Candy seorang gadis lulusan SMK harus terjebak dalam sebuah pernikahan dengan seorang CEO muda, Ezza. Lambat laun tanpa disadari cinta mereka perlahan tumbuh sampai lahirlah putra mereka Daffin.
Tetapi restu dari Ibu Ezza tak kunjung didapat sampai ahirnya Candy dijebak ibu mertuanya dan Ezza mempercayai hal itu. Karena merasa sakit hati, Ezza pun menyetujui calon yang dipilihkan ibunya untuk menggantikan posisi Candy sebagai istrinya.
Delima hadir menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Ezza, tetapi ia hanya mengincar harta Ezza. Saat Ezza terjebak rekan bisnis hingga masuk penjara, Delima menjauh.
Saat itulah cinta mereka diuji. Candy yang berjuang demi keluarga besar Hadi Wijaya saat Ezza dipenjara. Ia pun yang memperjuangkan Ezza sampai ahirnya ia bisa keluar dari penjara.
Dengan segala ketulusan cinta Candy akankah mampu mengembalikan kasih sayang dari suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EZZA JATUH SAKIT
Happy reading all😘
.
.
Beberapa waktu kemudian mobil yang mereka kendarai sudah sampai di mansion.
"Terimakasih dokter, sudah mengantar saya sampai disini."
"Iya, sama-sama."
Dari lantai atas, tampak Tuan Hadi menyipitkan kedua matanya untuk memandangi menantunya yang baru saja datang. Dengan segera ia pun menuruni anak tangga di rumahnya.
Salah seorang asisten rumah tangganya sudah membukakan pintu untuk Nyonya Mudanya.
Ceklek..
"Assalamu'alaikum ..."
"Wa'alaikum salam, selamat datang Nyonya," ucap Mbak Sari.
"Eh pak dokter."
Dokter Richard hanya membalas sapaan tersebut dengan sebuah senyuman.
Tap .. Tap .. Tap ...
Terlihat Tuan Hadi mulai menghampiri mereka berdua.
"Assalamu'alaikum pa," sapa Candy.
Tak lupa ia mencium punggung tangan mertuanya. Sedangkan dokter Richard juga bersalaman dengan beliau.
"Duduklah..."
"Terimakasih Tuan."
"Bik, tolong buatkan minuman untuk tamu."
"Tidak usah repot-repot Tuan, air putih saja."
"Ya sudah, air putih saja bik."
"Baik Tuan."
"Candy, kamu istirahatlah ..."
"Baik pa, saya permisi."
Dokter Richard mengangguk. Lalu Candy segera beranjak dari ruang tamu menuju ke kamarnya.
"Bagaimana kondisi putraku?"
"Hmm, maksud Tuan, Ezza?"
"Iya ..."
"Maaf Tuan, sebenarnya masalah apa yang membelit Ezza sampai seperti ini? Apakah sangat berat hingga ia sampai masuk ke dalam bui."
Tuan Hadi menghela nafasnya, bercerita tentang keadaan Ezza sama saja membuka luka lama dihatinya.
.
.
...⚜⚜⚜...
...Mount Elizabeth Hospital Singapura...
"Bagaimana keadaan putra saya dok?"
"Alhamdulillah sudah membaik, mulai sekarang sudah bisa dipindahkan ke ruang pemulihan."
"Terimakasih dokter."
Lalu setelah Nyonya Taruna membayar biaya obat-obatan untuk putranya ia pun melanjutkan langkahnya ke ruang inap putranya itu.
Tap ... Tap ...
"Mas ..."
Nyonya Taruna segera mencium punggung tangan suaminya sebagai bukti tanda hormatnya.
"Bagaimana keadaan Arga?"
"Kita ke kamarnya terlebih dahulu yuk mas."
Lalu dengan segera ia pun menggandeng lengan suaminya menuju kamar putranya. Dari kejauhan terlihat beberapa suster dan tenaga medis lainnya sudah keluar dari kamar itu.
Ceklek ...
Di sebelah sana terlihat tubuh putranya begitu kurus dan kurang terawat. Belum lagi beberapa peralatan medis masih menempel di tubuh putranya itu.
"Duduk sini mas."
"Ceritakan bagaimana ini bisa terjadi?"
Dengan perlahan, Nyonya Taruna menceritakan bagaimana hal ini bisa terjadi pada putra kesayangannya.
.
.
...⚜⚜⚜...
...Di dalam RUTAN...
Uhuk ... uhuk ...
"Minum bro."
Salah satu teman sel Ezza memberikan satu botol air putih padanya.
"Makasih."
Setelah itu ia pun menengguk minuman itu hingga tandas.
Beberapa hari ini, hujan sering turun sehingga udara di dalam sel sangat lembab. Apalagi kondisi sel yang kurang bersih membuat siapapun yanh menghuni sel itu akan mudah terkena penyakit.
"Kamu gak ada obat?"
Teman Ezza menggeleng, "Aku lom dikirimi lagi sama keluargaku, jadi maaf aku gak punya bro."
"Oh, ya udah."
Demi meredakan ketidaknyamanan di tubuhnya, Ezza memilih untuk tidur lebih cepat. Padahal biasanya ia akan bangun sholat malam lalu mengaji hingga fajar terbit.
Karena menurutnya hanya di musholla, daerah yang cukup bersih ketimbang tempat lain di dalam RUTAN. Lagi pula kondisi di dalam sel tidak nyaman karena harus berbagi tempat tidur dengan banyak tahanan.
.........
Keesokan harinya...
Ezza mandi subuh seperti biasanya. Lalu setelahnya ia pun segera melakukan ibadah di musholla. Tak lupa sesudahnya ia mengaji.
Kehidupan di RUTAN telah membuat Ezza menjadi pribadi yang lebih baik. Tetapi masih ada hal lain yang belum bisa ia perbaiki, yaitu kehidupan rumah tangganya.
Uhuk ... uhukk ...
Batuk yang menderanya ternyata tak kunjung membaik, bahkan semakin parah.
"Bro, sebaiknya kamu ke klinik gih."
"Aku gak punya uang Bro, semalam gue kena palak."
"Hmm, ya dah aku pinjemin gih."
Lalu Ezza dan temannya itu segera menuju klinik yang ia maksud. Setelah selesai ia pun segera kembali ke dalam selnya.
Ia pun mengambil "sego cadong" makanan yang biasa disajikan untuk para tahanan napi.
Meski lauk pauknya biasa, mau tak mau Ezza pun memakannya. Karena sesudahnya ia harus minum obat dari dokter.
"Bro, sorry gue istirahat dulu ya, badan gue gak enak."
"Iya, nanti biar gue yang lapor sama kepala tamping."
"Makasih ya."
"Sama-sama."
.
.
"Buk, gimana persiapannya?"
"Alhamdulillah sudah hampir selesai nduk, gimana apa nak Aldo sudah telepon kembali?"
"Sudah bu, katanya Mas Aldo sudah sampai kemarin sore. Sekarang ia tinggal di rumah kedua orangtuanya."
"Alhamdulillah kalau begitu, semoga besok acaranya lancar ya," ucap ibu sambil mengusap pucuk kepala Luna.
"Makasih Buk."
"Sama-sama."
.
.
Setelah merasa agak enakan, Ezza pun terbangun. Tapi sayangnya tubuhnya bentol-bentol sana sini. Ia pun menepuk jidatnya.
"Astaghfirullah aku lupa, aku alergi obat-obatan tertentu."
Ia pun merasakan tubuhnya gatal-gatal disana sini, hingga temannya tadi masuk ke dalam kamar huni.
"Astaghfirullah Bro, kamu kenapa lagi?"
Ezza terlihat menggaruk-garuk tangan dan kakinya.
"Aku lupa kalau aku alergi obat, gimana nih?"
"Hadehh ... dasar mantan orang kaya."
Ia pun menepuk jidatnya gemas
.
.
...🌹Bersambung 🌹...
salam dari jodohku Cinta Pertamaku 🙏🙏🙏