Elijah Wood bertahun tahun menyembunyikan identitas aslinya sebagai penyihir dengan menjadi seorang Bakers pemilik The Magic Cakes.
Pengkhianatan kekasihnya Felix mengantarkan Elijah Wood pada Black Alliance, klan penyihir yang memburunya sejak kecil. Belum lagi Kutukan dewa Apollo semakin memperumit keadaannya.
Dia dihadapkan oleh situasi rumit menyelamatkan keluarganya dari ancaman Black Alliance, mematahkan kutukan Apollo dan menyelamatkan cintanya sendiri.
Akankah Elijah Wood bisa mengatasi semua permasalahan yang menghadang ataukah harus mengakui kalah dan harus tunduk pada takdir leluhurnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Love...Arion
Aku berjalan di malam hari seperti biasanya membagikan kantung-kantung kue kepada yang membutuhkan. Tapi malam ini berbeda, ini adalah malam sebelum hari penyempurnaan.
Aku sengaja ingin membagikannya sendiri, mengenang saat aku pertama bertemu Arion dalam wujud anak kecil. Aku merindukannya. Arion tidak pernah lagi menemui ku.
Roti dalam keranjang ku telah habis tak tersisa. Seperti biasa aku mengakhirinya dengan menikmati pemandangan alam nan sunyi di sebuah danau buatan. Hanya terdengar suara binatang malam yang keluar mencari makanan.
Aku memejamkan mataku menikmati kesunyian malam. Sungguh ironi, aku sang pemimpin klan tapi mengapa hatiku terasa sakit.
My love....
I want to know where you took me to
Kau berjanji mencintaiku
Kau berjanji menggenggam tanganku hingga akhir
Tapi kau juga meninggalkanku
Let myself fall in silence
Where are you my love...my savior..
I need you...
Air mataku mengalir perlahan dari mataku yang terpejam. Aku merasakan keberadaan Arion tapi aku tidak bisa menemukannya. Ada apa dengan nya. Mengapa mencintainya begitu sulit.
" Kau masih berada disini ?" sapa seseorang
Aku mengenali suaranya, Ainsley of Leinster.
" Hhmm....aku ingin menikmati malam ini Ainsley." jawabku tanpa membuka mataku
" Kau merindukannya ?"
Aku diam tidak menjawab, perlahan aku membuka mataku dan beralih menatapnya.
" Apa aku perlu menjawabnya Ainsley ?"
" Dengar Mikhaela..."
" Stop... please.."
Aku berusaha mencegah Ainsley mengatakan apapun. Aku bosan mendengar ocehannya tentang Arion.
" Bisakah kau diam dan tidak berbicara apa pun tentang nya...jika kau ingin aku mencintaimu, maka berusahalah...jangan menjelekkan orang lain !" kataku dengan tegas
Ainsley diam dan menatap ku dengan mata birunya yang tajam,
" Fine....as you wish, i Will get your heart."
" Bagus...dan buat aku mencintaimu tanpa paksaan...itu lebih baik." sahutku lagi
Aku sudah kehilangan akal ku dengan menantangnya mencintaiku. Arion...please come to me...i miss u soo much.
" Besok sudah waktunya bukan ?" tanya Ainsley
" Uhm... Ainsley, boleh aku menanyakan sesuatu padamu ?" tanyaku sambil menatap jauh ke depan
" Katakan saja."
" Apa yang terjadi jika aku melupakan sesuatu hal yang penting setelah penyempurnaan besok ?"
" Tidak ada yang bisa kita lakukan Mikhaela, karena itulah efek penyempurnaan...kenapa kau menanyakannya ?"
" Bagaimana jika aku melupakan siapa diriku dan berubah menjadi jahat seperti Dominic ?"
Ainsley mendekatkan tubuhnya padaku meraih wajahku dan berkata,
" Maka aku yang akan mengejar mu pertama."
tatapannya dingin sekali dan menunjukkan rasa tidak sukanya dengan ucapan ku.
Aku berusaha menepis kan tangannya dari wajahku.
" Kita tidak pernah tahu bukan seperti apa efek penyempurnaan ?"
" Aku bahkan harus melewati semuanya dengan bantuan pengikut ku selama ini...dan sekarang sihir ku mendekati sempurna, aku hanya takut tidak bisa mengendalikan efek penyempurnaan."
Aku berdiri dan berjalan menyusuri jalan kecil sepanjang danau buatan, diikuti oleh Ainsley.
" Para sekutu aliansi tidak akan membiarkanmu sendiri...kami telah bersiap untuk.menjagamu dari Black Alliance."
Aku tersenyum dan menoleh padanya,
" Aku tahu kalian akan menjagaku besok...terimakasih untuk itu."
" Sudah kewajiban kami untuk menjaga pemimpin klan, Mikhaela.." sahutnya
" Ainsley...bisakah kau menemaniku ke suatu tempat ?"
" Tentu saja...your order is my life Mikhaela."
Aku tertawa, " Please don't do like that Ainsley...kau temanku sama seperti dulu."
Aku membuka tabir dimensi ruang dan berjalan menuju Taman Dewa. Ainsley meraih tanganku dan menggenggamnya erat,
" Kau yakin akan melakukannya ?"
" Aku yakin...aku ingin bertemu dengan nya."
" Bad idea sweetheart...kau akan menyesalinya."
Aku tersenyum pada Ainsley, aku tahu pria tampan di depanku ini pembaca masa depan. Ia pasti melihat sesuatu yang tidak seharusnya kulihat. Tapi aku tidak peduli, i have to find him.
Kami berjalan memasuki Taman Dewa, suara dentingan harpa milik Ariana terdengar dari kejauhan. Seperti biasa ia akan dikelilingi oleh binatang hutan yang lucu-lucu.
Ariana melihat kedatanganku dan tersenyum, ia terus memainkan harpanya dengan indah. Aku mengajak Ainsley duduk diatas sebuah batu besar untuk menikmati alunan indah harpa Ariana.
" Kau menyukai nya ?" bisik Ainsley padaku
" Uhm...indah bukan ?"
" Lumayan...tapi tak seindah dirimu sayang.." bisiknya lagi menggodaku
" Ainsley..." aku mencoba mengingatkannya
" Oke...aku akan menutup mulutku."
Aku tertawa kecil dan beralih menatap nya...dia masih sama seperti Ainsley yang aku kenal dulu. Hangat dan selalu menghiburku.
Aku mencoba merasakan keberadaan Arion, tapi nihil. Aku tidak menemukannya. Dimana kau my love...
Ariana selesai bermain harpa, ia berjalan mendekatiku dan Ainsley.
" Aku senang kau kemari Mikhaela... besok adalah waktunya bukan ?"
" Yeah...kau benar Ariana....aku kemari ingin bertemu Arion, dimana dia ?" tanyaku tanpa basa basi
" Aah...Arion, dia pergi...ada sesuatu yang harus dia kerjakan."
Aku kecewa dengan jawaban Ariana, dia menyembunyikan sesuatu dariku.
" Ada apa dengannya Ariana...dia menghindari ku ?" tanya ku penasaran
Ariana tersenyum,
" Mikhaela...kami dewa terkadang kami bekerja dengan cara kami sendiri...meskipun kami tahu hasil akhirnya tapi kami lebih suka melihat manusia berusaha sendiri."
" Dia tidak menghindari mu...hanya saja...dia sedang melindungi mu."
" Melindungi ku...dari apa ?"
" Aku tidak bisa menjelaskannya padamu...ini rahasia kami para dewa."
Aku kecewa dengan sikap Arion dan juga jawaban Ariana. Sejenak aku terdiam, dan Ariana meraih tanganku.
" Percayalah padanya...dia tidak pernah sedetik pun pergi darimu."
" Benarkah..."
Ariana menganggukkan kepalanya,
" Jawabannya ada di hatimu sayang...kau bisa merasakannya....sekarang pulang lah, kau harus bersiap untuk besok."
Aku berusaha mencerna ucapannya, Ariana benar aku sering kali bisa merasakannya. Energi Arion sering aku rasakan berada di dekatku, tapi aku tidak bisa melihatnya dan meraihnya dalam pelukanku.
" Ayo kita pulang Mikhaela...kau harus beristirahat." ajak Ainsley padaku
" Kau benar...aku sangat lelah...baiklah Ariana aku pergi... sampai kan pada Arion aku datang mencarinya, kuharap dia bisa di dekatku besok malam." kataku berpesan pada Ariana
Ariana mengangguk dan bergumam,
" Dia telah mengetahuinya Mikhaela."
Aku mendengar nya dan tersenyum...kau benar Ariana...dia pasti mengetahuinya..i love u my savior.
Ainsley merapikan rambutku yang tertiup angin Savana. Berkali kali bahkan dia mengecup punggung tanganku dan aku membiarkannya melakukan hal itu. Bukan tanpa alasan karena aku tahu dia ingin memberiku ketenangan. Mengalihkan tanggung jawab Arion kepadanya untuk melindungi ku.
Wherever you are my love...
I'm still waiting for you
I will faithfully wait for you to come back... cause I love you so much
my love...my savior...my guardian angel..
...****************...
Notice author :
...This part is dedicated for my trully savior...
...I'm waiting for you to come back with me...
...I will faithfully wait for you in seconds, minutes, and hours that pass...
...I'll still be standing here waiting for you to hold my hand again...
...Hug me in the warmth of your love...
...Get well soon, dear...
...You are my lovely...my savior......
......🥰🥰🥰......
jadi siapa pemegang tongkat Merlin selanjutnya ?