NovelToon NovelToon
Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daneen_Nis

Si Kecil yang Terbuang

Sejak lahir, Aluna Kirana dianggap sebagai pembawa kesialan hingga keluarganya tega membuangnya di tengah hujan. Beruntung, seorang nenek berhati mulia menemukannya dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang meski hidup dalam keterbatasan.

Bertahun-tahun kemudian, Aluna tumbuh menjadi gadis yang lembut, kuat, dan penuh ketulusan. Tanpa disadari, takdir membawanya kembali bertemu dengan keluarga yang pernah membuangnya. Di saat penyesalan mulai menghantui mereka, Aluna juga dipertemukan dengan Arsen Mahardika, seorang CEO muda yang perlahan mengubah jalan hidupnya.

Ketika rahasia masa lalu terungkap, mampukah Aluna memaafkan mereka yang telah meninggalkannya? Ataukah ia akan memilih orang-orang yang mencintainya tanpa syarat?

Sebuah kisah penuh haru tentang luka, pengorbanan, keluarga, dan cinta yang membuktikan bahwa seseorang tidak ditentukan oleh masa lalunya, melainkan oleh keteguhan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daneen_Nis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 - Awal Terbukanya Rahasia

Perjalanan pulang dari taman berlangsung dalam keheningan. Aluna masih menggenggam foto bayi yang ditemukan Rangga. Tatapannya tidak pernah lepas dari kalung bulan sabit yang dikenakan bayi di dalam foto itu.

Kalung itu sama persis dengan yang selama ini melingkar di lehernya.

"Pak Arsen..." ucap Aluna pelan.

"Iya?"

"Menurut Bapak... apakah bayi di foto ini benar-benar saya?"

Arsen tidak langsung menjawab. Ia melirik Aluna yang duduk di kursi belakang mobil bersama Ratih.

"Aku belum bisa memastikan. Tapi ada kemungkinan."

Jawaban itu membuat dada Aluna semakin sesak.

Selama delapan belas tahun, ia tidak pernah mempertanyakan asal-usulnya. Baginya, kasih sayang Nenek Ratih sudah lebih dari cukup. Namun kini, berbagai petunjuk mulai bermunculan seolah memaksanya membuka lembaran masa lalu.

Sesampainya di rumah, Ratih mengucapkan terima kasih kepada Arsen dan Rangga.

"Terima kasih sudah membawa Luna pulang dengan selamat."

"Itu sudah menjadi tanggung jawab saya, Nek," jawab Arsen sopan.

Sebelum pergi, Arsen menatap Ratih dengan sungguh-sungguh.

"Nek, saya tidak akan memaksa. Tapi kalau suatu hari Nenek siap bercerita, saya akan membantu menjaga Aluna."

Ratih hanya mengangguk pelan.

Ia tahu, rahasia itu tidak mungkin disimpan lebih lama lagi.

Malam semakin larut.

Aluna belum juga bisa memejamkan mata. Ia duduk di dekat jendela sambil memegang kalungnya.

"Nek..."

Ratih yang belum tidur menghampirinya.

"Belum mengantuk?"

Aluna menggeleng.

"Nek, kalau Aluna bukan cucu kandung Nenek... apakah Nenek tetap menyayangi Aluna?"

Pertanyaan itu membuat hati Ratih terasa seperti diremas.

Ratih segera memeluk Aluna erat.

"Jangan pernah bertanya seperti itu."

"Kenapa?"

"Karena bagi Nenek, kamu adalah cucu Nenek. Tidak peduli siapa orang tua kandungmu."

Air mata Aluna mulai mengalir.

"Aluna takut kehilangan Nenek."

Ratih mengusap pipinya dengan penuh kasih.

"Selama Tuhan masih mengizinkan, Nenek akan selalu ada di sampingmu."

Mereka berpelukan cukup lama hingga akhirnya Aluna tertidur di pangkuan Ratih.

Namun setelah memastikan cucunya benar-benar tertidur, Ratih mengambil sebuah kotak kayu tua dari lemari.

Kotak itu berisi sebuah surat yang mulai menguning karena usia.

Ratih membacanya perlahan.

"Tolong jaga anak ini. Jangan biarkan siapa pun menemukannya sampai waktunya tiba."

Tidak ada nama pengirim.

Hanya sebuah cap keluarga yang sebagian tintanya sudah memudar.

Ratih menutup surat itu sambil menitikkan air mata.

"Maafkan Nenek, Luna."

Di tempat lain, Damar Prasetya berdiri di balkon rumahnya.

Pikirannya terus dipenuhi foto yang dikirim orang misterius.

Ia akhirnya mengambil keputusan.

"Surya."

Seorang pria paruh baya segera datang.

"Ya, Tuan."

"Cari gadis bernama Aluna Kirana."

Surya terlihat sedikit terkejut.

"Boleh saya tahu alasannya?"

"Belum."

Damar menghela napas panjang.

"Aku hanya ingin memastikan sesuatu."

"Baik, Tuan."

Perintah itu segera dijalankan.

Tanpa disadari Damar, keputusan tersebut akan membawanya pada kenyataan yang selama ini berusaha ia hindari.

Keesokan paginya, Arsen menerima telepon dari Rangga.

"Pak, ada perkembangan."

"Apa?"

"Pria misterius yang menemui Aluna di taman berhasil terekam kamera pengawas."

Arsen langsung berdiri dari kursinya.

"Identitasnya?"

"Belum diketahui. Tapi wajahnya terlihat cukup jelas."

"Kirim rekamannya sekarang."

Beberapa detik kemudian, video itu muncul di layar komputer Arsen.

Saat melihat wajah pria tersebut, Arsen langsung membeku.

"Aku mengenalnya..."

Rangga terkejut.

"Bapak kenal?"

Arsen mengangguk perlahan.

"Kalau aku tidak salah... dia adalah mantan sopir keluarga Prasetya yang menghilang delapan belas tahun lalu."

Rangga ikut tercengang.

"Itu berarti semua ini memang berhubungan dengan keluarga Prasetya."

Arsen mengepalkan tangannya.

Rahasia yang selama bertahun-tahun tersembunyi kini mulai memperlihatkan jalan keluarnya.

Namun, sebelum kebenaran benar-benar terungkap, bahaya yang lebih besar sudah lebih dulu mendekati Aluna. Seseorang yang selama ini berada dalam bayang-bayang ternyata tidak hanya ingin mengungkap masa lalunya, tetapi juga berniat membungkam semua orang yang mengetahui rahasia tersebut.

1
Adinda
mungkin victor simpanan istrinya damar bapak kandungnya Keisha
ժׁׅ݊ɑׁׅ݊ꪀꫀׁׅܻ݊ꫀׁׅܻ݊݊ꪀ_݊ꪀꪱׁׅ꯱: Terima kasih sudah Like dan Komen ka🙏🙏🙏
total 1 replies
Adinda
semoga Aluna bertemu keluarga sebelah ibunya atau kakeknya
Adinda
Aku harapnya Aluna direbut oleh keluarga dari ibunya atau kakeknya yang Kaya biar ayah kandungnya Tau rasa dibenci oleh anaknya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!