NovelToon NovelToon
Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.6
Nama Author: hanisanisa_

Jihan Safithri Karisma yang tidak sengaja bertemu Barra Arrazi Fathan yang raut dingin datar kejam dan tak pandang bulu.

Dan entah takdir atau apa yang membuat Barra bertemu dengan Bunda dan Ayah Jihan di jalan saat dibegal oleh beberapa preman bertubuh kekar.

Ditambah keseruan dari para sahabat Jihan dan Barra, dan tokoh tokoh lain yang hadir sementara untuk mengisi alur yang kosong.

Apa yang terjadi selanjutnya?..

....

fyi : autor ga pernah copas/menyalin karya orang lain! semua karya yang autor buat murni dari khayalan+kisah nyata yang di alamin oleh teman-teman autor.

kalau tidak menyukai karya ini atau karya ini terlalu kaku, tolong beri saran bukan makian. tks.

langsung baca aja ya! biar nggak penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

"Mau kemana si Vovo? Buru buru amat dah" tanya Denis dengan senyum simpul diikuti Adnan juga Azkan yang tersenyum miring.

"Jemput Jihan" jawab Barra singkat.

"Minggir!" titah Barra pada Denis yang menghalangi Barra untuk naik ke motor nya. Dia sudah tak tahan lagi untuk bertemu bidadari berhijab cantik yang suka ngomel.

"Wah! Jihan di jemput pangeran, uhuyy" seru Denis dan Adnan bersamaan menggoda Barra, sedangkan Azkan nampak tertawa kecil dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam kantong celana sekolah nya.

"Yayaya.. Serah lo semua, sekarang lo minggir! Atau gue minggrin lo secara paksa?" ancam Barra berhasil membuat Denis ciut dan menurut untuk menjauh dari motor sport Barra.

"Bar, gue mau nanya sesuatu sama lo" ucap Azkan membuat Barra menghela napas kasar.

"Apa? Gue ga punya banyak waktu, cepatan!" mata Denis dan Adnan merotasi setelah mendengar balasan Barra yang sok sibuk, padahal apa? Karena tak mau kena omel oleh Jihan, karena terlambat menjemput.

"Lo malam tadi kenapa ga nerima aja hadiah nya? Mayan loh buat kepuasan lo" tanya Azkan sengaja mencoba mengintimidasi Barra dengan tatapan serius.

"Kepuasan? Gue bisa dapatin kepuasan yang lebih dari itu!" jawab Barra dengan percaya diri. Azkan mangut mangut sebentar lalu bertanya lagi.

"Trus kapan lo bisa dapatin kepuasan yang kayak malam tadi? Bahkan lawan lo yang seri aja langsung nyerobot yg satu nya, masa lo ga sih?" tanya Azkan panjang lebar seiring senyum miring.

"Ada waktu nya gue dapatin! Tapi bukan sekarang, gue ga mungkin nyari kepuasan yang ada diluar sana buat Vovo. Vovo harus dapat kepuasan dari pelayan yang bekerja yang paling nyaman dan pasti nya menetap di tempat itu!" jawab Barra panjang lebar.

Denis dan Adnan hanya menjadi pendengar yang menoleh ke kanan dan ke kiri, siapa yang berbicara itulah yang mereka tatap, hingga pembicaraan serius itu berhenti karena Barra harus cepat pergi dengan alasan ada yang menunggu.

"Dah kan? Dah gue cabut duluan! Entar malem ke apart ae kalo kalian mau" pmait Barra sambil memasang helm fullface dan membuka kaca helm nya memperlihatkan mata elang nya. Ucapan Barra yang terakhir langsung mendapat acungan jempol dari ketiga sahabat nya.

Sepeninggalnya Barra, Azkan menatap kedua manusia sengklek di samping nya, lalu bertos ria bertiga karena pertanyaan tadi yang dilontarkan oleh Azkan langsung mendapat jawaban dari Barra tanpa ada keraguan yang tersirat.

"Leher gue sakit bangk3k! Kebanyakan nengok kanan kiri" keluh Adnan merasakan nyeri pada leher nya akibat terlalu banyak menoleh ke kanan dan ke kiri.

"Salah lo sendiri kali Nan! Ngapain nengok kanan kiri?" balas Azkan merasa heran satu sahabat nya yang ajaib ini.

"Lo sih tadi ngobrol ma Barra hadapan, cuma menyamping kan leher gue sakit gini.. Aduh! Gue nebeng ya Az? Lo pake mobil kan tadi?" sahut Adnan dengan pupi ais karena Azkan tak ingin melihat pupi ais milik Adnan yang menjyjikan itu, maka mau tak mau Azkan mengiyakan daripada harus melihat pupi ais super duper alay itu.

"Nah gitu dong! Daritadi kek ngajak gue. Leher gue kan jadi sembuh" ucap Adnan bersemangat. Denis geleng geleng kepala dan menepuk jidat nya pelan heran kenapa tingkah manusia di sebalah nya begitu ajaib.

"Anjirr! Modus nya" cibir Azkan merasa mau heran dengan tingkah berubah ubah Adnan.

1
nessa
kalian pada Jihan Barra nggak sih, kok aku tiba-tiba kangen ya/Grimace/
Malaika langit devina putri A.
semoga Berjodoh ya jihan sama bara
Yenisia Afila
lagian jihan lelet bgt, masa lihat tawuran malah diam bengong bukannya lari, hedeh...
Erna Sudiastuti
ditunggu kelanjutannya thor
Erna Sudiastuti
Luar biasa
c
malah nempel terus si barra
c
sempat-sempatnya nanya begini😭
c
apa hubungan nya dengan barra ya🤔
febyyy
karya yang bagus
Neneng cinta
untungnya nenek Naira peka,,,👍🏼👍🏼
Neneng cinta
dr awal filling c laras bakalan jd pelakor,,,ehh beneran.....
Neneng cinta
trnyata prank ,udh nebak sih...😂
Neneng cinta
jgn2....tujuan mereka sama menjenguknya....kalo jodoh gkan kmn dib😍
AwanMendung26: Halo, kak. Salam kenal. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! judulnya kekasih halal untuk Aiyla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
Neneng cinta
ketauan,,,😂
Neneng cinta
Amiin...boleh kalau Barra nya mau thor wkwkw
Neneng cinta
Azkan sm Diba mah deketnya hrs ada drama ngambek dulu😁,,biar beda ya sm bestie2 yg lainnya...
Neneng cinta
dapat jodoh smua,,,😍😍😍,,ngakak jg cara deket mereka ya wkwkwk
Neneng cinta
eeeh..belum halal😁
Neneng cinta
jgn2 ini Barra api ya d suruh sm bunda...🤔
Neneng cinta
ya iya lah bun, pasti ayah mikirnya jeruk makan jeruk makanya jwb gtu wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!