NovelToon NovelToon
Mr Arrogant I Love You

Mr Arrogant I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:522.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anugrah Utarie

"Kamu adalah laki-laki yang bisa membuatku percaya, bahwa tidak semua laki-laki itu brengsek" ~Rania


"Kamu adalah wanita yang membuatku mengerti apa itu cinta" ~Aldrich

Aldrich yang tidak percaya pada cinta semenjak pengkhianatan yang dilakukan oleh suami kakaknya dan membuat kakak satu-satunya meninggal karena bunuh diri.

Akhirnya dipertemukan dengan Rania yang tidak percaya kepada laki-laki, setelah melihat sahabatnya sendiri meninggal karena bunuh diri akibat ditinggal kekasih yang telah menghamilinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anugrah Utarie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Back to London

Rania dan Aldrich sudah kembali ke kamar mereka setelah menyantap sarapannya. Rania memasukkan barang-barang mereka ke dalam koper. Karena mereka akan segera meninggalkan hotel menemui Nenek Ambar.

Rania dan suaminya langsung berpamitan pada kedua orang tua Rania beserta kedua adik Rania. Perpisahan mereka penuh drama dan air mata. Karena Arshad yang tiba-tiba tidak membiarkan mereka berdua pergi.

Tapi setelah dibujuk oleh Aldrich dan Kenzie, akhirnya ia mau membiarkan kakak dan kakak iparnya pergi dengan syarat harus menghubunginya lewat video call setiap hari.

Akhirnya Rania, Aldrich dan kedua mertuanya segera pergi meninggalkan hotel menuju Lembang, Jawa Barat. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 37 menit dari kota Bandung. Mereka sudah sampai di rumah nenek Ambar dan langsung disambut oleh Jeremy dan kang Diman.

"Nenek dimana?" tanya Aldrich setelah masuk ke dalam rumah.

"Ada di dalam tuan, lagi duduk di kursi santainya" jawab kang Diman.

Aldrich dan Rania segera masuk ke dalam menemui nenek Ambar. Sedangkan daddy Aiden dan mommy Agneta sedang berbincang dengan kang Diman.

"Nenek..." panggil Aldrich dan membuat nenek Ambar menoleh.

"Ya ampun cucu menantuku" nenek Ambar memberikan isyarat agar Rania mendekat. Setelah Rania berdiri di dekatnya, nenek Ambar langsung memeluk Rania dan mengabaikan Aldrich.

"Ahmmm, yang cucu nenek siapa sih? Kok Al diabaikan?" cebik Aldrich dan membuat Rania tertawa.

"Cemburu ceritanya?"

"Nggak, siapa yang cemburu?" elak Aldrich dengan muka cemberut.

"Lihat nek, orang galak lagi ngambek" Rania langsung terkekeh geli melihat kelakuan suaminya.

"Ayo sini peluk sama nenek, kan sebentar lagi kalian akan kembali ke London" nenek Ambar merentangkan kedua tangannya dan memberikan isyarat agar keduanya mendekat.

Aldrich dan Rania langsung memeluk nenek Ambar. "Nenek jaga diri baik-baik ya, jangan sampai telat makan. Jaga kesehatan nenek, oke."

Aldrich semakin memeluk erat neneknya.

"Iya Nak" ucap nenek Ambar singkat.

"Nenek, kita pamit ya. Maaf Rania belum bisa jadi cucu menantu yang berbakti sama nenek."

"Iya, tidak masalah Nak. Kamu kan harus ikut suamimu. Tolong jaga cucu kesayangan nenek ya. Kalau dia bandel marahi saja yaa.." nenek Ambar langsung tersenyum.

Tak lama datang daddy Aiden dan mommy Agneta. Mereka juga ikut berpamitan pada nenek Ambar.

Selesai berpamitan, mereka berempat langsung ke Bandara di antar supir. Sedangkan Jeremy tetap tinggal untuk menjaga nenek Ambar.

🌴🌴

Setelah menempuh perjalanan yang jauh, Rania langsung merebahkan tubuhnya yang lelah di atas ranjang.

"Mandi dulu sayang, baru istirahat" Aldrich mengulurkan tangannya ke arah istrinya.

"Iya" Rania meraih tangan suaminya dan segera bangkit. Namun karena Aldrich menariknya terlalu kuat, sehingga Rania menbrak dada bidang suaminya dan Aldrich langsung melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.

Cup

Sebuah ciuman lembut mendarat di bibir Rania, ia berusaha melepaskan diri. Namun tenaganya kalah dari suaminya. Setelah cukup lama berusaha tidak merespon dan berusaha menghindari ciuman suaminya. Akhirnya Rania pasrah dan mulai membalas ciuman suaminya.

Ciuman yang awalnya lembut, berubah jadi ciuman panas yang membuat gairah keduanya tidak bisa lagi dibendung. Padahal mereka baru melakukannya tadi pagi. Tapi seakan saat ini mereka sudah saling merindu untuk saling memuaskan satu sama lain.

Aldrich mulai merebahkan kembali tubuh istrinya. Dengan tidak sabaran, Aldrich meraih resleting baju istrinya dan segera membukanya. Setelah itu dia juga membuka bajunya sendiri. Rania sudah hampir polos dan masih ada pelindung terakhir yang melindungi aset berharganya. Sebelum Aldrich melepaskan semuanya dan membuat istrinya tidak memakai apapun.

Aldrich kembali mencium istrinya dan mulai melakukan penyatuan dengan istrinya. Saat Aldrich berusaha memasuki tubuh Rania. Istrinya itu kembali menjerit kesakitan dan setelahnya hanya desahan-desahan kenikmatan yang keluar dari bibirnya.

Kurang lebih 1 jam Aldrich menggempur istrinya. Sampai-sampai panggilan mommy Agneta di balik pintu kamar tidak mereka hiraukan. Untung saja kamar Aldrich kedap suara. Kalau tidak, suara mereka akan terdengar sampai ke luar.

Setelah puas dan kelelahan, Aldrich berguling ke samping Rania. Ia menatap istrinya yang sudah tertidur tanpa memikirkan apapun. Karena ia sudah sangat lelah, ditambah digempur habis-habisan oleh suaminya.

Aldrich memeluk tubuh polos Rania dan mencium lama kening istrinya itu. Kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.

"Terimakasih sayang, selamat malam. Semoga mimpi indah" Aldrich ikut memejamkan mata karena ia juga sudah lelah dan mengantuk.

🌴🌴

Paginya Rania bangun dan langsung berlari ke kamar mandi karena kebelet pipis. Sehingga membuat Aldrich ikut terbangun dan menyusul istrinya ke kamar mandi.

"Kenapa sayang?"

Rania kaget dan berteriak saat suaminya masuk. "Kamu ngapain masuk? Aku belum selesai. Cepat keluar!"

"Emangnya kenapa? Aku udah lihat juga semuanya" Aldrich malah melangkah mendekati istrinya.

Rania langsung berdiri dan mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya. Kemudian mengusir suaminya itu keluar.

"Ayo keluar sayang, aku mau mandi" ucap Rania lembut dan berharap suaminya akan segera keluar.

"Aku juga mau mandi karena ada meeting pagi ini. Ayo mandi bersama" Aldrich menarik istrinya ke dalam ruangan kaca yang ada di dalam kamar mandi.

"Hanya mandi ya, awas kalau macam-macam" ancam Rania dengan mata melotot. Bukannya takut Aldrich malah tertawa gemas dengan istrinya.

"Iyaa, aku janji hanya mandi aja" seraya tangannya mencubit gemas hidung Rania.

"Sakitt sayang" Rania mengusap hidungnya yang memerah karena ulah suaminya.

Aldrich memang menepati janjinya dan mereka hanya mandi. Meskipun terkadang tangannya nakal menyentuh tubuh istrinya dan langsung pura-pura tidak melakukan apa-apa saat mendapat tatapan tajam dari. Rania.

Lebih kurang 20 menit mereka sudah keluar dari kamar mandi dan masuk dalam walk in closet. Rania mengambilkan pakaian untuk suaminya dan setelah itu dia mengambil pakaiannya sendiri yang masih ada di dalam koper.

"Sayang, katanya mau meeting. Cepatlah berpakaian" Rania mengomeli suaminya yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya dan menciumi pundaknya yang masih polos. Karena memang masih memakai handuk.

"Kiss me please" bisiknya di telinga Rania.

Rania segera berbalik dan menghadap suaminya. "Setelah ini langsung siap-siap ya."

Aldrich mengangguk dan tersenyum penuh maksud.

Cup

Rania mengecup singkat bibir suaminya, namun Aldrich meraih tengkuk istrinya dan memperdalam ciuman mereka. Ciumannya terhenti setelah Rania memukul-mukul dadanya karena hampit kehabisan napas.

"Hah.. hah, kamu mau membunuhku!" pekik Rania dengan napas tersengal-sengal.

Aldrich terkekeh, "maaf sayang" kemudian memeluk istrinya dan mencium keningnya.

Setelah itu ia langsung memakai pakaiannya. Saat sedang memasang dasi, Rania berdiri di hadapannya. Kemudian membantu Aldrich memasang dasi.

"Kamu mau kopi atau teh?" tanya Rania setelah selesai memasang dasi suaminya.

"Aku mau kopi ya, jangan terlalu manis" jawabnya dan berdiri di depan cermin.

"Yes sir" Rania segera keluar dari kamar dan langsung ke dapur. Aldrich langsung tertawa dengan kelakuan istrinya.

Saat Rania sedang menyeduh kopi untuk suaminya, ia kaget karena seseorang memanggilnya.

"Rania" suara seorang wanita membuat Rania kaget dan segera menoleh.

"Selamat pagi Mom" sapa Rania saat melihat mommy Agneta yang memanggilnya.

"Pagi sayang, kamu sedang apa pagi-pagi sudah di dapur?" tanya mommy Agneta heran.

"Rania sedang buat kopi untuk Aldrich Mom" Rania kembali melanjutkan aktivitasnya.

"Kenapa tidak meminta pelayan saja sayang untuk membuatkannya?"

"Nggak apa-apa Mom, ini kan memang kewajiban Rania sebagai seorang istri untuk melayani suami Rania sebaik-baiknya."

Rania tersenyum hangat dan meletakkan kopi buatannya di atas nampan.

"Aldrich memang tidak salah pilih, kamu memang yang terbaik untuk menjadi pendamping anak Mommy. Maafkan Mommy yang sempat memisahkan kalian berdua" ekspresi mommy Agneta berubah sendu.

"Semuanya bukan salah Mommy, tapi Rania juga salah. Rania minta maaf ya Mom, karena sudah membuat Mommy kecewa" Rania langsung memeluk Ibu mertuanya.

"Ada apa nih? Pagi-pagi kok udah mellow?" suara baritone Aldrich membuat kedua wanita itu melepaskan pelukan mereka.

"Hai sayang, kamu udah mau berangkat. Ini kopi kamu" Rania membawa kopi yang sudah ia buat ke meja makan. Aldrich langsung mengikuti istrinya dari belakang dan segera duduk di samping Rania. Disusul oleh mommy Agneta yang duduk di hadapan mereka berdua.

Tak lama, daddy Aiden bergabung dengan mereka untuk sarapan.

"Selamat pagi dad" sapa Rania dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.

"Pagi Rania" daddy Aiden langsung tersenyum saat melihat ada seorang wanita yang memanggilnya daddy. Sedikit mengobati kerinduan pada anak perempuannya yang sudah tiada.

Rania langsung mengambilkan sarapan untuk suaminya dan mendapat tatapan penuh cinta dari pria itu.

"Jangan menatapku seperti itu? Nanti bisa-bisa kamu nggak jadi ke kantor karena tidak mau berpisah dariku" seloroh Rania dan membuat tawa daddy Aiden dan mommy Agneta pecah.

"Hahah, ternyata menantuku punya selera humor juga. Daddy tidak menyangka kalau kamu itu lucu" ucap daddy aiden dengan tawa yang masih ada.

Para pelayan yang ada di dekat sana langsung heran dan ikut senang saat melihat keceriaan dari keluarga itu. Karena biasanya mereka hanya akan makan dalam diam dan terasa kaku. Sesekali ada perdebatan yang berakhir salah satunya akan pergi meninggalkan meja makan. Dan yang sering pergi sebelum makan selesai adalah Aldrich.

Aldrich menatap kedua orang tuanya yang masih terlihat raut bahagianya. Kemudian menatap istrinya yang sedang menikmati sarapannya.

Sudah lama aku tidak melihat mommy dan daddy sebahagia ini. Terimakasih sayang, kamu memang membawa perubahan besar padaku dan keluargaku.

.

.

.

.

bersambung

1
cetom😘😘
klo udah dini hari berarti jamnya 00.40 tor
MamiTya
ditunggu kelanjutannya thor...
Rita
kok...end 🤔
gimana Kenzie dan Liana?
gimana anak2 Riana dan Aldrich?
Rita
😂🤣😂🤣
walaupun akan menghadapi kemarahan suami tapi setidaknya sudah menggigit dan menjambak Leo...
Rita
jahara banget jadi mertua , lagian anak dah Nikah juga....ya Hak suami lah srkarang
Bunda Puput
top bgt
Whindy Anugrah: makasih kak
total 1 replies
Pertiwi Tiwi
Rania hamil
Pertiwi Tiwi
jodoh .
Pertiwi Tiwi
jodoh .
A.L 1805
😭😭
Mahrita Sartika
visual in q suka q suka q suka
A.0122
up lg dong thor
A.0122
kasian kenzie kehilangan orang yg dicinta untuk selamanya dan tak ada disaat terakhir orang yg dicinta didunia ini
A.0122
liana sakit kanker kah atau penyakit berbahaya lainnya
A.0122
kk nya bahagia eh adiknya menderita karna hatinya hancur
A.0122
baby twins A
A.0122
kasian si lucas selalu berharap pada jodoh orang lain
A.0122
rasakan itu leo karna sepertinya si twins tak suka ibu mereka didekati oleh leo
A.0122
bnr² profesional nie mereka
A.0122
wah aldrich ga marah saat tau rania bawah mobil sendiri ke kantornya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!