NovelToon NovelToon
Teman Masa Kecil

Teman Masa Kecil

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:203.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fasya Al Hafizh

Zahra dan Arya dipertemukan saat masih kecil. Mereka berjanji untuk bertemu lagi 13 tahun kemudian. Saat dewasa mereka bertemu dan bekerja bersama, namun mereka tak menyadarinya. Hingga menjelang pertemuan mereka, Zahra harus mengalami kecelakaan demi menolong Arya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fasya Al Hafizh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikmati malam di pantai

" Zahraa... " Arya kaget saat keluar dari kamar mandi melihat Zahra tidur di kamarnya.

" Kenapa dia tidur disini...? " gumam Arya.

Arya bingung mau bangunin Zahra atau tidak, gadis ini terlihat sangat lelah. Arya segera mengambil pakaiannya sebelum Zahra bangun dan melihatnya hanya memakai handuk.

Setelah berpakaian, Arya ikut merebahkan diri di samping zahra. Arya memandang wajah gadis di sampingnya. " Kamu cantik Za, tapi aku tak mungkin bersamamu. Aku harus menepati janjiku pada Aulia. Walaupun tak bisa dipungkiri aku tak bisa jauh darimu. Kamu satu - satunya gadis yang bisa dekat denganku selain Aulia waktu kecil. Maaf, aku hanya memberikan harapan tak pasti padamu... " Aryapun perlahan menutup matanya.

Pukul sembilan Zahra terbangun karena merasa ada yang memeluk tubuhnya,. Zahra mencoba bergerak namun sangat sulit karena pelukannya sangat erat. Zahra melihat wajah yang memeluknya langsung kaget dan teriak.

" Mas Aryaaa... "

" Ssssttt... jangan kenceng - kenceng. Yang lain lagi pada istirahat...". Suara Arya terdengar santai walau matanya masih terpejam.

" Lepasin Mas..."

" Mmmmm..."

" Maasss..."

" Jangan mendesah seperti itu, aku tak bisa menahan diri..."

"Mas Aryaaa..." teriak Zahra sambil mendorong tubuh Arya sekuat tenaga dan Arya langsung melepaskan pelukannya.

" Mandi sana biar bisa tidur nyenyak..."

" Ngapain Mas Arya di kamar Zahra.."

" Hmmm... harusnya aku yang nanya, ngapain kamu di kamarku..."

" Bukannya ini kamarku Mas..?"

" Jangan ngarang, aku duluan yang masuk kamar ini. Waktu aku keluar dari kamar mandi kamu udah tidur di ranjang. Aku pikir kamu nurutin omongan Reyhan buat nemenin aku tidur disini. Untung belum aku apa - apain Za, baru sedikit..." Arya tertawa puas.

" Huhh...terus kamar Zahra yang mana...?"

" Itu di sebelah, udah sana mandi terus kita keluar cari makan..."

Zahra membawa barang - barangnya pindah ke kamar sebelah lalu membersihkan diri.

" Zahraa.. bisa - bisanya sih kamu salah kamar... sial banget deh.." gumam Zahra sambil menatap cermin rias di depannya.

Tak lama, Arya nyelonong masuk ke kamar Zahra.

" Ayo, ikut keluar nggak..?" tanya Arya.

" Mas Arya nggak sopan banget sih main masuk aja..." gerutu Zahra.

" Emang kenapa..? kamu nyelonong tidur di ranjangku aja aku nggak masalah.." sindir Arya sambil tersenyum.

" Isshh...jangan di bahas lagi ayo berangkat.." saut Zahra.

Mereka keluar berdua, karena yang lain sudah tidur kecapek'an setelah kerja seharian.

Setelah makan Arya mengajak Zahra jalan - jalan di pantai.

" Za, kita jalan - jalan ke pantai dulu ya..?"

" Iya, Zahra belum pernah ke pantai di malam hari.."

" Ya udah yuk jalan.."

" Apa Mas Arya menyukai pantai...?"

" Aku menyukai tempat yang sepi.."

" Kenapa..?"

" Karena disitu aku membuat rangkaian masa depan yang indah.." tatapan mereka tertuju pada ombak yang menggulung di pantai.

" Ternyata Mas Arya sangat romantis.." ucap Zahra.

" Mmmm..." Arya hanya tersenyum.

" Apa kamu menyukai pantai..?" tanya Arya.

" Seperti Mas Arya, saya juga menyukai tempat yang sepi. Disitu aku bisa meluapkan semua isi hatiku..."

" Kamu sering ke pantai..?"

" Tidak, baru dua kali ini. Pertama sama Mas Ferdi dulu. Dia minta di temenin ke pantai. Katanya buat menghilangkan lelah hati setelah pacarnya selingkuh.."

" Kita duduk diatas karang itu Za, biar lebih romantis.." bisik Arya sambil merangkul bahu Zahra.

" Dingin Mas kalau harus menginjak air..."

" Hmmm...bilang aja minta di gendong Za.."

" Hehehee..itu Mas udah paham..." Zahra langsung naik ke punggung Arya.

Mereka duduk diatas batu karang menghadap lautan luas.

" Za, ada yang pengen aku omongin sama kamu.."

" Apa..?"

" Rey udah cerita soal kak Sania. Aku mau minta maaf soal itu. Mama sangat menyayangimu Za, jangan berpikir macam - macam. Mama bukan orang yang mudah terhasut. Percayalah, jangan kamu pikirkan omongan kak Sania..."

" Nggak apa - apa Mas, Zahra tahu keluarga Mas Arya itu sangat baik. Cuma Zahra tidak mau merepotkan kalian. Zahra sudah terbiasa hidup sendiri. Biarkan semuanya seperti dulu. Soal Mama, Mas Arya nggak perlu khawatir, Zahra akan selalu ada saat Mama membutuhkan Zahra..."

Arya memeluk Zahra dengan erat mencari kenyamanan dalam hatinya. Zahrapun merasakan kehangatan dan rasa nyaman dalam dekapan Arya.

" Za, apa kamu punya pacar...?" tanya Arya tiba - tiba.

" Nggak, Zahra nggak pernah pacaran. Mana ada waktu buat pacaran, siang buat kerja malamnya kuliah. Emangnya ada pacaran tengah malam.."

" Kamu gadis yang baik Za, semoga kamu mendapatkan jodoh yang terbaik.."

" Iya Mas, mudah - mudahan Mas Arya juga mendapatkan gadis yang terbaik.."

" Saat ini cuma kamu yang terbaik Za.."

" Ihhh...Mas Arya udah mulai lebay...hahahaaa.."

" Beneran Za, kok nggak percaya sih..?"

" Iya - iya percaya, tapi nanti kasih nilai magangnya yang bagus ya. Awas aja kalau nilainya jelek, aku ledakin tuh gedung Dirgantara Enterprises..."

" Hahahaaa....kok jadi ngancam sih, ya terserah aku mau ngasih nilai berapa..." goda Arya.

" Mas, anginnya makin kenceng..."

" Inikan udah dipeluk, mau apa lagi...?" Mau pulang...hehehee..."

" Bentar lagi Za, aku masih pengen disini..."

" Terserah Mas aja, tapi nanti pulangnya di gendong ya..."

" Udah nggak kaget sama permintaan kamu Za, tiap jalan berdua pasti pulangnya minta gendong..."

" Waktu kecil Ayah selalu menggendongku di punggungnya. Ayah itu bagai malaikat pelindungku, yang pasti beliau tak pernah memarahi ataupun membentakku. Ayah orang yang sangat lembut dalam bertutur kata. Senyuman Ayah tak pernah aku lupakan dan itu aku lihat dalam diri Mas Arya..."

" Kenapa aku Za...?"

" Mana ku tahu, tiap kali melihat Mas Arya tersenyum Zahra seperti melihat Ayah...".

" Kalau perasaanmu kepada Rey dan Ferdi gimana..."

" Perasaanku pada mereka itu sama, mereka bisa membuat aku tenang, rasa sayang kami seperti saudara. Mas Ferdi tak akan membiarkan aku menangis, karena itu juga akan membuatnya terluka. Mas Reyhan, dia selalu jadi sandaran di saat aku sedang menangis. Dia selalu bisa memahami perasaanku. Pelukannya mampu meneduhkan hatiku.."

" Apa yang kau rasakan saat denganku...?" tanya Arya.

"Zahra tidak tahu Mas, aku tidak merasakan perasaan seperti saat bersama Mas Ferdi dan Mas Reyhan. Mungkin perasaanku terhadap Mas Arya seperti seorang teman bukan saudara. Apa zahra boleh sedikit jujur..?"

" Apa...?" tanya Arya.

" Kadang Zahra merasa canggung kalau di deket Mas Arya...heheheee..." Zahra nyengir.

" Ayo pulang, ngommongnya udah mulai ngelantur kemana - mana..." ucap Arya.

" Iya, Zahra juga udah ngantuk.."

Keduanya segera beranjak meninggalkan pantai, tentu saja dengan Zahra yang selalu mengerjai Arya meminta gendong sampai tempat tujuan.

" Mas Arya nggak capek kan gendong Zahra...?"

" Nggak, udah diem aja tenang di gendonganku.."

" Siappp bossku..." celoteh Zahra.

" Merepotkan saja..." batin Arya.

Setelah sampai di depan Villa Arya menurunkan Zahra dari gendongannya. Mereka berjalan masuk ke kamar mereka masing - masing.

" Selamat malam my boss..." ucap Zahra di depan pintu.

" Good night sekretarisku yang cantik..." jawab Arya tersenyum.

" Pak, jangan tersenyum seperti itu..."

" Kenapa...?"

" Nanti di krubutin semut...hehehee..."

" Zaaa..."

"Apa Mas...?"

" Jangan tersenyum seperti itu, bisa membuat aku tergoda dan tak bisa menahan diri..." bisik Arya di depan Zahra.

" Mas Aryaa...." Zahra langsung menutup pintu kamarnya.

Sementara di luar Arya tertawa puas bisa mengerjai Zahra lagi.

.

.

TBC

.

🌷🌷🌷

***Bunga mulai tumbuh dan mekar

Namun angin menggoyangkan sedikit tangkainya

Wahai air, berikan sedikit tetesanmu

Untuk memperkuat kehidupan bunga agar tak layu

🌷🌷🌷***

.

.

1
Rekha Martha
gimana dgn ceritanya reyhan kakak nya zahra thor
Jusmiati
iya ini aku Zahra 😀😀😀
Jusmiati
foto Zahra waktu bayi
Jusmiati
bidadari surga ku....😀😀😀
Jusmiati
😀😀😀😀
Jusmiati
kasian Mona....tegang Banget deh Thor....
Jusmiati
aiiss banyak sekali teka teki nya....😇😇😇😇
Jusmiati
Zahra dan Rey bersaudara Thor....
Jusmiati
😀😀😀😀😀
Jusmiati
pasti enggak diijinkan....
Jusmiati
dibutuhkan keterbukaan dalam sebuah hubungan....😔😔😔
Jusmiati
sebenarnya Zahra ini sosok yang manja, dia selalu ingin mencari pelindung seperti sosok ayahnya....
Jusmiati
kok diulang sih...
Jusmiati
hmmm Zahra salah kamar 😀😀😀
Jusmiati
tega banget si bosss....😇😇😇
Jusmiati
ketemu teman masa kecil deh....
Jusmiati
namanya Zahra, tapi memperkenalkan diri dgn nama Aulia.... bingung...😇😇😇😇😇
Nirwati Mapparessa
ferdi pasti kaget melihat zahra ada di villa iti
Rini Haryati
bagus
Rini Haryati
bagus,keren
semangat
sukses,mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!