NovelToon NovelToon
MENCINTAI ANAK MAJIKAN IBU KU

MENCINTAI ANAK MAJIKAN IBU KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Terlarang
Popularitas:916
Nilai: 5
Nama Author: Lembayung Senjaku

Intan adalah gadis yang lugu dan baik hati, dia selalu membantu ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah mewah. Intan bersama ibunya hanya orang biasa yang tidak memiliki keluarga dan beruntung mereka bertemu dengan bu Ratna yang membawa mereka kerumah nya dan bekerja di sana.

Ratna yang berusia 18 tahun itu nampak cekatan membantu ibunya. Sikap sopan dan paruhnya membantu Ratna dan suami Agung begitu menyukai Intan, 5 tahun sudah berlalu kini intan sudah beranjak menjadi gadis dewasa.
Di mana kisah yang tidak pernah dia bayangkan akan terjadi, kisah pencinta dan tanpa restu akan terlibat dalam kehidupan nya.

Saat pertemuan nya dengan anak tunggal keluarga Wicana yang sudah menampung nya dan ibunya selamat bertahun-tahun lama nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lembayung Senjaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hubungan Monoton

Cukup lama Intan berada di rumah bu Sari bermain dan bercerita tentang kehidupan nya dan keluarga itu, mereka dari keluarga yang cukup berada di sana namun mereka benar benar sederhana tanpa terlihat lebih dari yang lain nya.

" Jadi suami kamu kerja apa di kota?. "

" Dia CEO di perusahaan orang tuanya tapi orang tuanya tidak terlalu menyukai ku, makanya aku di sini dan hanya bertemu saat dia lebih saja. " Ada setitik kesedihan terlihat di ujung mata nya.

" Jadi kalian?. "

" Iya kami menikah tanpa restu orang tuanya sampai sekarang meski kami sudah memiliki Azzam yang lucu, tapi gak papa bagi ku dunia ku akan sangat baik baik saja jik ada suami dan Azzam yang berpihak padaku. " Ucap nya pelam.

Tok Tok

Suara ketukan pintu membuyarkan percakapan mereka dan langsung menatap ke arah seseorang yang berdiri di depan pintu.

" Lagi ada tamu to?. " Ucap Sekhu masuk kedalam rumah dan bersalaman dengan buk Sari dan adiknya.

" Ini loh ndok Intan bawa buah sama sekalian main dari tadi di rumah, kamu sudah makan belum Sekhu?. " Tanya buk Sari pelan.

" Sudah buk, tadi Sekhu abis dari pasar sama tejo sekalian beli jajanan juga ni.. " Sekhu menyodorkan makanan itu pada ibu nya menatap Intan sekilas dan tersenyum manis.

" Hallo anak nakal, maen apa kamu?. " Sekhu langsung duduk menghampiri keponakan gembul nya itu.

" Maen ini sama tante cantik.. " Gumamnya dengan polos. Intan diam memperhatikan Sekhu diam diam dia kagum melihat pria itu yang sudah begitu mandiri dalam banyak hal dan bisa mengelola keuangan dengan baik.

" Om Sekhu tahu tante Intan itu tidak seperti bunda, bunda cerewet suka marah dan tidak cantik.. " Lagu lagi bocah itu memujinya dengan menjatuhkan ibu nya membuat Melati gemas dan mencubit pipi gembul nya itu dengan gemas.

" Ya udah sana jari anak tante Intan bunda mau beli anak baru aja di pasar. " Melati mengoda Azzam dan meninggal kan nya begitu saja membuat bocah itu langsung menangis dan mengikutinya.

" Mereka itu benar-benar, Sekhu ajak Intan makan dulu sana di belakang Azzam paling juga mau tidur. " Gumam bu Sari pelan.

" Eh gak usah buk, terima kasih Intan juga mau pamit pulang soalnya udah sore juga. " Ucap Intan menolak dengan halus.

" Kok buru buru, baru juga main ndok. "

" Besok Intan main ke sini lagi kalau Intan bosen di rumah, ibu juga kan pasti mau istirahat dulu. Intan pamit ya buk Sekhu terima kasih jamuannya.. " Ucap Intan mencium lembut tangan bu Sari.

" Sekhu antar Intan nak.. "

" Gak usah buk Intan jalan aja, gak jauh juga rumah Intan kan.. "

" Gak papa aku anter aja sekalian aku mau pulang, searah juga rumah kita. " Timpal Sekhu yang mengambil jaket hitamnya dan berpamitan pada ibu nya.

Intan naik ke atas motor metik yang terlihat begitu bersih dan bisa dia pastikan Sekhu adalah orang yang sangat rajin dan begitu menjaga barang milik nya.

Mereka hanya diam tanpa ada pembicaraan sampai di depan rumah Intan.

" Terima kasih, kamu gak mampir dulu?. " Ucap Intan basa basi.

" Gak usah lain kali aja, aku pulang dulu. " Intan mengangguk dan menatap kepergian Sekhu kemudian masuk kedalam rumah nya.

***

Lilly terdiam menatap rembulan yang terang di apartemen nya.

" Maaf.. " Gumam Mahendra memeluk tubuh Lilly dengan mesra dari belakang.

" Kamu tuh sebenarnya cinta gak sih sama aku?. " Seru Lilly pelan.

" Kamu kok nanya gitu, tentu saja aku cinta sama kamu kalau nggak... "

" Kamu terlalu sibuk dengan sama Silla kamu terlalu sibuk dengan meeting kamu dan sekarang terlalu sibuk dengan anak pembantu di rumah kamu. Aku capek Mahen harus ngalah terus, kenapa gak sekali aja kamu prioritasin aku sih.. " Lilly yang meras jenggah dengan sikap Mahendra melepas pelukan pria itu berjalan menuju ranjang.

" 3 tahun lebih kita memiliki hubungan dan tidak sekalipun kamu ngenalin aku sama keluarga kamu dan kamu minta aku untuk diam kalau kamu itu punya aku. Aku capek Mahendra.. " Pria itu diam mencerna setiap kata yang keluar dari bibir gadis itu.

Mahendra sendiri merasa belum siap untuk mengenal kan Lilly kepada orang tuanya, dia sendiri takut jika nanti ibu nya akan menuntut banyak pada Lilly atau bahkan tidak menyetujui hubungan mereka.

" Bunda ku bukan tipe orang tua yang akan IYA saja dengan pilihan anak nya Lilly, membawa mu ke depan bunda sudah pasti akan aku lakukan tapi tidak sekarang. Aku mohon mengerti bersabar lah sebentar.. " Mahendra berjongkok di depan Lilly yang diam duduk di tepi ranjang kamar mereka.

" Tapi harus ada pembicaraan tentang hubungan kita Mahen, jadi aku sendiri tahu kalau kamu memang sedang tidak mempermainkan perasaan aku. "

" Hey, sama sekali tidak seperti itu jangan pernah berfikir sedemikian. Aku sayang banget sama kamu percaya lah suatu saat nanti aku akan bawa kamu k rumah orang tua ku, saat bunda sudah bisa menerima siapa saja pilihan ku. " Genggaman erat tangan Mahendra meluluhkan hati Lilly membuat gadis itu langsung memeluk nya dengan erat.

" Maaf aku udah keterlaluan, aku hanya ingin kepastian dari kamu bukan hanya sebuah hubungan monoton seperti ini. " Mahendra benar benar berfikir keras tentang hubungan nya dengan Lilly dia juga tidak pernah berniat menyakiti gadis itu.

Mahendra bertekat untuk berbicara dengan Ratna tentang hubungan nya dengan Lilly meski dia tahu itu tidak akan menjadi jalan yang mulus, tapi dia harus mencoba untuk masa depan nya bersama dengan Lilly.

" Bersabar lah sebentar lagi. " Gumam Mahendra mencium pipi Lilly dengan lembut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!