NovelToon NovelToon
Cinta Kembarku

Cinta Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sanny Rama

Sequel DUREN MANIS...

Si kembar Rava dan Reva sudah beranjak dewasa. Mereka mulai mengenal cinta.

Reva yang lebih supel dan nakal jatuh cinta pada Flora, gadis cantik dan judes yang bekerja di rumahnya. Tapi Flora sudah terlanjur kesal pada sikap cuek Reva yang tidak sengaja mengotori seragam Flora.

Bagaimana Reva berjuang menaklukkan hati gadis pujaannya?

Sedangkan Rava yang serius dan tenang mulai tertarik pada Diva, gadis manis yang pintar memasak. Diusia yang masih muda, Diva sudah memiliki sebuah restaurant yang selalu ramai pembeli. Diva yang selalu tersenyum mengalihkan dunia Rava yang sepi karena takut kehilangan cinta pertamanya.

Sanggupkah Rava menyatakan perasaannya pada Diva? Apalagi dengan adanya Akbar yang lebih dulu hadir menaut hati Diva.

Akankah nasib mereka sama dengan Alex dan Rio atau justru kutukan itu sudah berakhir saat Rio mendapatkan kebahagiaannya bersama Gadis?

Kisah ini adalah sequel Duren Manis yang menceritakan cinta si kembar Ravando dan Revaldo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Nyosor bibir

Flora dan Mia saling pandang tersenyum satu sama

lain melihat saudara kembar itu berpelukan seperti teletabies. Tapi senyuman

mereka langsung pudar saat Reva mulai memiting Rava untuk memaksanya cerita.

Flora dan Mia menarik Reva yang hampir memukul Rava.

“Aku bukan perebut pacar orang. Itu cuma salah

paham. Diva sudah putus sama Akbar. Aku nggak tau kalau Akbar nekat ngirim

preman buat mukulin aku.”kata Rava cepat untuk membela dirinya.

Mia menengahi mereka berdua, ia menghadap ke Rava

dan memintanya berpikir dengan tenang. Apa benar Rava benar-benar menyukai

Diva? Pria itu mengangguk mantap.

“Cuma Diva wanita yang bisa membuat hatiku berdebar

kencang, mah.”ucap Rava sok puitis.

“Sok-sokan bilang cuma Diva yang bisa, tapi lo

nyosor bibir cewek lain. Dasar murahan lo.”balas Reva menyambit tubuh Rava

dengan karet.

“Sapa ceweknya?”tanya Flora kepo.

Reva sibuk cerita tentang Devina sampai Flora

ber-oh Ria. Rava menatap mamanya minta dukungan, “Diva nggak salah, mah. Dari

awal dia nggak cinta sama Akbar. Pria itu cuma manfaatin Diva buat bikin usaha

restaurantnya maju.”kata Rava masih kekeh membela Diva.

“Bisa masak dong. Suruh dia dateng besok. Mama mau

masak buat ultahnya Kaori.”pinta Mia.

Rava bengong mendengar perintah mamanya, ia jadi

pusing antara senang atau bingung cara mengajak Diva. Mia sudah beranjak keluar

dari kamar Reva. Rava mengikuti mamanya keluar untuk minta nego untuk tidak

mengundang Diva besok.

Reva dan Flora yang ditinggal sendirian, saling

menatap satu sama lain. Reva memeluk pinggang ramping Flora. Ia mengambil ponselnya

lalu mengambil foto selfie mereka berdua. Flora melihat hasilnya belum bagus

lalu mengulang posenya. Ia menambahkan sedikit filter, menjulurkan lidahnya dan

membuat ekspresi wajah lucu.

Dari sekian banyaknya foto mereka berdua, Flora

hanya menyukai saat ia tersenyum manis dan Reva mengecup pipinya. Terlalu asyik

memilih foto di ponsel Reva, Flora tidak sadar kalau pria itu sudah mendekat

lagi ingin menciumnya.

“Flo...”panggil Reva.

Flora menoleh dan cup... Reva mencium bibir Flora. ia

mengecap bibir Flora, menyapu semua bagian bibir gadis itu. Flora merangkul

leher Reva, memejamkan matanya menikmati ciuman hangat Reva.

“Flo, aku mencintaimu.”bisik Reva disela-sela

ciuman mereka. Flora mendorong tubuhnya dari pelukan Reva.

“Va, aku mau kuliah. Gimana menurutmu?”tanya Flora.

Reva mengangguk, ia mengelus pipi Flora dan

menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya. “Nanti aku bantu ngomong sama papa

ya. Kamu bisa kuliah deket sini. Nanti magangnya di perusahaan papa.”kata Reva.

Flora terdiam, ia merasa tidak tahu diri kalau

sampai Alex juga yang membayar kuliahnya. Flora menanyakan apa ada universitas

yang memberikan beasiswa. Reva terdiam sebentar, di kampusnya memang memberikan

beasiswa untuk mahasiswa berprestasi.

“Kok diem? Ada nggak? Aku nggak enak kalau minta

dibayarin tuan Alex juga.”kata Flora sendu.

“Kalo mau, kamu bisa coba di kampusku. Nanti aku

bantu test masuknya. Tapi tempatnya agak jauh dari sini.”kata Reva mengingat

jarak kampusnya dengan rumah Alex bisa sampai lima belas menit perjalanan. “Trus

kapan kamu ujian akhir?”

“Minggu depan.”saut Flora santai. Mata Reva

membulat sempurna, ia tidak percaya Flora bisa sesantai itu menghadapi ujian

akhirya. “Aku kan punya kamu, beb.”kata Flora mesra.

“Apa?!”teriak Reva mengagetkan Flora yang mengira

Reva marah padanya.

“I-itu, maksudku....”kata Flora terpotong.

Tapi Reva hanya tertarik dengan panggilan sayang

Flora barusan. Ia ingin mendengarnya lagi dan mewajibkan Flora memanggilnya

seperti itu dimanapun atau Reva tidak mau membantu Flora dengan ujian akhirnya.

Rava yang masih galau, gagal membujuk Mia untuk

membatalkan niatnya mengundang Diva. Ia sampai meminta nomor Diva pada Widya,

padahal ia sudah menyimpannya. Akibatnya Widya jadi kepo dan terus mendesak

Reva mengatakan yang sebenarnya.

Rava menelpon Widya untuk menjawab chat gadis itu. “Berhenti

ngirim chat, Widya. Kamu nich kepo banget sich. Aku mau ngundang Diva ke rumah.”kata

Rava dengan berani bicara pada Widya.

“Kak! Kakak diundang ke rumahnya kak Rava nich!!”teriak

Widya dari sebrang telpon sana.

Rava langsung panik, ia sampai menjatuhkan

ponselnya ke atas tempat tidur saking gugupnya. Terdengar suara Widya

memanggil-manggil Rava dari ponsel itu. Rava cepat-cepat mengambil ponsel itu

lagi.

“H-halo. Iya, kenapa?”tanya Rava masih mengira ia

sedang bicara dengan Widya.

“Halo, Rava.”sapa Diva dengan suara lembutnya.

Nyes! Hati Rava yang jumpalitan langsung tenang

mendengar suara wanita yang ia sukai itu. “D-Diva, apa kabar?”tanya Rava

basa-basi.

Terdengar tawa geli malu-malu dari seberang sana, “Kita

baru ketemu tadi, Va. Menurutmu gimana kabarku?”

”Oh, Tuhan. Aku ingin sekali melihat wajahnya saat

Diva tertawa seperti tadi. Tolong ijinkan aku melihatnya.”

“Rava? Halo?”panggil Diva lagi.

Rava kelimpungan, ia hampir menjatuhkan ponselnya

lagi. Akhirnya Rava bicara sambil berjongkok disamping tempat tidurnya. Ia

menarik nafas panjang terlebih dahulu, “Diva, mamaku mengundangmu untuk datang

besok ke rumahku. Sebenarnya ponakanku ulang tahun dan mamaku ingin memasak

untuk pestanya.”kata Rava sedikit ragu-ragu.

“Aku akan membantu mamamu masak, Rava. Bisa kau

kirim alamat rumahmu? Aku akan datang.”kata Diva melegakan hati Rava.

“Aku akan menjemputmu. Jam sembilan ya. Acaranya

saat makan siang.”kata Rava cepat.

“Merepotkanmu sampai menjemputku. Aku bisa

berangkat sendiri, Rava.”saut Diva merasa tidak enak. Ia ingin berterima kasih

dengan baik pada Rava yang sudah membantunya lepas dari Akbar. Tapi Rava tidak

menerima penolakan, ia tetap ingin menjemput Diva.

Keesokan harinya saat semua keluarga sedang

berkumpul di ruang keluarga kecuali para istri, Rava datang bersama Diva.

Melihat putranya datang bersama gadis cantik, Alex langsung berdehem minta

diperkenalkan. Rava tersenyum malu memperkenalkan Diva pada Alex.

“Oh, jadi Diva ini yang punya restaurant dengan

makanan tradisional itu ya. Rendang dari restaurantmu enak loh.”puji Alex.

Diva mengucapkan terima kasih atas pujian Alex. Mia

bergabung dengan mereka saat mendengar suara Diva di ruang keluarga. Diva

menyalami Mia dengan sopan.

“Tante sudah mulai masak ya. Saya bantu ya, tante.”kata

Diva yang merasa canggung dengan tatapan semua orang di ruang keluarga itu.

Mia mengajak Diva ke dapur untuk mulai memasak.

Sejak tadi mereka yang di dapur baru selesai menyiapkan bahan masakan. Rava

yang sudah salah tingkah bersama Diva, langsung melengos duduk bersandar di

salah satu bantal besar disana.

“Kenapa lo? Kesambet?”tanya Reva mengejek wajah Rava yang memerah. Rava menimpuk Reva dengan bantal yang ada di dekatnya.

“Diem dech, jangan mulai lagi. Khusus hari ini

jangan pancing emosi gue. Gue nggak mau Diva ngliat sisi negatif gue.”ancam Rava.

Mendengar hal itu tidak membuat Reva takut, ia semakin ingin mengerjai Rava agar Diva bisa melihat seperti apa sosok asli

Rava.

*****

Makasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejakmu

rate bintang 5, like, komen, dan yang paling penting vote, vote, vote. Ty.

1
Eka Sari Agustina
👍👍👍👍👍
G
lanjut
Mella Soplantila Tentua Mella
dasar Reva mesuuum... ha ha hahaaa ketangkap basah sm ibu negara
Martini
di tunggu kelanjutannya Thor kan flora hamil
Martini
wah dapat mantu Sekai 2 mama jelita god
Martini
anaknya mami jelita gresek semua
Martini
bakal kena semprot tu jeny
Martini
gawangnya udah gol ya reva
Martini
selalu seru aja Thor karyamu
Martini
hahaha camer sama menantu klop geseknya
Martini
pembantu ganjen di pecat aja Thor bisng kerok itu
Martini
iya Reva itu kan bucin
Martini
jangan bikin aq baper donk Thor kasihan ravanya
Martini
aq sampai ikut nangis Thor kasihan rava perjuanganya tidak ada artinya di depan diva
Martini
diva kok sadis tadi aja berharap sekarang malah bikin rava hanjur
Martini
semoga Frank ya thor
Martini
aq setuju kalau Roger sama jeny
Martini
mungkin lagi berhai hai Thor Reva sama flo
Martini
kayaknya dapat lampu hijau dech Juan Ama devina 👍👍👍
Martini
Devina kok hadi gadis bar bar sich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!