NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Wuxia / Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Mengubah Takdir / Dan budidaya abadi / Ahli Bela Diri Kuno / Perperangan / Barat / Tamat
Popularitas:14.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kak Vi

Kekacauan dan penderitaan kembali datang, seperti penyakit yang telah mengakar hingga tumbuh semakin ganas. Sepuluh tahun sudah berlalu sejak hari itu, hari di mana haru bahagia dikumandangkan di seluruh penjuru, saat akhirnya Ratu Iblis dan Naga Es berhasil dikalahkan di tangan Xin Fai.

Ibarat api kecil yang membesar dan melahap apapun yang berada di sekitarnya, musuh lama pun mulai menampakkan jati dirinya kembali, mengguncang dunia persilatan setelah beberapa tahun dan kembali dengan membawa bencana yang jauh lebih mengerikan.

Bahkan Rubah Petir pun tak yakin Xin Fai bisa mengalahkan musuh ini dan dibanding melihat Xin Zhan yang merupakan anak tertua dengan kejeniusan tak terbandingi, dia justru menunjuk Xin Chen yang sama sekali takmemiliki bakat dalam bertarung.

Xin Chen yang sering disebut 'anak gagal' berlari melawan takdirnya, menantang langit dan mengukir namanya sendiri dalam benak orang-orang.

Meski sering kalah dari Xin Zhan namun dia tetap bersikukuh menjadi Pedang Iblis kedua. Untuk menjamin perdamaian dengan nyawanya sendiri, walaupun kebanyakan orang yang ingin dia lindungi adalah mereka yang melihatnya sebelah mata.

"Tidak ada kekalahan dalam diriku, aku hanya jatuh untuk menang. Karena pemenang sebenarnya adalah seorang pecundang yang bangkit dan mencoba sekali lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 34 - Sejarah Lama

Sejak meninggalkan rumahnya Xin Chen tahu kini tak ada lagi tempat aman untuk dirinya sendiri, tak selamanya dia bisa menetap di sana bersama keluarga. Maka dari itu Xin Chen memberanikan diri, mungkin untuk waktu yang belum bisa ditentukan. Perjalanan misi bersama Rubah Petir kali ini tampaknya akan memakan waktu lama.

Jembatan mulai terlihat di ujung mata sehingga Xin Chen mempercepat laju langkahnya, melihat Rubah Petir kini telah menunggunya sendirian di sana.

Badan rubah tersebut berbalik saat merasakan seseorang mendekat, dia melihat Xin Chen dari atas ke bawah.

"Kau sudah siap berangkat?"

"Ya, aku siap. Guru."

Seperti ada yang salah Rubah Petir mengalihkan perhatiannya ke tempat lain, hidung tajam Rubah Petir dapat merasakan sesuatu datang bersama Xin Chen ke tempat ini.

"Tidak perlu bersembunyi begitu, tunjukkan dirimu serigala tua!"

"Grrhhh!" Lang meloncat tinggi ke tempat mereka, Xin Chen bergidik ngeri saat melihat bayangan tubuh besar serigala hendak menimpanya. Dia bergeser dari tempatnya secepat kilat.

"Siapa yang kau sebut serigala tua?" geramnya sedikit mengancam, bola mata keemasannya berkilau terbias matahari pagi. Walaupun tampak indah tapi jika dilihat saat dia sedang marah justru mata Lang lebih mengerikan daripada melihat ibu-ibu marah.

"Ha-ha-ha dasar serigala tua, masih tidak mau mengaku juga." Rubah petir tertawa lebar. "Kau mengikuti kami sejak awal, bukan?"

Lang mendengus kesal, padahal dia sudah menyembunyikan diri sebaik mungkin tapi si Rubah Petir masih mengetahui keberadaannya. Hanya Xin Chen yang benar-benar tak tahu soal ini.

"Terserah apa katamu, aku datang ke sini–"

"Karena ingin ikut? Ha-ha-ha!" Rubah petir tertawa renyah lagi dan lagi, senang sekali membuat dahi Lang berkerut-kerut seperti sekarang. "Sayangnya muridku tak membutuhkan pertolonganmu. Lang, ada banyak hal lain yang bisa kau lakukan. Setidaknya ikuti saja majikan aslimu."

Terdengar berat hati Lang saat menjawab omongan si rubah, "Kurasa dia juga sudah tak membutuhkanku."

"Dia sangat membutuhkanmu, Lang. Ayah selalu mengandalkanmu, hanya saja sekarang ini dia tidak ingin membuat lukamu semakin parah." Xin Chen menenangkan serigala tersebut sembari menunjuk arah perut Lang menggunakan dagunya. Bekas luka sayatan yang dalam itu terjadi dua tahun yang lalu saat pertempuran melawan agensi gelap dari Kekaisaran lain. Dia bertempur bersama prajurit tanpa adanya majikan.

Karena hal itulah yang membuat Lang merasa dia mulai tak dibutuhkan, hanya menuntaskan misi-misi tak penting bersama para petarung lainnya.

"Aku menghargai kebaikanmu, Lang... Tapi aku juga tidak bisa mengizinkanmu ikut, suatu saat pasti Ayah akan membutuhkanmu."

Lang memalingkan muka, "Memangnya siapa yang ingin ikut denganmu?"

Rubah menutup mulutnya dengan tangan, matanya hampir tak terlihat lagi karena keasyikan tertawa. "Ini seperti melihat adegan seorang anak kecil yang ingin ikut dengan ibunya ke pasar, ha-ha-ha!"

"Diaaamm!"

Xin Chen tak mengerti mengapa dua siluman ini senang sekali ribut, dia cengengesan dengan wajah bodoh.

Tak lama Lang mengeluarkan sebuah ikat kepala dari tas yang melingkari tubuhnya, bertuliskan Nomor Satu yang telah menjadi legenda bertahun-tahun. Banyak pendekar hebat yang berusaha mencabut ikat kepala ini dari pemiliknya dan dari ratusan orang itu semuanya tak pernah berhasil.

"Ikat kepala ini..."

"Di ikat kepala itu simbol dari sebuah kepercayaan, harga diri serta kehormatan. Jangan pernah korbankan itu semua saat kau ketakutan. Itu yang Ayahmu katakan kepadaku saat memberikannya padaku."

"Ayah..." Xin Chen menerima ikat kepala itu, sementara pikirannya tertuju ke tempat lain.

"Dan ambillah tas ini."

Xin Chen mendelik ke arah Lang, serigala itu menyerahkan tas yang selalu dibawanya setiap saat, walaupun sepintas terlihat kesedihan di matanya.

"Jadilah Iblis Pengembara. Aku sudah lama tak berpetualang seperti dulu, kurasa kau cocok mengenakannya."

"Terimakasih, Lang." Xin Chen mengenakan tas tersebut dengan senang hati, beda halnya dengan Rubah Petir, tampaknya dia masih senang mengolok-olok Lang.

"Hoho... Karena sudah tua kau sudah tak mau lagi berpetualang ya, serigala dekil. Bagus juga kau ini, orang tua yang tahu diri, sadar umurmu sudah terlalu tua untuk mengembara seperti dulu."

"Grrhhh rubah sialan ini daritadi mengejekku!" Lang bersiap-siap menerkam, sejak tadi dia berusaha menahan diri karena tahu kekuatan Rubah Petir sepuluh kali di atasnya. Tapi kali ini atas nama besarnya sebagai Serigala Pengembara, Lang takkan mau harga dirinya yang selangit diinjak-injak oleh Rubah Petir.

"Chen, kabur! Kabuur! Orang tua sudah marah, ha-ha-ha!" Rubah Petir menarik tangan Xin Chen secepat mungkin dan menghilang begitu saja di dalam hutan rimba. Membuat si serigala ingin sekali memaki-maki.

"Bedebah Petir!! Awas kau!"

**

Rubah Petir memberhentikan laju berlarinya ketika mereka melewati hutan bambu, terdapat bekas lelehan lilin di sekitar tempat itu yang masih kelihatan baru. Mungkin semalam seseorang meletakkan lilin di tempat tersebut. Entah itu untuk persembahan atau hal lain.

Merasa di sana tempat yang pas untuk beristirahat Rubah Petir memilih berhenti sejenak, selagi itu Xin Chen mulai mempelajari kitab-kitab yang dia bawa dari cincin ruang.

"Xin Chen, di mana kau meletakkan Topengmu itu?" mata Rubah Petir mengawasi Xin Chen sangat teliti, tidak menemukan barang yang dia sebut tadi.

"Ah, itu. Aku menyembunyikannya di cincin ruang." Xin Chen baru saja mengingatnya, dia mengeluarkan benda itu buru-buru. "Ini. Memang untuk apa?"

"Kita harus membicarakan sesuatu dengan penghuni topeng ini." Rubah Petir lekas mengambilnya, menunggu roh wanita muncul. Beberapa detik yang dia tunggu memunculkan dirinya, menguap lebar-lebar.

"Pagi terik seperti ini mengganggu tidurku, memangnya ada urusan apa?"

Rubah menyahutnya, "Ini tentang Baja Phoenix yang kau bilang itu. Boleh aku tahu benda apa itu sebenarnya?"

"Baja Phoenix, ya..." Roh tersebut seperti sedang mengingat-ingat lebih dulu. Berselang tiga detik terdengar jentikan jarinya, seperti baru saja menerima petunjuk.

"Mau dengar cerita panjangnya atau pendek saja?"

"Yang pendeknya?" Xin Chen mengusulkan.

"Baja Phoenix sebuah lambang kehormatan." Roh tersebut berhenti berbicara, membuat Rubah Petir dan Xin Chen saling menatap.

"Versi panjangnya?"

"Baja Phoenix adalah lambang kebajikan, bentuk dari kehormatan dan arti dari kebijaksanaan."

"Tidak bisa dipersingkat yang penting-pentingnya saja?" Rubah Petir menyela, "Kami tak memiliki waktu seharian untuk mendengarmu."

"Ya sudahlah, aku balik tidur saja!" Wajah roh yang sebelumnya bersemangat berubah jengkel, dia menunjukkan sikap kesalnya dengan berlebihan.

"Baiklah kami akan mendengarnya, ceritakan tentang Baja Phoenix."

"Hem... Baja Phoenix, Kitab Tujuh Kunci, Pedang Kaisar Langit adalah wujud dari sosok pemimpin. Han Zilong menyebutnya sebagai Dewa Keadilan sedangkan senjata lain yang dia ciptakan adalah wujud dari Dewa Iblis."

Rubah Petir berbisik pada Xin Chen, "Dia benar-benar menceritakannya panjang lebar. Ini salahmu."

"Memangnya tidak bisa dikatakan yang penting-pentingnya saja?"

"Kau mau dia marah?"

1
Aleanzo
jirr ngerti aje lu thor🗿
Aleanzo
eh sumpah gw ikutan sakit ati jir pas Xin chan dihina🗿
Asep Darajat
mantap ..
Fachri Mamonto
penulisan yang baik seperti novel
novel kho ping ho
pertahankan terus author...mudah mudahan kesini bikin novel pendekar dengan karakter nusantara
VirgoRaurus 31Smile
kisah ini mirip film 300 antara Sparta vs Persia....
VirgoRaurus 31Smile
bisa bayangkan orang berlari sembari berlutut....??? oon di piara....
VirgoRaurus 31Smile
di hiasi pakaian permadani...rupanya Author ga tahu, apa itu permadani.../Facepalm/
VirgoRaurus 31Smile
lho...kan para pema ah sudah di habisin MC semua....lha ini kok masih di incar panah...panah dari mana...
VirgoRaurus 31Smile
bukankah waktu itu hujan lebat...kenapa darah ga luntur oleh air hujan...yg bener aja Thor...
VirgoRaurus 31Smile
baru tahu ada pendekar takut di lempar sandal...
VirgoRaurus 31Smile
kekaisaran Shang yg damai & tenteram....tapi keropos di dalam...
VirgoRaurus 31Smile
emangnya kerbau makan kayu juga ya....kerbau dungu namanya...kayak Author, DUNGU.
VirgoRaurus 31Smile
mereka menyahuti para prajurit....apa yg di sahuti...yg betul "memerintahkan" para prajurit...sebenarnya Author bego atau oon...?
VirgoRaurus 31Smile
kok bisa ibunya MC dg gampangnya di culik, bukankah kediamannya dekat dg kekaisaran Shang...hal ini menunjukkan betapa lemahnya penjagaan di sekitar kekaisaran Shang.
VirgoRaurus 31Smile
kalau alurnya sudah keluar dari alur sebelumnya...jangan harap Author dpt dukungan lebih.....
karena ceritanya jadi bertele tele...bikin pusing readers.
VirgoRaurus 31Smile
ini bukan jawaban atas pertanyaannya sendiri...karena ada tanda tanya...kalau jawaban ga usah di beri tanda tanya (?).
VirgoRaurus 31Smile
lari Luntang lantung...kayak gelandangan aja istilahmu Thor...
VirgoRaurus 31Smile
ke 52 orang tersisa....pada paragraf di atas disebutkan tersisa 152 orang...yg 100 orang kemana Thor, bisa hitungan ga...?
VirgoRaurus 31Smile
AREP mbebaske bapake wae kok mbulet, Melu seleksi...ora mutuuuu...
VirgoRaurus 31Smile
di paragraf atas disebutkan tinggal MC berdua Yu Xiong...kok ini masih ada yg lain...hadeh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!