"Bia, dimana ayah kandungku?" tanya seorang gadis kecil berusia sekitar 5tahun itu.
Kembali ke beberapa tahun yang lalu, menceritakan kembali cerita tentang seorang Gadis yang saat itu berusia 18 tahun , dipaksa harus merelakan kesuciannya pada seseorang yang tak ia kenal , Laki-laki yang tak sengaja ia jumpai saat acara jamuan bersama para pengusaha . Kebetulan ia saat itu datang mewakili perusahaan milik ayahnya, laki-laki itulah yang pada akhirnya meninggalkan benih di perutnya.
Namun saat ia akan meminta pertanggungjawaban, nasib buruk kembali menimpa dirinya .
akankah ia akan lanjut menuntut pertanggungjawaban? ataukah ada cerita lainnya setelah ini?
silahkan di tebak, dan jangan lupa baca kisah lengkapnya !
Ini Karya Asli hasil Pikiran Author,
Jangan lupa berikan like, komen, gift 🎁 dan jangan lupa jadikan favorite agar mendapat notif saat novel ini up.
Oh ya , Sebelum baca follow dulu akun Author ya kak ^_^
sekalian Ig nya juga boleh .. @prmth.ayu . Xixixi 😅
Selamat menikmati ~
Semoga sehat selalu ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Pramitah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35 "Mendekatkan Agatha pada keluarga pesantren"
Kembali ke Pesantren, selepas kejadian yang disebabkan oleh ulahnya. Arum seperti orang yang amat terpuruk, ia tak lagi membantu di rumah Umi . Sehari-hari ia hanya menghabiskan waktu di kamar saja, meskipun sering kali mendapat teguran dari ketua kamar karena selalu bolos jama'ah dan pengajian.
Sebagai saudara, anggun yang melihat keadaan Arum sangat tidak tega. Ia menasehatinya untuk pulang ke rumah. Jujur saja Anggun sendiri penasaran siapa wanita yang berhasil memikat Azham sampai Azham lebih memilih wanita beranak itu dari pada Arum yang jelas masih single.
Di suatu hari, Azham terlihat sedang menjemput Agatha di sekolahnya. Kali ini dia datang sendiri, sebab Tania sedang berada di luar kota untuk melakukan pekerjaannya. Semenjak mengetahui kejadian beberapa hari di rumah Pamungkas , saudara-saudara tania menerima Azham sebagai calon iparnya . Bisma juga mempercayakan pengasuhan Agatha kepada Azham, itu agar Agatha lebih dekat lagi dengan calon Ayahnya.
Di dalam mobil, selepas menjemput Agatha,,
"Appa!! Kita jangan pulang dulu ya ?" Ucap Agatha.
"Loh ?? memangnya Atha mau kemana nak?"
"Atha pengen pergi ke tempat yang sering di bicarakan sama temen-temen Atha!"
"Maksud nya?"
"Itu Appa sebentar lagi kan puasa . Kata temen-temen kalau puasa kan harus bisa ngaji, Atha pengen bisa ngaji pa , selama ini Bia ngajarin nya jarang-jarang . Bia sibuk melulu sama kerjaannya!"
"Ohh, kalau Atha pengen belajar ngaji Appa siap kok ngajarin Atha ngaji"
"Tapi Appa kan juga sibuk kerja, Atha pengennya ke tempat apa ya itu namanya?" ucapnya yang sedikit lupa.
Azham pun hanya terdiam seraya menunggu Atha yang memikirkan nama tempat itu.
"Pesantren Appa !!" Serunya.
"Oh pesantren ?? Memangnya sekolah kamu libur?"
"Enggak Appa!!"
"Lalu kenapa kamu ingin belajar ngaji di pesantren?"
"Atha masih ingin lihat-lihat dulu, Kata temen-temen di pesantren itu enak , banyak temen nya dari luar kota, bisa tidur bareng-bareng . Atha kan jadi ingin tahu pesantren itu kayak apa sih?"
"Apa ini saatnya ya aku mengajak Atha ke rumah Umi, perlahan-lahan mendekatkan mereka." Gumam Azham.
"Atha mau tidak ke Pesantren milik keluarga Appa?"
"Appa punya pesantren?"
"Iya sayang"
"Mau-mau Pa !!!" ucapnya antusias.
"Kalau begitu Appa telpon Oma dulu ya nak, minta izin sama Oma!!"
Setelah mendapat ijin dari Bu Nimas, mobil pun melaju ke sebuah desa di pinggiran kota C, tempat dimana Pesantren Ibrahim berada. Jarak yang ditempuh berkisar 45 menit. Di perjalanan Agatha nampak tertidur , mungkin karena dia yang ke lelahan sehabis sekolah.
Tak lama kemudian mobil pun tiba di garasi Pesantren , Azham yang melihat Agatha masih nyenyak, enggan untuk membangunkan. Ia pun menggendong tubuh Agatha menuju rumahnya.
"Assalamualaikum Umi, Adekk!!!"
"Walaikumsalam" Ucap mereka serempak.
"Anak siapa itu bang?" Tanya Najwa.
"Nanti abang jelasin, sekarang kamu rapihkan dulu kamar Abang, biar abang tidurkan dia di sana!!"
Tanpa bertanya lagi, Najwa pun beranjak ke lantai atas tempat kamar Azham berada, tentunya dengan di ikuti Azham di belakangnya.
Setelah menidurkan Agatha , Azham kembali turun menemui Umi dan adek-adeknya.
"Anak siapa tadi Bang?" tanya Najwa yang masih penasaran.
"Calon anak Abang dek!"
"Maksud kamu apa Bang??!!" tanya Umi.
"Umi masih ingat tempo hari Azham pernah bilang sudah memiliki calon? Dan azham bilang Calon azham sudah mempunyai anak, dialah anak itu!!"
"Hah???!!! Abang bener-bener mau nikahin wanita itu!!" tanya Naysila kaget.
"Mengapa dia bersama mu? lalu kemana ibu nya?"
"Ibu nya sedang di luar kota, dia di titipin ke aku umi. Kebetulan Opanya sedang tidak enak badan, jadinya aku yang jemput in dia ke sekolah!"
"Kamu sudah menemui orang tua nya juga zham?" tanya umi tak percaya.
"Iya Umi!"
"Kenapa buru-biru ? Bagaimana jika Umi tidak cocok sama calon mu ?"
"Azham yakin umi tidak akan seperti itu?"
"Terserahlah zham !!" putus Umi yang sudah pasrah dengan keputusan azham.
Saat berbincang, terdengar suara teriakan dari lantai atas. Azham pun bergegas menuju ke sumber suara. Benar saja Agatha sudah bangun dan terlihat tengah menangis.
"Atha dimana pa? Kenapa Appa tinggalin Atha sendirian!" rengeknya.
"Atha sekarang sudah sampai di pesantren nak, dan ini kamar Appa" jawabnya menenangkan.
"Harusnya Appa bangunkan Atha dulu, Atha takut di tinggal sendirian!"
"Maafkan Appa ya sayang, yasudah sekarang kita turun menemui Umi dan juga adik-adik Appa!"
Mereka pun turun, tetapi begitu sampai di pijakan tangga terakhir Atha dengan reflek mengumpet di belakang tubuh Azham.
"Kenapa sayang?"
"Tidak papa!"
Azham menyadari mengapa Atha bersikap demikian, karena memang Atha yang selalu takut dengan orang-orang yang baru ia kenal.
"Tidak papa nak, mereka adalah adik-adik serta Umi nya Appa! Ayo kenalan dulu"
Dengan tegang Atha pun merubah posisi berdirinya beralih ke depan Azham.
"Assalamualaikum, namaku Agatha Bia memanggilku Atha!"
"Walaikumsalam, Hay Atha sini duduk sama kita!" Ucap Najwa dan Naysila.
"Wajah itu? Kenapa mirip sekali dengan Anakku waktu kecil?" Gumam Umi yang sedang mengamati Agatha.
"Hay Atha, kenalkan Nama kakak Najwa, sedangkan kakak yang satunya ini namanya Naysila !"
"Halo nak, Perkenalkan saya Umi Sarah. Ibunya mereka!" Ucap beliau seraya menunjuk kedua anak gadisnya.
"Atha sudah makan zham?"
"Belum Umi, tadi dia baru aja pulang sekolah. Mau ku ajak makan di jalan dia ketiduran!"
"Yasudah Atha makan dulu ya nak !"
"Iya Umi Sarah!" Jawab Atha yang mulai merasa nyaman.
"Adek, tolong belikan baju muslim ukuran Atha di toko depan ya ! Kasian dia masih pakai seragam. Biar sekalian mandi disini sebelum pulang!"
"Iya bang!"
Sesaat setelah Umi menyiapkan makanan untuk Atha dan Azham, nampak dari pintu samping munculah Anggun yang baru tiba dari kamar Arum.
"Siapa anak Itu?" Gumamnya.
Setelah memberi salam kepada orang-orang yang berada di sana . Anggun pun lantas pergi menuju kamarnya.
Sedangkan dari arah depan rumah, datanglah Arshaka dan Abah yang baru pulang mengajar.
"Assalamualaikum!!!" Sapa semuanya.
"Wah, kedatangan tamu rupanya . Siapa gadis kecil ini?" Tanya abah dengan ramah.
Berbeda dengan Abah, Arshaka nampak tertegun kala menatap wajah gadis itu.
"Halo ? Nama saya Atha !" Ucapnya dengan berani.
"Cantiknya , ngomong-ngomong Atha kesini sama siapa nak?"
"sama Appa!!" Tunjuk agatha pada Azham.
"Appa?" Tanya Abah dengan mata menatap Azham meminta penjelasan.
"Iya bah, Agatha ini anak dari calon istri Azham"
"Calon istri dek? Kamu benar-benar sudah punya calon istri?" Giliran Arshaka yang angkat bicara.
"Lalu dimana calon istrimu?" tanya abah lagi.
"Dia sedang berada di luar kota bah, makanya aku yang jemput dia ke sekolah!"
"Apa kamu sudah minta izin dengan keluarga nya yang lain? seperti kakek atau neneknya mungkin?"
"Sudah bah!"
"Kamu pun sudah bertemu orang tuanya dek?"
"Sudah bang, mereka juga sudah merestui kami menikah, tinggal menunggu ijin abah dan Umi!!"
"Yasudah , besok-besok kalau kesini ajak calon mu itu. Kita kan juga ingin mengenal lebih dekat dengan calon menantu!"
"Iya bah, gak lama lagi Azham pasti ajak dia kesini!" Jawab Azham yang terlihat lega.
...—bersambung—...
semangat thorr,lanjutt