seorang wanita yang bernama viola Giselran Elvelson berusia 27 tahun merupakan dokter spesialis bedah terbaik di benua itu.
suatu hari saat ia di tanya apakah sudah memiliki pasangan ia hanya menjawab;
"memiliki pasangan harus banyak pertimbangan,untuk saat ini pasangan ku adalah pisau bedah tercinta ku"
namun siapa sangka ia malah mati di tabrak truk saat menyelamatkan seekor kucing anggora dan bereinkarnasi menjadi istri dari seorang mafia kejam,yang tidak di inginkan oleh si suami,dia bahkan mempunyai seorang putra berusia 7 tahun yang selalu di siksa oleh si pemilik tubuh.
bagaimana kah hari-hari yang akan di jalani oleh Alexsa di kehidupan keduanya sebagai seorang istri sekaligus sebagai ibu dengan cara mendadak??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R3C2YMYFMYME, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
"apa??banyak yang harus kamu jelaskan pada ku dav!!"ucap Alexa berkaca-kaca.
"apa???kamu tidak berani??haha karena aku hanya obat bagi penyakit aneh mu??iya kan!!!"ucap Alexa.
"sayang aku tidak bermaksud begitu"ucap Dave.
"kamu mafia kan??"ucap Alexa.
"maaf, aku menyembunyikan semua itu.benar aku seorang mafia,banyak orang yang aku bunuh dengan tangan ku"ucap Dave.
"haha lucu sekali Dav,aku bermimpi untuk terus menyelamatkan nyawa orang tapi tak ku sangka kau menghabisi nyawa orang.tapi terlepas dari semua itu KENAPA KAMU MEMBAWA THEO MASUK KE JALAN YANG SALAH HAH!!!"teriak Alexa melampiaskan kemarahannya.
"kenapa kamu biarkan anak sekecil Theo masuk ke dunia kelam itu Dave!!!kau ayah yang bodoh,sangat bodoh dav!!"ucap Alexa.
Semua Yang ada di mansion termasuk Nathan, Daniel,Thomas dan Theo hanya bisa menatap dari kejauhan pertengkaran suami istri itu.
"sekarang aku tanya sejak kapan Theo masuk ke dalam organisasi mafia mu??"ucap Alexa sambil mengendalikan emosinya.
"sejak usianya 3 tahun"ucap Dave.
"Theo sekarang masih berada dalam organisasi itu??"ucap Alexa
"iya,tapi aku..."ucap Dave
Alexa menutup matanya menelan kenyataan pahit itu.
"aku membenci mu Dave!!"ucap Alexa lalu berlari ke kamarnya dengan air mata yang mengalir tak henti.
Sesampainya di kamar Alex menutup keras pintu kamarnya dan menangis di dalam kamar.
Sedangkan Dave hanya bisa menjambak rambutnya pusing dengan keadaan yang ia alami.
"Dave,sebaiknya kamu beri Alexa waktu untuk menenangkan diri dulu"ucap Nathan sambil menepuk pundak Dave.
"Dave kalau begitu kami pulang dulu, selesaikan Maslaah mu dengan damai dav,jangan dengan sisi iblis mu"ucap Thomas menepuk pundak Dave.
"kau bisa Dav,pertahankan dan lindungi keluarga mu.biar kami yang mengurus markas sementara ini"ucap Daniel.
"hum, terimakasih.aku akan mendengarkan saran kalian"ucap Dave.
setelah sahabat-sahabat Dave pergi,Dave duduk menenangkan pikiran dan raganya di sofa ruang tamu.
Dave menutup matanya mengendalikan semua emosi di dalam dirinya.
sebuah tangan kecil menyentuh tangan Dave yang membuat Dave membuka matanya dan menatap ke arah sang pemilik tangan.
"dad,maafkan Theo.maafkan Theo yang tidak mendengarkan saran Daddy untuk berhenti di dalam keorganisasian NDV"ucap Theo.
"maafkan karena Theo mommy marah dengan mu dad"ucap Theo yang merasa bersalah karena mendengar akar pertengkaran keduanya tadi.
Dave meletakkan tangannya di puncak kepala Theo.
"ini bukan salah mu,ini memang salah Daddy sejak awal.mommy mu pantas membenci Daddy"ucap Dave.
"apa kamu sudah makan hum??"ucap Dave.
Theo menggelengkan kepalanya.
"ayo makan dulu, mommy mu akan semakin kecewa jika kamu tidak makan dan istirahat yang cukup"ucap Dave.
"baiklah"ucap Theo.
-
-
-
-
hari sudah malam namun Alexa tidak kunjung keluar dari kamarnya meskipun berapa kali Dave mengetuk kamarnya.
Alexa masih merenungkan kemarahan,kekesalannya,dan kenyataan yang membuatnya tidak percaya.
Dave memilih untuk kembali ke kamar miliknya dulu,ia mencoba untuk beristirahat di sana setelah menidurkan Theo.
Saat tengah malam akhirnya Alexa keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar milik Theo.
Alexa membuka pintu kamar Theo perlahan,tampaklah Theo yang tertidur lelap di kasurnya.
Alexa berjalan dan duduk di samping Theo,Alexa mengelus lembut rambut Theo sambil mulai menangis dalam diam.
"maafkan mommy syang hiks apa karena mommy kamu sampe masuk ke jalan yang kelam itu hiks??"ucap Alexa lirih.
"mommy sangat marah sayang hiks, tapi mommy sayang sama Theo hiks"ucap Alexa.
Tangan Theo bergerak dan mengenggam tangan Alexa yang mengelus puncak kepala nya.
Alexa terkejut karena Theo terbangun dan dengan cepat menghapus air matanya.
Theo membuka matanya dan bangkit duduk.
"Theo juga sangat sam mommy"ucap Theo.
"maafkan Theo mommy hiks,Theo salah hiks Theo memilih jalan yang salah yang mengecewakan mommy huhu"ucap Theo menangis.
"Theo mengabaikan apa yang Daddy katakan, Daddy udah pernah bilang ke Theo buat berhenti tapi Theo ngeyel GK mau berhenti bahkan bersekongkol dengan Daddy untuk merasakan semuanya dari mommy hiks"ucap Theo.
"tapi Theo melakukan semua itu karena ingin melindungi mommy hiks,Theo gak mau kehilangan atau melihat mommy kenapa-kenapa"ucap Theo.
"maafin Theo mom,hiks jangan nangis lagi Theo jadinya nangis juga huhuhu hiks"ucap Theo sambil menghapus air mata Alexa yang mengalir di pipi Alexa.
"iya sayang"ucap Alexa sambil menghapus air mata Theo juga.
"jangan nangis lagi yah,nanti mata Theo bengkak,jadi jelek besok ke sekolah"ucap Alexa.
"hiks hum,tapi mommy jangan diam-diam nangis lagi yah.theo gak mau mommy nangis terus hiks"ucap Theo terisak.
"iya sayang,yaudah sini mommy temanin Theo tidur.ayok tidur"ucap Alexa.
Theo menghapus air matanya lalu berbaring,di ikuti Alexa yang juga tidur di samping Theo.
Theo memeluk Alexa sedangkan Alexa juga balik memeluk lembut Theo sambil mengelus punggung Theo.
-
-
-
Malam berganti dengan matahari yang tampak malu-malu untuk keluar.
Alexa membangunkan Theo agar bersiap-siap untuk pergi ke sekolah sedangkan dirinya turun ke lantai dasar untuk membuat sarapan seperti biasanya.
Setelah selesai Alexa menata sarapan di atas meja dan Theo turun ke lantai bawah dengan seragamnya yang lengkap.
"ayo sarapan sayang"ucap Alexa mengambilkan sarapan yang komplit untuk Theo.
"terimakasih mommy"ucap Theo.
Theo menatap ke arah tangga menuju lantai atas dimana Dave belum juga turun untuk sarapan.
"Daddy belum turun yah"ucap Theo yang menyadari pergerakan Alexa.
"iya sayang,paling sebentar lagi kali yah"ucap Alexa tersenyum lembut.
"tunggu,tadi malam Daddy tidur sendiri.jangan-jangan penyakit aneh Daddy kambuh lagi"ucap Theo.
"apa??!"ucap Alexa terkejut.
"sayang kamu tetap sarapan dulu, mommy mau cek Daddy mu dulu ke kamarnya"ucap Alexa.
"iya mom"ucap Theo.
Alexa langsung menaiki tangga menuju lantai atas, ia berjalan menuju kamar Dave yang tak jauh dari kamarnya.
Alexa menghirup udara dan kemudian membuangnya,setelah itu Alexa mengetuk pintu kamar Dave.
Tok
Tok
"dav,kamu di dalam??ayo sarapan"ucap Alexa.
Tidak ada sahutan dari dalam Alexa mencoba untuk membuka pintu dan ternyata tidak di kunci.
Alexa masuk ke dalam dan melihat kamar Dave yang begitu berantakan Dangan banyak pecahan beling di lantai.
"ya Tuhan apa yang terjadi??"ucap Alexa.
"Dave,kamu diam dav??"ucap Alexa memanggil Dave dan mencari Dave.
Sampai akhirnya Alexa sampai di pintu kamar mandi,Alexa mendengar gemerincik air dari dalam kamar mandi itu,Alexa mengatur napasnya gugup untuk membuka pintu itu.
"terserahlah,aku sudah pernah melihatnya"ucap Alexa lalu membuka pintu kamar mandi.
Cklek.
Alexa membulatkan matanya saat melihat Dave tergeletak di bawah shower yang masih hidup.
"DAVE!!"ucap Alexa
TBC