Kanaya harus rela menggantikan kakaknya yang kabur dihari pernikahannya, dan menikah dengan seorang CEO dingin, Kevin argantha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah putri ardiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab31 (pesona Kevin)
Hari ini Naya kembali kuliah karena 1 bulan lagi ia akan wisuda. terlihat pagi pagi Kevin sudah mual mual. Naya pun dengan sigap memeberi kan teh hangat untuk Kevin. agar sedikit meredakan mualnya.
"kak maafin Naya ya, Naya yang hamil tapi kakak yang repot."ujar Naya dengan raut wajah sedih.
"enggak papa sayang kamu kan udah mengandung jadi bebannya dibagi dua sama aku biar adil hehe."balas Kevin, ia terlihat pucat namun tetap bis tertawa.
"yaudah yuk berangkat."ajak Naya, Kevin pun sudah bersiap dengan setelan jas kerjanya dan dengan Naya ia menggunakan dress bumil dengan panjang dibawah lutut tak lupa ia menggunakan Cardigan.
mobil Kevin meluncur kekampus Naya. tak berselang lama mereka sudah sampai.
"kakak jangan lupa makan ya."ujar Naya.
"iya nay kamu juga jangan lupa makan kasihan bayi kita nanti."balas Kevin Naya pun mengangguk. Naya mencium punggung tangan Kevin dan Kevin pun mencium kening Naya setelah itu Naya pun turun. Naya berjalan kedalam kampus.
"Naya."teriak Siska dari koridor kampus. Naya pun berjalan menghampiri Siska.
"wah bumil cantik banget sih."ujar Siska pada Naya.
"apaan sih sis, Amel mana?."tanya Naya.
"belum Dateng."jawabnya.
"nay kan satu kampus belum tau kalo Lo udah nikah."ujar Siska tiba tiba. Naya pun nampak terdiam.
"ngakpapa satu bulan lagi kan wisuda, toh kalau semua tau nggak masalah kok yang penting kan ada suaminya hehe."ujar Naya dengan tertawa.
"Hay gaes."sapa Aldo yang tiba tiba datang.
"apa kabar nay?."tanya Aldo pada Naya.
"alhamdulilah gue baik."balas Naya seraya tersenyum.
"setelah wisuda rencananya Lo mau apa nay?."tanya Aldo.
"aduh Aldo Naya ya mau jadi ibu lah, mau kerja suaminya aja udah kaya yakan nay?."sambar Siska. Naya pun hanya tersenyum.
",gue nggak tanya sama Lo curut."ketus Aldo pada Siska.
"isss nyebelin."gerutu Siska. Aldo dan Naya pun lantas tertawa.
***
kuliah pun sudah selesai, Naya dan teman temannya pun sudah keluar dari kelas. mobil Kevin sudah stand by diparkiran kampus namun mobil Kevin dikerubungi banyak cewek-cewek.
"eh itu ada apaan sih rame rame gitu?."tanya Siska.
"gue juga nggak tau."timpal Amel. namun Naya mencoba mengamati mobil yang tengah dikerumuni itu.
"gaes itu mobil suami gue."ujar Naya dengan histeris.
"what beneran, yaudah ayo kita samperin."ajak Siska. mereka bertiga pun mendekat kearah mobil.
"woy pada ngapain sih?."teriak Siska yang memang terkenal bar bar.
"didalam ada om om ganteng banget."ujar salah satu cewek didepan mobil Kevin. Siska, Amel dan Naya pun lantas saling tatap.
keluar dong om ganteng.
om sini sama aku huuu.
om ganteng banget sih aku mau dong jadi istrinya.
begitulah teriakan para cewek cewek yang mengelilingi mobil Kevin. tak lama pintu mobil dibuka. para cewek-cewek pun semakin histeris. Kevin lantas menghampiri Naya yang terdiam didepan mobil Kevin.
laki laki dengan setelan jas kerjanya, rambut rapi, kulit bersih, wajah seperti bule mata hitam yang seksi. membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona.
"sayang kok nggak masuk sih."ujar Kevin tiba tiba pada Naya, sontak semua cewek cewek i pun kaget. Naya pun juga kaget.
kok om om itu kenal Naya ya?.
sayang? om itu panggil Naya sayang?
yah kalah cepet deh sama Naya.
banyak cewek cewek yang berbisik seperti itu setelah Kevin turun dan menghampiri Naya.
"nay kok diam aja sih."tegur Kevin yang melihat Naya malah diam saja.
"ehh iya kenapa kak?."tanya Naya lagi.
"ayo pulang."ajak Kevin seraya mengenggam tangan Naya dan beranjak kedalam mobil.
"eh semua jangan pada mengharap ya sama om ganteng ini karena dia sudah milik Naya haha."teriak Siska dengan lantang dan membuat semua cewek cewek tadi kecewa.
****
POV Kevin
Hari ini naya sudah mulai kuliah lagi karena 1 bulan lagi ia akan wisuda, mulai hari ini aku tak akan membiarkan Naya membawa mobil sendiri, aku pun memutuskan untuk mengantar jemput Naya kuliah.
setelah mengantar Naya aku pun bergegas berangkat kekantor, sedari pagi mual muntah pun masih kurasakan seandainya Naya yang mengalami ini semua pasti ia sangat terbebani.
"kenapa muka Lo pucet banget Vin."tanya Randi tiba tiba.
"kalo masuk itu ketok pintu dulu kek, panggil gue bos atau gue pecat."ketusku.
"oke bos sorry hehe, bos sakit ya kok pucet banget?."tanyanya, aku pun seketika jijik mendengar ucapan Randi.
"lebay."ujarku. ia pun langsung duduk didepanku.
"gue mual muntah, Naya yang hamil tapi gue yang ngerasain morning skiness."
"ja_jadi Lo kaya orang hamil dong."ujar Randi yang langsung tertawa. gue pun seketika melotot kearah Randi namun tiba tiba mual pun mendera mau tak mau aku harus kekamar mandi.
setelah lega aku pun kembali keruanganku.
"sebenarnya gue tersiksa banget tapi aku gimana lagi."lirihku seraya meminum air putih.
"ngakpapa lah vin itu kan bagian dari perjuangan Lo, nanti kan terbayar setelah ada Dedek bayi, yakan itung itung meringankan beban istri lo"ujar Randi menyemangati ku. aku pun berpikir jika yang diomongkan Randi itu ada benarnya.
"yaudah sana kerja, mau gue potong gaji Lo."
"Yee sante dong bos, sebentar lagi kan mau jadi ayah masih galak aja."ketus Randi seraya berjalan keluar aku hanya menggeleng kan kepala saja melihat tingkah sahabatku itu.
***
aku pun melirik jam saatnya menjemput Naya.
"gue jemput Naya Bentar kalo ada tamu suruh tunggu aja."pesanku pada Randi. ia pun mengangguk.
aku turun menuju parkiran, setelah itu on the way kekampus Naya, aku sengaja datang awal supaya Naya tak menunggu. selang beberapa menit aku pun sampai di kampus Naya. aku turun dan duduk didepan mobil.
"om ganteng."tiba tiba ada segerombolan mahasiswi menghampiri ku.
"cari siapa om?."tanya salah satu siswi. aku pun hanya melirik sekilas dan berlanjut main ponsel.
"om minta nomornya dong siapa tau bisa kenalan hehe."
"om namanya siapa?."
"cari in siapa sih om?."
Begitulah pertanyaan para siswi siswi yang mulai mengelilingi ku, aku seperti gorengan yang dihinggapi para lalat. aku pun mulai sisi dengan mereka aku memutuskan untuk berada didalam mobil sembari menunggu Naya.
Setelah aku masuk mobil para siswi siswi itupun masih mengelilingi mobilku aku tak habis fikir segitu tampan kah diriku hingga diperebutkan banyak wanita haha.
setelah menunggu beberapa menit tiba tiba Naya sudah ada didepan mobil ku aku pun lantas turun dan menggandeng Naya kedalam mobil, aku lihat para mahasiswi itu kaget melihat aku menggandeng Naya. Naya pun tak bisa berkutik.
setelah masuk mobil aku dan Naya pun keluar dari kampus. aku lihat wajah Naya seperti ditekuk, kusut banget.
"sayang kok muka kamu kusut banget sih kenapa?."tanyaku seraya mengenggam tangan Naya. namun ia malah menarik tangannya.
aku pun menepikan mobil ku dipinggir jalan.
"kok berhenti?."tanya Naya.
"aku tanya sama kamu kenapa kok mukanya kusut gitu?."
"ngakpapa."jawab Naya dengan singkat. aku pun semakin binggung.
"ayo lah Naya jangan kaya gini kalau kamu diam aja aku nggak akan tau kamu maunya apa."
"aku sebel sama kakak kenapa kakak nggak nunggu dimobil aja, kakak Lia sendiri kan cewek cewek tadi udah kaya lalat aja."ketus Naya, aku pun mengerti ternyata Naya cemburu.
"owww kamu cemburu, Naya meskipun banyak wanita diluar sana yang ngejar ngejar aku tapi hatiku cuma buat kamu."
"ayo lah senyum kasihan Dedek bayinya."aku pun mengelus dan mencium perut Naya yang sudah agak membuncit. Naya pun seketika tersenyum.
"beneran hati kakak cuma buat Naya?."tanya Naya dengan mata berbinar.
"iya sayang, aku cuma sayang sama kamu dan bayi kita."aku pun mencium kening Naya.
"yaudah aku antar pulang ya setelah itu aku kerja lagi."
"iya kak."
aku pun mengantar Naya pulang karena aku juga harus kerja lagi akan ada rapat nanti jam 3. selang beberapa menit kami sampai didepan rumah Naya mencium tangan ku dan langsung turun aku pun bergegas kembali kekantor.