Ibu Alya meninggal karena menyelamatkan anak majikannya yang bernama Bagas, dia adalah tuan muda dari keluarga Danantya.
~
Bagas patah hati karena kepercayaannya dihancurkan oleh calon istrinya Laras, sejak saat itu hatinya beku dan sikapnya berubah dingin.
~
Alya kini jadi yatim piatu, kedua orang tua Bagas yang tidak tega pun memutuskan untuk menjodohkan Bagas dan Alya.
~
Bagas menolak, begitupun Alya namun mereka terpaksa menikah karena terjadi sesuatu yang tidak terduga!
~
Apakah Bagas akan menerima Alya sebagai istrinya? Lalu bagaimana jika Alya ternyata diam-diam mencintai Bagas selama ini?
Mampukah Alya meluluhkan hati Bagas, atau rumah tangga mereka akan hancur?
Ikuti kisahnya hanya di sini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon znfadhila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34.
Bagas hari ini hendak pergi kembali menemui Edo dan Laras, keduanya belum di serahkan ke kantor polisi karena Bagas masih ingin menjalankan rencananya menikahkan Edo dan Laras, pada akhirnya mereka akan menjadi pasutri yang harus menjalankan hukuman di penjara.
"Bang aku ikut ya." rengek Alya entah yang ke berapa kali, bahkan Alya tanpa ragu menggenggam lengan Bagas.
"Al, aku cuma sebentar kok." Bagas bukannya tidak ingin mengajak Alya, hanya saja Bagas khawatir terjadi sesuatu pada Alya, apalagi Bagas tau bagaimana gilanya Laras bisa saja wanita itu nekat menyakiti Alya.
"Bang pliss, aku pengen banget nampar muka cewek gila itu." Alya cemberut, dia benar-benar ingin memberikan bogem mentah pada Edo serta tamparan pada Laras.
"Al aku cuma khawatir sama kamu." akhirnya Bagas jujur, dia menggenggam erat tangan istrinya kemudian menuntun Alya untuk duduk di sofa.
"Kenapa Abang khawatir sama aku? emangnya aku bakal di apain coba? kan di sana ada Abang sama Bang Joshua juga." Alya tidak paham bahaya apa yang di khawatirkan oleh Bagas, padahal dia kan bersama Bagas juga perginya bukan sendiri.
"Al, perempuan itu belum tau kalo aku udah nikah sama kamu dia selama ini di tipu juga sama si brengsek itu!"
"Maksudnya?" Alya makin tidak mengerti, Bagas menarik nafas pelan dia memang belum cerita tentang Laras dan Edo sepenuhnya, Bagas hanya menceritakan inti dari alasan Edo yang ingin membantu Laras.
"Gini.." Bagas menjelaskan semuanya tanpa ada yang terlewat sedikitpun.
Alya melotot kaget, dia tentu saja syok mendengar rencana yang begitu licik dari Edo bahkan Alya tidak menyangka jika Edo selicik itu, orang licik di tipu juga oleh orang licik memang aneh dunia ini.
"Jadi maksud Abang, kalo dia tau Abang udah nikah kemungkinan dia bakal berbuat nekat terus celakain aku gitu?" Alya akhirnya bisa menyimpulkan maksud Bagas, tanpa ragu pria itu mengangguk.
"Iya gitu Al, aku cuma gamau nantinya kamu malah luka." Bagas menatap Alya penuh kekhawatiran, namun Alya bukannya takut dia malah semakin tertantang untuk bertemu dengan Laras maupun Edo bahkan tangannya sudah gatal sekali untuk menampar bahkan memberikan bogem mentah.
"Bang, aku mau tanya deh emangnya aku keliatan lemah banget ya?" tanya Alya menatap serius Bagas yang terdiam.
"Engga, tapi aku gamau ambil resiko." jawab Bagas penuh ketegasan, dia tau Alya itu wanita yang kuat tapi tetap saja sebagai seorang suami Bagas tidak ingin Alya terluka sedikitpun.
"Bang aku bukan orang lemah, aku juga mau ketemu sama mereka langsung aku janji jaga diri kok." Alya memelas memasang wajah sedihnya agar Bagas luluh.
Benar saja Bagas nampak tidak tega melihat istrinya memelas seperti itu, apalagi puppy eyes nya begitu menggemaskan di mata Bagas.
"Yaudah ayo kamu boleh ikut, tapi kalo misalkan dia mau celakain kamu langsung bilang oke?" Bagas akhirnya setuju, Alya bersorak senang.
"YEAYY! makasih Abang." Bagas terkekeh pelan melihat Alya begitu bersemangat.
Pasutri itu segera pergi ke tempat di mana Laras dan Edo berada, tentu saja tempat itu berada dalam pengawasan Joshua dan di jaga dengan ketat, jadi mereka tidak mungkin bisa kabur dengan mudah.
****
Laras terus mengumpati dan menyalahkan Edo sejak kemarin, wanita itu jelas marah karena Edo berencana untuk menjebaknya.
"Lo ternyata gila Edo! beraninya lo mau jebak gue buat nikah sama lo sialan!" Laras duduk di borgol tangannya, begitupun Edo tapi mereka masih bisa bergerak.
"Harusnya lo bersyukur bukannya malah marahin gue Laras, lagian siapa di dunia ini yang mau sama perempuan murahan kaya lo kalo bukan gue." cibir Edo menampar harga diri Laras, lihatlah tangan Laras langsung mengepal kuat.
"Apa lo bilang barusan." nafas Laras naik turun menahan emosi.
"Terserah gak ada pengulangan." Edo nampak malas meladeni Laras, sekarang yang ada di pikirannya adalah mencari jalan agar dia bisa kabur dari sini.
'Gue gak boleh kalah secepat ini, gue harus cari cara supaya bisa lolos dari sini.' batin Edo mulai memikirkan cara liciknya.
"Dasar brengsek!" umpat Laras, dia hendak berdiri untuk menyerang Edo namun sebelum semuanya itu terjadi tiba-tiba....
BRAK!
Pintu di buka dengan kasar, Laras mengumpat kaget sementara Edo hampir saja melompat saking kagetnya.
"SIALAN SIAPA YANG BERANI-" Laras berteriak marah, namun sebelum Laras melanjutkan perkataannya....
PLAK! PLAK! PLAK!
3x tamparan langsung Laras dapatkan, tentu saja pelakunya adalah Alya bahkan tadi yang membuka pintu itu adalah Alya, caranya pun di tendang dengan kasar.
"LO-!" Laras memegang pipinya yang terasa panas, Bagas dan Joshua masih tertinggal di belakang karena Alya langsung berlari begitu sampai disini.
"APA?! LO PANTES DAPETIN TAMPARAN ITU SIALAN!" marah Alya berteriak, Laras ingin membalas tamparan Alya namun tidak bisa.
Edo yang melihat itu juga nampak tidak terima, dia berdiri menatap Alya penuh amarah.
"Beraninya lo nampar calon istri gue!" Edo mendekat untuk memukul Alya, tapi sebelum itu terjadi Alya maju lebih dulu kemudian...
BUGH! BUGH! BUGH! BUGH!
"ARGH!"
"Jangan pernah berpikir gue takut di serang sama cowok pengecut sama lo!" Alya mencengkram erat leher Edo yang kini terbatuk karena kesakitan.
Wajahnya sudah lebam karena pukulan Alya begitu keras, sorot mata Alya di penuhi amarah bahkan nyali Laras pun langsung menciut.
"L-lepas!" Edo berusaha melepaskan cengkraman tangan Alya tapi tidak bisa karena dia masih di borgol.
"Lepas? lo tau korban yang lo tabrak itu Ibu gue! lo pikir punya dendam sama rencana jahat itu keren? engga sialan! lo itu rugiin orang lain dasar brengsek!" Alya bersiap kembali memukul Edo yang kini sudah gemetaran.
Tepat saat itu Bagas dan Joshua tiba di sana, mata kedua pria itu melotot melihat kondisi Laras yang sudah memerah pipinya di tambah Edo yang kini terbaring lemas bersiap di hajar kembali oleh Alya.
"Wow ternyata Alya segalak ini." gumam Joshua berdecak kagum, Bagas langsung memukul lengan iparnya itu.
"ALYA STOP!" Alya menoleh ke arah suara kemudian matanya sedikit melunak, amarah yang tadinya akan meledak berubah jadi sorot kesedihan.
Bagas mendekat kemudian...
GREP!
"Jangan takut ada aku di sini, aku pastiin mereka dapet hukumannya."
Bersambung..........
terlalu jauh bab babny jadi sampai agak lupa alurnya.
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️