Fb : Wulandari
Ig : mommy_mikayla
Squel Terpaksa Menjadi yang ke 2.
#Bijaklah dalam membaca.
Ini kisah dari KEYRA ANDIRA MAHENDRA putri pertama dari pasangan Andin Arindra dan Kenan Mahendra.
Keyra gadis cantik yang berusia 18 tahun, dengan terpaksa menikah muda dengan seorang pengusaha muda yang bernama Pasha Wiliam Smith yang usianya sudah 27 tahun. Keyra TERPAKSA menikah karena dirinya tidak mau melihat perusahaan yang di kelola oleh ayahnya (Kenan Mahendra) mengalami kebangkrutan.
Pasha menikahi Keyra secara SIRI saja alasannya Pasha tidak mau sampai rekan-rekan bisnisnya ada yang mengetahui kalau dirinya sudah menikah. Apakah alasan Pasha masuk akal?
Sanggupkah Keyra menghadapi Pasha yang terlihat baik, ramah ternyata malah sebaliknya?
Keyra juga selalu di perlakukan buruk oleh mertuanya. Kedatangan Keyra di keluarga SMITH tidak disambut baik.
Penasaran sama kisah Keyra?
Hanya di Terpaksa Menikah.
Rate : 21+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TM~34
Ketika sudah selesai pelepasan. Pasha menghempaskan sejenak tubuhnya di sebelah Keyra. Nafas keduanya masih ngos-ngosan.
"Key kenapa tadi kau tidak memainkan si burung ganteng?" tanya Pasha dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
"Males! Tidak semangat," ketus Keyra. "Lagi pula nanti itu akan di mainkan sama Adelya."
"Istri mungilku... " Pasha meraih wajah Keyra menjadi menghadapnya.
"Aku sama Adel itu nikah palsu bagaimana bisa aku dan dia melakukan itu," ucap Pasha yang kembali mengkecup bibir ranum Keyra. "Percayalah, milikku adalah milikmu. Begitupun sebaliknya."
"Alah sekarang iya bisa bilang begitu. Nanti saat di goda sama Adelya pasti tidak akan nolak. Laki-laki mana sih yang tidak tahan dengan godaan wanita. Ibaratkan kucing di kasih ikan emas, ya pasti langsung di embat." Keyra terus mengkerucutkan binirnya. Keyra mulai was-was. Keyra sudah kepikiran sampai sejauh itu.
"Apalagi Adelya itu wanita yang sangat kau cintai. Ah entahlah, siap-siap deh aku tuh berbagi si burung ganteng. Iiuuuuhhhh... "
"Hahaaa... kamu lucu Key. Kamu lucu kalau lagi cemburu. Membuat aku gemesss... " Pasha menarik hidung Keyra saking gemesnya.
"Sakit," rengek Keyra manja.
Pasha mendekat Keyra dengan erat, "Key, tadi itu Adelya itu menggodaku. Dia ngajakin bermain ini." Pasha menyentuh bibir Keyra.
"Tapi aku tolak. Karena aku lebih tertarik bermain dengan kau. Lebih manis dan lebih menggoda. Key, percayalah, aku cuman ingin balas permainan Adel. Tidak lebih." Pasha terus saja meyakinkan Keyra.
Pasha meraih tangan Keyra dan menempelkan tangan Keyra ke si ganteng yang lagi tidur. "Si ganteng ini rindu dengan sentuhan tangan kamu," goda Pasha.
"Apaan sih! Kan sudah tidur kalau bangun lagi bagaimana," kesal Keyra yang merasa sudah lelah dan ngantuk. Tapi Pasha memaksanya untuk memainkan si ganteng yang sudah tidur agar bangun kembali.
"Apa salah kalau suami kamu ini memintanya lagi?" tanya Pasha yang masih mencekam tangan Keyra yang menyentuh si ganteng yang mulai bangun.
"Aku capek, aku ngantuk." Keyra berusaha untuk menolaknya.
"Dosa loh." Pasha terkekeh. Hingga pada akhirnya Keyra pun kalah dan menuruti keinginan suaminya.
~
~
Pagi telah tiba. Faris masih setia menunggu Fara si depan ruang ICU. Belum ada perkembangan tentang kondisi Fara sampai saat ini.
"Apakah ini dengan keluarga korban tabrak lari?" tanya Pak Polisi kepada Faris.
Tubuh Faris seketika lansung gemeteran dengan kedatangan Polisi dengan tiba-tiba.
"I-iya saya kakanya," jawab Faris terlihat sangat gugup dan gemeteran.
"Di duga ada unsur kesengajaan kalau mobil tersebut emang sengaja menabrak korban. Lalu bagaimana apakah kasus ini akan di buka atau di tutup saja," ucap Sang polisi begitu tegasnya.
"Di tutup saja pak! Saya mau fokus dengan kesembuhan adik saya," ucap Faris mencoba untuk bersikap tenang agar polisi tidak mencurigainya.
"Baik kalau begitu kasus ini akan kami tutup! Terima kasih. Maaf sudah mengganggu waktunya," ucap sang polisi.
"Iya Pak tidak apa-apa."
Setelah itu para polisi pun pergi. Faris akhirnya bisa bernafas dengan lega.
"Semua ini gara-gara ide konyol Adelya," geram Faris seraya mengepal kedua tangannya.
Sementara Pasha masih enak tidur. Semalam Pasha begitu lelah semalaman bercinta dengan Keyra. Sebenarnya Keyra juga masih cape. Cuman dia paksain bangun agar Bunda dan Ayahnya tidak banyak tanya.
"Dasar kebo," desis Keyra seraya menarik hidungnya Pasha.
"Bangun!" teriak Keyra tepat di telinganya Pasha.
Mmmmmm...
Pasha cuman menggeliat nikmat. Pasha malah membelakangi Keyra.
"Bangun." Keyra menarik-narik tangan Pasha.
"Iya-iya. Udah bangun kok ini." Pasha emang masih sangat ngantuk. Namun, dirinya terpaksa bangun karena Keyra terus saja berisik.
"Love you," kata itu refleks terucap dari bibir Pasha dengan suaranya yang khas bangun tidur.
Keyra malah menatap Pasha dengan tatapan penuh penyelidikan. Di tatap seperti itu membuat Pasha menautkan matanya dan menaik-turunkan alisnya.
Muach
Pasha mengkecup bibir Keyra.
"Bengongmu seperti itu membuat aku gemas," ucap Pasha dengan senyuman tipis. Pasha pun bangkit dari tempat tidur dan bergegas masuk kedalam toilet.
Keyra menghela nafas panjang, kemudian membuangnya secara perlahan-lahan. Keyra tidak akan luluh dan percaya begitu saja dengan kata cinta dari Pasha. "Aku harus tetap minum Pil Kb," gumam Keyra.
Keyra takut kalau suatu hari Pasha meninggalkannya. Keyra emang tidak bisa menolak kala Pasha menginginkan bercinta. Keyra tidak munafik, kalau dirinya sudah candu.
Di taman Rumah Sakit Sejahtera~
"Oh jadi kau nyalahin aku dengan apa yang terjadi dengan Fara adikmu?" kesal Adel.
"Kalau kau tidak menyuruhku untuk menyelakai Keyra, nasib adikku tidak akan seperti ini." Faris terkekeh. Faris tetap menyalahkan Adelya.
"Itu salah kau Faris. Kenapa kau bisa salah kirim foto hah?" Adelya tidak mau kalah. Adelya tidak mau dirinya disalahkan oleh Faris.
"Sudahlah aku muak! Sialhkan kau lanjutkan pernikahan kau dengan Pasha. Aku sudah tidak tertarik untuk mengusai hartanya Pasha. Yang aku inginkan cuman adikku sembuh. Dan kita putus!" Faris berkata dengan penuh ketegasan.
Adelya tercengang dan membuka mulutnya lebar-lebar.
"P-putus?"
"Iya lebih baik kita sudahi hubungan kita."
Plak
Tamparan mendarat di pipi kanannya Faris. Adelya sangat marah mendengar kata putus dari mulut Faris.
"Kau sudah menyentuhku Faris. Kau sudah merenggut semua milikku. Hingga aku ternodai. Dengan mudahnya kau bilang putus?" pekik Adelya.
"Kecilkan suaramu Adelya. Kau mau membuat kita malu hah?" Faris menarik kasar tangan Adelya. Faris menatap Adelya dengan tatapan membunuh.
"Lanjutkan hubungan kau dengan Pasha. Jika kau hamil biar Pasha yang tanggung jawab. Aku sudah tidak tertarik lagi berhubungan dengan kau," bisik Faris.
Plak
Adelya kembali menampar pipinya Faris. "Aku tidak mencintai Pasha. Aku cuman mencintai kamu Faris," lirih Adelya.
"Cinta? Masa iya? Tapi aku tidak. Aku cuman memanfaatkan kau untuk balas dendam. Karena aku tahu dari awal kalau Pasha sangat mencintai kamu." Faris tersenyum licik. Awal Faris mendekati Adelya emang itu niatnya.
Faris kini sudah tidak tertarik dengan kekuasaan milik Pasha. Faris saat ini cuman ingin melihat adiknya membuka matanya dan bisa melewati masa kritisnya.
.....
"Keyra, apakah kamu tidak mau kuliah nak?" tanya Ayah Kenan. Saat ini, Keyra, Kenan, Andin, dan Pasha sedang berbincang hangat di ruang tengahm
"Selama Keyra statusnya menjadi istri. Keyra lebih baik seperti Bunda saja. Diam di rumah mengurus anak dan suami bukankah itu pekerjaan mulia. Bunda juga tidak kuliahkan?"
"Key, Bunda tidak kuliah karena tidak punya biyaya. Nasibmu baik nak, kamu bisa kuliah," ucap Andin dengan lembut.
"Bunda dan ayah bener Key, kau harus kuliah," sambung Pasha.
"Apa kamu sama sekali tidak minat?" tanya Pasha.
"Untuk sekarang tidak. Keyra lebih nyaman seperti ini. Seperti bunda." Keyra tersenyum seraya menggenggam tangan Bundanya.
.
.
Haii gaes, mau promo lagi nih, karya dari teman akyu. Ada yang udah tamat ada yang masih on going. Cusss baca say 💕💕 Tinggal di share aja 😊
a delay ngk jelas aja, udh matre, tatakan lendir beikas aja bikin jijei