Amelia, gadis usia tujuh belas (17) tahun, harus kehilangan keluarga termasuk keluarga ayahnya, sampai hari ke lima bencana, tidak ada kabar tentang keselamatan keluarganya. Akibat bencana Banjir tersebut Amel diadopsi keluarga alfard melalui bibi murni tetangga satu kampung, dengan keunikannya memiliki ciri khas berbaju sweater besar sebagai pelindung aset tersembunyi ditubuhnya.
Celvin, anak kedua Tuan Alfard, memiliki tubuh sixpack berwajah tampan dan mempunyai sifat yang humoris serta penyayang.
Hendry, anak pertama Tuan Alfard, seorang pengusaha sukses dari Perusahaan ayahnya, mempunyai sifat yang berbeda dengan Celvin, lebih suka mempermainkan hati perempuan.
*****Hai, hai, reader Noveltoon, ini karya aku yang pertama AMELIA nama pena 5.13.13.1 mohon dukungannya memberikan like n comen, Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan kata dan EYD, berikanlah kritikan yang membangun agar saya bisa menyelesaikan Novel pertama dengan baik*****
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 4.13.13.1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Kecurigaan Mami
Kekuatiran nyonya Alfard beberapa waktu lalu masih membekas dipikirannya, di saat menelpon Hendry waktu itu, seolah mendengar suara bayi yang menangis, tetapi terdengar samar, sampai hari ini Nyonya Alfard masih memikirkan siapa dan kenapa ada suara bayi di apartemen mereka,
Kecurigaan nya bertambah kuat, selama setahun ini belum melihat dan mendengar kabar tentang Virgiane lagi, perempuan itu seolah-olah hilang dari kehidupan mereka.
''Apa jangan-jangan, suara bayi yang aku dengar milik Hendry dan Virgiane, aneh kan sebelumnya masih mendengar kabar virgiane, ini hampir setahun aku belum melihat virgiane sama sekali,'' ucap Nyonya alfard sambil memegang gelas dan sesekali menyerut teh hijau.
Sambil menikmati sejuknya udara pagi hari di sekitar taman yang berada dihalaman belakang, nyonya Alfard disuguhkan oleh Bi Murni kue manis buatan nya dan segelas Teh hijau kesukaan Nyonya alfard.
''Apa sebaiknya aku pergi diam-diam dulu ya?, atau suruh anak buah mas Alfard menyelidiki terlebih dahulu!,'' Nyonya Alfard masih mengutarakan asumsi nya,
Kelakuan Nyonya alfard yang lagi berbicara sendiri terlihat dari jauh oleh bi Murni,
''Nyonya kok kelihatan aneh akhir-akhir ini, sering ngelamun dan ngomong sendiri, apa mungkin ada masalah yang serius ya!,'' gumam bi Murni sambil memperhatikan gerak gerik majikannya.
Bi Murni melangkahkan kakinya mendekati Nyonya Alfard yang lagi melamun dan kadang-kadang terdengar suara yang kurang jelas dikuping bi Murni.
''Nyonya!, Nya!,'' ujar bi Murni tapi yang dipanggil masih asik melamun sehingga kehadiran bi Murni yang sebesar itu tidak disadari nya.
''Maaf Nyonya!, kelihatan nya lagi ada masalah ya?. Tanya bi Murni sambil menyentuh bahu nyonya Alfard.
''Ehhh, bibi, anu bi saya lagi kuatir sama anak-anak disana, sepertinya ada yang tidak beres dengan mereka, dan juga beberapa waktu lalu seperti mendengar suara bayi di apartemen Hendry,
''Apa sebaiknya saya menyelidiki nya langsung kesana ya bi Mur?, '' Ujar Nyonya Alfard menjelaskan penyebab kenapa dia banyak melamun akhir-akhir ini.
''Kok, bisa ya Nya?, atau Nyonya salah dengar kali, mungkin suara TV atau yang lainnya,'' ujar bi Murni memastikan.
''Nggak bi, hati saya sudah nggak enak beberapa waktu yang lalu ditambah lagi mendengar suara bayi menangis dan juga virgiane, itu dia, anak itu sudah setahun ini tidak ada kabar berita sama sekali, ini aneh bi,'' ujar Nyonya alfard mengemukakan kecurigaan nya terdapat banyak kecanggungan yang terjadi disana.
''Kalau begitu sebaiknya Nyonya datang diam-diam saja, cari waktu yang tepat untuk mengecek mereka,,
''Di saat mereka tengah sibuk kekampus ataupun kekantor, atau suruh anak buah tuan Alfard saja yang menyelidikinya dulu,'' ujar bi Murni memberikan saran
''Saya juga kepikiran begitu bi,'' jawab Nyonya Alfard setuju dengan saran bi Murni.
*****
Dilain Tempat
Suasana kamar Amel hari ini dipenuhi dengan tangisan virga, yang entah mengapa tidak mau menurut, Amel sedikit kewalahan dibuatnya yang tak mau berhenti menangis.
''Virga sayang, kamu kenapa nak, jangan bikin Mami kuatir sayang, Virga mau mimik ya,'' Amel mencoba memberikan susunya kepada virga namun tidak diindahkan oleh nya,
''Kak Lia, tadi jam sepuluh Virga sudah kasi susu?,'' teriak Amel sambil menepuk lembut tubuh Virga agar berhenti menangis
''Udah dikasi, tapi nggak habis, masih tersisa separuh,'' baby sitter datang menemui Amel dikamarnya
''Tumben rewel gini, cup, cup, cup sayang, Mami disini sayang, Virga akit apa cayang, jangan bikin Mami kuatir ya, jadi anak yang baik ya sayang Mami,'' Amel begitu lembut memujuk Virga yang terus menangis.
Entah mengapa Virga hari ini tidak bisa dipujuk, menangis tanpa sebab, saat badan disentuh tidak terasa panas, perut tidak terasa kembung, tidak ada bekas gigitan binatang, sehingga Amel yang harus turun tangan sendiri untuk mengurus nya, karena Virga tidak mau di gendong oleh baby sitter.
Akhirnya setelah puas menangis, Amel sambil membawa Virga ke beranda kamar sambil di susui, Virga ketiduran dengan wajah penuh linangan air mata
''Apasih nak yang membuat hatimu bersedih, lihat muka tembem mu memerah karena terlalu lama menangis,'' rasa iba Amel melihat wajah Virga yang kelihatan lelah setelah puas menangis.
Amel meninggalkan Virga yang sudah tertidur pulas di dalam box tidurnya, kemudian Amel keluar kamar menuju ruang tamu dimana bibi sitter berada.
''Kak Lia kalau mau pulang sekarang silakan, Virga juga udah tidur nggak perlu dikuatirkan lagi,'' karena waktu sudah menunjukan pukul empat tiga puluh sore, tinggal setengah jam lagi baby sitter untuk bekerja
''Terimaksih Amel, kakak pulang dulu ya,'' Lia berlalu meninggalkan Amel dan dianggukkan oleh Amel sambil tersenyum.
Kembali kediaman Alfard
*****
Setelah lama memikirkan perasaan galau dan penasaran tentang kehidupan anak-anaknya, akhirnya Nyonya alfard memutuskan untuk berangkat besok pagi, tanpa harus memberitahu kepada siapapun termasuk tuan Alfard.
''Bi Murni, ini tidak bisa ditunggu lagi, saya yakin pasti ada sesuatu yang mereka rahasia kan kepada saya,'' nyonya Alfard merasakan hatinya semakin kuat untuk melangkah menemui mereka disana
''Biasanya filling seorang ibu tidak bisa dipungkiri,'' ujar Nyonya Alfard yakin.
''Jika itu yang terbaik buat Nyonya, lebih baik disegerakan, takut terjadi apa-apa, dan jika buruk akan membuat penyesalan buat nyonya, tapi jika baik-baik saja artinya nyonya terlalu merindukan mereka,'' Bi Murni memberikan semangat untuk nyonya Alfard berangkat menuju Kota X.
*****
Keesokkan paginya, Nyonya Alfard sudah siap melangkahkan kakinya menuju bandara untuk berangkat ke Kota X
''Bi Murni, jika tuan pulang bilang saja saya jalan-jalan sama temen, nginap disana ya, takut bikin bocor rahasia kesana,'' ucap nyonya Alfard.
''Iya Nyonya, rahasia ini aman sama saya, semoga Nyonya selamat sampai tujuan dan mendapatkan kabar yang baik-baik saja,'' Bi Murni melepaskan kepergian Nyonya Alfard yang diantar oleh supir pribadinya.
Setelah sampai di bandara Kota X, Nyonya Alfard langsung menuju parkiran mencari taksi bandara, langsung menuju kediaman Hendry, rasa berdebar kencang didalam dada membuat nyonya Alfard mengeluskan dada nya dengan wajah yang sedikit kuatir, sehingga terlihat jelas oleh supir taksi bandara
''Apakah Nyonya sakit?, Apa perlu saya bawa kerumah sakit?,'' kekuatiran pak sopir melihat perubahan wajah nyonya alfard yang memucat,
''Ahhh, tidak apa-apa, saya cuma merasa sesak saja. terima kasih atas perhatiannya pak,'' Nyonya Alfard mengucapkan terima kasih kepada pak sopir.
''Nggak masalah, kenyamanan pelanggan paling utama bagi kami Nyonya,'' ucap sopir taksi bandara.
Taksi sampai di depan lobi apartemen, dan Nyonya Alfard turun dari mobil, langsung menuju ke apartemen Hendry dilantai dua belas, sesaat kemudian pintu lift terbuka langsung menuju pintu apartemen Hendry.
*****Masih merindukan wajah imut Amel yang selalu tersenyum manis,
salam dari istri kecil dosen muda🙏