NovelToon NovelToon
Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / CEO / Tamat
Popularitas:374.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: lilis zulistia

Ketika seorang CEO yg dingin dan kejam, bertemu dengan gadis mungil yg culun. Awalnya ia tidak tertarik. Namun ketika melihat tatapan mata itu, ia teringat seseorang dimasa lalu. Akankah sang CEO menemukan Cintanya kembali?

sebelum baca yg ini baca dulu cerita gadis tomboy itu istriku biar paham. Terimakasih😊😊😊🙏🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilis zulistia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Verlita dan Silvi langsung membawa Amel ke rumah sakit terdekat. Mereka berdua sangat panik, karena saking paniknya, waktu yg hanya di tempuh 15 menit bagi mereka seperti 2 jam. Sungguh hati mereka sangat hancur melihat Amel yg sudah bersimbah darah. Akhirnya setelah sekian lama, mereka sampai juga di rumah sakit.

Tanpa menunggu lama, Amel langsung di bawa ke UGD. Sedang kedua sahabatnya menunggu di luar. Dengan derai air mata kedua wanita itu saling berpelukan untuk saling menguatkan.

Mereka berdua diterpa perasa bersalah. Karena kecerobohan mereka Amel sampai seperti ini. Baru saja mereka menemukan sahabat yg sangat mereka sayang tapi mengapa tuhan memberi mereka cobaan seperti ini. Sungguh ia tidak sanggup jika haris kehilangan sahabat nya kembali.

Ketiga bodyguard itu panik. Ia tidak menyangka jika akan terjadi hal seperti ini. Baru saja mereka pergi makan sebentar. Mereka sudah kecolongan. Sungguh mereka takut jika bosnya akan marah besar kepadanya.

Tapi mereka harus menerima konsekuensi dari masalah tersebut.Salah satu Bodyguard tersebut langsung menghubungi Dika malam itu juga.

"Hallo"

"Halo bos?" Dengan nada panik dan bergetar.

"Ada apa? Kenapa kalian panik?" tanyanya penasaran.

Bodyguard, itu pun langsung menceritakan semuanya. Dika yg mendengarkan air mukanya langsung berubah merah padam. Setelah mendengar semuanya, kini Dika mulai panik ia bingung bagai mana harus menceritakan kepada Aldo.

Akhirnya Dika memberanikan diri menghampiri Aldo.

"Bos, begini bos" dengan suara panik

"Ada apa Dik? kenapa wajahmu panik!"

"Non Amel bos...."ucapnya yg terpotong

"Kenal dengan Amel?" ujarnya dengan nada tinggi.

Dengan nada yg bergetar, Dika menceritakan semua kejadian yg menimpa Amel. Aldo yg mendengar cerita Dika raut wajahnya sudah berubah menjadi merah padan menahan emosi dan takut. Semua perasaannya tak karuan. Ia sangat takut. Tanpa pikir panjang, Aldo langsung pamit pulang untuk memastikan keadaan kekasihnya.

Aldo sudah tidak karuan. Ah,,dia mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia menyumpah serapah kepada orang yg sudah berusaha menyakiti orang kedua yg amat ia sayang. Sepanjang jalan aldo tak henti-hentinya berdoa meminta ke pada yang Maha Kuasa, dan berharap agar semua baik-baik saja.

Sudah hampir 6 jam mereka melakukan perjalanan. Akhirnya mereka sampai jiga di rumah sakit yg telah dikirim oleh anak buahnya. Dengan tergesa-gesa. Aldo langsung mencari keberadaan Amel. Setelah menyusuri lorong rumah sakit. Akhirnya ia menemukan kakak ipar dan Silvi yg sedang menangis.

Tanpa ragu, Aldo langsung ikut memeluk keduanya. Kedia wanita itu langsung mendongakkan wajahnya. Setelah melihat siapa yg bergabung bersama mereka, mereka kembali melanjutkan tangisan nya.

"Dimana, Dia? "tanya Aldo lirih.

"Maafkan kami. Ini semua salahku. Andai saja kami tidak meninggal kan Amel di kamar sendiri, pasti tidak akan terjadi" Ujar Silvi sesenggukan.

"Sudahlah. Ini bukan salah mu. Dimana Mesi sekarang?" Tanya Aldo yg sudah tidak sabar.

Tanpa bertanya kembali, Aldo langsung melihat kearah telunjuk Silvi. Aldo pun langsung bergegas menuju ruangan itu.

Dengan ragu-ragu, ia membuka kenop pintu tersebut, dan terlihatlah sebuah pemandangan yg sangat mengenaskan. Dimana terlihat orang yg sangat ia sayang terbaring si ranjang dengan banyak alat yang terpasang di tub*hny4.Dengan langkah pelan. Ia duduk di samping Amel.

"Sayang, bangunlah. Jangan tinggalkan aku. Aku mohon. Aku tidak sanggup lagi jika harus kehilanganmu. Cukup sayang jangan siksa aku. Aku lebih suka kamu memarahiku dari pada seperti ini" Ujarnya lirih Sambil menggenggam tangan Amel. Tanpa sadar air matanya mulai mengalir.

"Sayang, apa belum cukup kamu menyiksaku selama ini? Sayang, please bangun. jangan hukum aku lagi.apa kamu tidak ingin kembali bersamaku? Kita melanjutkan rencana yg sudah lama kita impikan? Ayo sayang bangun. Aku berjanji akan mewujudkan semua impian kita. Tapi aku mohon bangunlah"

Melihat orang yg sangat ia sanyangi seperti ini sungguh membuatnya hancur. Andai saja, ia bisa mengantikan posisi Amel, dengan suka rela ia akan menggantikannya

Setelah lelah berbicara, tanpa sadar Aldo tertidur di samping Amel,dengan tangan yg masi mengenyam tangan Amel.

Azan subuh berkumandang, pelan-pelan mata Amel mulai terbuka. Betapa terkejutnya ia, saat melihat Aldo yg berada si sampingan nya. Dan apa lagi Aldo mengenyam tangannya dengan erat. "Apa yg sebenarnya terjadi?" gumamnya dalam hati.

Tanpa sadar bibir Amel melengkung. "Mungkin kah?" secepat kilat ia menggelengkan kepalanya. Ia tidak mau terlalu berharap. Tapi melihat pemandangan ini membuatnya yakin jika hatinya sudah mulai mencintai Aldo.

Aldo yg menyadari ada pergerakan dari Amel ia pun segera membuka mata. Senyum mengembang di bibirnya.

"Kamu sudah sadar" tanya Aldo tak percaya.

Dengan sigap, Aldo langsung menekan tombol disampingnya. Tak berselang lama Akhirnya dokter dan perawat sampai. Ia langsung memeriksa Amel.

"Bagaimana ke ada nya dok?" tanya Aldo yg penasaran.

"Alhamdulillah pak. Istri bapak sudah mulai membaik. Tinggal menunggu pemilihannya" jelas dokter tersebut. Sementara Aldo hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

Sementara Amel yg mendengar ucapan Dokter tersebut mengangkat Alisnya ke atas. "Bagai mana mungkin dokter tersebut bisa berkata sedemikian. Dan kenapa coba bos kutupnya itu hanya diam. Apa mungkin Bosnya itu ingin menjadikannya istri.Ah andai iya, betapa senangnya hati" gumamnya dalam hati.

Karena terlalu tengelam dalam pikirannya, Amel sampai tidak menyadari jika Aldo sudah berada di sampingnya.

"Kami kenapa? Kok senyum-senyum sendiri? Apa ada yg aneh? Apa kepala kamu sakit sehingga kamu seperti ini?" tanya Aldo sambil tersenyum jahil.

"Ih, bapak.apaan si. Jangan lebay deh" ujar Amel jutek.

"Nah gitu kan enak" tanpa sada Aldo menarik tangan Amel lalu menciumnya.

"Mel, please. Jangan seperti ini lagi ya. Aku gak mau lihat kamu kayak gini lagi. Berjanjilah kamu tidak akan membuat aku khawatir dan takut" ujar Aldo lembut.

Sementara Amel tanpa berkata-kata, ia hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Entah mengapa ia seakan terhipnotis, untuk menggelengkan kepala ia pun tak bisa. Yg ada ia hanya ingin menuruti semua perkataan Aldo.

"Pinter anak baik" ujarnya lembut sambil mengelus kepala Amel dan mengecup keningnya.

Amel terkejut mendapat perlakuan manis dari Aldo. Entah mengapa. Hatinya mengatakan ini bukan pertama kalinya ia mendapatkan perlakuan manis dari Aldo. Tapi kapan? Ia tidak mengingatnya.

"Kamu pasti lapar. Sebentar. Kami tunggu disini" Aldo henda melangkah sebelum tangan Amel mencegah nya.

Merasakan tangannya di genggam, Aldo pun membalik wajahnya."Ada apa?" tanya Aldo memastikan.

"Jangan pergi. Aku takut" ujar Amel sedikit memohon.

Aldo yg melihat Amel ketakutan, ia pun langsung duduk dan membelai wajah Amel.

"Tenanglah. Tidak akan terjadi apa-apa" Aldo yg melihat Amel ketakutan, ia pun mengecup pipi Amel dan tatapan mereka beradu.

Mereka saling terhipnotis hingga suara pintu terbuka menyadarkan mereka.

Maaf, lama up😊😊😊

Terimakasih yg sudah sabar menunggu

Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁

Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nya😋😋😋😋

Terimakasih yg sudah mampir semoga menghibur🙏🙏🙏

1
Armhi
kayakx ceritanya serruuu...baru bab satu di baca jga🤭
Qaisaa Nazarudin
Dika dan Silvi sama2 Egois, Kurangnya komonikasi membuat mereka harus merasakan luka dan kecewa yg dalam,
Qaisaa Nazarudin
Berarti Dika ma Aldo sepupuan ya..
Qaisaa Nazarudin
Berarti cewek dong,Ku pikir cowok,karena Aldo selalu bilang jagoan ku di perut nya Mesi..
Qaisaa Nazarudin
Pasti itu Vikka ya,Pasti..
Kinan Rosa
pasti yang datang si Vika
Kinan Rosa
ihh siapa sih mengganggu aja orang lagi enak anak an
Qaisaa Nazarudin
OMG Dika bertemu Toni di alam bawah sadarnya,Semoga ada pesan buat Silvi dr Toni 🙏🏻🙏🏻🥹🥹🥲🥲
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah ternyata Alif,cepat Lif bawak Aldo kerumah sakit dan hubungin Mesi..
Qaisaa Nazarudin
Terlalu banyak org jahat thor..selalu aja bikin Mesi keluar masuk RS ,Sekarang mau bunuh aaldo lg..ckck🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Jgn sampai Anesa bertindak bodoh seperti Vikka yg terobsesi sama Aldo..
Qaisaa Nazarudin
Sepupu sampai berciuman??!!
Qaisaa Nazarudin
Yeni yg jahat,Untung Aldo cepat dtg,Pantesan mama Mesi kayak gak suka sama Yeni..
Qaisaa Nazarudin
Mungkin org itu ingin mencelakain Mesi..
Qaisaa Nazarudin
Kok Dika?? Bukannya Aldo ya??🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Aldo gak pernah belajar dr pengalaman lalu,Selalu kecolongan,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Aldo junior bakal Launching 👏🏻👏🏻👏🏻🤲🏻🤲🏻
Qaisaa Nazarudin
Pastinya Faris tau,,Toni kan sahabatnya..
Qaisaa Nazarudin
Kok BAB 61 di ulang2 ??
Qaisaa Nazarudin
Istrinya,,Dasar Toni,Habis manis sepah di buang,Teganya..Berarti bener mereka sekeluarga ke jerman itu saatnya Toni menikah ya,,Kok aku ikut sakit hati sih,Seakan aku berada di posisi Silvi..😡😡😡👊🏻👊🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!