NovelToon NovelToon
Tanda Huruf 'S' & Misteri Kayu Ilegal

Tanda Huruf 'S' & Misteri Kayu Ilegal

Status: tamat
Genre:Misteri / Tamat
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Seorang pemulung menemukan jasad tanpa wajah di Kampung Kemarin. Hanya ada cincin bertanda 'S' dan sehelai kertas tentang "kayu ilegal" sebagai petunjuk.

Detektif Ratna Sari menyadari kasus ini tidak biasa – setiap jejak selalu mengarah pada huruf 'S': dari identitas korban, kelompok tersembunyi, hingga lokasi rahasia bisnis gelap.

Ancaman datang dari mana saja, bahkan dari dalam. Bisakah Ratna mengungkap makna sebenarnya dari 'S' sebelum pelaku utama melarikan diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34 (thirty-four)

Di ketinggian 30.000 kaki, jet siluman yang dipiloti oleh kecerdasan buatan Ares meluncur stabil, membelah samudera awan yang terlihat seperti hamparan kapas perak di bawah sinar rembulan. Di dalam kabin, kebisingan mesin ditekan hingga ke titik nol oleh sistem peredam suara tingkat tinggi. Suasananya begitu sunyi, hampir-hampir terasa suci, atau mungkin mencekam, tergantung dari sudut mana kita memandangnya.

Ratna tidak lagi duduk tegak di kursi kokpit. Ia berdiri di sebuah ruang kecil di bagian belakang jet, tempat di mana dinding kaca polimer yang jernih memberikan pandangan tak terbatas ke arah cakrawala. Cahaya biru yang biasanya berdenyut di pupil matanya kini meredup, beralih ke warna cokelat tua yang hangat sebuah upaya keras dari sirkuit sarafnya untuk memanggil kembali sisi manusianya yang hampir terkubur.

Ia menyentuh kaca itu. Dingin. Namun, sistem sarafnya segera mengirimkan data digital: Suhu permukaan kaca: -40°C. Material: Polikarbonat diperkuat. Kecepatan angin eksternal: 900 km/jam.

Ratna menarik tangannya kembali dengan perasaan kecewa. "Aku merindukan rasa dingin yang tidak perlu dihitung secara matematis," bisiknya pada diri sendiri.

"Kau tahu, dalam mitologi kuno, Icarus jatuh karena dia terbang terlalu dekat dengan matahari," suara berat Ares memecah kesunyian. Ia berdiri di ambang pintu kabin, memegang dua cangkir kopi instan yang uapnya masih mengepul. "Tapi kita? Kita terbang ke arah matahari bukan karena sombong, tapi karena matahari itu sendiri yang ingin membakar bumi."

Ares berjalan mendekat dan menyodorkan salah satu cangkir. Ratna menerimanya, merasakan panas cangkir itu merambat ke telapak tangannya. Sensornya melaporkan suhu 85 derajat celcius, namun jiwanya merindukan rasa hangat yang menjalar ke hati, bukan sekadar data yang masuk ke otak.

"Kau tidak pernah bercerita, Ares," ujar Ratna sambil menatap kepulan uap kopi. "Kenapa kau membantuku sejauh ini? Kau bisa saja mengambil data Phoenix dan menjadi orang terkaya atau terkuat di dunia."

Ares bersandar pada dinding jet, menatap langit malam. "Dulu, aku punya seorang adik perempuan. Dia cerdas, seperti kau. Dia direkrut oleh Sangkala untuk proyek 'kesehatan masyarakat'. Setahun kemudian, mereka mengirimkan abunya ke rumahku dengan alasan kecelakaan laboratorium. Sejak saat itu, aku bersumpah, jika aku tidak bisa menyelamatkannya, setidaknya aku akan memastikan tidak ada lagi kakak yang harus menerima abu adiknya karena keserakahan orang-orang seperti Siska."

Ares menatap Ratna dalam-dalam. "Kau adalah kesempatan kedua yang diberikan semesta padaku untuk melakukan hal yang benar, Jenderal."

Ratna terdiam mendengar pengakuan itu. Ia memalingkan wajah, kembali menatap awan. Di dalam kepalanya, ia mulai melakukan sesuatu yang sangat berisiko. Ia membiarkan sistem sarafnya meluncur keluar dari firewall jet, melompat ke satelit komunikasi komersial milik Telkom yang sedang melintas di atas wilayah Indonesia.

Ia tidak membutuhkan mikrofon atau layar. Ia hanya butuh konsentrasi.

Hendra... apakah kau mendengar sinyal ini?

Suara Hendra terdengar di dalam kesadaran digital Ratna, sangat jauh namun jernih. "Bu? Astaga, sinyalmu sangat jernih! Aku mendeteksi lonjakan energi di satelit komunikasi... jangan bilang Ibu meretas satelit cuaca hanya untuk menelepon?"

"Aku butuh mendengar mereka, Hendra," bisik Ratna dalam pikirannya. "Hanya lima menit. Sebelum aku harus menjadi mesin lagi."

Melalui koneksi satelit yang dialihkan secara ilegal oleh Hendra, Ratna kini "berada" di dalam bunker rahasia di pedalaman Australia. Ia bisa mendengar suara detak jam dinding di sana, suara kipas angin, dan aroma kayu yang terbakar di perapian (yang entah bagaimana diproses oleh memorinya menjadi sensasi yang nyata).

Lalu, suara itu muncul. Suara yang paling ia rindukan sekaligus paling ia takuti.

"Nek, lihat! Aku menggambar Kak Ratna memakai mahkota emas," suara Bagas terdengar riang, diikuti suara gesekan pensil warna di atas kertas.

"Bagus sekali, Sayang," suara Ibu Sarah terdengar tenang, namun ada nada berat di sana. "Tapi kenapa Kakakmu tidak memakai senjata di gambar itu?"

"Karena di ceritaku, Kak Ratna sudah menang. Dia sudah mengalahkan semua monster dan sekarang dia hanya ingin duduk di taman bersama kita, makan pisang goreng buatan Nenek."

Hening sejenak. Ratna bisa mendengar suara Ibu Sarah yang menghela napas panjang, sebuah suara yang terdengar seperti robekan kain di telinga sensitif Ratna.

"Iya, Nak. Semoga mahkotanya tidak terlalu berat bagi kakak ya..."

Di dalam jet tempur, air mata mulai menggenang di mata Ratna. Ia menyentuh wajahnya, merasakan air mata itu cairan biologis yang masih mampu diproduksi oleh tubuhnya yang telah dimodifikasi. Itu adalah bukti bahwa dia belum sepenuhnya hilang.

"Hendra," panggil Ratna dengan suara yang bergetar. "Dengarkan instruksi terakhirku. Jika setelah 24 jam aku tidak mengirimkan sinyal konfirmasi... hapus semua data tentang Ratna Sari. Bakar server cadangannya. Jangan biarkan ada satu pun kepingan kode Phoenix yang bisa digunakan untuk melacak Ibu dan Bagas. Biarkan mereka melupakanku. Biarkan mereka menganggapku pahlawan yang telah gugur, bukan monster yang terkurung dalam mesin."

"Ibu... jangan bicara seperti itu. Kita sudah sejauh ini," suara Hendra terdengar hampir menangis.

"Ini bukan soal putus asa, Hendra. Ini soal strategi. Seorang Jenderal yang baik selalu menyiapkan jalan keluar bagi pasukannya, bahkan jika dia sendiri harus tinggal di medan perang."

Ratna memutus sambungan. Ia berdiri tegak, menyeka air matanya, dan menatap kopi yang kini sudah dingin. Cahaya biru di matanya kembali menyala, lebih terang dari sebelumnya. Emosi yang tadi meluap kini ia kunci rapat-rapat di dalam folder tersembunyi di jiwanya. Ia harus menjadi dingin. Ia harus menjadi tajam.

Ares yang sejak tadi memperhatikan dari kejauhan, akhirnya mendekat. Ia tahu Ratna baru saja melakukan perjalanan spiritual yang berat.

"Kau tahu," Ares mencoba mencairkan suasana. "Aku baru saja berpikir. Jika kita menang, aku akan pensiun dan membuka kedai sate di pinggir pantai. Aku akan jadi koki, dan kau... kau bisa jadi kasirnya. Tidak akan ada pelanggan yang berani kurang bayar jika kasirnya adalah seorang Cyborg Jenderal yang bisa membaca pikiran mereka."

Ratna menoleh, sebuah senyum kecil yang tulus akhirnya muncul di wajahnya. "Dan kau akan bangkrut karena kau terlalu banyak mengobrol dengan pelanggan daripada membakar sate, Ares."

Ares tertawa, tawa yang lepas dan hangat. "Mungkin saja. Tapi setidaknya kita akan bangkrut dalam keadaan damai."

Keduanya terdiam, menatap ke arah utara, di mana langit perlahan berubah menjadi merah keunguan. Jauh di sana, melayang di atas batas atmosfer, Icarus Station sudah menunggu. Badai akan segera datang, dan momen santai ini akan menjadi kenangan terakhir mereka sebelum darah dan sirkuit saraf kembali bersimbah di medan laga.

1
tintakering
Cerita yang menarik👍
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Sungguh akhir yg sangat indah😭😭 pada akhirnya, Ratna bisa kembali pulang dan bisa berkumpul dengan orang² terkasihnya😭😭
Terima kasih untuk cerita yg luar biasa ini thor🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: awww sama sama🥰 aku juga gk mw sad ending🤧🤧🤧
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Tahun 2035,dan aku masih kepikiran: Hendra, teguh, Ares, tidak beristri😭😭

Makasih Othor untuk ceritanya yang setiap bab selalu bikin degdegan, tegang dan tertawa pastinya...
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: auuu terimakasih 🥰🥰🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Halahhh, jangan kasih bakso tuh si hendra, guhh
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 biar kelaparan 🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Aku kemarin2 nunggu mbah Mansyur, aku kira dia udah isthettttt🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: masih kok masih hidup
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othorrrr/Curse/ masa bahas bakso jam segini, aku jadi ngiler/Scream/
makasih buat double upnya thor/Kiss/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya🤣🤣
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Au ahh aku mewek😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yg sanar sabar🤣🤧
total 1 replies
yosh—
👍👍👍👍👍
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: terimakasih
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
booom apa Ratna atau jendral ikut meledak mati 😱🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
serius gw ikut ketawa gara gara gerutuan Ares sama kolonel Baskoro 🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Halahhh pak Tua😭😭🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: memanfaatkan kesempitan dalam kesempatan eh🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Ya lagiann warna ungu banget ya Res, bikin sakit mata🤣😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nah iya thu😐🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
yang penting bukan dugong
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: buhahahhaha🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
biar kalian ada kerjaan
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jangan keras keras atuh🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
suka2 dia lah mau warna apa juga 🤨
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: 😱 asal jangan pink anu ehhh🏃🏃🏃
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hehh sempet²nya pak tua satu ini/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: mmg dasar mata makanna😐🤣
total 1 replies
Rembulan menangis
aku fikir ending nya si ratna dan teguh bisa mnagkap para pnjilat dan pnjahat dan mmasukkan k pnjara sesuai hukum krn judul nya kan tntg kayu ilegal
gk taunya jdi crita kyak film robot²
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/Kan itu juga termasuk berhasil, bu jenderal
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 betul itu betul
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Halahhh, aku pun rindu sama aksi kalian berdua, Guh. maksudku pak Pol
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ratna tidak benar² pergi, ia masih tetap ada diantara kalian. Melindungi dan melihat kalian dari kejauhan🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jadi hantu di satelit
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!