Karena keseharian mereka selalu bersama dalam konteks pekerjaan membuat dua insan manusia terlibat cinta lokasi.
Andini Sarasvati seorang gadis sederhana yang mempunyai keinginan membahagiakan kedua orang tuanya.
Andre Hermawan pemuda yang sudah cukup sukses di usia muda nya dengan menjabat seorang GM di usia 30 tahun.
"Mama..."
"Papa... Ini Mama Aurla."
"Siapa anak ini, Pak Andre sudah menikah." batin Andini.
Baca ceritanya dan rasakan keseruannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aeni Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Biar Nggak Kangen
Andini, Andre dan Aura pergi menuju hotel untuk menjemput Oma dan Lia yang masih berada di sana kemudian menuju bandara.
Tak Butuh waktu lama untuk mencapai hotel dan Oma sudah bersiap di lobby hotel.
"Oma, Dini bantuin."
"Nggak udah Sayang biar pak sopir aja yang masukin mobil, ayo Kita masuk mobil aja."
"Baik Oma."
Setelah semua barang bawaan masuk ke dalam bagasi mobil, Pak sopir melajukan mobilnya menuju Bandara.
Kini Mereka sudah sampai di bandara, kemudian Mereka melakukan chek in dan menunggu di ruang tunggu.
Aura kelihatan senang sekali berlarian kesana kemari.
"Sayang, jangan larian nanti capek." Andre mengingatkan Aura, namun tak di hiraukan oleh nya.
"Aura, sini sama Mama."
Langsung mendekat, dan memeluk Andini.
"Jangan larian nanti capek kalau naik pesawat, duduk sini saja ya."
"Iya Mama."
"Kenapa Dia lebih nurut sama Kamu dari pada Aku." Andre merasa kesal.
"Ya nggak tahu Bang, coba tanya Aura."
Andini menahan tawanya melihat kekesalan di wajah Andre.
"Aura, kenapa mau sama Mama kalau sama Papa nggak mau."
"Mama tantik.. tayak Aurla."
"Hahaha..." tawa Andini tak tahan lagi mendengar jawaban Aura.
"Nggak lucu, masa Aku harus cantik dulu."
"Sudah lah Dre, Kamu kalah pesona sama Andini hahahaha." tawa Oma.
"Aurla.. nanti Papa belikan es krim mau."
"Mau... tapi cama Mama."
"Hahahaha, masih harus sama Mama." tawa Andini dan Oma.
"Ya sudah nggak jadi kalau gitu."
"Papa dahat... huuaaa.. Papa boong beli es kim."
"Bang, apaan sih bikin nangis."
"Sudah Sayang, nanti beli sama Mama."
"Hemm, Papa dahat." Aura diam dalam pelukan Andini.
Tak lama kemudian terdengar panggilan pemberitahuan untuk penerbangan ke Jakarta segera memasuki pesawat.
"Ayo Kita masuk pesawat." ajak Andre.
Mereka semua berjalan menuju pesawat sedangkan Aura masih saja di gendongan Andini.
Mereka mengambil kelas bisnis supaya nyaman penerbangannya.
Andini duduk berjajar dengan Oma dan Andre sambil masih memangku Aura sedang Lia ada di kursi belakang.
Andini kelihatan pucat karena ini pengalaman pertamanya menaiki pesawat.
"Kamu kenapa Andini." tanya Oma.
"Nggak papa Oma, Andini agak takut aja."
Andre melihat Andini yang begitu pucat Dia menghampirinya.
"Kamu kenapa, takut." tanya Andre dan Andini hanya menganggukkan kepalanya.
Di pegang lah tangan Andini oleh Andre dan terasa dingin.
"Mbak Lia, Aura tolong di gendong dulu."
"Ya Tuan." Lia mengambil Aura yang kelihatan mengantuk di pangkuan Andini.
"Cama Mama..."
"Aura sama Mbak Lia dulu ya, kita minum susu."
"Heem." untung Aura bisa diajak kerjasama.
"Kamu duduk sini aja Dre, Mama di sebelah."
"Maaf ya Ma." kata Andre.
"Ya nggak papa." sambil menepuk pundak anaknya sungguh Mama nya sangat perhatian.
Kemudian Andre duduk disebelah Andini dan memegang tangannya.
"Sayang, dengerin Abang. Nggak akan terjadi apa - apa rileks aja tarik nafas pelan - pelan hembuskan."
Andini pun mengikuti apa yang di bilang Andre.
"Ulangi lagi Sayang."
"Hemmm.. huuuuu.. hemmmm..huuuu."
"Sudah rileks Sayang."
"Lumayan Bang." Andini sudah bisa tersenyum.
"Dini, tenang aja semua akan baik - baik saja." kata Oma.
"Iya Oma."
Kemudian terdengar peringatan untuk semua penumpang menggunakan sabuk pengaman karena Pesawat akan segera melakukan take off.
"Abang mau ngapain." Andre mendekat ke Andini dan memasangkan sabuk pengamannya.
"Mau pasangin safety belt, emang mau ngapain hemmm..." Andre mencubit hidung Andini.
"Bang, malu sama Oma."
"Mama pernah muda." sambil tersenyum ke Mamanya.
"Nggak punya malu Kamu Dre sama Mama."
"He he he, biar cepat dapat mantu Ma."
"Alesan aja Kamu."
Pesawat terasa mulai bergerak Andini menggenggam erat kursinya dan memejamkan matanya.
"Tenang aja, baca doa."
Andre menggenggam erat tangan Andini dan tersenyum kepadanya.
"Iya Bang." Andini membuka matanya dan berdoa bersama Andre.
"Sekarang pesawat sudah tenang di atas, nggak usah takut Abang ada di sini." selalu tersenyum kepada Andini dan di balas senyuman serta anggukan oleh Andini.
"Makasih Bang."
"Nggak perlu takut, sepertinya Kamu harus sering naik pesawat supaya nggak takut lagi."
"Emang mau kemana Bang."
"Kemana aja yang penting sama Kamu." Andre mencium tangan Andini membuat Andini kaget dan pipinya menjadi merah.
"Ehemm.. lupa ada Mama di sini." ucap Mama.
"Hehehe, Mama Ku cantik nggak lupa lah." Andre juga mencium tangan Mamanya.
"Mama dan Andini juga Aura adalah wanita yang paling berharga dalam hidup Andre."
"Bisa aja Kamu, belum halal jangan cium - cium aja Kamu." ingat Mama, Andini yang mendengar merasa malu.
"Cuma tangan Ma, biar Andini nggak takut lagi."
"Alesan aja, coba kalau nggak ada Mama bisa cium lainya juga Kamu."
"Hehehe, iya Ma ampun."
"Emang Kamu itu Dre, udah waktunya dinikahin."
"Hehehe.. makanya buruan Ma."
"Kamu pikir nikah persiapannya semenit bisa. Besok segera di urus semuanya."
"Oke Ma."
"Andini, kalau Andre macam - macam sebelum kalian halal bilang sama Mama."
"Iya Ma." Andini menahan tawanya.
"Mama nih, Andre udah gede Ma."
"Udah Mama ngantuk, awas kalau macam - macam."
"Nggak Ma, pegangan doang ini biar Andini nggak takut." Andre cengengesan.
"Bang, lepasin Andini udah nggak papa." Andini mencoba melepaskan genggaman tangan Andre.
"Nggak, sampai turun kayak gini." kata Andre semena - mena.
"Sakit nih Bang."
"Ya Abang longgarkan aja nggak usah di lepas."
"Kenapa sih Bang."
"Biar nggak kangen." kata Andre membuat Andini melongo, gimana kangen ada di sebelahnya...
#####
**Hahahaha.. Bang Andre alasannya Ada - ada aja .... 😁😁😁...
Ayo dukungannya ya pembaca setia ☺☺☺**
sukses....semangat
mksh
tp,ya itu kalau bisa jangan di ulang" terus jadi pusing bacanya,🤦🤦🤦🤦🙏🙏🙏🙏