Galaksi mahasiswa tajir, ganteng, banyak cewek di kampusnya yang berebut perhatiannya bahkan ada yang rela mengemis cintanya, namun Gala jatuh cinta dengan cewek yang bernama Melody gadis cantik adik sahabatnya yang jadi mahasiswa baru di kampusnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEDATANGAN ELANG
Berarti boleh dong aku bersikap mesum ke kamu?" Gala menarik turunkan alisnya.
"iya boleh! Tapi mesumnya jangan kelewatan soalnya kita belum menikah" jawab Melody ketus.
Gala tersenyum penuh kemenangan " Ya udah kamu duduk sini!" Gala menepuk-nepuk pahanya sendiri.
"Enggak ah, aku duduk di sini aja" tolak Melody mentah-mentah.
"Oh tidak mau? ya udah aku panggil Clara aja untuk duduk sini"
Ancaman Gala ternyata berhasil Melody dengan cepat duduk di pangkuan Gala setelah nama Clara di sebut.
Gala memejamkan matanya sebentar sambil memeluk Melody dari belakang. Awalnya cuma memeluk tapi lama-kelamaan tangan Gala mulai nakal. Dia memasukkan tangannya ke dalam baju kaos kebesaran untuk di kenakan Melody .
"Kak Gala" lirih Melody saat kulit tangan Gala bersentuhan langsung dengan kulit perutnya.
Melody mulai panas dingin waktu Gala mengelus pelan perutnya. Tiba-tiba tubuh Melody menginginkan sentuhan yang lebih dari itu.
Tanpa sadar tangan Melody menuntun tangan Gala untuk menyentuh bukit kembarnya.
"Aah..." desah Melody waktu tangan Gala memainkan kerikil kecil di buki kembarnya.
Lelaki itu memejamkan matanya sambil terus memainkan bukit kembar Melody yang sudah menjadi candunya.
Melody ikut memejamkan matanya menikmati sentuhan Gala yang memabukkan.
Melody tak tahan lagi ingin mencium bibir Gala. Ia membalikkan tubuhnya dan posisinya sekarang berhadapan dengan Gala.
tak lama bibir mereka kini menyatu, mereka kini saling menghisap, melumat satu sama lain. Tangan Gala juga tak berhenti bekerja. Dia terus memainkan bukit kenyal Melody.
...ΩΩΩΩΩΩΩ...
Gala senyum-senyum sendiri begitu sampai di kamar Aska. Dia terus memikirkan bukit kembar Melody . Dia penasaran bagaimana bentuknya jika dilihat tanpa kain yang menutupinya. Gala juga penasaran bagaimana jika dia menyesap dengan bibirnya.
"Pasti sangat memabukkan" batin Gala.
"Woi!" Ares tiba-tiba menepuk pundak Gala. Malam ini mereka memang berniat menginap di rumah Aska.
"Apa?" jawab Gala datar.
"Kenapa pas kita MABAR Lo ngilang. Trus datang kaya orang gila senyum-senyum sendiri?" tanya Ares.
"Kepo!" Gala melempar bantal sofa yang ada di kamar Aska ke muka Ares.
"pasti Lo habis ketemuan sama Melody kan?" tebak Ares.
"Kalau iya memang kenapa?" tanya Gala.
Ares menggaruk tengkuknya "Ya gak apa-apa sih malah bagus biar kalian tambah dekat"
...ΩΩΩΩΩΩ...
Gala tak bisa tidur dia sudah memutar tubuhnya ke ke kanan dan ke kiri tapi tetap saja tak bisa, sedangkan ketiga temannya sudah terlelap dalam mimpi.
Sedari tadi Gala terus saja memikirkan Melody makanya dia tidak bisa tidur. Untungnya di hari Senin besok tanggal merah. Jadi, tak jadi masalah jika mereka begadang Karena tak ada kuliah.
Gala melangkah ke luar kamar Aska. Dia berniat mencari air minum, barangkali setelah dia minum dia bisa tidur dengan nyenyak. Namun, begitu Gala melewati kamar Melody , kamar itu tidak tertutup rapat sehingga Gala masih bisa melihat Melody yang sedang tertidur nyenyak di dalam sana.
Gala mengedarkan pandangan ke sekelilingnya melihat tidak ada orang di sekitarnya dia masuk ke kamar Melody dengan hati-hati.
Begitu Gala berhasil masuk dia mengunci pintu dan berjalan ke arah Melody. Gala meneguk ludahnya lagi-lagi Melody hanya memakai tangtop dan celana pendek yang memperlihatkan paha mulus Melody.
Gala mengelus kepala Melody. "tidur yang nyenyak ya sayang, aku sayang kamu selamanya" bisik Gala sambil mengecup kening Gala.
...ΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi-pagi sekali, seorang laki-laki yang mungkin seumuran dengan Aska, datang ke rumah Aska. Keluarga Aska berserta sahabat Aska tengah sarapan.
"Pagi semua" sapa laki-laki itu dengan ramah dan ceria semua orang sontak menoleh ke arahnya.
Aska langsung berdiri memeluk lelaki yang lancang masuk ke rumahnya sambil membawa koper.
"Gila Lo, Lo kok datang gak bilang-bilang?" tanya Aska
"Kalau bilang-bilang namanya bukan surprise"
Aska melepaskan pelukannya lalu meninju lengan lelaki itu. " Ada-ada aja Lo!"
Laki-laki itu tidak membalas perlakuan Aska dia langsung berjalan ke arah Diana dan Yoga. Mereka berdiri dan memeluk lelaki itu bergantian.
"Pagi Om, Tante" sapa lelaki itu.
"Pagi" balas Diana dan Yoga bersamaan.
"Kamu sudah gede banget" kata Diana.
"Iya dong Tante" balas lelaki itu. Dia kemudian melirik Melody dan berjalan kearahnya.
"Hai Melody sayang, kamu gak kangen sama aku?" tanya lelaki itu yang belum Gala ketahui siapa namanya
Melody berdiri dari kursi yang dia duduki lalu mendekat ke lelaki tersebut.
"Kangen dong" jawab Melody .
Hati Gala memanas melihat kekasihnya berpelukan dengan lelaki lain. Ingin sekali ia menjauhkan tubuh Melody dari lelaki itu.
Lelaki itu menangkup wajah Melody dengan kedua tangannya "Kamu makin cantik ya" pujinya.
Melody tersenyum manis "Iya dong, harus"
Gala semakin memanas melihat Melody tersenyum begitu manis kepada lelaki tersebut padahal Melody kalau tersenyum ke Gala tidak pernah semanis itu.
Melody menarik tangan lelaki itu untuk duduk di samping kursi yang ia duduki tadi "Sarapan, yuk kak!"
Setelah Melody dan laki-laki itu duduk berdampingan Melody begitu perhatian mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk lelaki itu.
"Terimakasih!" lelaki itu tersenyum manis.
Dada Gala terasa teriris melihat betapa perhatiannya Melody kepada lelaki itu. Bahkan, kepada Aska saja Melody tak pernah perhatian seperti itu.
Melody kelihatan sangat senang menyambut kedatangan lelaki itu dia bahkan tak memikirkan kalau ada aku pacarnya di sini" batin Gala
Setelah selesai makan Gala bertanya kepada Aska "Dia siapa?"
"Sepupu Gue" jawab Aska.
Gala sedikit lega setidaknya lelaki itu bukan masa lalu Melody.
"Kelihatannya dia dekat banget dengan Melody" Gala cemburu melihat kedekatan mereka.
Aska menganggukkan kepalanya "Elang memang sayang banget sama Melody begitupun sebaliknya, makanya mereka Deket banget"
"OOO namanya Elang" bagus juga namanya tapi masih bagusan nama Gue" batin Gala.
"Roman-romannya ada yang cemburu nih" sahut Dion
"Yoi" timpal Ares
"Kalau Gue memang cemburu, kalian mau apa?" jawab Gala sangar.
"Enggak apa-apa itu wajar " jawab Dion.
"Tidak usah cemburu sama Elang! Dia itu sepupu Gue sama Melody. Tidak mungkin dia merebut Melody dari Lo" tutur Aska. Menenangkan Gala yang tengah terbakar api cemburu.
Meskipun Aska bicara seperti itu entah kenapa Gala tetap menaruh cemburu pada lelaki itu.