NovelToon NovelToon
Marry (To) Me

Marry (To) Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:60.1k
Nilai: 5
Nama Author: Far Choinice

Will you marry me, miss Marry?


'Sorry, No'

Sebuah pertanyaan dan jawaban yang mengubah segalanya. Marry menolak Sean tanpa jeda.

Hingga beberapa tahun kemudian, mereka dipertemukan di suatu RS. Perlahan, mereka menguraikan benang merah masalalu. Tapi, disisi lain, mereka juga harus menghadapi banyak kisah rumit yang membuat Marry berada di satu pertanyaan yang sama tentang pernikahan, apakah dia bisa menerima lamaran itu atau menolaknya. Lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Far Choinice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Spin Off -Aruna Kimberly

3 hari sebelum pesta pertunangan

 

-oOo-

 

 

 

           Dokter muda yang tampan itu melangkah menyusuri lorong koridor yang cukup panjang dan sepi dan cukup temaram. Ia melalui beberapa kamar yang dilengkapi dengan tralis besi sementara di dalam terlihat beberapa orang tengah melakukan sesuatu yang berbeda.  Ada seorang pria yang sibuk bernyanyi namun tiba-tiba berteriak. Ada juga wanita yang tampak menggendong boneka seolah itu anaknya. Ada juga seorang nenek yang memakai wig dan menyisirnya sambil memasang wajah genit.

          Alvian Anggara, memutuskan untuk menjadi dokter spesialis kejiwaan dan sudah sangat terbiasa bertemu dengan pasien yang unik. Alvian menganggap mereka unik, bukan gila. Tapi, hari ini dia harus menemui seseorang yang sudah menjadi pasien teruniknya. Sejak semalam, kupingnya cukup gatal karena terus disebut dalam pemberitaan di media. Yah, dia disebut sebagai dokter yang belum tuntas merawat pasiennya, Aruna Kimberly. Seorang aktris yang baru saja ditahan karena membunuh manajer pribadinya.

 

           Alvian berhenti di depan sebuah kamar. Ia memandang ke dalam kamar tersebut dan melihat Runa tengah duduk sembari menatap jendela. Ia terdiam dan terlihat cukup tenang. Terlalu tenang malah.

 

           Skizofrenia dan kepribadian gandanya disebabkan oleh pertengkaran hebat kedua orang tuanya di masa kecil dan mengalami pelecehan seksual dari ayah tirinya. Ayah tirinya adalah seorang badut sekaligus pantomim yang sering tampil di teater. Dia mengalami tekanan dan pelecehan selama bertahun-tahun. itulah kenapa, Runa mengalami depresi berat dan menciptakan ‘Louis’, kepribadian yang menjadi badut. Runa cukup cantik dan piawai dalam karir aktrisnya hingga masalalunya tidak bisa terendus oleh media. Namun sekarang, semua sudah terbongkar. Runa sama sekali tidak bersedih dan terlihat santai.

 

          Sesungguhnya, Runa sudah mulai menunjukkan perbaikan kondisi dan Louis mulai bisa diatur. Tapi, siapa sangka jika dua kepribadian itu memiliki visi dan ambisi yang sama. Akting. Mereka berdua sama-sama ahli dalam berakting hingga sanggup mengecoh Alvian.

 

          Perlahan, Alvian memasuki kamar Runa. Gadis itu menoleh dan tersenyum lebar. Ia bangkit dari duduknya dan menyambut Alvian dengan pelukan hangat. Ia melingkarkan tangan di leher Alvian dan hendak mencium Alvian. Namun, Alvian mencoba menepisnya perlahan. Ekspresi Runa berubah namun kemudian tersenyum pasrah. Satu hal yang pasti dari Runa maupun Louis. Keduanya mencintai Alvian. Dulu sekali, Runa pernah menyamar menjadi perawat hanya untuk mengelabui Alvian dan mencium Alvian dengan beringas. Dan, kejadian itu sempat membuat Zara, calon tunangannya sekarang, salah paham. Zara sempat mengira jika Alvian berciuman dengan penuh gairah bersama perawat. Padahal, itu akal-akalan Runa.

           Alvian memegang kedua tangan Runa, menahannya dan memberi isyarat agar mereka berbincang. Runa menggedik bahu sekilas lalu duduk di kursi sementara Alvian duduk di kursi yang berhadapan dengannya.

          “Kenapa kamu melakukan hal itu?” tanya Alvian.

 

          “Kenapa kamu bertunangan dengan Zara? Aku lebih terkenal daripada model itu.”

          “Jadi, kamu membunuh Ardina karena Zara?”

          Runa menyodorkan sebuah undangan berbentuk amplop warna peach dengan beberapa percikan darah. Undangan pertunangan Alvian dan Zara.

           “Dia bukan tukang surat. Dia manajerku. Jadi, aku membunuhnya karena berani menjadi tukang suratmu.”

            Alvian mendengus kecil, “Aku akan meresepkan beberapa obat untukmu.”

             “Aku merindukan ciuman kita.”

             “Runa... Louis... aku pamit.”

              Alvian bangkit dari kursinya dan melangkah pergi meninggalkan Runa. Kedatangannya, adalah untuk melihat kondisi Runa terakhir kalinya. Dia sudah tidak bisa merawat Runa karena mendapat reputasi buruk. Namun, saat ia hendak menutup pintu kamar Runa.  Gadis itu tertawa kecil, membuat Alvian menoleh dengan penasaran.

            “Louis bilang, dia bermimpi. Dalam visi mimpinya, Zara akan berdarah.”

            “Kamu gak akan pernah bisa menyakitinya. Aku tidak akan membiarkannya.” Ujar Alvian.

             Alvian menutup pintu kamar Runa dan melangkah menjauh. Ia mendengar suara cekikikan dari Runa yang aneh. Suara cekikikan khas dari Louis. Sesaat, ia merasa merinding. Dia tahu, Louis adalah kepribadian badut yang penuh misteri. Entah bagaimana dia selaku bisa melakukan apa yang ia mau. Ia selalu mewujudkan ‘visi mimpi’ nya. Sejenak, Alvian ragu. Tapi, dia cukup yakin jika Runa maupun Louis tidak akan bisa menyentuh Zara.

 

-oOo-

Hari H pertunangan

 

          Suasana pesta cukup meriah. Tamu undangan yang hadir cukup banyak dan termasuk orang-orang penting dam ternama. Mereka adalah kolega Alvian dan Zara yang memiliki berbagai profesi dan jabatan. Alvian menggenggam tangan Zara yang kini ada di sebelahnya. Selangkah lebih dekat dengan gadis yang sudah menarik perhatiannya sejak dulu. Kini mereka akan berada di jenjang resmi. Pernikahan mereka juga rencananya akan digelar enam bulan lagi.

            “Gue tahu, gue cantik. Tapi, biasa aja... .”lirih Zara dengan masih menyunggingkan senyum ke arah para tamu undangan.

            “Aku gak sabar dengan malam-malam kita selanjutnya.”

            “Mohon maaf. Kita baru bertunangan, belum resmi menikah. Jadi jangan berharap banyak tentang malam-malam kita.”

            “Kamu hebat malam itu.”

             “D*mn... berhenti membahas hal vulgar, tuan Anggara.” Omel Zara setengah berbisik.

             “Kamu terlalu menggodaku, nyonya Anggara.”

             “Calon.” Zara mengkoreksi.

             Tak lama, ponsel Alvian bergetar. Laki-laki itu enggan mengangkat panggilan itu namun Zara menatapnya lekat seolah berkata, ‘Angkat telepon itu. Setidaknya itu bisa membuatmu berhenti memikirkan hal vulgar’. Alviab tersenyum tipis dan meraih ponsel yang ada di saku jasnya. Panggilan dari nomor yang cukup ia hapal. Nomor RS Jiwa tempat ia bekerja dulu. Ia mengangkatnya dan mendengarkan ucapan dari penelepon di seberang saluran. Ekspresinya berubah. Ia melirik Zara sekilas.

           “Ada apa?” tanya Zara.

            “Aku menerima panggilan penting. Kamu tunggu disini,”ujar Alvian setengah tegas dan setengah cemas.

            Zara mengangguk kecil dan melihat Alvian berderap menuju balkon untuk menerima panggilannya. Nampaknya, panggilan itu cukup serius. Mungkin, tentang pasiennya. Zara hanya menggedik acuh, dia tidak akan menghalangi pekerjaan Alvian. Dia ikut merogoh tas kecilnya dan menulis pesan pada Marry. Dia ingin berbicara dengan Marry. Terlebih, gadis itu sangat cantik malam ini. Dia memakai gaun mahal. Pertanyaannya, darimana gadis itu mendapat suntikan dana untuk membeli gaun semahal itu? Dia harus menginterogasi Marry.

           Setelah selesai mengirim pesan pada Marry, Zara melangkah menuju kamar gantinya. Ia sedikit menjunjung ujung gaun panjangnya dan bergegas menuju kamar ganti. Namu, saat ia hendak memasuki kamar ganti, ia melihat seorang wanita berpakaian perawat berdiri di sana.

            “Permisi?” lirih Zara.

             Wanita perlahan memutar tubuhnya. Wanita itu memakai seragam perawat dan memakai sebuah topeng badut. Zara cukup terkejut melihat penampilan aneh itu. Tak lama, terdengar suara tawa aneh seriring topengnya yang terbuka. Wanita yang cukup familiar bagi Zara. Ah, Aruna Kimberly. Seorang aktris yang baru-baru ini menjadi tersangka pembunuhan.

           “Halo, Zara... .” sapa Aruna.

            Zara mengernyit kecil, “Halo juga... .” cukup aneh. Aruna harusnya sedang ditahan. Dan, kenapa dia memakai pakaian perawat. Tapi, Zarq merasa sedikit deja vu. Dia pernah melihat postur tubuh ini. Tapi, dimana?

             Zara berpikir cukup lama sebelum menyadari sesuatu. Dia pernah melihatnya di suatu tempat bersama Alvian. Benar juga. Alvian pernah bercumbu dengan seorang perawat. Apakah itu Aruna?

             “Pesta yang meriah. Tapi, aku tidak menikmatinya.”

             “Aku memang tidak mengundangmu.”

             “Kamu merebut lelaki milikku.”

              “Upps, dia milikku sekarang.”

              Aruna nampak menahan kemarahan. Tawa anehnya menghilang dan berganti erang kemarahan. Tak lama, Aruna berlari menuju ke arah Zara sambil mengacungkan pisau yang sedari tadi ia sembunyikan dari balik tubuhnya. Aruna berteriak menuju Zara. Zara hendak menepis serangan itu tapi seseorang tiba-tiba berdiri di depannya, menerima tusukan pisau itu.

           “Marry!” pekik Zara.

           Dua kali Aruna menusuk Marry. Dan saat Aruna hendak menusuk ke arahnya, Zara mengangkat gaunnya dan segera melakukan tendangan maut, membuat Aruna terpelanting jauh hingga menghantam pilar gedung. Zara nampak mendelik penuh kemarahan. Dan, suara teriakan mereka membuat para tamu menuju  ke arah mereka dan terlihat panik melihat kejadian itu. Zara melirik Marry yang bersimbah darah saat Ravendra memeluk Marry dengan wajah panik. Zara kembali menatap Aruna dengan penuh kemarahan.  Ia hendak menyerang Aruna yang sudah ditahan pihak keamanan. Zara hendak menghajar wanita gila itu tapi Alvian sudah menahan Zara sambil memeluknya.

             “Lo bakal mati kalau terjadi apa-apa pada Marry.”

             Tapi, Aruna hanya tertawa aneh menanggapi emosi Zara. F*ck!

 

-oOo-

halo... untuk episode kali ini, sengaja aku masukkan episode spin off tentang Aruna Kimberly. Cerita Aruna Kimberly pernah ada di cerpenku yang bisa kalian baca dengan judul The Clown, The Clown-End dan Spin Off...

jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian ya... vote juga boleh... terimakasih

1
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
haha... serius deh,ngakak abis😂😂
Dayu Fabi
penggunaan tanda baca yang cukup bagus, keren banget
Dayu Fabi
penggunaan kata-kata yang bagus! keren! lebih bagus novel Kakak, dibandingkan aku deh kayanya...
Aris Pujiono
terima kasih kak sudah memberi kan koin ... minal aidzin Ealah fa idzin
Aris Pujiono
terima kasih atas tipsnya kakak
Radiah Ayarin
baru mampir nih
❥␠⃝ ͭ🍁💃Katrin📙📖📚❣️🇮🇩
Mampir ya😊
༺❥ⁿᵃᵃ​ꨄ۵​᭄
eemm halo kak salam kenal dri aq...
yg mempir kecerita author menari...
Aris Pujiono
yuk lanjut
ZaaraItsMe
terimakasih buat karya yang bagus ini kak... love it
ZaaraItsMe
Hiks... dah tamaaatttt... seru banget. bagus banget ceritanya. beda... gak ngebosenin. mantap thoorr
Aris Pujiono
next kak
Aris Pujiono
bikin bergetar
🐰⃞⃟° ̥۪͙۪◌ yujin
udah mampir feedback yah
CumaAku
terimakasih untuk novel yg epik kak..... gk mbulet. seru. keren... sukses karya2nya kakkk
CumaAku
udah tamaattt hikes
ZaaraItsMe
astagaaaah dua episode terakhir baca ini bikin emosi lho. kemarin pergi, sekarang udah ada anak aja.
🐰Far Choinice🐰: sabar ya kaaaak ^^
total 1 replies
ZaaraItsMe
Heeee lhooo heeee lhooo.. kok tiba2 pergi. heeeee lhooo apa2an ini thoorrrrrrrr
ZaaraItsMe
Ya ampuunnn semua hal di novel ini berkaitan dan penuh kejutannn.. serruu aslii
🐰Far Choinice🐰: Yuhuuuuuu
total 1 replies
CumaAku
heeeee thooorrr itu gimana ada anak ajaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!