Rianna, yang sudah memasuki semester akhir sekolah. Yang tidak percaya akan sebuah cinta. dapatkah dia jatuh cinta, dan mempercayai akan sebuah cinta..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranti Afriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 34
Gadis itu makan nya begitu lahap, Indomie nya pun. Habis tak tersisa.
" Kenyang.. habis makan browsing dulu sebentar biar Indomie nya turun. Terus tidur. " Ucap gadis itu. Waktu terus berlalu waktu menunjukkan pukul 01:05 malem..
" Huuoomm... Lebih baik aku segera tidur. " Ucap Rianna sambil beranjak ke tempat tidurnya, dan mematikan leptop nya.
Baru beberapa menit saja Rianna sudah tertidur pulas. Bulu matanya yang lentik kulitnya yang mulus bibirnya yang mungil. Walaupun badan gadis itu sedikit kecil ya berat badan Rianna 45 kg. Dan tinggi badannya 165 cm.
Tidak begitu tinggi tapi cukup ideal. Rianna dengan tinggi badan 165 cm jadi semakin imut apa lagi kalau dia menggunakan dress maupun baju santai jadi semakin imut..
***
Pagi pun menyapa Rianna yang masih terlelap dalam tidurnya. Cuaca hari ini tidak begitu mendukung, pagi-pagi sudah hujan rintik-rintik. Yang membuat Rianna semakin asik dalam tidurnya..
Kkkkrriiingggg...... ( Alarm berbunyi )
" Ahh.. masa sudah pagi lagi si. "
Rianna yang perlahan mulai terbangun matanya masih merem melek. Walaupun begitu gadis itu harus tetap terbangun karena kalau dia malas-malasan di atas kasur dia akan telat apa lagi hari ini hujan..
Rianna yang bergegas mandi, selesai mandi langsung ganti baju, hari ini dia cuma sarapan roti yang di beli kemarin malem.
Hahh... ( Menghela napas ) pagi pagi sudah hujan. Kalau kaya gini kan jadi mager. Pengennya tidur terus tarik selimut lagi atau makan Indomie kan enak bukannya masuk kampus. Hhmm di mana aku taruh payung ya.
Gadis itu terus bergumam gak jelas. Pagi-pagi dia sudah ngoceh-ngoceh gak jelas arah nya..
15 menit pun berlalu Rianna yang masih sibuk mencari payung. Dan akhirnya ketemu di atas lemari. Wajah Rianna seketika sumringah. Gadis itu seperti menemukan harta Karun.
" Akhirnya ketemu kamu ngumpet di mana si. " Ucap Rianna. Yang pagi-pagi sudah ngomong sama payung. " Dia pun bergegas keluar kosannya, dan memesan gojek online.
Dan sesampainya di kampus Rianna sedikit basah di bajunya.
" Hahh... "
" Ehh itu bukanya Rianna. Samperin yukk kasihan tuh basah kuyup. " Ucap Rendi.
" Gak ah males Rianna anaknya gak asik, masa mau aku tolong bantuin bawa barang bawaan nya malah di tolak mentah-mentah padahal niat ku kan baik. " Ucap Dody
" Bukannya semakin susah di deketin semakin seru. Masa baru sekali di tolak dah nyerah si. " Ucap Rendi yang mengompori Dody.
" Udah sana samperin.. " ucap kembali Rendi sambil dorong Dody ke arah Rianna, yang sedang mengelap-ngelap bajunya.
" Inget bro... Pelan-pelan aja dulu. " Teriak Rendi. Suara Rendi terdengar oleh Rianna. Refleks Rianna pun menoleh kepada Dody dan Rendi. Yang membuat Dody tidak bisa mundur lagi karena dia sudah berdiri di depan Rianna. Dody tanpak kaku dan kebingungan apa harus pura-pura lewat atau basa basi. Mengingat kemarin di tolak bantuannya oleh Rianna.
Beberapa detikpun berlalu, Dody yang masih terdiam membuat Rianna kebingungan, Dody dia masih berdiri mematung.
" Kamu kenapa ? Kenapa mematung di tengah jalan. " Ucap Rianna. Yang keheranan melihat Dody..
" Ehh.. hehehe gak ko. Tadi aku... Hahaha.. " Dody yang tanpak bodoh di hadapan Rianna yang membuat Rianna semakin kebingungan.
Bodoh kenapa jadi salah tingkah gini. Nanti kalau di usir lagi gimana.. ( gumam Dody. )
" Ya udah aku ke kelas duluan ya. " Ucap Rianna sambil melangkah pergi.
" Ehh... Iya.. " ucap Dody yang tanpak begitu bodoh. Bukannya ngomong malah salah tingkah..
" Ebuset bro.. kesempatan emas malah di lewatin. Itu si Rianna lagi jinak malah di lepasin. Di hadapannya malah jadi orang bodoh lagi.. " seru Rendi yang segera menghampiri Dody yang masih mematung..
ato lanjut seasen 2 nya gt?
aukaes trs tuk karya2nya thor 💕💕💕💕
sukses...semangat