Belum selesai Revisi
Bagaimana rasanya jika dijodohkan dengan orang yang tidak kita Cintai? Bisakah Kita menerima perjodohan dengan menunggu kepastian masa lalu yang menghilang tanpa kabar?
Siapakah yang akan Muti pilih? Renald atau Rizky?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sandiwara
Setelah Rizky pergi dari kafe, Sheila menatap Rizky dari jendela ruang kerjanya, ia melihat Rizky pergi menjauh, Sheila terus menatap Rizky, hingga Rizky menyebrang, Sheila heran mengapa Rizky memasuki gedung perkantoran yg ada di sebrang kafenya.
"Kenapa Mas Rizky memasuki Kantor itu, apakah Mas Rizky kerja di sana? tapi mana mungkin?" Sheila mengerutkan keningnya.
"Ya sudahlah, ngapain aku mikirin kerjaan Mas Rizky, lagi pula dia cuma masa laluku, dan aku nggak boleh lagi berharap padanya, kalau tidak...! pasti aku akan terjerumus ke dalam lautan kecewa lagi." Sheila melangkah menuju meja kerjanya lalu ia duduk di kursi kebesarannya.
...*****************...
Sejak Renald kembali hadir, kini hidup Muti kembali berwarna, ia lebih bersemangat menjalani hari-harinya, bahkan hampir setiap hari Muti datang ke Kantor Renald untuk mengantar makanan untuknya.
Seperti yg terjadi pada siang ini, Muti sudah sampai di depan ruang kerja Renald untuk mengantar makanan, tanpa mengetok pintunya terlebih dahulu Muti langsung membukanya.
Tapi alangkah terkejutnya Muti setelah ia melihat apa yg terjadi di dalam, seketika saja Muti menjatuhkan Rantang makanannya, yg membuat Renald terkejut, Muti pergi dari ruangan Renald, ia lari menuju lift, Muti merasa di bohongi oleh Renald.
Sedangkan Renald ingin pergi mengejar Muti, pergelangan tangannya di cekal oleh Yunda, Renald yg sudah hilang kesabaran karna Yunda, ia langsung mentap Yunda tajam lalu menghempaskan tangan Yunda kasar, ia langsung mengejar Muti, namun telat, Muti sudah pergi meninggalkan Kantor Renald.
Renald yg sudah tak bisa mengejar Muti lagi, ia kembali ke ruangannya karna sebentar lagi ia ada rapat. Renald membawa Scurity untuk mengusir Yunda dari ruangannya, karna Yunda tipe orang yg keras kepala dan Renald sudah malas untuk meladeninya.
"Bawa dia...!" ucap Renald pada Scurity kantornya.
"Baik Tuan." Dua scuririty yg di bawa Renald kini mendekat ke arah Yunda.
"Apa yg Kak Renald lakukan? apa salahku? kenapa Kak Renald mengusirku?" ucap Yunda.
"Cih... ! Kau masih bertanya apa salahmu, selama ini aku sudah mencoba bersabar untuk menghadapimu, tapi nyatanya Kau tak pernah mengerti, dan sepertinya Kau semakin ngelunjak." Renald tersenyum sinis.
"Apa maksud Kakak?" Yunda menatap Renald terjejut.
"Apakah Kau kira aku begitu bodoh? Kau pikir aku nggak tahu kalau Kau hanya ingin memanfaatkanku saja, hah... " ucap Renald meninggikan suaranya.
"Aku nggak ngerti apa yang Kakak bicarakan," ucap Yunda.
"Sudahlah Kau jangan bersandiwara lagi aku sudah muak," ucap Renald.
"Tapi Kak."
"Kalian denger nggak sih? usir perempuan ini dari Kantorku sekarang juga dan jangan biarkan dia masuk tanpa izinku."
"Baik Tuan," ucap kedua Scrurity tersebut sambil membungkukkan badannya pada Renald.
"Kak Renald jahat, aku bersumpah akan segera membalas kalian," teriak Yunda yg kedua tangannya sudah di seret oleh kedua Scurity Renald.
"Kalian jangan pernah menyentuhku, aku bisa berjalan sendiri." Yunda pergi meninggalkan ruangan Renald dengan penuh kekesalan.
Flasback on
Ayunda datang ke perusahaan Renald karna Renald sudah lama tak mengabarinya, ia datang dengan membawa makan siang yg di belinya di Restaurant D.
Begitu Yunda sampai di depan ruangan Renald, ia langsung membuka pintunya tanpa memperdulikan Sekretaris Renata yg mencegahnya.
"Ngapain kau datang kesini?" Renald menatap Yunda tajam, setelah melihat kedatangan Yunda.
"Maafkan aku Tuan, Nona Yunda memaksa untuk masuk," ucap Sekretaris Renata menundukkan kepalanya.
"Kau boleh keluar dari tuanganku," ucap Renald menatap Sekretaris Renata.
"Kok Kak Renald begitu sih? aku kan cuma mau mengantarkan makanan untuk Kakak," ucap yunda memanyunkan bibirnya.
"Aku sudah makan, lebih baik kau bawa lagi makanan itu," ucap Renald menatap Yunda dingin.
"Kak Renald kenapa sih, Kenapa Kak Renald marah padaku, apa salahku pada Kakak." Yunda memeluk Renald erat dan pura-pura menangis, dan tanpa di duganya Muti datang dan membuka pintu tanpa mengetoknya, lalu Muti menjatuhkan rantang makanannya, membuat Yunda tersenyum puas.
Flashback Off
...🍁🍁🍁🍁🍁...
^^^Bersambung...^^^
sukses
semngat
mksh
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa