bunga untuk di taburkan di atas makam Laila.

"Assalamu'alaikum Laila,aku dan Nata datang." Ujar Langit yang sudah berjongkok di samping tempat peristirahatan terakhir Laila.

"Maaf karna aku dan Nata jarang ke sini untuk menjenguk kamu,Nata kita sudah besar dia semakin hari semakin tampan dan mengemaskan." Ujar Langit yang menatap Nata di dalam gendongannya yang kini sedang menangis seolah-olah paham akan situasi yang terjadi.

"Aku sekarang sudah masuk kuliah,doakan aku supaya kuliah ku di lancarkan dan aku bisa cepat lulus, dan juga cepat mencari kerja agar aku bisa membiayai kehidupan Nata. Kamu yang tenang di sana ya,di sini aku akan selalu menjaga Nata dan selalu mendoakan mu." Akhirnya air mata Langit juga ikut luruh bersamaan dengan tangisan Nata yang semakin kencang,tangan Langit teruluru untuk membersihkan makam Laila dan menaburi nya bunga.

"Laila kita pamit pulang,Insyaallah di lain waktu kita berdua akan mengunjungi kamu lagi. Kami pulang dulu Assalamu'alaikum" ujar Langit lalu bangkit dan beranjak pergi,tangis Nata pun sudah berhenti. Bocah imut itu kini sudah tidur dalam pelukan Langit membuat Langit ikut tersenyum melihat wajah damai nya.

[]

"Dari pada lo galau mulu mendingan kita jalan-jalan kuy." Ajak Afsya yang sedaritadi jenuh melihat tingkah sahabat nya yang wajah nya terlihat lesu.

"Males ah." Afsya berdecak lalu dengan bujukan maut nya akhirnya Senja pun mau ikut Afsya untuk jalan-jalan ke luar.

"Ya udah gue ganti baju dulu." Afsya hanya menganguk lalu menunggu Senja sambil memainkan gawainya.

Dan tak lama Senja pun keluar dari kamar nya dengan rok di bawah lutut,baju lengan pendek dan rambut yang ia biarkan tergerai.

Senja dan Afsya pun memilih naik fasilitas umum yaitu bis yang telah di sedikan oleh pemerintah untuk memudahkan aktfitas warga nya.

Senja mendudukan tubuh nya di samping seorang pria yang memakai topi berwarna hitam yang hampit menutupi wajah nya dan ada seorang balita mungil yang tampak mengemaskan yang sedang tertawa melihat Senja.

"Ya ampun lucu nya." Ujar Senja yang memang sangat suka terhadap anak kecil,tangan Senja terulur ingin menyentuh pipi gambul bocah tersebut namun pria itu malah menepis nya.

"Sorry." Ujar Senja yang merasa tak enak hati,bocah itu tertawa tangan nya berusaha mengapai topi pria tersebut yang Senja duga adalah ayah nya. Bocah itu kembali tertawa ketika ia berhasil merebut topi tersebut dari kepala ayah nya membuat Senja terdiam seketika ia menoleh ke arah Afsya yang menatap wajah Senja dengan tatapan bertanya-tanya.

"Maaf..anda yang kemarin ya?" Tanya Senja pada pria itu yang sedang mencium kening putra nya.

"Anda siapa?" Tanya pria itu dan Senja pun langsung mengulurkan tangan nya dengan raut wajah yang berbinar senang.

"Saya Senja,saya yang kemarin tidak sengaja menabrak anda di koridor kampus," ujar Senja dengan cepat seperti orang yang sedang nge-rap.

"Ya saya ingat." Senyum Senja semakin mengembang ternyata pria itu masih mengingatnya,Senja menurunkan tangan nya karna pria itu tidak menyambut uluran tangan nya.

"Oh ya,buku anda kemarin terbawa di dalam tas saya." Pria itu yang tidak lain adalah Langit pun sedikit terkejut ia tidak menyangka bahwa buku diary milik Laila ada pada wanita yang kemarin tidak sengaja menabrak nya di koridor kampus.

"Tapi saya tidak membawanya,bagaimana jika anda ke apartemen saya."

Langit mencoba sedikit mempertimbangkan ajakan wanita yang tidak ia kenal ini dan akhirnya karna rasa penasaran Langit begitu besar pada isi diary itu akhirnya ia pun menganguk membuat Senja memekik girang dalam hati.

1
Surati
bagus
adik imut
cuma aku apa ya,,,, yang bacanya rada pusing,,,,
hantu rimba
selamat tinggal Zeeanna selamat tinggal lebanon kata2 terakhir sya pas akhir masa penugasan..

satgas tni konga unifil 2018

malah curhat gw... wkwkwkwk
Nidar
Thank you so much ini novel pertama yang aku yang yg ceritanya bener2 keren abis dan kayak mecahin tekateki, dimana setiap part ada kejutan-kejutan yang kayak mikir "loh kok bisa" kok jadi dia dan ini ceritanya bener2 ngasi pelajaran banget ,intinya Thanks buat author atau penulis cerita "Binar di langit senja" sukses terus ke depannya fighting 🤗❤❤❤❤❤
Verra Vidia: haloo terimakasih sudah baca cerita sayaa, setelah baca komen dari kamuuu entah mengapa saya yg sudah hiatus selama setahun dari dunia kepenulisan seketika menjadi semangatt kembalii untuk mulai menulis cerita lagii. Terimakasih banyakk untuk komentar positifnya, komentar kamu bkn saya happy bgtt🥰❣❣
total 1 replies
Sela Latania
lanjut thor
Tri ani
kok gak di lanjut lagi thor
Verra Vidia: Dilanjut kok sabar yaa lagi proses xixi
total 1 replies
Gustein Arifin👑
apku hrap" cemas smoga bukn cweknya 😄 eh ternyta bner
Neng Hastin93
typonya bkin jengkel...
Neng Hastin93
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
ak jd kangen bpk ku thorrr...semoga bpk selalu bahagia di rumah allah..amin...
Neng Hastin93
semoga di persatukan dg neng binar...g sabar deh liat mereka bersatu...
Neng Hastin93
😭😭😭😭
ak tau rasanya macam mana di tinggal seseorang yg sangat berharga untuk selamanya...
Mila Wati
exstra partx lg thoor,,,ttg diary mamax nata mw tw
Mila Wati
keren terharu
top karyamu thoor
Mila Wati
g sabar menunggu binar dan langit bersatu
Mila Wati
kira binar
Mila Wati
binar!semoga langit bersatu dg binar
Mila Wati
bagaiman dg binar,,,
Mila Wati
knp pakai acara nikah sm laila
Mila Wati
q mwx binar sm langit
ashifaa_
sedihh ihh😭😭jdi bingungg sebenernyaa siapa yg benar² di cintai langit,🥺
kasian Evelyn,melht dan mendengar orng yg iya cintai mencintai orng lain😭😭
kasian jugaa sama binarrr,,kuatt yaa binarr😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!