Selamat Membaca 💖
Asyila seorang gadis cantik, periang dan sederhana. Ia terlahir dari keluarga yang serba pas-pasan. Diusianya yang sangat muda yaitu 18 tahun, dirinya harus menikah dengan seorang pria yang usianya jauh diatasnya.
Ayah Asyila yaitu Herwan hanya bekerja sebagai buruh tani sementara Ibu Asyila yaitu Arumi hanya bekerja sebagai tukang masak. Hidupnya berubah saat orang tuanya meminta Asyila menikahi seorang pria yang sudah dijodohkan olehnya saat usia Asyila menginjak 2 tahun, Sementara Asyila tidak tahu siapa pria itu.
Akankah hubungan mereka bisa berjalan baik dan saling jatuh cinta?
Abraham seorang pria yang sangat mencintai Asyila sedari Asyila kecil bahkan rela melakukan apapun agar Asyila dapat menerimanya sebagai suami Asyila.
Apakah perjuangan Abraham berakhir dengan saling bahagia?
Ikuti terus kelanjutannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Telepon Dari Ibu
Untuk ketiga kalinya Asyila membuatkan nasi goreng untuk Abraham dan ketiga kalinya pula Asyila merasa gugup setiap bertemu dengan pria yang biasa ia panggil paman.
“Syila kamu lihat sisir aku tidak?” tanya Ema yang baru saja selesai mandi.
“Aku letakkan di atas lemari, tadi jatuh ke lantai!” seru Asyila.
“Ketemu,” ucap Ema lalu menyisir rambutnya.
Asyila duduk di teras rumah sambil memandang ke arah langit, bintang malam begitu banyak membuat malam Asyila seperti ditemani oleh para bintang langit.
Hai bintang, malam ini aku ingin mencurahkan sedikit isi hatiku kepada kalian!
Saat aku bertemu dengan seorang pria dan jantungku berdetak tak karuan itu tandanya apa?
Aku benar-benar bingung dengan perasaan ini, atau jangan-jangan aku hanya mengagumi dia saja.
Asyila menatap ke arah langit malam dengan sangat serius, bahkan Abraham bingung dengan istri kecilnya yang selalu menatap ke langit.
“Eko coba kamu lihat di langit ada apaan! dari tadi aku melihat langit tidak ada apa-apa!” perintah Abraham yang terus saja melihat ke langit malam berharap menemukan apa yang dilihat oleh Asyila.
“Hanya ada bintang dan bulan tuan muda!” seru Eko.
Sekarang aku harus menuruti perintah dari tuan muda meski bisa dibilang hal aneh, bagaimana tidak aku diminta memperhatikan langit malam agar mengetahui apa yang nona muda lihat.
“Benarkah?”
“Iya tuan muda!”
Ada apa dengan bulan dan langit?
Abraham bertanya di dalam hati serta pikirannya mengenai bulan dan bintang.
Ema menghampiri Asyila yang duduk melamun sambil menatap ke arah langit.
“Asyila kamu jangan melamun malam-malam,” ucap Ema membuyarkan lamunan Asyila.
“Kamu yang seharusnya jangan mandi malam-malam, tidak baik buat kesehatan!” seru Asyila.
Ema yang semula berdiri memutuskan untuk ikut bergabung dengan Asyila yang duduk di teras rumah.
“Iya-iya aku tahu, kamu ngapain sendirian disini tanpa menunggu aku selesai mandi?”
“Aku sudah menunggu kamu dari tadi Ema, bahkan sudah 1 jam lebih kamu belum juga selesai mandi.”
Ema menyeringai lebar kepada Asyila, “Ya mau bagaimana lagi, habisnya aku kepanasan habis lari-lari.”
“Asyila!”
“Iya Ema, ada apa?”
“Kamu sudah menemui suamimu?” tanya Ema serius.
Mendengar kata suami Asyila langsung teringat akan status sebagai istri orang.
“Belum," ucap Asyila lirih.
“Kenapa kamu harus menunggu selama 2 tahun agar kalian bisa bertemu! maksudku begini Asyila, jika kamu dan suamimu saling bertemu barang kali kamu akan membuka hati untuknya dan jatuh cinta padanya seperti di kisah-kisah novel romantis,” ujar Ema.
“Yang kamu katakan memang ada benarnya Ema, tapi bagaimana kalau aku tidak mencintainya dan malah berbalik membencinya?”
“Alasan kamu untuk membencinya kenapa?
yang aku tahu dan aku dengar dari ceritamu bahwa suamimu setuju dengan persyaratan kamu, berarti dia adalah pria yang baik Syila.”
“Bagaimana kamu tahu bahwa dia pria baik?
aku dan dia berbeda usia cukup jauh Ema.”
“Apa kamu tidak berpikir sebagai seorang istri kamu wajib melayani suami kamu Syila?”
Drrt... drrt... Suara getaran ponsel milik Asyila.
Asyila melihat layar ponselnya dan terpampang jelas nama ibu dilayar ponselnya.
“Telepon dari siapa Asyila?”
“Telepon dari ibu!” seru Asyila.
“Cepat angkat!” pinta Ema agar Asyila segera menerima sambungan telepon Arumi.
Asyila begitu gugup untuk menerima sambungan telepon dari ibunya, Ema terus saja menekan dirinya agar menerima telepon tersebut.
“Assalamualaikum Bu!” ucap Asyila.
“Waalaikumsalam nak, kamu belum tidur kan nak?”
“Belum Bu, ibu juga belum tidur?”
“Belum nak, kamu sekarang dimana?”
“Asyila di rumah kontrakan bu.”
Ema bergeser menjauh dari sisi Asyila memberikan waktu bagi ibu dan anak untuk bercakap-cakap mengurangi rasa rindu mereka.
“Nak! ibu menghubungi kamu karena sebentar lagi kan bulan puasa, ibu ingin kamu pulang dan sahur pertama bersama dirumah,” ucap Arumi.
“Iya Bu, Asyila akan pulang dan sahur pertama bersama ayah dan ibu!”
“Alhamdulillah, jadi kapan kamu akan bertemu dengan suamimu?” tanya Arumi.
Pertanyaan itulah yang paling ditakuti oleh Asyila, Asyila berpikir bahwa Ibunya tidak akan membahas soal pertemuan dirinya dan pria yang sama sekali tidak ia cintai.
“Soal itu..”
“Jangan kecewakan kami dan suamimu nak, Assalamualaikum!”
“Waalaikumsalam!”
Setelah memutuskan panggilan, Asyila menundukkan pandangannya dan menampilkan wajahnya lesunya.
Ema sang sahabat begitu penasaran namun ia tak berani menanyakan rasa penasarannya dan mengurungkan niatnya.
“Ema tolong tinggalkan aku sendiri!” pinta Asyila.
“Baiklah, kamu jangan berlama-lama diluar Syila!”
Asyila tak dapat menyembunyikan kesedihannya, ia menangis tanpa mengeluarkan suara berkali-kali ia menghapus air matanya yang mengucur deras.
Abraham dari kejauhan melihat istri kecilnya menangis, hatinya begitu sakit dan tak mengeluarkan suara sedikitpun.
Eko ikut terdiam mengetahui bahwa istri kecilnya tuan mudanya menangis dan memalingkan wajahnya ke arah lain.
Ya Allah kenapa istriku menangis, siapakah yang baru saja menghubungi Asyila?
Tanpa disadari Abraham ikut meneteskan air matanya, pria itu ingin sekali datang menghampiri Asyila dan berusaha menenangkan istri kecilnya itu agar tak menangis.
Eko tak sengaja melihat Abraham menangis dari kaca kecil yang mengarah ke wajah tuan mudanya itu, dengan cepat Eko memalingkan wajahnya ia merasa sangat canggung sekaligus sedih.
Suami istri malam ini sama-sama menangis dan aku yang menjadi saksi mereka berdua.
Abraham sepertinya tahu siapa yang menghubungi Asyila, dengan cepat ia menghubungi ibu mertuanya yang berada di Jakarta.
Tut... Tut...
“Assalamualaikum bu!”
“Waalaikumsalam nak Abraham, ada apa menelpon ibu malam-malam?”
“Abraham ingin menanyakan kepada ibu, apakah ibu habis menghubungi Asyila?”
“Iya nak Abraham, kamu masih mengamati istrimu ya?”
“Iya Bu!”
“Memang ada apa nak?”
“Tidak ada apa-apa Bu, kalau begitu Abraham tutup telponnya. Assalam....”
“Tunggu nak!” potong Arumi.
“Iya ada apa Bu!”
“Sahur pertama kamu ke rumah ya, kita sahur sama-sama ada Asyila juga!” ajak Arumi.
Mendengar ajakan ibu mertuanya, Abraham langsung tahu alasan istri kecilnya menangis.
“Abraham akan memikirkan ajakan ibu, Abraham tutup ya Bu assalamualaikum!”
“Waalaikumsalam!”
Ya Allah jadi karena ini Asyila menangis, dia masih belum bisa menerimaku.
Ya Allah tolong buat hati hamba lebih sabar lagi!
Abraham memperhatikan kembali Asyila namun ia tak menemukan keberadaan Asyila ditambah lampu ruang tamu tidak lagi menyala itu artinya bahwa Asyila telah tidur.
“Eko kita pergi sekarang!” perintah Abraham.
“Baik tuan muda!”
Abraham terngiang-ngiang dengan wajah sedih istrinya, untuk pertama kalinya ia melihat air mata istri kecilnya itu.
Asyila aku tidak ingin melihat kamu menangis lagi, aku tahu bahwa kamu sulit menerima diriku sebagai suamimu tapi aku sungguh mencintaimu bahkan saat kamu masih sangat kecil aku telah menyukaimu istri kecilku tidak ada seorang gadis pun yang dapat mencuri hatiku kecuali kamu Asyila.
Asyila masih dirundung kesedihan dihatinya, ia belum siap untuk bertemu dengan pria yang sudah menjadi suaminya. Hingga gadis itu menangis sampai akhirnya ia tertidur akibat kelelahan karena menangis.
Abraham ❤️ Asyila
Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏
Terima kasih atas kerjasamanya!😘
cz si romi tuh anak mama 🤣