NovelToon NovelToon
Asterisk I'M The Antagonist

Asterisk I'M The Antagonist

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Petualangan / Tamat
Popularitas:221.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Estellaafseena

Reinkarnasi pasti tak asing di telinga kalian, hanya saja akan asing jika kalian mengalaminya. Tidak untukku, empat kali kesempatan hidup terbuang percuma.Yang aku dapatkan hanyalah warna hitam dan putih.

Reinkarnasi mungkin sudah menjadi hal yang wajar bagiku. Klasik. TAPI KENAPA AKU BISA ADA DI TUBUH ANTAGONIS DALAM SEBUAH NOVEL!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Estellaafseena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.35

"Woi kadal, kau sungguh ingin menghancurkan tempat ini? Sebaiknya jangan lakukan, berabe ntar."

Shadow menghadapku sepenuhnya, "Percuma saja kau membujukku, gadis kecil. Hanya dengan permainanmu itu kau tak akan bisa. Aku akan tetap membalas dendam pada kalian."

Mata Shadow menyala, tanah tiba-tiba bergetar. Aku menatap datar Shadow dengan wujud naganya. "Baiklah. Mari bertarung."

...| Black Magic Active |...

Samar, tubuhku mengeluarkan aura hitam. Novel yang aku baca, 'Light Show' tidak ada lagi pertarungan antara sihir hitam dan putih, kini berganti menjadi 'Dark Show' dengan pertarungan antar sihir hitam.

Mata merah Shadow menyala lebih terang, seketika sebuah batu besar melesat cepat ke arahku. Aku berteleportasi, berpindah melayang di udara tepat di atas Shadow.

Sadar akan hal itu, Shadow mengeluarkan petir ungu. Aku menghilang, berteleportasi, menghindar, lalu muncul di depan wajah Shadow. Sekuat tenaga aku mengayunkan pedangku ke arahnya.

Namun tubuhku terpental sebelum pedangku menebas Shadow. Aku terjatuh ke tanah, sedikit terpelanting, namun tidak sakit.

Partikel kecil tanah, berterbangan. Pakaianku jadi kotor karenanya. Aku hendak berdiri, namun sebelum itu Shadow mengarahkan bayangan padaku. Aku tak ingin lagi terjebak, dengan gesit aku menghindar, lalu kembali berteleportasi. Akan aku coba belakang, yah, sialnya Shadow menyadarinya, dia mengayunkan ekor naganya, aku tersentak.

"Yabai¹!" Dengan cepat aku berteleportasi kembali, muncul lima puluh meter dari Shadow. Aku menghela nafas lega, untung saja.

[ Yabai \= Gawat ]

"Kau akan kesulitan, gadis kecil. Aku sudah mengetahui semua gerakanmu."

Wajahku masam, terlipat. Sungguh tak adil pertarungan ini. Aku berdiri tegak, menatapnya, tersenyum miring. "Sono baai², kau tidak akan bisa menghindari dia kan?"

[ Sono baai \= Itu berarti ]

Shadow tersentak. Lucifer muncul di belakang Shadow, mengangkat pedangnya. Belum sempat Shadow menghindar, Lucifer sudah mengayunkan pedangnya. Aku bersiap dengan rasa sakitnya.

Lucifer menebas punggung Shadow. "Ugh!"

...| Hp berkurang 500 |...

Aku meringis menahan sakit. Sungguh ini sangat menyebalkan. Shadow menggeram marah. Dia mengarahkan petir besar pada Lucifer.

Dengan cepat aku mengarahkan barier ku padanya, petir itu tak bisa menembus barier ku.

Lucifer menghilang, muncul di sampingku. "Cekkumeito da ne³?" Aku bicara, mengulurkan kepalan tanganku padanya.

[ Cekkumeito da ne? \= Skakmat kah? ]

Lucifer menoleh, tersenyum miring, membalas kepalan tangaku, "Ya, sepertinya begitu." Kami menyatukan kepalan tangan kami. (Tos)

Kami kembali menatap Shadow. Dia dikelilingi bayangan hitam lekam. Bayangan-bayangan itu berasal dari kekuatannya. Semakin lama bayangan itu membesar.

Aku dan Lucifer bertukar pandang. Lucifer mengangguk. Aku tersenyum puas. Bersiap.

"Saa, hajime yo⁴"

[ Saa, hajime yo \= Mari kita mulai ]

...| Party is Formed |...

Aku dan Lucifer menghilang, berteleportasi di waktu yang sama. Kami muncul, melayang di depan kepala Shadow. Mata merahnya menatap kami, tubuh kami terpental, seakan ada dorongan.

Aku berteleportasi, muncul di samping kanan Shadow, sedangkan Lucifer di kiri. Kami mengepungnya dua arah, menebas lengan Shadow.

...| Hp berkurang 550 |...

Aku mengernyit sakit. Tenang. Ini hanya sakitnya saja.

"Ok. Sekarang!"

Aku berteriak, Lucifer mendengarku. Bersamaan, kami menghilang dan muncul di tepat di depan kepala Shadow.

...| Combo Skill Magic |...

Pedang ku dan pedang Lucifer bercahaya biru, kami mengayunkannya bersamaan. Dengan cepat, kami berhasil menebas sebelah mata Shadow. Aku menahan rasa sakitnya.

...| Sword Upgrade |...

...Blue Gladio...

Pedang yang aku genggam bercahaya, aku tersentak. pedangku berubah bentuk. Ini lebih keren dari sebelumnya. Aku tersenyum miring. "Haha, ini baru keren."

Kami berteleportasi sebelum Shadow menyerang, kembali mengepungnya. Lucifer mengayunkan pedangnya, membuat mana berbentuk sabit melesat cepat ke arah Shadow. Shadow menghindar. Sialnya, arah mana sabit itu mendekat ke arahku. Tak sempat menghindar.

"O-oi cotto matte⁵! Yabai!" Namun, saat beberapa senti sebelum sabit itu menebas tubuhku, sabit itu terbentur, dan melebur di udara.

[ Cotto matte \= Tunggu sebentar ]

Aku tersentak, mendarat. Lucifer muncul di sampingku. "Kau tidak apa-apa? Maaf. Aku tidak sengaja. Clea?" Lucifer bertanya cemas.

Aku menghela nafas lega. Menatap kesal Lucifer, memukul kepalanya. "Kau ini! Hampir saja tadi!" Teriakku kesal. Rasanya ingin ku tinju lagi wajah tampan itu.

Lucifer nyengir tak bersalah. Aku bersiap memukulnya tapi bayangan sesuatu seakan jatuh di kepala kami membuatku urung. Kami mendongak, terkejut. Tubuh naga Shadow itu mengarah pada kami, semakin dekat.

Aku dan Lucifer segera berlari menjauh. Kami berlari ke arah berlawanan. Tak lama, Shadow mendarat di tempat kami berdiri tadi.

"Ada orang di mari, Junet!" Aku berteriak kesal. Aku tersadar akan sesuatu. Tadi, bagaimana bisa mana sabit itu bisa melebur? Seakan ada tameng di sekitarku.

Jangan bilang. Aku memandang pedangku, mendekatkannya pada lengan, sedikit menggoresnya. Rasanya perih, namun aku bisa menahannya. Aku tersenyum miring. "Jadi begitu. Baiklah."

"Sudah cukup. Kalian akan hancur sekarang juga."

Shadow bicara. Kekuatan hitam besar terasa di sekeliling. Batu dan pasir melayang ke udara, angin kencang menerpa tubuh kami. Tanah bergetar seakan terjadi gempa di sini.

"Kalian menjauh!"

Dapat ku dengar suara teriakan perintah dari Duke pada pasukannya. Aku mengatupkan rahang. Tidak ada cara lain. Baik. Mari kita lakukan ini.

Aku berteleportasi, muncul di samping Lucifer. Lucifer sedikit tersentak, dia menatapku. "Bagaimana cara untuk mengalahkannya? Dia sangat kuat."

Aku hendak bicara, namun ragu. Aku menghela nafas, menenangkan diri. "Lucifer, kau harus menyerang... Shadow dengan Paramana-mu."

Dengan ragu aku mengatakannya. Lucifer menatapku dengan bingung. "Paramana?" Lucifer bertanya memastikan. Aku mengangguk sebagai jawaban.

Paramana adalah semacam skill tingkat tinggi, hanya bisa di gunakan satu kali dalam satu hari. Membutuhkan semua mana yang tersisa. Ini termasuk sihir akhir. Resiko penggunaan Paramana adalah kita bisa saja tertidur dalam waktu yang lama. Namun, tidak untuk Lucifer. Kemungkinan dia hanya akan tertidur dalam tiga hari.

Lucifer terdiam sejenak, "Baiklah. Aku akan mencobanya."

Lucifer memejamkan matanya, penuh konsentrasi. Perlahan, tubuh Lucifer bercahaya, membuat sekitarnya terang. Cahaya itu merambat ke pedangnya. Lucifer kembali membuka matanya, bersiap dengan pedangnya.

"Maaf." Aku bicara lirih.

Lucifer menoleh ke arahku. "Kau bilang sesuatu?" Tanyanya bingung.

Aku menggeleng, "Tidak ada. Cepat lakukan."

Lucifer mengernyit, dia kembali menatap lawannya. Shadow merasakan kekuatan Lucifer, menoleh.

"Kau tak akan bisa!" Teriaknya marah. Dia menggeram kencang. Lucifer melesat cepat, membuat jejak cahaya di belakangnya.

Shadow mengarahkan beberapa petir biru yang besar ke arah Lucifer. Namun tidak bisa mengenainya karena terlalu cepat. Lucifer semakin dekat dengan Shadow. Hingga akhirnya tersisa satu meter. Lucifer mengangkat pedangnya, menghunuskannya pada Shadow.

"Ok. Ini akan berakhir."

Aku berteleportasi, berpindah cepat. Muncul tepat di jarak antara Lucifer dan Shadow.

Aku melihat wajah terkejut Lucifer, dia tidak bisa menghentikan langkahnya.

"TIDAK!!" Teriak Shadow di belakangku.

Seperkian detik, pedang Lucifer menancap tepat di jantungku.

Sudah berakhir.

^^^つづく^^^

Arigato for reading~ʕಠ_ಠʔ

1
fyucrissya
bagus syekali~ adefan romance nya juga pas UWAW🤩
Frando Wijaya
seharusny blg Gini....kau baru sadar sekarang? kau sangat menyedihkan....gitu!!
Frando Wijaya
apa mungkin....clea Dan bch Lucifer ini tmn masa kecil?!
Frando Wijaya
tuh kn....emng system sialan 😒💢
Frando Wijaya
idiot 😒💢....lo Tau tpi lupa....Percuma aja Tau spa di hadapan lo tpi mlh lupa kemampuan Dia...
Frando Wijaya
dsr system sialan....sering ganggu trs...knp gk latihan sih! dog bkin emosi aja gw 💢💢💢💢
Frando Wijaya
heh 😏....itulh kenyataan....hanya janji aja tpi ke Dpnny? penipu dtg gitu aja 😒💢
Frando Wijaya
heh 😏 iblis terkutut huh....pdahal lo sendiri lh yg iblis terkutut
Frando Wijaya
huh? lvl 176?! bknny system blg td tubuh lemah?
Frando Wijaya
invisible slash? njirr gw pengen tuh!!!
Frando Wijaya
slh sendiri gk latih fisik
Frando Wijaya
FIX! klo Tiba2 kakek td menghilang mka Dia td adalah penjualan misteri
Frando Wijaya
mata uang ini bkin gw bingung aja deh 🤦
Frando Wijaya
idiot 😒💢 pernikahan politik ini udh jls gk ada cinta..... melainkn neraka
Frando Wijaya
gw udh duga....bkn bersenang2 tpi mlhan hidup reinkarnasi neraka selanjutny
Frando Wijaya
setuju dgn cpt? gk waras skrg 😒😒😒😒
Frando Wijaya
nasibny 😓😓😓
Kreasi Rizky
dinovel ini kita bisa belajar bahasa jepang
Kreasi Rizky
sosok tunggu kiris eh tinggi kurus
athawith Jeva
luarr biasa, alur yg sangat menarik(⁠´⁠∩⁠。⁠•⁠ ⁠ᵕ⁠ ⁠•⁠。⁠∩⁠`⁠)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!