NovelToon NovelToon
Ibu Dari Anak Suamiku

Ibu Dari Anak Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi wahyuningsih

( Sedang di Revisi )

Kisah seorang wanita cantik (Dara) yang menikah dengan presdir( Braga). banyak tragedi yang terjadi saat mereka menikah.

mulai dari keguguran, hingga sulit memiliki keturunan paska keguguran. dilain sisi, ada sosok mertua yang tidak menyukai Dara. dan kehidupan bahagianya terusik saat sang mertua sangat ingin memiliki cucu.

segala cara dilakukan oleh ibu mertua untuk memisahkan dara dan braga.

kira kira akankah Braga dan Dara masih terus bersama dan saling mencintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Taman bermain

Ternyata, sudah banyak yang berubah. aku masih belum percaya akan kembali kesini. selama enam tahun, aku selalu bertanya tanya. sebenarnya apa yang aku lakukan? membalas dendam kah? aku menjauhkan anak anak dari Ayahnya. lalu apa yang aku dapatkan? " Dara duduk termangu dipinggiran tempat tidur. jemarinya mencengkram kuat sprei. mengingat begitu banyak hal yang ingin dia tanyakan kepada Bima tentang Braga.

" untunglah, aku masih bisa menahan diri karena mas Bima sedang berduka.

" Mommy...., panggil Jean.

membuka pintu dan langsung berlari memeluk Dara.

Dara mengangkat tubuh Jean. memangku Jean di pangkuannya.

" ada apa sayang? " mengelus rambut Jean yang terasa sangat halus dan wangi.

" Mom, kami boleh pergi ke taman bermain besok lusa?

" Tentu saja. Jean akan pergi dengan kakak?

" Huh......, dia sangat menyebalkan. " ucap Jean dengan wajah merengut.

Dara terkekeh. " ada apa dengan kakakmu?

" Dia selalu mengatai ku. aku harus membujuknya sampai menangis saat meminta Jojo untuk menemaniku.

" Lalu? apa jawaban kakakmu?

meskipun Dara sudah tahu jawaban apa yang Jojo ucapkan, Dara tetap bertanya.

" Dia bilang, nanti akan ia pikirkan.

Dara tersenyum geli. " Mommy besok harus kerumah sakit sayang. Mommy janji, setelah Kakek sembuh, kita akan jalan jalan kemanapun kalian mau.

" Yeay.... Mommy sudah janji. tidak boleh ingkar. " sedikit merengut sembari mengancam.

" Iya,.. tentu saja anak gadisku.

" Mommy hari ini kerumah sakit lagi?

" Tidak. Mommy akan pergi kerumah sahabat Mommy. dia sedang berduka.

" Bolehkah Mommy mengajakku? " tanya Jean sembari memasang wajah memohon.

" Maaf sayang. tapi Mommy pergi untuk melayat. akan lebih baik Jean tinggal dirumah bersama Jojo dan Uncle. ok?

Jean mendesah sebal. " baiklah, aku akan pergi menemui Jojo sekarang dan tidur.

Dara mengangguk dan tersenyum.

Dikamar Jojo dan jean.

" kamu dari mana jean? " tanya Jojo yang melihat Jean masuk ke kamarnya dengan wajah sebal.

" ada apa dengan wajahmu?

Jean menatap Jojo lekat.

" besok Mommy akan pergi menemui sahabatnya untuk melayat. apa menurutmu Daddy juga akan datang kesana.

Jojo menutup buku yang sedang ia baca. menatap Jean tajam.

" kamu sudah berjanji pada Mommy tidak akan membahas tentang Daddy. Mommy pasti akan sedih jika mendengar pertanyaan darimu ini.

Jean menatap Jojo sedih. " Jo, apa menurutmu kita tidak bisa bertemu Daddy walaupun hanya sekali?

Jojo mengelus kepala Jean. " aku tidak tahu. kita sudah bertanya kepada Mommy beberapa kali. kau masih ingat wajah sedih Mommy kan? apa kau ingin melihat Mommy bersedih?

" Tentu tidak. tapi, " Jean menitikan air mata.

Jojo mengusap air mata Jean. " kau sangat ingin bertemu Daddy?

" Hem,... apakah bisa menurutmu?

Jojo menepuk bahu Jean mencoba menenangkan.

" Sorry Jean, saat ini aku belum bisa mengajakmu bertemu Daddy. aku belum pernah melihat wajah Daddy. aku akan mencari tahu seperti apa sifat dan wajah Daddy.

" Promise? " tanya Jean dengan penuh berharap.

"Iya. berhentilah menangis. " Jojo memeluk Jean dengan lembut.

" Hari ini kau terlihat benar benar seperti seorang kakak. hahahaha,.... " Jean tertawa dengan riangnya.

Jojo langsung melepaskan pelukannya. kembali cuek dan berwajah dingin. membuka kembali buku yang tadi ditutup. Jean tersenyum melihat tingkah Jojo.

Dirumah Braga.

" Papa...... Papa....... " panggil Ameera sembari berlari merentangkan tangan untuk memeluk Braga.

Braga memalingkan tubuh saat mendengar Ameera memanggil. menangkap rentangan tangan Ameera dan menggendongnya.

" ada apa gadis kecil? ini sudah malam kenapa belum tidur?

" aku menunggu Papa pulang.

" ada apa?

" bisakah Papa mengajakku pergi ke taman bermain besok?

Sungguh, Braga ingin sekali menolak. tapi saat melihat wajah Ameera yang penuh harap, menggoyahkan hatinya.

" baiklah. sekarang, pergilah ke kamarmu.

Braga menurunkan Ameera. memalingkan tubuh hendak menuju kamar.

" Mas, " panggil Hana.

Braga mendesah sebal. " ada apa?

jawab Braga tanpa menatap Hana.

" bisa kita bicara sebentar? " tanya Hana dengan intonasi yang rendah. membuat nada suaranya selembut mungkin agat tak memancing kemarahan Braga.

" Tidak. aku sudah sangat lelah. " Braga memajukan langkahnya kembali.

" tunggu mas.

Braga menghentikan langkahnya. membalikkan tubuh menatap Hana tajam.

Sadar tatapan Braga sudah terlihat sangat marah, Hana mencoba untuk mencoba yang terbaik agar tak menimbulkan percekcokan.

" Ini tentang Ameera mas.

" katakan.

" Ini sudah enam tahun mas. teganya kamu memperlakukan aku dan Ameera seperti orang asing. apakah tidak ada kesempatan sedikitpun untukku? " batin Hana sembari menatap Braga.

" Mau sampai kapan hanya melihat ku? tidak mau bicara? " bertanya tapi dengan nada marah.

" mas, bisakah kamu sedikit lebih baik kepada Ameera? dia sangat ingin seperti anak anak lain yang begitu dicintai oleh kedua orang tuanya. tidak bisakah kita menjadi keluarga yang harmonis demi Ameera? " lagi lagi dengan nada lembut dan wajah memelas.

" Tidak kah kamu menyadari? aku memperlakukan Ameera dengan baik? jika aku tidak baik, aku akan memperlakukan Ameera seperti apa yang kulakukan padamu.

" ucap Braga dengan wajah dingin. langsung meninggalkan Hana yang mematung mendengar ucapan Braga.

" Tidak mas. apapun caranya, aku akan membuat keluarga ini menjadi nyata. aku tidak mau menjadi istri bayanganmu terus menerus. apapun caranya, aku akan mendaftarkan pernikahan kita. lihat saja nanti. " gumam Hana dalam hati. tangannya mencengkram kuat. matanya memerah menahan tangis.

" Cih!,.. tidak perlu sedih. dari awal kau pasti tahu ini yang akan terjadi. kau pasti sedang merencanakan sesuatu kan? " saut maria yang berdiri ditengah pintu kamarnya. tangannya melipat kedepan dadanya. tubuhnya menyender dipinggiran pintu yang terbuka.

" Berhentilah Maria. jangan terus menerus mengusikku. apa kamu tidak pernah menyadari? dari awal aku tidak pernah mengusik mu.

" Hahahaha...... apa kau bilang? kau ini bodoh atau apa? kau memang tidak pernah mengusikku secara pribadi. tapi kau mengusik keluarga besar ku.

Hana terdiam sesaat dan pergi meninggalkan Maria tanpa kata.

" Heee,,,...tidak membantah?. padahal aku sedang kesal. sial! aku tidak bisa mencari orang untuk bertengkar.

Maria menutup pintunya kembali.

Ke esokan harinya.

" Papa, kita jadi pergi ke taman bermain? " tanya Ameera sembari menyantap sarapannya.

" Pagi ini Papa harus pergi melayat. nanti setelah Papa pulang, baru berangkat.

" Baiklah. " ucap Ameera senang.

Sesampainya di kediaman Bima. Dara keluar dari mobil yang baru ia parkir kan. Dara menggunakan kaca mata hitam dan selendang hitam menutupi kepalanya.

" semoga dia tidak mengenaliku. " batin Dara.

Dara masuk dan ikut memberikan doa untuk mendiang Istrinya Bima. setelah selesai, Dara menemui keluarga besar Dara dan mendiang Istri Bima. Dara memberikan pelukan satu persatu kepada orang tua Bima dan mendiang Istrinya. orang tua Bima sempat bingung. siapa perempuan yang memberikan dukungan dengan penuh kepedulian. saat mendekati Bima, Dara mengusap pundak Bima.

" sabar mas bima. Tuhan punya rencana yang indah untukmu. dan Istrimu, pasti akan berada di surga.

Bima yang sedang berada diposisi duduk, seketika memeluk tubuh Dara. meletakkan kepalanya didepan perut Dara.

" terimakasih Dara. terimakasih. " ucap Bima sembari terisak.

Mama bima terkejut. membulatkan mata. menutup bibirnya menggunakan jemarinya.

" ka,. kamu Dara?

Dara tersenyum dan mengangguk. Mama Bima langsung memeluk Dara sembari menangis. " ya Tuhan. kamu kemana saja selama ini? apa kamu menjalani hidup dengan baik?

Dara tersenyum bahagia. melihat Bima yang memeluk pinggang dan Mamanya Bima memeluk bagian dada dari samping dan menciumi kepala Dara. " seandainya dulu seperti ini, " Dara mengingat perlakuan mantan Mama mertuanya.

......................

1
Sulati Cus
kebiasaan lupa ksh bintang
Annie Soe..
Dendam apa siy si mama lampir sm dara..
Annie Soe..
Karya yg menarik cumaaa banyak typo,,
Gpp tor, ttp semangat..
Annie Soe..
Feeling seorang istri kuat, merasa ada hal yg tdk beres dgn suaminya..
Jadi teringat pengalaman sendiri dihianati mantan suami..
Soraya
pungsi papa nya Braga apa masa sebagai kepala kluarga gak punya power istri bersikap buruk diem aja gak punya wibawa sebagai suami
Soraya
mampir thor
Endah Ing
wow, di ulti ma cucu. mak jleb dong
harwanti unyil
gk ada novel untuk maria ya kk
Mank Tisna Pengen-Kurus
tumben baca novel ga jelas begini!!
falea sezi
hahah lagi lagi braga bodoh
falea sezi
bodoh aja dara kek wanita murahan urus cerai sendiri kan bs bodoh
falea sezi
tlah ttep aja g di cerai istri ke dua mu
Yulia Hariyono
Lumayan
Merryatti
Luar biasa
Nenie Chusniyah
luar biasa
fa_zhra
terimakasih author dewi karya mu terlalu bagus utk dilewatkan.sll puas setelah membaca nya.sehat2 trs biar bisa sll berkarya
Dewi: terima kasih sudah membaca karyaku Kak. Maafkan adanya typo dan juga tatanan bahasa kalimat yang kurang nyaman untuk dibaca 🙏🙏
total 1 replies
Sandisalbiah
nyatanya laki² yg ada disini semua gak berguna.... bahkan yg menyelamatkan dan melindungi Dara itu Hana, lalu apa peran Braga dan papanya, mereka cuma numpang tenar aja...
Sandisalbiah
Dara kembali... menemui suami yg katanya sangat mencintainya tp nyatanya lagi² hari ini sia juga akan mengamatinya dgn menikahi titisan kunti... lelaki bodoh yg selalu tunduk dgn perintah dan permintaan dr mamanya yg di luar malah itu..
Sandisalbiah
gaksabar nunggu kehancuran duk lampir... mereka itu terlalu jahat buat bisa hidup tenang dan damai terutama mama Braga si biang onar, sumber bencana...
Sandisalbiah
biasanya pengusaha sukses sekelas Braga dan papanya gak akan sulit melacak dan menyelidiki suatu kasus, dgn kekuatan uang harusnya semua di mudahkan tp balik lagi.. mereka berdua ini terlalu bodoh atau terlalu cuek jus ya kek gini kejadiannya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!