NovelToon NovelToon
Husband For My Mother

Husband For My Mother

Status: tamat
Genre:Misteri / Contest / Balas Dendam / Pembunuhan / Kriminal / Menikah Karena Anak / Nikahmuda / Sistem / Romansa / Cintapertama / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: sery

Seorang gadis terpaksa menikah dengan seorang pria yang kehilangan calon istri, calon istri pria tersebut meninggal karena kecelakaan yang melibatkan saudara kembar Clara.


Regan terpaksa menikah dengan Clara, karena calon istrinya meninggal saat kecelakaan.

Sampai satu hari, Clara memutuskan untuk meninggalkan Regan.

Tanpa diketahuinya, bahwa saat itu Clara sudah mengandung.

Sampai suatu saat Regan melihat Clara, dan Regan mengetahui bahwa dirinya mempunyai anak.

Apa yang dilakukan oleh Regan, saat mengetahui bahwa. Kecelakaan yang menyebabkan calon istrinya meninggal, bukanlah suatu kecelakaan.

Regan juga cukup terkejut, ketika mengetahui bahwa Amara ?

Apa yang membuat Regan terkejut, mengenai Amara?

Siapa dalang Kecelakaan tersebut ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Gembira

**Damai itu indah, untuk apa mencari ribut.

Happy reading guys ❤️**.

***

Kegembiraan di wajah kedua orangtuanya, membuat perasaan Clara senang.

"Cucu kakek yang ini sangat ganteng, siapa namanya ?" tanya Papa Clara kepada Randhi, yang duduk diatas pangkuannya.

"Randhi kek," jawab Randhi.

"Kalau yang paling cantik, siapa namanya?" tanya Papa Clara kepada Rhiana, tetapi Rhiana masih menyembunyikan wajahnya.

"Itu adik Randhi kek, Rhiana. Tapi kek, Rhiana itu sangat pendiam. Dia nggak punya teman ," kata Randhi menceritakan tentang adik kembarnya Rhiana.

"Oh ya ! kalau ini, banyak temannya ?" tanya Papa Clara.

"Randhi banyak teman kek, dan Randhi baru menang lomba nyanyi ." Randhi menceritakan kebolehannya dalam menyanyi.

"Bagus itu ," jawab kakeknya.

"Randhi juga dapat hadiah sepeda, e.e bukan Randhi saja dapat hadiah sepeda. Rhiana juga, karena kami ulang tahun ," kata Randhi.

Randhi anak yang suka banyak bicara, sedangkan Rhiana irit bicara.

"Kapan kalian berulang tahun ?" tanya neneknya.

"Hemhh kapan ya ? kapan maa ?" tanya Randhi kepada mamanya.

"Semalam, Minggu ," jawab Clara.

"Semalam ! selamat ulang tahun ganteng ," Papa Clara memberikan kecupan dikening dan kemudian kedua pipi Randhi.

Kepada Rhiana, kakeknya memberikan kecupan di rambutnya. Karena Rhiana masih anteng memeluk Regan.

Regan bahagia sekali, karena Rhiana sudah mau bersama dengan dirinya.

"Kita harus rayakan ini, biasanya setiap tahun rayakan dimana ulang tahunnya ?" tanya Papa Clara.

"Kami pergi ke makam kek, kata mama. Itu makam saudara mama ," kata Randhi.

Papa dan Mama Clara memandang Clara, keduanya bahagia. Walaupun Clara tidak pernah pulang kerumah, tetapi Clara masih ingat untuk menziarahi makam kakak kembarnya.

"Apa kalian mau melihat kelinci, kakek ada pelihara kelinci dibelakang ." Papa Clara berusaha agar Rhiana mau melepaskan pelukannya pada Regan, dengan menawarkan untuk melihat kelinci.

"Kelinci kek ? Randhi mau kek !" seru Randhi dengan bersemangat.

"Rhi, ayo. ikut kakek untuk melihat kelinci," kata Clara.

Rhiana menggelengkan kepalanya.

"Biar dengan Papa, lihat kelinci ya ." Regan bangkit dan menggendong Rhiana.

"Rhi turun, kakak saja tidak di gendong ." protes Randhi.

"Aduh..! kakak cemburu ya adik digendong Papa ," kata papa Clara.

Bibir Randhi manyun, membuat kakek dan neneknya tertawa.

"Ayo kakek, gendong Randhi ," kata nenek.

"Nanti pinggang kakek sakit, Randhi jalan saja ya. Randhi anak baik kan ?" kata Clara kepada Randhi.

"Iya, Randhi anak baik ," jawab Randhi .

"Ayo kita lihat kelinci." tangan kakek memegang tangan Randhi.

Sedangkan Rhiana, masih anteng berada dalam gendongan Regan.

Melihat kelinci didalam kandang, Randhi begitu bersemangat.

"Kek! apa boleh Randhi pegang?" tanya Randhi dengan penuh harap, agar diizinkan untuk memegang kelinci.

"Boleh." kakek mengeluarkan beberapa kelinci dan meletakkannya didalam pagar .

"Ayo masuk ." kakek membuka pintu pagar dan membawa Randhi untuk masuk kedalam.

"Rhiana mau megang kelinci ?" tanya Regan.

Rhiana menganggukkan kepalanya, kemudian Regan menurunkan Rhiana dari gendongannya.

"Ayo Rhi, lihat bulunya sangat halus ," ujar Randhi.

Rhiana masih takut-takut untuk memegang kelinci yang berlarian didekat kakinya.

Anak-anak asik dengan kelinci, Papa Clara mendekati Regan.

"Nak Regan, maafkan Papa ya. Karena kelakuan anak papa berdua, kamu kehilangan orang yang kamu sayangi ," kata Papa Clara.

"Saya sudah melupakan itu semua Pa ," jawab Regan.

"Apa kau masih mau menerima Clara ? jika kau tidak bisa memaafkannya, kembalikan Clara kepada Papa. Papa tidak akan marah dan kecewa ," kata Papa Clara.

"Clara masih istri Regan Pa, Regan tidak akan melepaskannya. Regan akan berusaha untuk berdamai dengan masa lalu ," kata Regan.

"Lihatlah, anak-anak kalian. Untung kita masih bisa dipertemukan dalam keadaan sehat, Papa tidak bisa membayangkan. Bagaimana jika sampai ajal menjemput, kami tidak mengetahui bahwa kami sudah punya cucu ," mata Papa Clara berkaca-kaca.

"Papa! lihat !" teriak Rhiana ketika berani memegang kelinci yang kecil.

Regan sangat senang, mendengar Rhiana memanggil dirinya dengan sebutan Papa .

"Hebat..! Rhiana bisa megang kelinci!" seru Regan tidak kalah gembira dengan Rhiana.

"Kelinci kecil, Randhi kelinci yang besar !" tangan Randhi memeluk kelinci indukan yang besar.

Rhiana manyun mendengar Ejekan Randhi.

"Tidak apa-apa, kecil juga kelinci ." kata Papa Clara.

****

Jelita pagi-pagi sekali sudah memasukkan barang-barang yang ingin dibawanya kedalam kardus, sedangkan barang yang tidak lagi dibutuhkannya dibagi-bagikannya kepada para tetangga yang membutuhkannya.

"Jel, kenapa kalian pindah ?" tanya Susan yang ikut membantu Jelita mengurus barang-barang yang ingin dibawanya.

"Bagaimana lagi, Diana ingin tinggal bersama dengan kedua orangtuanya," kata Jelita.

Jelita tidak mengatakan bahwa suami Diana yang membawanya kembali.

"Kenapa dengan orangtuanya ?" tanya Susan.

"Tidak kenapa-kenapa, cuma. Mamanya mengalami kecelakaan, dan kakinya masih tidak bisa dibawa bergerak dengan leluasa. Clara ingin menjaga mamanya ," jawab Jelita.

"Ini kompor, mau dibawa. lemari pendingin ?" tanya Susan.

"Mau ditinggalkan, bang Poltak mau ," kata Jelita.

"Bang Poltak mau ya, aku mau juga. Kalau belum ada yang ngambil ," kata Susan.

"Jel, mana yang mau dibawa?" tanya Poltak .

"Ini saja bang, Abang jadi ngambil lemari pendingin dan kompor ?" tanya Jelita.

"Jadi, untuk di bengkel. Biar nanti jika ada pelanggan mau minum dingin, Abang bisa sediakan. Untuk nambah pemasukan," kata Poltak.

"Jel, nanti Abang ke kota. Bolehkah Abang mengunjungi kalian?" tanya Poltak.

"Boleh saja bang ," jawab Jelita.

"Jam berapa mereka menjemputmu Jel ?" tanya Susan.

"Belum tahu, katanya mereka mau ke sekolah dulu. Untuk mengurus surat pindah anak-anak dulu," kata Jelita.

"Panjang umur mereka, baru kita bicarakan. Mereka sudah datang ," kata Poltak.

Setelah memasukkan barang kedalam mobil, Jelita berpamitan kepada Poltak dan Susan. Yang sering membantu Diana dan Jelita.

"Jel, ingat-ingat kami ya !" teriak Susan, saat mobil yang membawa Jelita mulai bergerak meninggalkan Poltak dan Susan.

****

Sofia berjalan menuju lift khusus untuk para petinggi di perusahaan, saat ingin memasuki lift. Terdengar suara yang memanggilnya.

"Sofia ! kau mau kemana !" tanya Vidya teman Sofia.

"Mau bertemu dengan Regan, aku mau mengajaknya ke acara pesta ," kata Sofia.

"Kau belum jera juga menerima penolakan dari nya ," ucap Vidya.

"Sebelum janur melengkung, aku masih ada kesempatan ," kata Sofia.

"Kau lupa, janur boss itu sudah melengkung lama ."

"Aku luruskan lagi, lagi pula. Istrinya juga tidak mungkin datang kembali ," kata Sofia.

Seorang pemuda datang, dan ingin masuk kedalam lift.

Vidya dan Sofia yang berdiri didepan lift, menyapanya.

"Siang Pak Leon ?" sapa Sofia dan Vidya bersamaan.

"Siang ," jawab Leon.

"Kenapa kalian berdiri di depan pintu lift, apa kalian sekarang bertugas disini ?" tanya Leon.

"Tidak Pak Leon, saya ingin keatas untuk bertemu dengan Pak Regan," jawab Sofia.

"Regan tidak masuk !"

"Tidak masuk ? kenapa Dia tidak mengatakan kepada ku ?" gumam Sofia pelan, tapi Leon mendengarnya.

"Untuk apa Dia bilang kepada mu ? apa kau pemilik perusahaan ini ? jangan mimpi disaat kerja ." selesai berkata Leon masuk kedalam lift.

Vidya tertawa mendengar ucapan Leon, dalam perusahaan ini. Leon terkenal dengan julukan mulut sadis, dan Leon juga adalah sepupu Regan.

*

*

*

*

*

*

**Bersambung

Bantu like..like..

Terimakasih**...

1
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Kak minta Visualnya Carlo, Clara, Regan, Sandro, Jelita, Bang Poltak, Randhi, Rhiana dung
Yosephine Nidya Ayu Puspajati: Yach kenapa kak, di UP lagi visualnya
Senang bacanya, diulang²
total 2 replies
syh 03
Luar biasa
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Ini harus Roland thor
Sery
Iya kak, typo meresahkan 🤭
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Harusnya Hai.... anak ganteng dan cantik, begitu kak
Dandelion
bagus ceritanya
赤狐
sampai lupa hari wkwkwk, kayaknya aturan sekolah ganti nih
Hilmiya Kasinji
bagus
Dewi Suryani
seru
Dina
suka! ada lucunya
kiaKarmila
Bagus ceritanya
Mesri Sihaloho
kenapa lama si thor ketahuan si sofia gila dan Amara masih hidup...??
Mesri Sihaloho
benar benar gila si sofia
viki naila
baru mampir kak hihi
Darojah Syafii
Luar biasa
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Richard lg
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Kok Richard
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Richard?
Shuhairi Nafsir
katanya keluarga Regan keluarga yang kaya kenapa nga minta orang suruhannya menyiasat keberadaan Clara.
susi 2020
😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!