NovelToon NovelToon
Ternyata Dia Masih Ada

Ternyata Dia Masih Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:171
Nilai: 5
Nama Author: Auliya Wulandari

Duan Melahirkan di usia 16 tahun, selama 7 tahun ini ia selalu percaya jika putra yang ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa malah meninggal di hari kelahirannya, namun siapa yang menyangka saat dirinya kembali ke ibu kota muncul seorang bocah laki laki yang sangat menyebalkan namun Yan Fei merasa dirinya tak bisa membiarkan bocah itu jauh darinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Hadiah yang Tepat

“Li Xia, menurutmu hadiah apa yang layak kuberikan untuk A Min?” tanya Yanfei sambil berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, wajahnya terlihat cemas sekaligus bingung. Hari ini mereka baru saja bertemu kembali setelah terpisah selama enam tahun, dan ia baru sadar akan satu hal yang membuatnya merasa bersalah.

Yan Xumin telah menyiapkan hadiah yang begitu istimewa dan dipersiapkan dengan penuh perhatian khusus untuknya, sementara ia sendiri belum menyiapkan apa pun. Rasanya sungguh memalukan—bagaimana bisa ia menjadi sahabat dekat, namun justru melupakan momen pertemuan pertama yang begitu berharga ini?

Li Xia tersenyum melihat kebingungan majikannya, lalu menjawab dengan tenang, “Nona, bukankah lebih baik kita pergi melihat-lihat langsung ke pasar? Di sana ada banyak toko yang menjual berbagai macam barang. Putri Qingyan memang tidak terlalu pemilih, namun hadiah yang diberikan haruslah sesuatu yang unik dan berkesan, bukan sekadar dibeli karena harganya mahal saja.”

“Kau benar juga,” gumam Yanfei sambil mengangguk setuju. “A Min kini sudah menjadi seorang Putri, bahkan keluarganya pun sudah menjadi salah satu pedagang terkaya di ibu kota. Apa lagi yang belum pernah ia lihat atau miliki? Dulu saat ia masih muda, keluarganya memang belum termasuk yang paling kaya, tapi sudah bertahun-tahun berlalu. Semua barang mewah dan indah pasti sudah pernah ia miliki.”

Ia menggelengkan kepala sambil menertawakan dirinya sendiri. Dasar dirinya ini, meski sudah berusia dewasa dan seharusnya lebih bijaksana, masih saja bersikap ceroboh dan sering bertindak asal-asalan tanpa persiapan matang.

“Tenang saja Nona, apa pun yang diberikan oleh Nona pasti akan disukai oleh Putri Qingyan. Baginya, nilai dari hadiah itu ada pada pemberinya, bukan pada seberapa mahal atau langkanya benda itu,” hibur Li Xia dengan nada yang meyakinkan.

“Kau ini pandai sekali berbicara manis untuk menenangkan ku,” jawab Yanfei sambil tersenyum lega. “Baiklah, ayo kita bersiap-siap. Aku ingin memilih sendiri hadiah terbaik untuk A Min.”

Keduanya segera bergerak keluar dari kamar dengan langkah yang penuh semangat. Mereka memerintahkan pengawal untuk menyiapkan kereta kuda, bersiap pergi ke pusat pasar yang paling ramai dan lengkap di ibu kota. Hadiah untuk pertemuan ini tidak boleh terlalu murah hingga terlihat meremehkan, namun juga tidak boleh terlalu umum sehingga terlihat biasa saja. Ia harus mencari sesuatu yang benar-benar istimewa, yang terbaik dari segala yang terbaik.

Namun, baru saja melangkah melewati lorong menuju pintu utama, suara lembut namun tegas menghentikan langkah mereka.

“Fei Fei, apakah ada hal penting yang ingin kau lakukan hingga harus pergi keluar saat ini?”

Yanfei menoleh dan melihat ibunya, Nyonya Duan, berdiri sambil memegang sebuah kain tebal di tangannya. Ibu itu menatap putrinya dengan pandangan penuh perhatian. Udara di luar mulai terasa semakin dingin akhir-akhir ini, angin bertiup lebih kencang sebagai tanda bahwa musim dingin akan segera tiba. Ia khawatir jika putrinya mengenakan pakaian yang terlalu tipis, tubuhnya bisa terserang flu dan jatuh sakit.

“Ibu, aku ingin pergi ke pasar untuk membeli sesuatu,” jawab Yanfei dengan nada ceria.

“Baiklah, asalkan jangan terlalu lama dan tetap perhatikan kondisi tubuhmu meski sedang bersemangat,” kata Nyonya Duan sambil menoleh ke arah Li Xia. “Li Xia, cepat ambilkan jubah tebal untuk Nona ini. Kalian berdua benar-benar sembrono. Udara sedingin ini berani-beraninya akan keluar hanya dengan mengenakan pakaian setipis ini.”

Li Xia segera membungkuk meminta maaf. “Maafkan saya, Nyonya. Ini kesalahan saya yang kurang memperhatikan.”

Ia memang dikenal sebagai pelayan yang sangat hati-hati, sopan, dan terkendali dalam setiap tindakannya. Namun, saat berada di sisi Yanfei, ia sering kali ikut terbawa suasana dan menjadi lebih santai, seolah kembali menjadi dirinya yang asli tanpa harus mempertahankan sikap kaku seorang pelayan.

“Ibu, jangan terlalu keras pada Li Xia. Ini salahku sendiri yang terlalu terburu-buru sehingga tidak sempat berpikir panjang,” bela Yanfei segera.

Mendengar itu, Nyonya Duan hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. “Anakku ini, hatinya terlalu lembut dan baik pada semua orang.”

Suasana pun kembali hangat. Tak lama kemudian, Li Xia kembali membawa jubah tebal yang dihias dengan bulu halus dan membantunya memakaikan benda itu. Setelah memastikan semuanya aman dan nyaman, mereka berdua segera naik ke atas kereta. Dalam waktu singkat, kereta itu telah melaju keluar dari gerbang besar kediaman keluarga Duan, menuju kawasan pasar yang terletak di bagian timur kota.

Saat kereta berhenti dan mereka turun, Li Xia segera menunjuk ke arah sebuah bangunan besar yang berdiri megah di ujung jalan.

“Nona, toko sutra yang ada di hadapan kita ini adalah salah satu toko paling terkenal dan terpercaya di seluruh ibu kota. Setiap kali ada koleksi baru yang datang, semuanya langsung habis terjual dalam waktu singkat. Bahkan para nona muda dari keluarga bangsawan harus mengantre panjang hanya untuk bisa melihat dan memilih barangnya,” jelas Li Xia dengan nada bangga.

“Benarkah? Sampai sehebat itu?” tanya Yanfei dengan rasa penasaran yang semakin tumbuh.

“Memang benar, Nona. Toko ini berdampingan langsung dengan toko perhiasan terbaik di kota ini. Kualitas barang-barang mereka tidak perlu diragukan lagi. Pemiliknya pasti memiliki kekayaan yang sangat besar,” lanjut Li Xia. Sebagai pelayan yang setia, ia senang bisa membantu majikannya menemukan tempat terbaik untuk mencari barang yang sesuai.

“Kau ini memang pandai sekali mengetahui seluk-beluk tempat-tempat di kota ini,” puji Yanfei sambil tersenyum penuh semangat.

Keduanya pun melangkah masuk ke dalam toko itu. Sesuai dengan apa yang dikatakan Li Xia sebelumnya, tempat ini benar-benar megah dan tertata sangat indah. Udara di dalamnya terasa hangat, dan setiap kain serta gaun yang dipajang terbuat dari bahan berkualitas tinggi yang berkilau lembut diterangi cahaya lampu. Yanfei berjalan perlahan sambil melihat-lihat satu per satu, hingga tangannya terhenti di depan sebuah gaun yang tergantung rapi.

Gaun itu berwarna biru muda yang lembut, dihiasi dengan sulaman bunga teratai yang halus dan rapi di bagian ujung lengan serta pinggiran bawahnya. Rancangannya sederhana namun sangat elegan, membuat siapa pun yang melihatnya terpesona.

Seorang pelayan segera mendekat dengan sopan. “Nona, jika yang dicari adalah gaun untuk musim dingin, kami memiliki banyak koleksi yang lebih tebal dan hangat di bagian dalam sana.”

Yanfei menggeleng sambil tetap memegang ujung gaun itu. “Tidak apa-apa. Gaun ini cukup indah. Berapa harganya?”

Memang terlihat jelas gaun itu memiliki kualitas yang sangat baik, dengan sulaman yang rumit dan bahan yang terasa lembut saat disentuh. Sekilas pandang saja, Yanfei sudah merasa gaun ini sangat cocok dengan seleranya. Sejak muda, ia memang tidak pernah suka mengikuti tren mode yang berubah-ubah setiap saat. Ia hanya akan memilih apa yang menurutnya indah dan nyaman dipakai, tanpa mempedulikan apa yang sedang digemari orang lain.

Mendengar pertanyaan itu, pemilik toko yang sedang mengawasi dari kejauhan segera mendekat sambil tersenyum ramah. “Nona, gaun ini adalah koleksi musim panas tahun lalu. Memang penampilannya tetap indah, namun sudah ketinggalan musim dan tidak lagi menjadi perbincangan. Jika Nona berminat membelinya, harganya hanya lima tael perak saja.”

Biasanya, gaun-gaun baru di toko ini dijual dengan harga dua puluh hingga tiga puluh tael perak. Karena sudah lama tidak terjual dan tidak lagi diminati, ia bersedia menjualnya dengan harga yang jauh lebih murah agar tidak menumpuk di gudang.

“Baiklah, gaun ini tetap terlihat indah bagiku. Simpan dulu untukku, aku ingin melihat-lihat koleksi lain terlebih dahulu,” kata Yanfei. Baginya, meski untuk musim panas, itu bukan masalah. Tahun depan musim panas pasti akan datang lagi, dan gaun ini tetap bisa dipakai.

“Tentu saja, Nona,” jawab pemilik toko dengan senyum lebar.

Namun, tepat saat itu, seorang pelayan kecil mendekat dan membisikkan sesuatu ke telinga pemilik toko. Mendengar kabar itu, wajah pemilik toko berubah sedikit, lalu ia berdehem pelan dan segera memerintahkan bawahannya untuk mengantar Yanfei ke bagian lain.

“Silakan ikut saya, Nona Duan. Kami memiliki koleksi khusus yang lebih jarang terlihat di bagian sebelah sini,” kata pelayan itu sopan.

Mereka pun melangkah ke sisi kiri bangunan, dan benar saja, di sana dipajang gaun-gaun yang terlihat lebih mewah dan unik. Yanfei tak bisa menahan rasa kagum melihat keindahan karya-karya tersebut. Ia terus berjalan melihat satu per satu, hingga langkahnya terhenti di depan sebuah gaun berwarna putih tulang. Gaun itu dihiasi dengan sulaman bunga plum berwarna merah muda yang tersebar rapi, menciptakan kesan anggun namun tetap lembut dan memikat hati.

“Nona memiliki penglihatan yang sangat baik,” puji pelayan itu. “Gaun ini adalah koleksi terbaru kami, baru saja dikirimkan dari pusat sore tadi. Sepertinya Nona dan gaun ini memang berjodoh.”

“Baik, simpan juga untukku. Aku ingin melihat koleksi lainnya lagi,” jawab Yanfei dengan senyum puas.

Pelayan itu mengangguk senang. Sejak tadi, Yanfei telah memilih beberapa potong gaun indah dengan harga yang tidak bisa dikatakan murah. Barang-barang di toko ini memang terkenal mahal karena kualitasnya yang terbaik.

Orang biasa bahkan harus menabung selama bertahun tahun hanya untuk membeli satu potong gaun di tempat ini. Namun melihat sikap Yanfei yang memilih dengan bebas dan tidak ragu sedikit pun, pelayan itu hanya bisa mengagumi dalam hati—memang benar apa yang dikatakan orang, wanita dari keluarga kaya dan terhormat ini benar-benar bebas melakukan apa saja yang ia sukai tanpa perlu memikirkan biaya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!