Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.
Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.
Fina membuat perjanjian setelah pernikahan, Jika disekolah menjaga jarak, jika dirumah berperan layaknya pasutri. Tujuan Fina buat janji karena untuk melindungi Fino dari gangguan Choki.
Pada akhirnya perjanjian yang Fina buat seakan masuk ke perangkap nya sendiri. Fina semakin di ganggu oleh Choki, sedangkan Fino semakin dekat dengan Anjani.
Apakah Fina bertahan dengan janji yang sudah ia buat, jika kalau tidak bertahan bagaimana kisah mereka membina sebuah pernikahan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17.
Sebuah kalimat yang membuat Fina mendelik dan terpaku kikuk. Ini kejutan yang sangat menyakiti hatinya. Sebab, Fina saat ini sedang berjuang memacari Niko dengan Anjani, tapi Rahma dengan mudahnya meloloskan sebuah pernyataan bahwa ia suka dengan Niko.
"Kau tau gak sih saya tuh sedang mendekati Anjani dengan Niko biar si perempuan tidak lagi mengganggu suami saya, tapi kenapa kau malah bilang seperti itu pada saya?" Fina gelagat nya agak kecewa pada Rahma.
Rahma tau kalau Fina bakal kecewa pada nya, Rahma juga jelas tidak ingin mengganggu rencana nya Fina, akan tetapi semuanya mulai berubah kala Rahma dengan Niko kerap menghabiskan waktu bersama di beberapa kesempatan. Mulanya Rahma biasa saja saat menanggapi Niko menjadi anggota kerja kelompok nya. Tapi saat Niko benar-benar menunjukkan sikap kepedulian. Rahma sudah mulai menyukainya.
Hingga saat ini, Baik Rahma ataupun Niko sudah saling berkomunikasi yang tidak melulu menanyakan soal tugas-tugas mata pelajaran di sekolah, mereka sudah saling menanyakan soal rutinitas keseharian nya masing-masing bahkan Niko sudah mulai manggil Rahma sebutan Sayang.
Rasa nyaman yang diberikan Niko lambat laun menumbuhkan benih-benih perasaan yang sama sekali tak bisa Rahma kendalikan.
Rahma berharap kalau Niko tidak membalas perasaan nya. Yang Rahma mau dari Niko yaitu terus menjadikan Anjani sebagai target wanita pendamping dalam hidupnya.
Sekaligus membantu Fina untuk menyingkirkan status Anjani sebagai benalu dalam pernikahan nya.
Rahma menangkap pergelangan Fina untuk memastikan. "Kau tenanglah, saya tidak akan ganggu rencana kalian"
**
Tiba saat Fina sudah berada dirumah.
Dengan tampang kusut, ia menaruh beberapa plastik jajanan nya yang sudah dibawa pulang untuk merebahkan punggung nya yang pegal di sandaran sofa. Memejam matanya sejenak seraya menghela nafas panjang.
Disaat yang bersamaan Fino muncul dan duduk disamping Fina. Sambil membawa buku nikah entah apa fungsinya.
"Kenapa kau bawa buku nikah mas?"
"Semuanya sudah berakhir" Sebuah jawaban yang langsung membuat Fina terdiam, ia sangat paham apa maksud dari ucapan itu.
"Mas, soal pernikahan kita sebelumnya sudah sesuai kesepakatan akan membongkarnya di hari kelulusan kita, kau yakin soal itu?" Fina memastikan.
"Ini satu-satunya cara yang terbaik buat cegil itu pergi dari hubungan kita" Jawab Fino.
Fina tersenyum dalam lingkaran bimbang luar biasa, Satu sisi ia tak mau rahasia pernikahan nya terbongkar, sisi lain ia tidak mau kalau suaminya di dekatin Anjani.
Hanya dengan satu orang saja membuat Fina hidup dalam ketidakpastian dalam memilih suatu keputusan. Dia lah Anjani, sang mantan yang masih mengharapkan cinta dari suami nya.
"Mas, kalau Anjani menyebar informasi tentang pernikahan kita bagaimana? Dia kan selebgram. Pengikutnya juga sudah dua juta, pasti adalah guru sekolah di kita yang follow Instagram nya Anjani"
"Kamu jangan khawatir soal itu sayang, lagi pula kita menikah sudah dapat dispensasi dari sekolah."
"Jadi sudah di izinkan?" Fina terkejut.
"Iya"
"Lah? Saya baru tahu itu"
"Sekarang kamu sudah gak kepikiran lagi kan soal rahasia pernikahan kita disekolah?"
"Engga mas. Saya sudah lega, soalnya saya takut kalau kita dikeluarkan dari sekolah. Dan apa yang ditakuti saya sepertinya tidak akan terjadi" Kata Fina.
"Yasudah" Spontan, Fino mendelik ke arah beberapa plastik yang isinya beragam jajanan yang dibawa oleh Fina. "Mas boleh minta cilor nya?"
"Oh iya kebetulan" Fina mengambil dua kantong plastik yang isinya berbeda. "Saya beliin kamu jajanan dari car free day"
Setelah Fino cek, isi dalam masing-masing plastik itu berisi Thai tea, satu plastik lain nya berisi cilor yang bersamaan dengan makaroni basah kering kesukaan Fino.
"Kau tau sih makanan kesukaan saya?" Tanya Fino.
"Karena kemarin kamu sudah belikan saya makanan dan minuman apa yang saya suka, inilah balasan dari saya mas."
"..." Pada akhirnya Fino sadar ada yang berubah dari diri Fina.
Yang awalnya membalas kelakuan usilnya, kini gadis itu membalas dengan perhatiannya.
To be continue,