NovelToon NovelToon
Terperangkap Dalam Permainannya

Terperangkap Dalam Permainannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:129
Nilai: 5
Nama Author: Ilza_

Di malam hujan yang seharusnya biasa saja, hidup Nayra berubah total setelah ia menerima undangan misterius dari aplikasi bernama “The Game Master.” Awalnya hanya permainan tantangan sederhana berhadiah uang. Namun, setiap level yang berhasil diselesaikan justru menyeretnya semakin dalam ke permainan berbahaya yang tak bisa dihentikan.
Aturannya hanya satu: jangan pernah melanggar perintah permainan.Di tengah usahanya mencari jalan keluar, Nayra bertemu dengan Zavian, pria dingin dan penuh teka-teki yang seolah mengetahui lebih banyak tentang permainan itu. Tapi semakin dekat mereka, semakin Nayra curiga bahwa Zavian mungkin bukan korban… melainkan bagian dari permainan itu sendiri.
Ketika cinta, pengkhianatan, dan kematian mulai bercampur dalam satu arena mematikan, Nayra harus memilih: mempercayai hatinya atau bertahan hidup.
Karena di permainan ini, tidak semua orang bisa keluar hidup-hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilza_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 — Pria yang Seharusnya Sudah Mati

“Akhirnya.”

Pria berjas hitam itu tersenyum tipis.

“Seluruh keluarga berkumpul lagi.”

Sunyi.

Tak ada yang mengenalnya.

Namun entah kenapa—

kehadirannya langsung membuat udara terasa lebih berat.

Lebih dingin.

Lebih menyesakkan.

Alarm masih meraung di seluruh Ark.

Lampu merah berkedip tanpa henti.

Namun pria itu berdiri santai.

Seolah semua kekacauan di sekitarnya tidak berarti apa-apa.

“Nggak sopan.”

Arsen angkat bicara.

“Tiba-tiba muncul tanpa perkenalan.”

Pria itu menoleh.

Lalu tersenyum.

“Kamu pasti Arsen.”

Deg.

Arsen langsung diam.

Karena ia tidak pernah memperkenalkan diri.

“Kamu kenal aku?”

“Lebih dari yang kamu kira.”

jawab pria itu.

Dan entah kenapa—

kalimat itu membuat Arsen terlihat tidak nyaman.

Sangat tidak nyaman.

“Siapa dia?”

bisik Nayra.

Namun sebelum siapa pun menjawab—

Aurora tiba-tiba berbicara.

Dan suaranya gemetar.

“Kau seharusnya mati.”

Deg.

Semua langsung menoleh ke layar.

Karena selama ini Aurora selalu terlihat tenang.

Namun sekarang—

ia terlihat ketakutan.

Benar-benar ketakutan.

Pria itu tertawa kecil.

“Ya.”

“Aku juga berpikir begitu.”

Deg.

Jantung Nayra langsung berdegup lebih cepat.

Karena hanya ada satu jenis orang yang bisa membuat Aurora takut seperti itu.

Seseorang dari masa lalu.

Seseorang yang terlibat dalam semua ini.

“Aurora.”

Pria itu menatap layar.

“Setelah bertahun-tahun…”

Senyumnya melebar.

“…kamu masih secantik dulu.”

“Diam.”

“Oh?”

Tatapan pria itu berubah geli.

“Kamu marah?”

Deg.

Aurora mengepalkan tangannya.

Dan untuk pertama kalinya—

Nayra melihat kemarahan di wajah perempuan itu.

“Kau menghancurkan semuanya.”

Sunyi.

Pria itu tertawa.

Tidak keras.

Namun cukup untuk membuat bulu kuduk semua orang berdiri.

“Tidak.”

katanya pelan.

“Aku menciptakan semuanya.”

Deg.

Dunia seperti berhenti sesaat.

Karena semua orang langsung mengerti.

Tidak.

Mereka tidak mengerti.

Mereka tidak ingin mengerti.

Namun satu kemungkinan mulai muncul di kepala masing-masing.

Kemungkinan yang mengerikan.

“Tidak mungkin…”

gumam Dokter Han.

Wajah pria tua itu langsung kehilangan warna.

“Dokter?”

tanya Reina.

Namun pria itu tidak menjawab.

Tatapannya terpaku pada sosok berjas hitam tersebut.

Seolah sedang melihat hantu.

Lalu perlahan—

ia berbisik.

“Founder.”

Deg.

Tak ada suara.

Tak ada gerakan.

Hanya keheningan yang menghantam lebih keras dari ledakan.

Founder.

Orang yang seharusnya sudah mati.

Orang yang menjadi awal dari semua mimpi buruk.

Orang yang selama ini hanya muncul sebagai bayangan masa lalu.

Kini berdiri di depan mereka.

Hidup.

Dan tersenyum.

“Oke.”

Arsen mengangkat tangan.

“Aku mungkin salah dengar.”

Tatapannya berpindah antara Dokter Han dan pria itu.

“Bukankah dia harusnya mati?”

“Harusnya.”

jawab Dokter Han.

“Namun jelas dia tidak membaca memo itu.”

Untuk pertama kalinya—

Founder tertawa lebih keras.

“Aku suka dia.”

“Aku tidak bisa bilang hal yang sama.”

jawab Arsen.

“Wajar.”

Senyum Founder tidak pernah hilang.

Dan justru itu yang membuat semuanya lebih menyeramkan.

Karena pria itu terlihat terlalu normal.

Tidak seperti monster.

Tidak seperti ilmuwan gila.

Tidak seperti penjahat.

Ia terlihat seperti pria biasa.

Dan itu jauh lebih mengerikan.

“Nayra.”

Deg.

Founder menatapnya.

Langsung.

Tanpa berkedip.

Dan Nayra langsung merasa tubuhnya membeku.

Karena tatapan itu terasa aneh.

Bukan seperti melihat manusia.

Melainkan seperti seseorang yang sedang memandangi karya seni yang akhirnya selesai dibuat.

“Aku sudah menunggumu.”

katanya.

“Jangan bicara seolah kita kenal.”

balas Nayra.

Founder tersenyum.

“Namun kita memang saling mengenal.”

“Tidak.”

“Oh?”

Tatapannya melembut.

“Aku mengenalmu bahkan sebelum kamu lahir.”

Deg.

Darah Nayra langsung terasa dingin.

Dan sebelum ia sempat menjawab—

Zavian melangkah maju.

Berdiri tepat di depan Nayra.

Menghalangi tatapan Founder.

“Jangan lihat dia.”

Suara cowok itu sangat rendah.

Sangat berbahaya.

Founder menatapnya beberapa detik.

Lalu tersenyum tipis.

“Anak yang setia.”

“Aku bukan anakmu.”

“Benar.”

Senyumnya sedikit berubah.

“Namun kakakmu hampir seperti anakku.”

Deg.

Hyren.

Nama itu tidak disebut.

Namun semua orang langsung memikirkannya.

“Di mana dia?”

tanya Zavian.

“Masih hidup.”

jawab Founder santai.

“Untuk sekarang.”

Deg.

Nayra langsung mengepal tangannya.

Ia mulai membenci pria ini.

Dengan sangat cepat.

“Apa maumu?”

tanyanya.

Founder memandangnya.

Lalu menjawab tanpa ragu.

“Kamu.”

Sunyi.

“Ya ampun.”

Arsen mengusap wajah.

“Aku mulai bosan dengan jawaban itu.”

Namun Founder mengabaikannya.

Karena matanya tetap tertuju pada Nayra.

“Project Lazarus tidak pernah selesai.”

katanya.

“Dan kamu adalah bagian terakhir.”

Deg.

“Aku bukan bagian dari apa pun.”

“Kamu salah.”

“Tidak.”

“Aku menciptakanmu.”

Deg.

Ruangan langsung membeku.

Nayra merasa jantungnya berhenti.

Satu detik.

Dua detik.

Lalu kemarahan langsung meledak dalam dirinya.

“Jangan berani-berani bilang begitu.”

Founder terlihat sedikit terkejut.

“Kenapa?”

“Karena aku bukan milikmu.”

Napas Nayra bergetar.

“Aku bukan eksperimenmu.”

“Aku bukan hasil penelitianmu.”

“Aku bukan benda yang bisa kamu klaim.”

Deg.

Aurora menatapnya dari layar.

Dan untuk pertama kalinya—

senyum kecil muncul di wajah perempuan itu.

Bangga.

Founder sendiri tetap tenang.

Namun ada sesuatu yang berubah di matanya.

Sedikit.

Sangat sedikit.

Kekecewaan.

“Sayang sekali.”

gumamnya.

“Aku berharap lebih.”

“Dan aku berharap kamu tetap mati.”

balas Nayra.

Sunyi.

Lalu Arsen berbisik pelan.

“Dia benar-benar kehilangan rasa takut.”

“Sudah dari kemarin.”

jawab Reina.

“Fair.”

Namun sebelum siapa pun sempat bicara lagi—

seluruh Ark mendadak bergetar keras.

GGRRRRMMMM!

Lampu padam sesaat.

Kemudian menyala kembali.

Namun kali ini—

warna lampunya berubah.

Biru.

Deg.

Wajah Founder langsung berubah.

Untuk pertama kalinya.

Ia terlihat terkejut.

“Apa?”

Aurora menatapnya.

Dan tersenyum.

Senyum pertama yang benar-benar tulus sejak mereka datang.

“Aku memperingatkanmu.”

katanya pelan.

“Ark bukan milikmu lagi.”

Deg.

Seluruh bangunan bergetar lagi.

Layar-layar mulai menyala sendiri.

Pintu-pintu otomatis terbuka.

Dan suara elektronik terdengar dari seluruh penjuru Ark.

"Sistem inti aktif."

"Transfer kendali dimulai."

Founder langsung melangkah maju.

“Tidak.”

Untuk pertama kalinya—

emosi muncul jelas di wajahnya.

Marah.

“Aurora!”

Namun perempuan itu tidak terlihat takut lagi.

“Aku sudah menunggu puluhan tahun.”

katanya.

“Untuk momen ini.”

Deg.

Nayra tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

Namun ia bisa merasakan satu hal.

Sesuatu sedang berubah.

Sesuatu yang besar.

Sesuatu yang tidak bisa dihentikan lagi.

Lalu—

semua layar di ruangan menampilkan pesan yang sama.

PENERUS TERDETEKSI

IDENTITAS DIKONFIRMASI

NAYRA L-07

Deg.

Deg.

Deg.

Dan tepat sebelum siapa pun sempat bereaksi—

lantai di bawah kaki Nayra mendadak terbuka.

“NAYRA!”

teriak Zavian.

Namun sudah terlambat.

Lantai runtuh.

Dan Nayra jatuh ke dalam kegelapan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!