Setelah menyelesaikan tugasnya Nungky kembali ke rumahnya, namun setelah kejadian itu membuat sesuatu merubah hatinya.
Haruskah dia memperjuangkan cintanya kepada orang yang bahkan tidak pernah mengenal cinta?
Atau haruskah dia melupakan cintanya lagi sama. seperti yang dia lakukan kepada Awan?
NB: Ini Lanjutan dari Kepentok Cinta Nungky, jadi kalau bingung silahkan baca novel itu terlebih dahulu 🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vinoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berpisah
"Ayo aku antar kamu pulang!" Ricko menggandeng tangan Nungky untuk mengantarkannya pulang.
Gadis berwajah imut itu menggeleng seraya melepaskan genggaman tangan Ricko kekasihnya."Tidak aku pulang sendiri saja!" Tolaknya membuat Ricko menoleh menatap-nya bingung.
"Kenapa?" Padahal Ricko ingin sekali mengantar gadis kecilnya pulang sekaligus untuk meminta izin pada orang tua Nungky untuk menjadikan Nungky kekasih sekaligus calon istrinya kelak, Dia tidak tahu kapan itu akan terjadi, yang jelas satu-satunya Gadis yang ingin dia nikahi adalah Nungky bukan yang lain.
"Aku takut kalau kamu mengantarku pulang, yang ada aku malah tidak rela kamu pergi dan menahanmu untuk tetap disini bersamaku!" Nungky t ersenyum seraya membelai pipi tampan Ricko yang langsung memejamkan matanya menikmati belaian Nungky yang begitu lembut.
"Jaga hatimu dan jangan lupa kalau aku menunggumu disini, aku mencintaimu dan akan selalu begitu!" Ucapnya mencium pipi Ricko dan langsung berlari pergi dengan air mata yang kembali mengalir. Dia baru tahu jika melepaskan orang yang kita sayangi itu begitu berat, tapi ini semua demi kebaikan mereka di masa depan nanti, akan ada waktu saat mereka dipertemukan kembali dan saat itu tiba dia tidak akan mau melepaskan kekasihnya pergi jauh lagi.
Ricko tersenyum menatap punggung orang yang dicintainya itu menghilang di kegelapan malam, dia menyentuh pipi yang baru saja dicium Nungky."Aku mencintaimu juga!" Gumamnya pelan.
*****
Pagi Harinya saat Nungky ingin menemui Ricko, Juno langsung menghadang dan menyeret gadis itu kembali ke dalam rumah. Setelah semalam Nungky pulang terlambat, Juno jadi makin marah besar dan menambah hukuman Nungky, namun bukannya kapok anak gadisnya itu sudah berniat untuk melanggar hukumannya lagi.
"Pa tolong lepas, Nungky mau ketemu Abang Kerokan!" Nungky meronta-ronta minta dilepaskan dari cekalan ayah kandungnya Juno.
"Diam Nungky, sudah Papa bilang kamu tidak boleh keluar rumah selama sebulan, apa kamu lupa kemarin kamu sudah melanggar perintah Papa?" Juno memegang tangan Nungky dan menatap anak semata wayangnya itu dengan tatapan tajam. Meski merasa tidak tega saat melihat tatapan Nungky yang seolah memohon padanya, Juno tidak bergeming dan tetap melarang anaknya itu untuk pergi.
Desi dan Chika yang melihat perseteruan antara Ayah dan Anak itu hanya diam seolah tidak peduli, keduanya lebih memilih menonton sinetron azab sambil menikmati keripik dan juga kue yang dibuat Desi."Chik kita kalau jadi artis sinetron azab kayaknya cocok ya Chik, kamu jadi anak Durhaka yang Tante Kutuk!" Desi memberi ide.
"Gak mau ah Chika kau jadi anak alim yang sukses jadi saudagar kaya aja Tante!" Sahut Chika tak terima dan memilih untuk mengeluarkan pendapatnya sendiri.
"Boleh juga tuh Chik kayaknya kita harus ikutan Casting deh kali aja kota kepilih!" Desi tersenyum saat memikirkan dirinya menjadi artis sinetron azab yang sedang naik daun itu."Woy siapa yang lempar sepatu?" Bentaknya sambil menoleh menatap Juno dan Nungky dengan tatapan kesal, dia mengambil sepatu putih yang baru saja mendarat dengan mulus di kepalanya dan dengan santainya dia melempar sepatu itu ke sembarang arah.
"Sepatuku!" Pekik Nungky menatap sepatu kesayangannya yang sudah basah masuk ke dalam akuarium."Mama tolong, aku mau ketemu sama Abang Kerokan" Ucapnya menatap Desi dengan penuh permohonan.
Merasa tidak tega Desi beranjak menghampiri mereka berdua, dia menyentuh lengan Juno yang sedang memegangi Nungky dengan lembut, tanpa sadar Juno melepaskan cekalannya pada Nungky dan menatap istrinya dengan kening berkerut bingung."Pa biarkan Nungky pergi Sayang, Mama yakin dia tidak akan berbuat apa-apa!" Ucapnya mencoba untuk membujuk suaminya itu.
"Iya Pa, Nungky cuma mau ketemu Abang Kerokan untuk yang terakhir sebelum dia pergi keluar negeri, Nungky mohon Pa!" Ucapnya seraya menangkupkan kedua tangannya.
"Tidak Nungky, Papa tidak suka kamu bertemu dengan pria kurang ngajar itu lagi, ingat kalau kamu sampai berani menemui dia, Papa bakalan aduin kamu sama Nenek kamu!" Ancam Juno seraya berlalu pergi meninggalkan mereka.
Di dalam kamar Juno mengembuskan napasnya kasar, dia ingin sekali mengiyakan permintaan Nungky, tapi ego-nya sebagai seorang ayah tidak mau jika anak semata wayangnya itu berpacaran dengan pria yang bahkan belum dikenalnya.
Di ruang tamu, Desi mengajak Nungky untuk duduk di kursi, dia tersenyum melihat sikap Nungky yang terlihat berbeda, Gadis itu kini sedang melamun sambil menangis setelah Juno melarangnya pergi menemui Ricko, dia tidak menyangka jika anaknya kini sudah berubah menjadi gadis dewasa yang mulai mengerti akan apa itu Cinta.
"Sudah jangan menangis lagi Nung, Mama ngerti kamu pengen banget ketemu tuh anak tapi kamu juga harus paham Papa kamu ngelakuin ini semua juga untuk kamu Ky!" Desi mengusap air mata Nungky yang terus mengalir, dia mengusap kepala anaknya dengan lembut mencoba untuk menenangkan Nungky.
"Ma!" Panggil Nungky pelan.
"Hmmm"
"Menurut Mama dia bagaimana, apa dia bakalan setia sama Nungky?" Nungky menatap ibunya menunggu jawaban, air matanya sudah tidak begitu mengalir menyisakan mata dan hidung yang sedikit memerah.
"Tanya sama hati kamu apa kamu percaya sama dia? Kalau kamu mencintai dia maka percayalah padanya dengan sepenuh hati. Saat kamu jatuh cinta kamu juga tidak meminta syarat agar kamu tidak terluka, biarkan semuanya mengalir apa adanya, jodoh atau tidak itu tergantung yang di atas!" Desi menjawab dengan bijak membuat Nungky tersenyum dan memeluk ibunya dengan erat.
"Aku percaya sama dia bahkan melebihi diriku sendiri, aku yakin dia adalah orang yang dikirimkan hanya untukku, yang akan aku lakukan sekarang hanya menunggu dia kembali padaku!"
"Itu baru anak Mama" Desi mencium kening anaknya sambil tersenyum."Eh ya Allah gara-gara kamu Nung Mama jadi ketinggalan sinetron nya!" Pekiknya seraya menjauhkan Nungky darinya dan kembali menonton TV.
"Dasar ibu gak ada akhlak!" Sungut Nungky sebal sambil beranjak berdiri dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya dengan gontai.
Di Pesawat jet pribadinya, Ricko duduk termenung sambil menatap keluar jendela dengan pandangan kosong, hari ini dia akan pergi meninggalkan Nungky dan rasanya begitu berat hingga dia ingin sekali berlari dan menemui kekasihnya itu. Kini tinggal setengah jam lagi sebelum pesawatnya pergi dan yang dia lakukan sedari tadi hanya duduk termenung membayangkan wajah kekasihnya.
Ting
Tiba-tiba Hp nya berbunyi membuat Ricko segera bergegas untuk melihat siapa yang baru saja mengirim pesan padanya, di sana tertera nama Chika yang mengirimkan sebuah foto, saat dia membukanya terlihat Nungky sedang menangis seraya memeluk ibunya Desi.
"Abang jagain hati Kak Ky ya, kasihan dia sampe nangis kayak gitu gara-gara gak bisa nganter Abang pergi!"
Ricko tersenyum saat membaca pesan dari Chika, kemudian dia mengetikkan sesuatu untuk membalas pesan dari gadis kecil yang sedang menonton tv bersama Desi, setelah itu dia juga mengirimkan pesan kepada kekasih hatinya Nungky.
Di dalam kamarnya Nungky membuka pesan dari Ricko, saat membacanya dia tersenyum kegirangan dan langsung loncat-loncat dari ranjangnya layaknya anak kecil."Abang aku padamu Bang!" Ucapnya seraya mencium layar Hp miliknya.
"Ragaku mungkin jauh, bahkan tak mampu untuk sekedar memelukmu, tapi ingatlah jika hatiku sudah terpatri padamu, bagaimana aku bisa berpaling kelain hati, jika seluruh hatiku saja sudah kamu genggam dengan begitu eratnya?"
_______
Maaf telat abisnya mati lampu Alhasil baru bisa up sekarang 😔😔😔