kisah 3 orang sahabat yang di pertemukan di suatu perusahaan yang ternyata banyak menyimpan misteri.
ternyata salah satu nya bisa melihat yang tak bisa orang lihat pada umumnya..
dapat kah ketiga nya memecahkan misteri yang ada dan tetap bersahabat walau banyak rintangan yang di hadapi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiasri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KUNTILANAK MERAH
Asti Lala dan Meli sedang menikmati hidangan yang di sajikan,ternyata sudah cukup lama juga mereka ada di sana.
Ketiga nya melirik lagi ke arah pelaminan untuk mengetahui apakah HANTU GAUN PENGANTIN tersebut masih ada.
Dan untungnya HANTU GAUN PENGANTIN tersebut sudah hilang dan mengikhlaskan apa yang sudah menjadi takdirnya.
Tiba-tiba ketiga kaget dengan suara sorak sorai dari arah panggung.
Rupanya sang pengantin menyewa band lokal untuk memeriahkan acara di hari bahagianya.
Tapi ketika Asti Lala dan Meli melihat kearah panggung,ketiga nya pun saling berpandangan.
Yang sedang duduk sambil memegang gitar seperti orang yang mereka kenal.
"Kak Rizki??"teriak ketiganya.
"Sore semuanya,ijinkan saya disini untuk menyanyikan sebuah lagu untuk kedua teman saya yang sedang berbahagia,dan juga untuk seorang wanita yang bisa membuat saya merasakan indahnya jatuh cinta,selamat menikmati semuanya!"ucap Rizki sambil mulai memainkan gitarnya.
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu
Hari hari berganti
Kini cintapun hadir
Melihatmu memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggung terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cinta ku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Terimalah cintaku yang luar biasa tulus padamu.
Setelah Rizki selesai bernyanyi dia berjalan menghampiri meja Asti Lala dan Meli.
Dan Rizki membungkuk kan badan sambil memberikan bunga mawar merah yang indah tidak lain hanya untuk Asti seorang.
Asti melihat kearah Lala dan Meli untuk meminta persetujuan.
Lala dan Meli hanya mengangguk kan kepala tanda setuju.
Asti pun menerima bunga mawar dari Rizki,tanpa di duga Rizki malah mencium tangan Asti sambil tersenyum dengan manis memandang Asti.
Lalu Rizki meninggalkan Asti yang benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan kejutan yang begitu indah dan romantis.
Suara tepuk tangan dan sorak sorai pun tak dapat terhindarkan dari para tamu yang datang begitu ramai dan gaduh.
"Kak Asti romantis banget sih kak Rizki?" ucap Lala sambil menepuk pundak Asti.
"Iya romantis banget ya Rizki,Meli gak nyangka dia bisa ngelakuin itu padahal kan dulu dia itu dingin banget orangnya!"kata Meli menimpali.
"Asti juga gak nyangka dapet surprise kayak gini,ini hal yang paling indah buat Asti ."jawab Asti.
"Cie...cie...cie..."ucap Lala dan Meli.
Asti membalas ledekan kedua sahabatnya itu dengan senyuman sambil menempelkan bunga mawar di dadanya.
Ternyata Reza juga datang di acara pernikahan ini dan dia sengaja mengambil tempat duduk paling belakang,dan dia melihat semuanya bagaimana perlakuan Rizki kepada Asti.
Terbersit di dalam hati Reza rasa cemburu,dia juga ingin memiliki Asti.
Tapi mau bagaimana lagi karena di hati Asti sudah ada Rizki sebagai belahan jiwanya.
Tapi Reza tetap berharap suatu saat nanti Asti menjadi milik nya dan menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai satu sama lain.
Dikarenakan Asti tidak ingin pulang malam,jadi Asti mengajak Lala dan Meli untuk pulang.
Ketiga nya sepakat untuk pulang menggunakan taksi online karena mereka semua menggunakan dress tidak mungkin untuk menggunakan motor.
Meli telah memesan sebuah taksi online lewat aplikasi,dan tidak menunggu lama taksi online pun datang.Dengan ramah sang supir menyapa Asti Lala dan Meli.
"Sore kakak,dengan tujuan jalan Pemuda ?"tanya sang supir.
"Iya bener pak,tapi kalo bisa cari jalan alternatif aja ya pak biar rada cepet biasanya kalo jam segini suka macet!"kata Lala sambil membuka pintu mobil dan duduk di jok kursi depan.
Asti dan Meli pun juga masuk ke dalam mobil dan duduk di jok kursi depan.
Ada sedikit perasaan yang membuat Asti gelisah ketika masuk ke dalam mobil,tapi Asti tidak menghiraukan kan nya.
Tidak ada yang aneh selama perjalanan,sang bapak supir pun bercerita bagaimana dia bisa menjadi supir taksi online.
Karena saking asyiknya mengobrol,sang bapak supir tidak fokus memperhatikan jalan.
Dan CKIIIIIT......
Mobil mengerem mendadak ternyata ada seekor kucing yang lewat dan hampir tertabrak.
"Astaghfirullah,maaf ya neng bapak ngerem mendadak!"ucap sang bapak supir penuh penyesalan.
"Aduh pak hati-hati dong,kalo mau ngerem mendadak gini!"gerutu Meli sambil memegang kepalanya.
"Iya pak, pelan-pelan aja jalan nya kita juga lagi gak buru-buru!"ucap Lala yang juga memegang kepalanya.
"Iya maafin saya ya neng semuanya!"ucap bapak supir lagi.
Sedangkan Asti hanya diam dan tak berkata-kata,dan perasaan nya menjadi semakin tak karuan seperti akan terjadi sesuatu yang mengerikan.
Adzan magrib pun berkumandang di segala penjuru,termasuk di radio mobil.
Asti sebenarnya merasa sedikit lega karena sejauh ini perjalanannya aman,hanya tinggal 300 meter lagi akan sampai ke tempat tujuan.
Tiba-tiba sang bapak supir,mulai berbicara lagi.
"Aduh gimana ini,tadi lupa bunyiin klakson mobil sama bilang numpang lewat pas di jembatan tadi?"ucap sang bapak supir panik.
"Emang kenapa pak,lagian juga gak ada yang nyebrang tadi pak,jalan nya juga sepi!"tanya Asti yang penasaran.
"Katanya neng kalo kita gak bunyiin klakson sama gak bilang numpang lewat pas jembatan tadi bakal ada PENAMPAKAN KUNTILANAK MERAH??"kata sang bapak supir.
Baru saja sang bapak supir mengatakan nya.
Tiba-tiba
HI...HI...HI...HI...HI...HI..HI...HI...HI...HI..
HANTU KUNTILANAK MERAH itu sudah ada di depan kaca mobil sambil menempelkan wajah nya yang mengerikan.
"AAAAAAAAAAAA....."teriak semuanya.
Lalu tiba-tiba KUNTILANAK MERAH itu sudah berpindah dia sudah ada di dekat jendela mobil dekat Meli dan menempelkan lagi wajah nya yang mengerikan sambil tertawa cekikikan dengan kencang nya.
HI...HI...HI...HI...HI...HI...HI...HI...HI...HI...
"Asti,Lala Meli takut....!"ucap Meli dengan gemetaran dan setengah menangis.
"Sama Asti juga takut,terus gimana ini la?"seru Asti.
"Aduh neng gimana ini,bapak juga baru ini ngeliat hantu serem banget lagi neng!"ucap bapak supir dengan wajah ketakutan.
"Lala juga udah coba buat komunikasi tapi dia nya gak mau,Lala juga bingung kita sama-sama berdoa mohon pertolongan dari Allah."jawab Lala bijak.
Ke empatnya berdoa dengan khusyuk,agar semuanya bisa terbebas dari gangguan KUNTILANAK MERAH.
Yang membuat heran tidak ada satupun kendaraan yang lewat mereka berempat seperti ada di dunia lain.
KUNTILANAK MERAH masih menempel di kaca mobil,sekarang ada di sebelah Asti lalu kemudian berpindah ke sebelah Lala lalu balik lagi berada di depan kaca mobil.Dan sesekali mengeluarkan darah dari mulutnya.
Wajahnya penuh dengan Luka sayatan dan mengenakan gaun merah seperti darah.
Mata nya melotot seperti sedang marah dan dendam dengan seseorang.
Untung nya KUNTILANAK MERAH itu tidak sampai masuk ke dalam mobil.
Ketika keempat nya sudah mulai lemas dan putus asa.
Pertolongan Allah datang.
"HEI..PERGI KAMU...."perintah seorang pemuda tersebut.
Asti Lala Meli dan bapak supir menoleh ke arah pemuda tersebut.
Pemuda tersebut menggunakan peci dan baju Koko lengkap dengan sarung dan tasbih di tangan nya.
KUNTILANAK MERAH itu menoleh ke arah pemuda tersebut lalu pergi menghilang tapi masih tertawa cekikikan.
Wussh
HI...HI...HI...HI...HI...HI...HI..HI...HI...HI...
Asti Lala Meli dan bapak supir keluar dari mobil untuk mengucapkan terima kasih.
Dan ingin bertanya mengapa KUNTILANAK MERAH itu bisa langsung pergi dan menghilang ketika melihat dia.
"Assalamualaikum,maaf kakak hebat banget bisa ngusir KUNTILANAK MERAH?" tanya Lala penasaran.
"Wallaikum salam,dia memang suka menggangu orang yang suka lewat di jembatan ini,saya biasa aja mbak sama saja manusia biasa cuma saya dulu tau riwayat selama dia hidup,mungkin dia malu.."
"Kalo saya boleh tau,kenapa ya kak kok dia bisa menjadi seperti itu?"tanya Asti yang sama penasaran nya juga.
"Hmm...dia gadis biasa,waktu itu umurnya masih belasan tahun,ketika kejadian naas itu terjadi dia baru pulang dari sekolah nya,dia pulang terlambat memasuki waktu magrib karena di sekolah nya di adakan belajar tambahan,dia sudah lama menunggu angkutan umum tapi tidak ada lewat dia memberanikan diri untuk berjalan kaki sendirian tapi tiba-tiba ada sekelompok pemuda yang mabuk,melihat seorang gadis berjalan sendirian dan kondisi jalanan sedang sepi membuat sekelompok pemuda itu hilang akal,mereka memperkosa korban hingga pendarahan lalu membunuhnya dan membuang jasadnya di jembatan ini,sebenarnya jasadnya sudah ditemukan dan di kuburkan dengan layak tapi karena dendamnya yang begitu besar dan dia tidak ikhlas dengan cara kepergian nya makanya dia menjadi arwah gentayangan seperti sekarang ini..."terang pemuda tersebut panjang lebar.
"Sedih banget ya kisah hidup nya,tragis banget gak kebayang gimana jadi orang tuanya!"ujar Meli sambil mengusap air mata.
"Tapi nak apa ada hubungannya dengan membunyikan klakson lalu bilang permisi mau lewat dia tidak akan menggangu kita,soalnya bapak tadi lupa?"tanya bapak supir.
"Iya pak,dia merasa di hargai jadi dia tidak bakal menggangu."jawab pemuda tersebut singkat.
"Kalo gitu kita lanjut perjalanan lagi ya kak,terima kasih banget kakak udah mau nolongin kita,gak tau apa yang terjadi kalo gak ada kakak tadi,sekali lagi makasih ya kak,maaf ngerepotin!"ucap Asti.
"Iya sama-sama, hati-hati ya!"kata pemuda tersebut.
Ke empat nya pun langsung menaiki mobil kembali,dan bapak sopir mulai menyalakan mobil dan mobil pun berjalan.
Tapi ketika Asti Lala dan Meli melihat kebelakang,pemuda misterius sudah tidak ada,
Dan KUNTILANAK MERAH itu masih berdiri dipinggir jembatan itu.
Ke tiga nya berpandangan,bertanya dalam hati mereka,lalu siapa pemuda misterius yang telah menolong nya.
Hiii......membuat bulu kuduk merinding.
Kak @Andini Andana yuk mampir.