NovelToon NovelToon
Rahasia Yang Terlupakan

Rahasia Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / Transmigrasi ke Dalam Novel / Kebangkitan pecundang / Romansa Fantasi / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: nolaa

Terlahir dengan sendok emas, layaknya putri raja, kehidupan mewah nan megah serta di hormati menjadikanku tumbuh dalam ketamakan. Nyatanya, roda kehidupan benar-benar berputar dan menggulingkan keluargaku yang semula konglomerat menjadi melarat.

Kedua orang tuaku meninggal, aku terbiasa hidup dalam kemewahan mulai terlilit hutang rentenir. Dalam keputusasaan, aku mencoba mengakhiri hidup. Toh hidup sudah tak bisa memberiku kemewahan lagi.

[Anda telah terpilih oleh Sistem Transmigrasi: Ini bukan hanya misi, dalam setiap langkah, Anda akan menemukan kesempatan untuk menebus dosamu serta meraih imbalan]

Aku bertransmigrasi ke dalam Novel terjemahan "Rahasia yang Terlupakan." Milik Mola-mola, tokoh ini akan mati di penggal suaminya sendiri. Aku tidak akan membiarkan alur cerita murahan ini berlanjut, aku harus mengubah alur ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nolaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Penjara bawah Tanah

Cakarku menggaruk-garuk tanah, mencoba untuk membuat lubang dengan segala omong kosongku. Sialan, bahkan tanah ini keras sekali seperti di semen. Aku mengigit trali besi, rasa basa logam membuatku ingin muntah. Aku menatap keatas dan kebawah, sekali lagi, tetapi jarak besi itu sangat tipis sehingga dalam bentuk kucing, pun, aku tak bisa keluar melalui celahnya.

Saat mendegar suara langkah kaki, aku segera memakai kalungku kembali dan berubah menjadi manusia.

"Ah," Aku mendesah pelan, jemari tangan dan kakiku lecet lantaran mencoba mengalih tanah. "Sialan, perih sekali."

Seorang penjaga membawa nampan makanan, sebuah jeruji besi kotak sengaja terpasang dengan kunci untuk memberikan tahanan makan. Aku melihat isi mangkuk, Lagi-lagi bubur putih asin dengan ayam hambar dan segelas air. Menatapnya saja sudah membuatku muak.

Aku memukul trali besi, membuat pengawal itu berbalik melihatku, "Hey, apa kau tidak punya makanan lain, selain bubur jelek itu?" Cibirku, serius. Rasanya lebih mengerikan daripada ikan kukus. "Aku bisa sakit perut jika hanya makan itu!"

Pengawal itu melambaikan tangannya, bermaksud mengabaikan. "Kalau Lady tidak mau makan, tidak usah dimakan." Ujarnya, lalu pergi meninggalkanku.

"Jawaban macam apa itu? Benari-beraninya!" Aku menendang trali besinya berulang kali, membuat kakiku terasa kebas. Pundakku merosot kebawah, aku menjatuhkan punggungku pada dinding penjara yang dingin. Menyentak-nyetak kepala ke belakang. "Bukankah aku akan mati... bukankah aku akan mati...." Gumamku, berulang kali.

Penjara bawah tanah bukanlah bualan buku dongen semata, karena aku benar-benar merasakannya sekarang. Mereka bilang, aku berada di level teratas, jadi suasananya tidak terlalu gelap.

Udara disini dingin mengigit, membawa serta bau lumut basah yang apek. Setiap napas yang diambil terasa berat, paru-paru seolah terisi kelembaban yang sesak. Ruangan ini begitu sempit, hanya ada ranjang kayu kasar dan pot tanah liat untuk kamar mandi sederhana. Cahaya obor yang berkedip memperlihatkan jeruji besi tebal berkat yang menjulang tinggi dan kokoh. Dindingnya kotor dan menghitam karena jamur dan jelaga, dan terlihat coretan-coretan aneh yang di tinggalkan oleh penghuni sebelumnya.

Rasa dingin itu membuatku memeluk tubuhku sendiri. Suara tetesan air dari langit-langit memecah kesunyianku. "Kenapa tidak ada yang berubah?" Aku bergumam pada diriku sendiri. Segalanya kembali seperti semula, usahaku tidak berguna. "Apakah aku memang mendapatkan kutukan karena telah berbuat salah? Memangnya hanya aku yang bersalah?"

Aku, anak tunggal keluarga Grace, salah satu konglomerat yang paling berpengaruh di Westalis. Sejak kecil, semua orang menyebutku sendok emas, putri kecil bayangan surga, karena hidupku yang sangat makmur dan terjamin. Namun, siapa sangka saat beranjak dewasa, ayahku bangkrut dan tak bisa bangkit lagi. Semua harta kekayaannya, seolah raup di telan bumi, sedikit demi sedikit terjual untuk menutupi hutang, menjadikan kami berada pada titik nol.

Semuanya yang serba mendadak ini membuatku merasa asing, karena itulah aku selalu menyalahkan ayah dan ibuku.

"Mereka sudah enak, tidur di dalam tanah, sementara aku terombang-ambing sendirian seperti ini." Air mataku berjatuhan. Sampai saat ini, aku masih tidak paham dengan emosi kesedihanku. Antara meratapi nasip, kemarahan, atau perasaan kehilangan, aku tidak yakin. "Andai saja aku sedikit saja... tidak keras kepala, apakah semuanya akan baik-baik saja?"

Mataku sembab, berada dalam kesendirian membuatku banyak mengenang ayah dan ibu. Aku mengambil mangkuk itu dan memakan buburnya. Rasanya hambar. Entah karena memang tidak diberikan garam atau karena emosiku, tetapi lidahku mati rasa. Aku terus menyuapkan sendokan besar ke dalam mulutku, sampai habis.

"Kalau aku mati dalam perut kenyang, aku tidak akan terlalu menyesal, kan?" Aku tertawa sendiri, aneh, bukan. Sesuatu seperti ini seharusnya tidak layak di tertawakan, hanya saja perutku geli memikirkan jika aku mati dengan perut besar seperti Boni. "Sayang sekali jika aku mati, tetapi belum sempat berlomba dengan Tuan Boni. Apa dia akan merindukanku? Atau malah marah?"

Semuanya terasa lebih segar saat aku meneguk segelas air. Kehidupan di istana Solara Terras banyak memberiku pengetahuan baru. Aku sangat menikmati waktuku bersama mereka. Aku terkekeh lagi, pikiranku campur aduk, tidak tertahankan, jadi aku menangis lagi.

Tetapi, mendadak suara kunci berderak dan gerbang berdecit. Aku bisa merasakan tanah bergetar, seolah bukan hanya satu orang yang datang. Bayangan dari obor semakin meyakinkanku, bahwa ada beberapa orang.

"Kalian pas sekali, aku sudah selesai makan-eh? Bos?!" Nampan di tanganku jatuh, kaget. Mulutku terbuka sampai tidak bisa tertutup lagi, aku melihat sekeliling, tidak ada pengawal Albastar. "Hey bodoh, apa yang kau lakukan disini? Cepatlah pergi sebelum mereka tau!"

Caspian datang, di belakangnya Julian tengah membawa obor sebagai penerangan. Bola mata Caspian berputar melihat sekeliling, lalu kembali melihat ke arahku. "Bagaimana perasaanmu, Winola?" Tanyanya, tatapan matanya sendu seolah memikirkan sesuatu.

"Kau tidak usah berpura-pura kasihan padaku." Aku mengelak untuk tidak menatap matanya. "Sebaiknya kau segera pergi agar tidak ikut di curigai."

"Mereka memang sudah menahanku," Ujarnya, suaranya tenang.

Mataku membesar saat mendengar itu. "Oke, Count Julian, cepat bawa bos bodoh ini kembali. Sepertinya telinganya kemasukan kadal karena tidak mendengar ucapanku." Aku mendengus, kesal. "Jangan bodoh, bos. Cepat pergi, pergilah!"

"Lalu, bagaimana denganmu?" Caspian bertanya, langkahnya mendekati trali.

"Aku?" Getaran aneh mengerubungiku ketika pertanyaan Caspian melewati gendang telingaku. Ada kehampaan. Sesaat mata kami bertemu, aku tidak tau maksud tatapannya kepadaku, tetapi mendadak hatiku menjadi lebih sakit. "Aku sudah makan, aku juga bisa tidur dimanapun, kau tidak usah khawatir. Mungkin memang seperti inilah takdirku." Mataku berkeliaran menatap udara, berusaha mengindari Caspian.

Tanganku menjadi hangat, Caspian meraihnya, menaruh satu tanganku dalam genggamannya yang erat. "Bagaimana dengan perasaanmu, Winola?"

Keheningan kembali menyelimuti kami, hanya ada suara tetesan air dan bunyi obor. Dalam kegelapan, mata Caspian berkilat, seolah ada sesuatu disana, sedang memanggilku.

Aku menarik tangan dari Caspian, menatap jemari kakiku yang telanjang. Sendiri tadi, air mata sialan tak henti-hentinya turun dari ujung mataku. Aku tak bisa lagi menyelamatkan harga diriku! "Jika aku mengatakan tak ingin mati, bukankah kesempatanku juga sudah habis?" Suaraku serak, seolah padang pasir tengah bertengger di kerongkongan. "Bukannya aku takut pada kematian, tapi aku takut untuk pergi sendirian."

Badanku ikut bergetar, tatapanku kabur ketika air mataku jatuh, begitu pula dengan perasaanku yang semakin menjadi aneh. "Semua yang aku lakukan tidak ada gunanya, semua orang menyalahkanku, terus seperti itu." Tawaku hambar, dinginnya tembok penjara mengalahkan perasaan gundah di batinku. "Tetapi aku sedikit tenang, karena kau pasti punya rencana untuk mengeluarkanku, kan? Bawalah aku jauh dari kuil Vatikan, bunuhlah aku di tengah hutan, sesuai janjimu, Caspian." Keheningan dan pantulan suara di penjara bawah tanah ini membuat raung tangisku terdengar sangat pilu.

Caspian meraih satu tanganku yang lain, mengenggam keduanya dengan erat dalam satu tangannya, sementara tangan satunya mengangkat daguku, membelai pipiku untuk menghapus air mataku. Caspian juga menyibakkan rambutku yang menutupi wajah. "Perasaanmu, apa sudah legah?"

Aku mendengar suaranya yang ikut serak. "Aku hanya ingin mendengar jawaban darimu, Winola." Alisnya bertaut dalam. "Semoga yang aku lakukan kali ini tidak salah lagi."

1
Cupcake...
oyeyy, mangatt upp ya kak nolaaa/Scream//Rose//Rose/
nolaa: iyaaa, nolaa akan kembali lagiii
total 1 replies
Cupcake...
kak nola kapan updatenyaa?? aku dah nunggu lohh
nolaa: /Heart//Heart//Heart/
total 3 replies
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
/Cry//Cry/penyihirnya sangat kuat, bagaimana cara mengalahkan nya?
nolaa: mungkin memakai lampu ajaib, penyihir melawan jinny/Slight/
total 1 replies
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
/Blush//Blush/itu pasti ulah penyihir
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
Winola, aku yang deg degan/Cry/penyihir itu lick, hati hati celaka
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
siapa itu? jangan bilang jebakan penyihir? /Blush/
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
siapa??? /Blush//Blush//Blush/
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
/Scream//Scream/Caspian Bakaaaaaa!
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
siapa yang tau Caspian? waktu tidak selalu menentukan seberapa setia orang itu
nolaa: wow sangat relate
total 1 replies
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
/Cry//Cry//Cry/buktinya kurang kuat
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
(°o°:)ᴼᴴᴴ, apa itu? benda mencurigakan, jangan jangan ada hubungannya sama penyihir?
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
/Shy//Shy/belut?apa tikus? ups
nolaa: seperti lambang baru, belut dan tikus bisa berteman
total 1 replies
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
🗿🗿baru tau mc di novel mola mola itu mereka
nolaa: nola agak kasihan sama winola jadi tumbal kucing/Sweat/
total 1 replies
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
padahal kau yang tidak memeriksanya/Facepalm//Facepalm/
nolaa: hei itu seperti puluhan email tidak penting/Shame/
total 1 replies
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
Kenapa jadi begini?
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
ohhhh noooo, jangan bilang Hana penghianat?
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
/Awkward//Awkward//Awkward/aku yang 20+ aja masih seneng maen sama bocil bocil
nolaa: hihihi, tapi nolaa sudah semester lima ✋/Smile/
total 3 replies
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
masa kebetulan pas gitu 🤔 🤔ᴴᴹ
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
/Blush//Blush//Blush/dia ada di teror penyihir, kah?
nolaa: winola di jampi karena tidak baca novel sampai habis/Gosh//Shhh/
total 1 replies
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
owalah 🗿fens berat nya penyihir
nolaa: /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!