Tiwi salah satu anak pembantu di keluarga Pratama, setelah tamat sekolah keluarga Pratama memintanya menikah dengan anak kedua mereka yaitu Raihan Pratama..
Tiwi terjebak di dalam pernikahan palsu,dia hanya menjadi tumbal untuk menutupi penyakit menyimpang Raihan,Tiwi sampai putus asa dengan takdirnya..
Tapi nasib berkata lain,Bara seorang pebisnis hebat menikah dengan anak pertama keluarga Pratama..sejak masuk di dalam keluarga Pratama Tiwi dan Bara menjalin kedekatan di karena kan sama-sama membutuhkan kehangatan sehingga mereka saling cinta..
Bagaimana kah kisah antara Bara dan Tiwi,apakah mereka bersatu atau malah terpisah kan dan kembali pada pasangan masing-masing...
untuk cerita selanjutnya silahkan mampir di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menolak
" wi...lusa mau ikut dengan ku ke Bali?" tanya Raihan
"kenapa?" tanya Tiwi
" aku ada urusan bisnis,kamu mau ikut?"
" kamu kesana untuk bekerja,aku juga tak enak badan mas" tolak Tiwi
" ayo kita periksa kedokter wi,aku takut terjadi sesuatu pada mu, Akhir-akhir ini kamu sering muntah dan pucat" ucap Raihan
" maag ku kambuh mas,, kemarin aku sudah periksa,kata dokter tidak apa-apa,obat nya juga sudah di berikan" ucap Tiwi
" baiklah..aku hanya takut kamu sakit wi" ungkap Raihan
" jadi kamu benar-benar tidak bisa ikut bersama ku" tanya Raihan kecewa
" maaf mas,,lain kali saja ya..."
Raihan mengangguk lemah,rencana nya untuk menyenangkan Tiwi di sana gagal...dia juga tak bisa memaksakan kehendak nya karena Tiwi sendiri yang menolak...
Tiwi sebisa mungkin membereskan pakaian Raihan dia menyiapkan semua keperluan Raihan selama di Bali..
****
Bara hanya bisa berpasrah dia tak mempunyai cara untuk membatalkan kepergian Tiwi dan Raihan,tapi Bara yakin jika Tiwi mencintai nya pasti Tiwi akan menolak..
" yakin wi tidak mau ikut?" tanya Raihan untuk kesekian kalinya
" iya mas,, hati-hati di sana.." ucap Tiwi lembut
" kamu jaga diri di rumah,jika terjadi sesuatu segera hubungi aku wi...jangan pulang ke rumah ibu wi,tunggu aku pulang kita kesana bersama" ucap Raihan
Raihan dan Tiwi keluar kamar..
" Tiwi tidak ikut?" tanya Raina
" tidak kak,aku kurang enak badan,nanti di sana hanya mengganggu mas Raihan saja,dia tak konsentrasi bekerja jika aku sakit" jawab Tiwi
Bara tersenyum lega mendengar Tiwi tidak jadi pergi, setidaknya dia bisa mencuri waktu untuk ke kamar Tiwi..
" aku berangkat dulu wi" ucap Raihan mencium kening Tiwi
Tiwi dengan canggung menyalami punggung tangan Raihan karena ada Bara,sudah pasti Bara cemburu saat ini...
****
keadaan rumah sudah sepi,,pak Harun dan Nyonya Fatyah sudah berangkat ke Surabaya,hanya ada Raina dan Bara serta Tiwi..
Raina tersenyum lega,karena beberapa hati ini dia mengikuti Bara keluar rumah,Bara tidak pernah menunjukkan kalau dirinya sedang selingkuh di luar sana,Bara tidak pernah bertemu wanita lain...
mungkin Bara takut pada papa nya pikir Raina..
" Mas...siang ini aku mau ke salon mas,temani aku bisa?" tanya Raina
" aku tidak enak badan na,,pergi sendiri saja,biasanya kamu juga pergi sendiri... jangan manja...."
"kenapa kamu tidak bisa bersikap baik pada ku mas,, setidaknya aku ingin orang tau kalau aku punya suami" kesal Raina
" kenapa saat ini kamu menuntut ku na, dulu malah kamu yang tidak mau orang tau kalau kamu bersuami" pekik Bara
Raina terlihat kesal dengan Bara,dia menarik tas dan kunci mobilnya lalu keluar kamar..
" Bik..kalau mas Bara keluar segera hubungi aku..." perintah Raina
Bik Sari hanya menganggukan kepala tanda patuh...
Bara melihat mobil Raina sudah keluar dari pekarangan rumah ,dia segera keluar kamar dan masuk ke kamar Tiwi...
Tiwi yang baru keluar dari kamar mandi kaget melihat Bara yang sedang mengunci pintu kamar nya..
" mas....kenapa kemari..kak Raina mana?" tanya Tiwi panik
" dia pergi yank,aku merindukan mu" ucap Bara mendekat dan memeluk Tiwi
" mas....nanti ada yang masuk" bisik Tiwi
" tidak...kamu selalu menghindar dari ku wi,apa kamu sudah mulai jatuh cinta pada Raihan" tuduh Bara
" bukan begitu mas,aku hanya takut" cicit Tiwi
" takut kenapa? aku ada di dekat mu wi,jangan takut,,kita akan selalu bersama,,aku tidak akan memberikan mu pada Raihan, bersabar sebentar saja" ucap Bara mengecup bibir Tiwi
Tiwi yang memang merindukan Bara membuat kecupan itu menjadi *******,,ntah kenapa Tiwi sangat menginginkan Bara saat ini...Tiwi melingkarkan tangan nya di leher Bara sedang kan tangan Bara menarik lembut Handuk yang di pakai Tiwi hingga tubuh polos Tiwi terlihat jelas oleh Bara...
Bara mengecup kecil leher putih Tiwi,hal inilah yang sangat di rindukan Bara,dia sudah menggilai tubuh istri keduanya ini, bayangan tubuh Tiwi selalu menari-nari di pikiran nya beberapa pekan ini..
" mas....." desah Tiwi Lirih membuat Bara semakin bersemangat
Bara mengangkat Tiwi keatas ranjang,Tiwi yang sadar akan kehamilan nya tidak membiarkan Bara menghimpit tubuh nya,Tiwi merubah posisi mereka,,,
" biar aku yang memimpin mas" bisik Tiwi dengan nada sensual
" yes baby,,lakukan apa pun yang kau suka.." jawab Bara serak,, nafsunya sudah di ubun-ubun
Tiwi segera melaksanakan tugas nya, anehnya segala kelelahan dan kelemahannya hilang seketika,,di dekat Bara Tiwi merasa kan mempunyai tenaga extra,,dia bersemangat untuk mencapai puncak Nirwana sore hari ini,,dengan nafas yang masih tersengal-sengal Tiwi membaringkan tubuhnya di sebelah Bara,,Tiwi mengendus ketiak Bara,hal ini membuat nya nyaman,rasa mual hilang seketika....
" kamu sangat pintar saat berdekatan dengan papa mu nak" batin Tiwi
" sayang....aku ingin kamu jujur,,apa Raihan sudah menjamah mu?" tanya Bara tiba-tiba
" hahahaha...." Tiwi tergelak dengan pertanyaan Bara
" kenapa tertawa...aku serius sayang..."
" apa kau merasakan ada berbeda dari milik ku mas"
" mana aku tau sayang,kau sekarang semakin pintar dalam urusan ranjang,aku takut kau meninggalkan ku"
" tidak....tidak ada yang menjamah ku selain kamu mas,,aku mencintaimu...memang benar Raihan ingin aku menemani nya untuk sembuh tapi aku tidak bisa" ungkap Tiwi jujur
"kenapa?? "
" karena-"