Karena pria yang mencintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahannya membuat Lavanya mau tidak mau harus menikah dengan Mike.
Mike berusaha untuk menjalani pernikahan mereka meski pernikahan itu didasari tanpa cinta dan Lavanya tidak mudah membuka hatinya.
Percekcokan terjadi di antara mereka, Lavanya benar-benar tidak ingin mencoba untuk rumah tangganya dan tidak mungkin berpisah karena keluarga calon suaminya itu dikenal oleh orang banyak dan sangat terhormat.
Sahabatnya masuk dalam rumah tangga mereka dan menghancurkan rumah tangga itu dengan Mike mencari kenyamanan pada Arumi.
Ketika Lavanya menyadari adanya yang tidak sehat dalam rumah tangganya, bagaimana dirimu manfaatkan dan terlalu sibuk untuk dirinya dan sampai akhirnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Lavanya ternyata tidak mundur dan justru maju untuk merebut suaminya kembali.
Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan antara Mike dan Lavanya. Apakah pada akhirnya Lavanya kembali mendapatkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23 Istri Cerdas
Mike tidak ingin mendapatkan masalah yang membuatnya buru-buru bersembunyi. Arumi jika berusaha untuk tenang dan sedikit merapikan dirinya dan kemudian menghampiri Lavanya.
"Lavanya, kamu tidak mengatakan akan datang," sahut Arumi saat ini sudah berdiri di hadapan Lavanya.
Lavanya memperhatikan penampilan sahabatnya itu.
"Hmmmm, maaf aku masuk ke rumah kamu, soalnya pintunya tidak dikunci," ucap Lavanya.
"Tidak apa-apa. Aku, tadi baru saja dari kamar dan ke dapur untuk meminum air putih dan aku mendengar suara kamu," Arumi berusaha menjelaskan agar Lavanya tidak curiga.
"Kamu tumben sekali datang ke rumahku?" tanya Arumi.
"Ohhhh, aku hanya ingin mengajak kamu untuk makan siang, aku akan berangkat ke sekolah untuk mengajar dan aku ingin makan siang bersama kamu di panti asuhan," ucap Lavanya.
"Tumben?" tanya Arumi dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Kenapa? Kamu sibuk ya?" tanya Arumi memastikan.
"Tidak! Aku tidak sibuk sama sekali," jawab Arumi dengan tersenyum.
"Begitu....."
"Oh iya Arumi, aku melihat ada mobil kak Mike di luar," ucap Lavanya.
Arumi kaget mendengarnya dan begitu juga dengan Mike yang saat ini berada di tempat persembunyiannya.
"Kak Mike datang kerumah kamu?" tanya Lavanya memastikan.
"Oh itu .... Hmmmm Mike, kemarin supir mengantarkan mobilnya, itu mobil kantor yang difasilitasi untukku karena aku merupakan brand ambassador dari produk mereka," Arumi memiliki seribu alasan yang membuat Mike merasa lega yang saat ini berada di tempat persembunyian.
"Begitu....."
"Iya, lagi pula mana mungkin Mike akan datang ke rumahku tanpa urusan pekerjaan," lanjut Arumi.
"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu. Maaf, pagi-pagi aku sudah mengganggu kamu," ucap Lavanya dengan tersenyum.
"Tidak apa-apa," jawab Arumi tersenyum getir dan kemudian Lavanya langsung berlalu dari hadapan Arumi.
"Huhhhhhh....."
"Apa-apaan ini, kenapa tiba-tiba dia datang, membuat jantungku copot saja," ucap Arumi baru bisa bernafas lega dan Mike juga akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya.
"Mike kamu mau ke mana?" Mike ternyata langsung pergi tetapi ditahan Arumi.
"Situasi ini benar-benar membuatku tidak nyaman. Arumi kamu dengarkan aku untuk tidak menyentuh barang-barang pribadiku ke depannya, aku tidak suka dengan hal ini!" tegas Mike tanpa mengatakan apapun lagi dan kemudian langsung pergi.
"Mike tunggu....."
"Mike!" Arumi masih memanggil kekasihnya itu.
"Kenapa sih dia, kenapa dia menjadi orang yang paling takut dengan istrinya, apa yang dia takutkan coba, istrinya juga tidak akan tahu apa-apa, dia polos lugu dan sudah pasti tidak akan mengerti tentang hubungan kami," Arumi marah-marah yang benar-benar meremehkan Lavanya.
****
Lavanya saat ini berjalan di pinggir trotoar dengan stylenya yang sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya, penampilan kekinian dengan modern yang tampak elegan dan cantik meski menggunakan hijab yang selalu dipakai untuk menutup auratnya.
"Sudah aku juga di datang menemui Arumi, ya Allah bagaimana caranya untuk membuat suami hamba benar-benar berubah, tidak memiliki hubungan itu lagi dengan wanita itu, apa yang harus hamba lakukan. Apakah niat hamba untuk mempertahankan pernikahan ini tidak semudah itu, tetapi hamba sudah sudah berusaha," batin Lavanya tampak mulai menyerah dengan keadaan.
Tin-tin-tin-tin-tin
Lavanya dikagetkan dengan suara mobil yang membuatnya menoleh ke belakang dan ternyata mobil itu berhenti tepat di sampingnya yang tak lain adalah Mike yang saat ini membuka kaca pintu mobil.
"Lavanya ayo masuk!" ajak Mike membuat Lavanya menganggukkan kepala.
Lavanya duduk di sebelah Mike.
"Kenapa kak Mike tiba-tiba ada di sini?" tanya Lavanya.
"Hmmm, bukankah ini arah kantor, jadi ingin pergi ke kantor dan tiba-tiba saja melihat kamu berada di sini," jawab Mike.
"Tidak harus aku pertanyakan masalah mobil ini yang aku yakin dia tadi juga mendengarnya, yah lebih baik aku berpura-pura tidak tahu," batin Lavanya.
"Kamu ingin ke sekolah?" tanya Mike.
Lavanya menganggukkan kepala.
"Kenapa tidak ditemani supir, bukankah kamu sendiri yang mengatakan takut pergi sendirian tanpa ada pengawasan?" tanya Mike.
"Tadi supir mengantarkan sampai rumah Arumi, lalu Lavanya menyuruhnya pulang terlebih dahulu. Karena jarak sekolah tidak terlalu jauh," jawab Lavanya.
"Kamu ke rumah Arumi?" tanya Mike.
"Ya, memang sering ke rumah Arumi, kami sudah seperti saudara, sejak kecil berteman dan sampai sekarang, datang ke rumahnya tidak harus memberi tahu sudah hal yang biasa," jawab Arumi.
"Oh iya kamu benar, kalau begitu kita langsung jalan saja!" ajak Mike membuat Lavanya menganggukkan kepala.
Lavanya sebenarnya merasa tidak nyaman, merasa sakit harus satu mobil dengan suaminya yang telah berselingkuh dengan sahabatnya. Lavanya pasti lelah dengan pura-pura yang dia lakukan seolah-olah tidak mengetahui perselingkuhan suaminya dan untuk menjadi orang yang pura-pura adalah hal yang sangat menyakitkan.
"Hmmmmmm, lain kali kalau kamu mau diantarkan kemanapun itu tidak ada salahnya meminta kepada saya dan jika saya benar-benar tidak sibuk mungkin bisa menemani kamu," ucap Mike menawarkan diri membuat Lavanya menoleh.
"Baik kak," sahut Lavanya dengan menganggukkan kepala.
******
Lavanya saat ini berada di taman panti asuhan bersama dengan Arumi dengan keduanya menikmati makan siang yang dibawakan Arumi yang dipesan sebelumnya.
"Maaf ya Arumi, kamu harus terganggu karena ajakanku dan pasti kamu memiliki kesibukan yang sangat banyak," ucap Lavanya sembari mengunyah makanannya.
"Sudahlah kamu santai saja, waktu untuk sahabatku jelas sangat banyak dan lebih berharga daripada waktu apapun itu," sahut Arumi.
"Benarkah, bagi kamu aku sangat berharga?" tanya Lavanya.
"Ya pasti," sahut Arumi dengan yakin.
"Lebih berharga mana? Aku atau kekasih kamu?" tanya Lavanya.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.
Arumi sampai batuk-batuk mendengar pertanyaan itu yang membuatnya tersedak makanan. Lavanya tersenyum tipis melihat betapa busuknya sahabatnya itu yang berpura-pura tetapi ternyata adalah seorang penghianat.
"Kamu membuatku kaget saja Lavanya, aku tidak memiliki kekasih sama sekali," sahut Arumi.
"Benarkah, ya aku memang tidak terlalu mengikuti berita di sosial media dan juga televisi, tetapi kamu cantik dan menurutku tidak mungkin tidak memiliki kekasih," ucap Lavanya
"Iya memang aku tidak memiliki kekasih dan lagi pula jika aku memilih kekasih dan sudah pasti akan memberitahu kepada kamu dengan mengenalkannya, kamu merupakan sahabatku dan sudah pasti orang yang pertama kali aku kenalkan," ucap Arumi.
"Ya," sahut Lavanya lagi-lagi hanya tersenyum.
Mata Lavanya tiba-tiba melihat ke arah Arumi yang tampak dompet Arumi terbuka. Lavanya salah fokus pada kartu kredit limited edition yang dimiliki Arumi.
"Selain memiliki hubungan dan ternyata kak Mike juga menafkahi dirinya," batin Lavanya.
Sebenarnya hatinya sangat hancur, marah dan benar-benar muak, tetapi untuk menenangkan diri sendiri. Lavanya berusaha untuk tenang dan menghadapi perselingkuhan suaminya.
Lavanya harus mengingat bahwa dia ingin mengambil kembali suaminya dengan cara terhormat dan bukan seperti wanita murahan. Lavanya harus benar-benar bersabar menghadapi situasi ini.
Karena jika dia melakukan penyerangan dan yang kalah harus Arumi. Lavanya menginginkan suaminya sendiri yang meninggalkan selingkuhannya tanpa ada paksaan tetapi justru karena kesadaran diri.
Bersambung.....
reputasinya , kamu dan seluruh keluarga