NovelToon NovelToon
Laba-Laba Hitam

Laba-Laba Hitam

Status: tamat
Genre:Action / Badboy / Mafia / Kriminal / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Terlahir dari isteri kedua seorang pengusaha besar, tersisih, terasing, bahkan terbuang membuat Leo merasa hidupnya begitu memuakkan.

Hingga ia bertemu Aleena dan mulai merasakan arti hidup yang sesungguhnya. Sayangnya, Aleena yang begitu Leo cintai itu tak lama mendampingi Leo.

Dalam frustasi nya, Leo yang terasing sekian lama akhirnya memaksa kembali ke Indonesia dan justeru menemukan begitu banyak rahasia yang terungkap atas Ayahnya Ibunya dan juga kekasihnya.

Rahasia apakah gerangan? Yuk ikuti kisah Leo... 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Bayang Masa Lalu

Viera akhirnya duduk satu meja dengan Leo karena ada satu mini bus datang dan turun serombongan anak muda yang langsung memenuhi warung tenda.

Warung tenda kecil yang hanya menyediakan tiga meja saja itu langsung terasa penuh begitu kedatangan delapan anak muda yang kini berisik memesan makanan.

Pemilik warung tampak begitu bersemangat melayani, kedatangan Leo dan Viera seolah menjadi penglaris.

Isteri pemilik warung menghampiri meja Leo dan Viera untuk mengantar pesanan minuman mereka dan juga dua mangkuk air dengan potongan jeruk nipis untuk cuci tangan.

Tak lama dua piring nasi dan dua piring lauk juga diantarnya. Viera tampak menyambut pesanannya dengan semangat.

Bagaimanapun ia memang sudah sangat lapar, dan rasanya saat ini yang ia inginkan hanya segera mengisi perut dengan makanan.

Leo sejenak memandangi pesanannya dan membandingkannya dengan pesanan Viera.

Dada ayam goreng,

Paha Bebek goreng,

Leo menyeringai licik, tatkala Viera lengah mencuci tangan, Leo secepat kilat menukar piring lauk mereka.

"Eh."

Viera yang melihat gerakan tidak beres Tuannya jelas menatap Leo dengan tatapan protes.

"Kamu makan dada ayam saja, aku tiba-tiba lebih suka paha bebek."

Kata Leo menyebalkan.

Haish... Viera mendesis.

Ditatapnya paha bebek miliknya yang kini sudah mulai dinikmati Tuannya dengan lahap. Viera benar-benar kesal.

Rasanya ia ingin mengguyur nasi Leo dengan air kobokan.

Tapi, apalah daya Viera yang makan karena traktiran, jelaslah dia di sini harus mengalah saja.

Lagipula, perutnya sudah tak mau ditunda lagi, jika harus mengganti pesanan, sudah pasti waktunya akan lebih lama karena rombongan anak muda yang baru datang itu pesan dalam porsi banyak, selain dimakan di tempat, mereka juga pesan untuk dibungkus.

"Hmm paha bebek nikmat sekali."

Leo sengaja menggoda Viera.

Viera yang kesal pura-pura menggeser kakinya dan pura-pura tak sengaja menginjak kaki Leo di bawah meja.

"Aduh..."

Leo mengaduh.

Kapok! Batin Viera.

"Ah maaf Tuan, nggak sengaja."

Viera basa-basi sambil melanjutkan makannya hingga habis.

Setelah makan Leo duduk di atas kap mobilnya sambil merokok, sementara Viera disuruhnya pesan bebek goreng yang banyak untuk dibawa pulang.

Leo menatap langit malam ini yang terlihat cerah, beberapa bintang bertengger menemani rembulan yang cahayanya tak seberapa penuh.

"Duduk Neng."

Kata isteri pemilik warung sambil meletakkan kursi plastik di depan warung tendanya agar bisa untuk Viera duduk menunggu pesanannya selesai di siapkan.

Aroma bebek yang digoreng bercampur dengan asap dari minyak yang panas memenuhi udara di sekitar warung tenda.

Viera meraih hp nya sejenak, mengintip jam yang kini sudah melewati jam sepuluh malam.

Viera menghela nafas.

Ia kini mulai mengantuk karena kekenyangan. Rasanya ia ingin segera sampai di rumah lalu berada di kamarnya dan tertidur pulas.

Setelah berjuang melawan kantuk yang luar biasa menyiksa, akhirnya pesanan Bebek goreng Tuannya selesai juga.

Viera kemudian berjalan ke arah Leo membawa pesanannya yang sudah siap.

"Sudah?"

Viera mengangguk saja.

Leo turun dari atas kap mobil hanya sekali melompat dengan kaki panjangnya.

Leo kemudian membuka kunci mobil dan sama-sama masuk ke dalam mobil dengan Viera.

Viera meletakkan sekantong besar berisi bungkusan nasi bebek goreng yang baru mereka borong dari warung tenda.

Leo melajukan mobilnya kembali ke jalan raya untuk segera menuju pulang.

"Aku akan cari rumah baru, sebaiknya kita pindah segera dari sana."

Kata Leo sambil mengemudi.

Tak merasa Viera begitu masuk mobil dan duduk langsung bersandar di pintu mobil lalu tertidur pulas.

"Terlalu bahaya jika kita tetap di sana, terutama untukmu Vier."

Kata Leo lagi.

Viera diam saja.

Yah tentu Viera tak menjawab, ia bahkan tak dengar Leo bicara apa.

Leo yang baru merasa Viera tak juga menyahuti perkataannya akhirnya menoleh ke arah gadis yang kini duduk di sebelahnya itu.

Ah sialan! Pantas tak menyahut, dia tidur pulas begitu. Batin Leo.

Leo menghela nafas.

Menatap Viera sekilas yang tertidur entah kenapa membuatnya jadi ingin tersenyum.

Hanya sekitar dua puluh menit perjalanan, saat kemudian mobil Leo kembali ke rumah, dan tampak seluruh anak buah Dony berkumpul berjaga di depan pagar rumah bersama Kevin.

Leo memarkirkan mobilnya tak jauh dari bangunan utama rumah, lalu turun dan membuka pintu mobil bagian belakang untuk mengambil kantong besar berisi nasi bebek yang tadi ia borong.

"Bebek, lele, ayam, pilih sendiri."

Kata Leo pada Kevin dan anak buah Doni yang berkumpul.

"Roy belum kembali?"

Kevin mengangguk.

Leo mengerti.

Memang perkiraannya Roy paling akan pulang menjelang subuh.

Leo berjalan kembali ke mobil, lantas membuka pintu bagian Viera duduk.

Pelan ia membuka pintu mobil dan menahan tubuh Viera dengan hati-hati.

Setelah itu Leo mengangkat tubuh Viera dan menggendongnya untuk dibawanya masuk ke dalam.

Viera sepertinya kelelahan tadi pagi ikut menyelamatkan Luna, dan menunda makan hingga malam pula.

Leo membawa Viera ke kamar, saat Leo sedang berusaha membuka pintu kamar Viera dengan susah payah, tiba-tiba mata Viera pelahan terbuka.

Sejenak keduanya saling bertatapan, sekian detik, sampai kemudian Viera sadar ia digendong Leo dan langsung melompat turun.

Gugup setengah mati membuat Viera bermaksud masuk ke dalam kamar tanpa membuka pintunya lebih dulu, hingga kepalanya kejedot pintu.

"Hey, kamu ngga apa?"

Leo berusaha meraih bahu Viera, tapi Viera menghindar dan cepat membuka pintu kamarnya untuk kemudian masuk dan cepat menutup pintu kamarnya.

"Fiuuuuh, apa tadi? Kenapa aku sampai digendong?"

Viera mengelus dadanya seolah takut jantungnya tiba-tiba akan segera lepas.

Leo di luar tampak hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

Viera, jika sedang merona merah seperti itu, wajahnya sungguh mirip dengan Aleena, dan itu membuat Leo begitu suka.

Ah' tapi...

Leo menghela nafas, berjalan ke mini bar rumahnya untuk menikmati minuman favorit nya di sana.

Aleena, kenapa Roy mengatakan dia seorang mata-mata yang sengaja disusupkan ke rumah Leo di Hamburg. Memangnya siapa yang menyuruhnya sebetulnya? Batin Leo.

Apa mungkin ini ada hubungannya dengan Malaikat Hitam yang juga ada masalah dengan Ayahnya?

Leo meneguk minumannya sambil terus berpikir dan mengingat rentetan peristiwa dari ia masih kecil hingga hari ini.

Sebetulnya apa yang direncanakan Malaikat Hitam?

Leo ingat saat dulu ia masih exist dengan laba-laba hitamnya, kelompok malaikat hitam hanyalah kelompok kecil yang bukan apa-apa sebetulnya.

Pemimpinnya sempat hampir mati di tangan Leo karena ia melecehkan teman perempuan di sekolahnya.

No! Leo paling tidak suka sesuatu yang semacam itu, sebrengsek apapun laki-laki, seharusnya tak sampai melecehkan perempuan. Itu prinsip Leo dan itu yang Leo selalu tanamkan dalam aturan kelompoknya.

Jika memang mau, pergi saja ke perempuan yang memang menawarkan jasa. Bukan dengan melecehkan perempuan yang menjaga diri.

Leo menenggak habis minumannya. Hari ini, ia pastikan pembunuh Ibunya harus mati di tangannya.

**--------**

1
Dhod Hendry
krya yg bagus.. m
prasty sakura
Bagus cerinya suka suka
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
phAntom
preeet
amilia indriyanti
di negara api 🔥 masih adakah hukum,...
apalagi untuk kaum papa
amilia indriyanti
mosok.....
phAntom
jangan bilang Riki in mainan istri pertama ayah Leo,, trus dia d suruh nyari karlita serta anakx oleh si istri pertama ini..
amilia indriyanti
pelakor jaluk enak rak Ono ceritane
Eka Kurnia Sari
luar biasa kereen bgt ceritanya
gempi
v
Tri Wulandari
Luar biasa
szwarc
bolee
szwarc
sepertinya menarik...
Veri Andrian
Luar biasa
Inonk_ordinary
orang² yg aneh
dewi_nie
Luar biasa
Usmi Usmi
Leo ini emosi aja terus lebih cerdas Sindi dan analisa nya bagus
Usmi Usmi
kenapa si lea cuma emosi aja Thor tidak membangun kekuatan sdh tau musuh sangat kuat mask nunggu mati semua orng di samping nya hadeh
Usmi Usmi
tidak bisa tinggal diam harus buat markas juga jangan cuma emosi d pelihara si Leo
Usmi Usmi
blm bisa di katakan kuat kl masih cengeng dan kalah taktik sama musuhnya
Eckho Mbahkokz
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!