NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikah Karena Aku Pembawa Sial

Dipaksa Menikah Karena Aku Pembawa Sial

Status: tamat
Genre:Perjodohan
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: BellaBiyah

[NOVEL FIKSI yg tidak masuk akal, Banyak mengandung kata umpatan, mohon bijak memilih cerita]

Fauziah, Gadis dengan kutukan pembawa sial yang bisa mencelakai orang dengan sentuhan dan merusak apapun di sekitarnya. Hati dan pikiran yang buruk mendorong kutukan itu untuk menguasai diri gadis itu. Ia juga dipaksa oleh orang tuanya untuk menikahi Tuan Raka, putra tunggal yang kaya raya.

Raka pun terpaksa menikahi Fauziah karena sang nenek yang sakit-sakitan mendesaknya menikah sebagai syarat untuk harta warisan. Walau dia tak menginginkan harta warisan itu, pernikahan tetap terjadi.

Sentuhan berbahaya milik Fauziah harus diatasi oleh Raka dengan cara merawatnya seperti bayi. Memandikan, menyuapinya makan dan menjaga pandangan istrinya itu.

Bagaimana kehidupan mereka?
Sanggupkah Raka menghadapi kesialan Fauziah?
Mampukah Fauziah menghilangkan kesialannya itu?


NOTICE!
MEMBACA BERARTI SETUJU UNTUK MENEKAN TOMBOL LIKE DI SETIAP BAB

DMKAPS : 1-111
SI KEMBAR : 112-TAMAT

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BellaBiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Kenapa?

Pagi itu aku terbangun dengan rasa sakit di sekujur tubuhku. Ibu dan Ayahku sedang membasuh tubuhku dengan lap basah. Mungkin itulah yang membuat tubuhku merasa sakit. Tuan Raka berjalan keluar. Aku mengikutinya.

Dia menguap di sepanjang jalan. Tatapannya kosong menuju parkiran. Aku terus mengikutinya. Menaiki mobilnya. Aku pun ikut naik, duduk di kursi belakang. Aku bisa memerhatikan wajahnya dari kaca yang ada di hadapanku.

Dia melirik kaca tersebut. Tatapan kami bertemu. Dia menoleh ke belakang.

Apa dia melihatku?

Dia kembali menoleh ke kaca. Menyandarkan kepalanya. Mungkin dia berpikir bahwa dia melihatku duduk di sini sebagai lamunan atau ilusi.

Tidak, aku memang duduk di sini. Aku memerhatikanmu.

Tuan Raka membawaku ke rumah, rumah kami. Berjalan memasuki kamar. Merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia benar-benar kelelahan. Kuusap lengannya berkali-kali. Ia tak merasakan sentuhanku. Aku pun tak merasakan bahwa aku menyentuhnya. Terasa seperti tanganku mengusap angin.

Wajah sedih itu. Tak bisa menipu perasaannya. Aku harus terbangun dan memeluknya. Aku harus melakukannya!

Tuan Raka masuk ke dalam kamar mandi. Hm, jika aku ada di sini. Pastinya dia sudah memandikan aku. Kudengar gemercik air itu. Aku berbaring di kasur. Termenung, menatap langit-langit. Entah berapa lama aku termenung.

Tuan Raka keluar dari kamar mandi. Menggosok rambutnya dengan handuk kecil. Masuk ke dalam ruang ganti. Aku hanya memerhatikannya sambil berbaring. Dia keluar dengan pakaian santai. Sambil terus mengeringkan rambutnya. Berjalan, menatap cermin.

Ya, biasanya dia menyisir rambutku sehabis mandi. Dia memang menyebalkan. Aku tak pernah tahu, dia bisa secepat ini jatuh cinta padaku. Bukankah kami baru menikmati kebersamaan selama 9 hari? Dengan begitu mudahnya dia mencintaiku. Bahkan, kami melewati tahap pacaran.

Bertemu sehari, langsung menikah. He he. Aku terkekeh mengingatnya. Jika aku tahu akan secepat ini. Aku ingin memeluknya setiap hari. Menciuminya setiap hari.

Tiba-tiba dadaku terasa sakit. Seperti ditancapkan ratusan jarum.

“A—ak! Aw!” Kupegangi dadaku. Sakit sekali. “Aaaaaw!” Menusuk jantungku. Kenapa ini? Apa yang terjadi?

Tuan Raka menerima telepon. Lalu bergegas keluar kamar. Aku lemah. Benar-benar lemah. Kakiku lemas. Terbaring di lantai. Dadaku sangat sakit.

Tuan Raka! Aaawww! Kenapa aku ini?! Apa ini saatnya aku terbangun?

***

Secara tiba-tiba aku tergeletak di lantai rumah sakit.

Diit————!!

Suara dari alat deteksi detak jantung itu, Aaaaw! Dadaku.

3 orang perawat mengerumuni tubuhku. Salah satu dari mereka membawa alat pacu jantung yang disebut Defibrilator.

Suara tangisan Ibu dan Ayah, terdengar olehku. Mereka di luar ruangan ini.

Kenapa aku?! Kenapa sesakit ini?

Makhluk kutukan itu juga datang menghampiriku. “Aku beri kau pilihan. Mati bersamaku, atau hidup dengan kesialan seumur hidupmu?! Aku tidak bisa lepas dari tugasku sebelum kau mati. Bukankah kau sudah muak dengan dunia ini?! Aku bisa menghilang jika kau lupa. Tetapi, aku juga akan kembali jika kau mengingat aku!” ucapnya.

“200!” Perintah Dokter. Perawat memutar tegangan listrik Defibrilator. Dokter mengejutkan jantungku dengan alat itu. DTAK!~

Aaaaaaaaaaawww! Dadaku. Aku tak bisa bernapas.

“Cepat jawab aku! Mati bersamaku atau hidup dengan kesialan seumur hidupmu?!”

“A—ak!” Aku tak bisa menggerakkan lidahku. Seluruh tubuhku sakit. Rasanya tulangku remuk. Semua daging di dalam tubuhku hancur menjadi bubur.

“Jawablah! Jika kau tak menjawabnya. Akan aku anggap kau memilih mati bersamaku.”

Aku tak ingin mati! “A—a—ak.” Ada apa dengan lidahku?! Sial! Aaaaaaargh! Aku ingin menangis.

“300!” teriak Dokter itu lagi. DTAK!~

Aaaaaaaaaaw! Sangat menyakitkan. Tuhan! Beri aku kesempatan hidup sekali lagi!

Air mataku menetes. Meraung pun aku tak sanggup.

“Baiklah, aku terima jawabanmu,” ucap Makhluk kutukan di sampingku.

Tidak. Aku tidak ingin mati!

“360!” DTAK!~

Diiit——————!!

Tubuhku melemah. Entah aku tertidur atau mungkin aku pingsan. Aku tak bisa memastikannya.

***

Apa ini? Silau sekali.

Kubuka mataku. Aku terbaring di atas kasur. Dengan cahaya matahari dari jendela menerpa wajahku, sangat menyilaukan. Di mana aku?

Aaaaaw! Sekujur tubuhku terasa sakit.

Ada seorang pria di sini. “A—ag.” Sulit sekali rasanya untuk menggerakkan lidahku. Apa yang terjadi padaku?

Dengan kalang kabut pria itu menghampiriku. Mataku terbelalak. Dia memelukku. Ada apa ini?

“Aaaaaw!” teriakku. Tubuhku benar-benar sakit. Dia melepaskannya. Menatapku. Lalu menangis.

Kenapa dia ini? Siapa dia?

“Aku akan memanggil Dokter,” ucapnya berlari keluar, dan datang kembali bersama seorang Dokter.

Dokter? Aku di rumah sakit?! Kulirik kiri dan kanan. Iya, benar. Ini rumah sakit. Kenapa aku? Suara alat deteksi detak jantung di sebelahku. Ini benar-benar rumah sakit.

Kenapa aku di sini?! Sakit apa aku?

“Halo Fauziah. Kau sudah sadar?” tanya Dokter itu menyinari mataku dengan senter berbentuk pulpen. Kiri dan kanan.

Fauziah?!

“Buka mulutmu,” pintanya. Perlahan aku buka mulutku. Dia juga memeriksanya. “Coba gerakkan lidahnya.”

Kugerakkan lidahku. Benar-benar seperti mati rasa. Aku tak memiliki tenaga lebih di dalam lidahku. Ia tak bergerak sama sekali.

“Kau bisa menelan?” tanyanya lagi. Kutelan liurku. Dia melihatnya. “Aku akan menyuruh perawat membawakanmu bubur. Cobalah untuk memakan bubur terlebih dahulu. Agar lidahmu terbiasa bergerak. Kau sudah berbaring di sini selama 6 bulan.”

Apa?! 6 bulan?! Sebenarnya aku ini kenapa?!

“Wajar saja kalau otot-ototmu mulai kehilangan respons saraf motoriknya.” Dokter itu tersenyum.

“Tuan Raka. Aku akan menyarankan Fauziah untuk terapi syaraf motorik. Kau juga bisa membantunya dimulai dari menggerakkan jari jemari, wajah atau lidahnya agar dia bisa berbicara. Untuk tulang belakang dan kakinya. Akan ditangani Dokter spesialis,” ucap Dokter pada pria di hadapanku.

Tuan Raka. Begitu dia menyebut nama pria itu.

Siapa dia?

1
Aisha Assyfa
like
Aisha Assyfa
lucuuuu
A 09 Darajatun jatun
cerita apa bosen bacanya
ira rodi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nie
Ngeri ah ….
Nie
🤣🤣🤣🤣
Nie
Ngakak …bener” halu yg sangat menghibur
sally
😂😂😂 somplak
Anonim
Sumpah jijik banget ama sifat dan sikap Fauziah ga tau diri dan ga tau sopan santun ke orangtua
Anonim
Ga suka ama Fauziah bahasanya kasar kotor ga banget
krisan
next
Marcellina Dwi Putri
nangis aku kak
Marcellina Dwi Putri
belom tau ajah gimana kelakuan rizki ma rifka🤔😒😪
Muhammad Sanafia
lanjutkan
Marcellina Dwi Putri
belom² udah rugi banyak
Indriani Rais
fau type wanita munafik gays
Indriani Rais
rasain fauzian yang sombong dan. gila
Indriani Rais
jorok banget novelnya
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
mulai bosan.... loncat ke chapter akhir2 saja kali ya?
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
agresif...wkwkwk..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!