Nasib Celina yang yatim piatu bertambah malang karena suatu malam ia diculik dan diperkosa oleh 3 orang pria..
"Aku tidak pantas untuk mu.. Aku sudah kotor! Bahkan sangat kotor. Kau bisa mendapatkan yang lebih baik lagi dari diriku!."
Bagaimana nasib Celina setelah kejadian itu?
Akankah dia membalaskan dendam nya pada ketiga pria keji tersebut?
Cerita ini hanyalah fiksi belaka dan mengandung unsur kekerasan, pembaca diharap bijak dalam menyikapinya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanda Anastasia Adam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34
"What? Are you sure about that?."
John yang tengah mengendarai mobil bersama Mark, berhenti sejenak di pinggir jalan untuk mengangkat panggilan telepon dari anak buah nya, yang ditugaskan olehnya untuk mencari keberadaan Darcia dan Ryan.
"Kirim lokasi alamatnya padaku sekarang!."
Mark yang duduk di samping kursi kemudi sebelah John, menatap sahabat nya itu dengan pandangan yang bertanya-tanya.
"What's happen John?."
"Orang ku menemukan keberadaan Darcia dan Ryan, Mark. Mereka akan mengirimkan lokasi nya padaku."
Begitu notif pesan WhatsApp masuk di ponsel John, mereka langsung meluncur menuju lokasi alamat yang dikirimkan anak buahnya.
Semenjak tadi pagi hingga hampir siang ini, John dan Mark memang tengah mencari sahabat baik mereka yang menghilang bersama bodyguard kepercayaan Darcia Blake.
Mereka memang sedang berada di lokasi terakhir dimana GPS mobil Darcia terlihat.
Kedua lelaki itu menyisir dengan seksama lokasi yang terbilang cukup sepi tersebut dengan teliti, karena mencoba mencari bukti apa benar Darcia dan Ryan memang diculik seperti kecurigaan mereka berdua.
Namun, John dan Mark sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun untuk membuktikan kecurigaan mereka.
Ditengah rasa frustasi karena masih mencoba mencari di tempat itu, anak buah John memberikan kabar kalau mereka sudah menemukan lokasi mobil Darcia berada.
Lokasi yang dikirim oleh anak buahnya itu, hanya berjarak sekitar 10 menit dari lokasi menghilang nya GPS mobil Darcia terakhir kali.
Sesampainya di lokasi tersebut, John dan Mark saling bersitatap melihat sebuah gedung tua dekat hutan. Dimana disana ternyata sudah banyak anggota polisi dan NYPD yang terlihat berjaga.
Bahkan mobil Darcia yang membawa nya bersama Ryan 2 hari lalu, terparkir di dekat pintu masuk ke dalam gedung tua tersebut.
"I'm sorry Mr. Anda tidak boleh masuk! Polisi sedang melakukan penyisiran di TKP."
Seorang petugas kepolisian menghadang John dan Mark yang akan menerobos masuk melewati garis polisi yang sudah di pasang.
"TKP? Memang nya apa yang sedang terjadi di dalam Sir?. Kami ingin melihat teman kami yang mobil nya terparkir di samping sana Sir!."
Mark berusaha memaksa masuk ke dalam gedung tua itu, karena merasa khawatir pada sahabat baik mereka Darcia Blake.
"Tolong jangan membuat keributan disini tuan. Polisi sedang melakukan pekerjaan nya di dalam!."
Petugas kepolisian itu mulai emosi pada kedua lelaki di depan nya, yang terus memaksa ingin masuk kedalam.
"Biarkan mereka masuk Sir. It's Okay."
Detektif yang menangani kasus Darcia bersuara.
Dia yang mendengar keributan di pintu masuk gedung tua tersebut, menghampiri mereka yang ternyata adalah sahabat tersangka DPO.
Petugas itu pun terpaksa membiarkan John dan Mark masuk kedalam karena tidak ingin membantah salah satu atasan nya.
"Follow me Mr John and Mr Mark."
Detektif membawa masuk kedua lelaki yang tampak penasaran sekaligus khawatir, dengan apa yang sedang terjadi di dalam gedung tua itu.
Perasaan keduanya sedikit tidak enak saat melihat penampakan gedung tua yang sedikit menyeramkan. Bahkan udara disana terasa sangat berdebu, membuat hidung John dan Mark sedikit gatal karena nya.
Tiba di sebuah pintu yang sedang tertutup rapat, detektif yang membawa mereka berbalik menghadap kedua pria itu.
"Sebelum kalian masuk ke dalam, tolong persiapkan diri kalian dengan baik tuan-tuan."
Detektif menatap satu per satu John dan Mark dengan dalam. Mereka hanya bisa mengernyit dengan perasaan yang berdebar tidak karuan.
Ketika pintu dibuka, John dan Mark membelalak sempurna melihat pemandangan memilukan di depan mereka.
Mark bahkan harus berpegangan pada tubuh kekar John, karena tidak kuat melihatnya.
"Oh my God."
John menutup mulut melihat Darcia sahabat baik mereka tengah terikat telentang di dinding, dengan keadaan yang sangat mengenaskan. Tubuhnya bahkan mulai mengeluarkan aroma tidak sedap, yang membuat John dan Mark mual seketika.
"Apa yang terjadi pada sahabat kami detektif? Mengapa Darcia bisa seperti ini?."
Mark mencoba menguatkan dirinya berusaha mencari tahu tentang kejadian naas yang menimpa sahabat baik mereka berdua.
"Sepertinya teman kalian dibunuh oleh bodyguard kepercayaan nya sendiri bernama Ryan!."
"What?."
Mark dan John kompak bersuara, terkejut dengan perkataan detektif barusan.
"No detective. There must something wrong! Ryan tidak mungkin melakukan itu Sir. Dia sudah bekerja bertahun-tahun pada Darcia Sir, Ryan tidak mungkin membunuh bosnya sendiri!."
John tampak masih syok tidak percaya dengan penuturan detektif.
"Sayang nya kami menemukan catatan Ryan sebelum dia bunuh diri setelah menghabisi Darcia Blake. Ini dia.."
Detektif mengeluarkan sebuah kertas yang sudah terbungkus rapi dalam plastik, dimana kertas tersebut adalah surat yang ditulis sendiri oleh Ryan sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya.
Mario memang sengaja menyuruh Ryan menulis surat tersebut yang mana disana tertulis, kalau dia lah yang membunuh Darcia Blake bosnya sendiri. Karena mereka sempat bertengkar, dimana Darcia telah mengetahui perbuatan menyimpang bodyguard kepercayaan nya pada dirinya selama ini.
Darcia yang mengancam akan melaporkan tindakan bejat Ryan pada polisi, tidak terima dan marah hingga akhirnya dia pun memilih untuk menghabisi Darcia dengan kejam.
Apalagi dalam surat itu tertulis Darcia sempat mengejek dan menginjak-injak harga dirinya sebagai seorang lelaki yang menyukai sesama jenis.
"Ini tidak mungkin!."
John mengusap kasar wajahnya tidak menyangka dengan kebenaran yang baru saja dia baca dan dengar.
Sedangkan Mark masih diam tidak tahu harus berbicara apa, sambil terus memegang surat terakhir yang ditulis Ryan bodyguard kepercayaan sahabat baik mereka selama ini.
"Kami pun sempat berpikir seperti itu tuan John. Tapi bukti yang kami temukan di TKP memang benar adanya! Selama ini bodyguard Darcia Blake, Ryan. Memang menyukai bosnya sendiri, dan di dalam ruangan ini adalah bukti bagaimana Ryan begitu memuja sahabat kalian itu!."
Detektif menunjukkan seisi ruangan dalam gedung tua itu, dimana disana terdapat potret Darcia Blake dalam berbagai pose.
Bahkan ada juga foto dimana Darcia tengah tertidur lelap di atas ranjang, dan yang lebih membuat kedua sahabat Darcia itu syok adalah foto Ryan tengah memeluk bosnya itu dalam keadaan yang telanjang. Sepertinya foto itu juga diambil di dalam ruangan dimana mereka berada saat ini.
"Ini Gila!."
Mark yang sedari tadi hanya diam mengumpat berkali-kali sambil menggeleng-gelengkan kepala, tidak menyangka kalau selama ini Ryan yang sudah dianggap keluarga sendiri oleh Darcia. Tega berbuat hal yang menjijikan pada bosnya sendiri, sahabat John dan Mark.
"Kami juga sudah mengantongi bukti rekaman video s*eks mereka berdua tuan John dan tuan Mark!."
"What?."
Lagi-lagi John dan Mark dibuat sangat terkejut dan syok mendengar penuturan detektif yang menangani kasus sahabat mereka.
Kedua lelaki itu hanya bisa membuang nafas panjang dengan kenyataan memilukan sekaligus memalukan ini.
Mario Domin yang mengetahui kalau Ryan menyukai bosnya, sengaja mencari tahu tentang kegiatan bodyguard nya itu.
Setiap 1 Minggu sekali, Ryan memang selalu melakukan hubungan i*ntim dengan bosnya di gedung tua itu.
Dan pada malam kejadian dimana Darcia dibawa ke gedung tua, orang yang sengaja diperintahkan Mario mengikuti mereka kemana saja menghubungi Mario.
Hingga pada malam itu, Mario bisa menjebak mereka berdua untuk melancarkan aksi balas dendam adik perempuan nya.
...**∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆...
Dukung terus karya Author yaa 🤗
Like and Vote 🌹**
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
tdk setimpal...