aku ke kota untuk mencari kerja, tapi nyatanya malah mendapat suami !!!
bagaimana bisa aku mendadak jadi seorang mama dan istri seorang CEO kaya?
di usiaku yang baru menginjak 18 tahun aku harus menikahi duda tampan nan kaya yang terpaut usia 10 tahun dariku, aku sangat menyayangi anak itu, juga menyayangi ayahnya, tapi apakah suami ku juga mencintaiku???
Follow ig author bunda dan kakak sekalian sebangsa dan setanah air : @unchiha.sanskeh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon unchihah sanskeh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ulangi terus
sudah tiga kali aku mengatakan cinta pada nina, namun dia selalu minta ulang, ulang lagi, ulang terus, dia mau nya apa sih?, aku jadi seperti orang bodoh kalau begini.
" sayang ku nina, aku mencintai kamu, sangat mencintai kamu, sangat sangat mencintai kamu,dari awal kita bertemu, kemarin, hari ini, besok dan selama lamanya. apakah itu sudah cukup?" ucap ku lagi, dia masih tidak mau menatapku, matanya selalu di sembunyikan di balik pergelangan tangannya.
" nina, apakah kamu marah aku mengatakan ini? tapi sungguh aku tidak bisa menahannya lagi, aku benar benar mencintai kamu, aku tidak bisa memberikan dunia kepada mu, tapi aku bersedia menyerahkan dunia ku untukmu...." sambungku lagi, namun belum selesai aku bicara, nina langsung melompat ke dalam pelukan ku.
" nina juga mencintai pak bagas, sangat cinta, sangat sangat mencintai pak bagas, dari awal kita bertemu, kemarin, hari ini, besok dan selama lamanya" ucap nina, dia berbisik di telinga ku, membuat hati ku bergetar saat dia mengatakannya, aku juga bisa merasakan jantung nina, yang bergerak tidak beraturan, cepat sekali.
" kamu bersungguh sungguh? apakah dengan begitu aku bisa menganggap perjanjian kita di awal pernikahan sudah berakhir nina?" tanya ku kembali padanya.
" nina tidak menyukai janji seperti itu pak bagas, itu menyakitkan, jangan ada lagi janji seperti itu" jawab nya kembali, dia kembali menangis.
" sayang, kamu sangat imut saat menangis" ucapku, aku menyudutkan dia di dinding, namun tangan ku menyanggah kepalanya, agar tidak sakit.
aku mencium mata nya, pipinya, dan bibirnya, dia menggenggam erat baju ku, ternyata rasanya sangat berbeda, saat mengatakan cinta.
" mba renatta gimana? bapak tidak menyukai dia?" ucap nina dia melepaskan ciuman ku padanya.
" sayang, bukan kah sudah ku bilang, aku menyayangi dia, tapi itu hanya sebatas sahabat, dia sudah ku anggap adik sendiri, dia sama seperti erik, mereka adalah adik ku. sedangkan kamu, kamu adalah hidupku. terima kasih karna sudah hadir di dunia ku. nina, aku sangat mencintai kamu" ucap ku
aku kembali menciumnya, rasanya aku ingin terus seperti ini, aku masih tidak percaya, benarkah ternyata nina juga mencintaiku, aku hanyut dalam perasaan, aku belum ingin mengakhiri pertemuan bibirku dan nina, aku ingin terus merasakan sentuhannya.
" papa.. mama.."
sial, dio tiba tiba muncul dari sudut lantai dua rumah, dia berada tepat 2 meter dari kami, sial sial, kenapa kami bisa tidak dengar langkah kaki nya saat menaiki tangga. gawat, dia lihat semuanya lagi.
nina langsung mendorong tubuhku, aku pun langsung mundur dan menggaruk belakang kepalaku yang tidak gatal sama sekali, ekspresi nina lebih lucu, mukanya bercampur antara malu dan kebingungan.
" dio kamu dari mana? kamu main ke rumah tetangga ya? kenapa tidak pamit dulu sama mama dan papa? anak kecil tidak boleh main ke rumah cewek" kataku, memecah kecanggungan kami.
" papa.. jangan bikin dio marah ya, dio baru pulang sekolah,kenapa papa tidak jemput dio, dio jadi telpon kakek An, pake handphone satpam sekolah" jawab dio, dia marah, tapi mukanya malah keliatan lucu, dia menunjukan botol minum dan tas nya, iya maaf aku benar benar lupa, kalau dio sekolah.
" anak laki laki tidak boleh gampang marah, betul kan nina?" ucap ku kembali, melakukan pembelaan.
" aaah, dio sayang maafin papa dan mama ya, ayo kita turun, mama bantu dio ganti pakaian, terus kita makan siang ya" ucap nina, dia berjalan menuju dio, dan mengajak nya turun ke bawah.
" sial, aku di cuekin? kok aku tidak di ajak ke bawah, aku tidak di ajak makan siang?, aku kok tidak di bantu ganti pakaian? nina lebih perhatian pada dio, bikin kesal saja, menyebalkan" gumamku dalam hati.